Seorang panglima perang di khianati istrinya lalu di bunuh oleh kakak kandungnya sendiri. Sialnya kenapa ia baru tahu di saat detik-detik kematiannya. Di sisa nafas yang terakhir, jika ada di kehidupan selanjutnya ia akan membalaskan semua kejahatan mereka.
Tapi siapa mengira jika jiwanya malah pindah ke tubuh menantu idiot keluarga ternama yang mati karena bunuh diri, ia beruntung karena bisa hidup kembali meskipun dengan tubuh baru.
Di saat itulah ia pun bertekad membalaskan dendamnya kepada Kakak kandung dan istrinya. Ia juga bertekad membalaskan semua perbuatan orang yang sudah membuat pemilik tubuh asli menjadi idiot dan mengambil alih kekuasaan panglima perangnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27
...❤️❤️❤️❤️ Happy reading ❤️❤️❤️❤️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
"Selain kau, siapa lagi nama Ryan di sini?" tanya Aztron dengan tatapan tajam.
Pemuda itu menatap Aztron dengan sedikit bingung. "Ada anak kecil umur 6 tahun," jawab pemuda itu ragu-ragu, merasa aneh dengan pertanyaan tersebut.
Aztron mengerutkan dahinya, "Apa tidak ada orang yang lebih tua namanya Ryan?" Tanya Aztron untuk memastikannya.
"Tidak ada," jawab pemuda itu mantap, melihat Aztron tampak kecewa dan bingung.
"Baiklah kalau begitu, terima kasih banyak," ucap Aztron memilih untuk pergi saja, merasa informasi yang didapatkannya tidak cukup untuk melanjutkan pencariannya.
Aztron berjalan perlahan, merenung dalam hati, "Pasti ada yang salah ini, kenapa tidak di temukan nama Ryan di desa ini," ucap Aztron berpikir keras. Ia memutuskan untuk mencari informasi lebih lanjut, berharap menemukan petunjuk yang mengarahkan ia pada Ryan yang sebenarnya.
Aztron secara tak sengaja ia melihat seorang pria berumur paruh baya yang sedang berjalan dengan tergesa-gesa. Begitu pria tersebut menyadari kehadiran Aztron, ia terkejut dan secepatnya melarikan diri.
Merasa ada yang janggal, Aztron langsung berlari dan mengejar pria paruh baya tersebut. Melihat Aztron berlari, pengawal yang menemani Aztron juga sigap berlari mengejar pria yang misterius itu.
"Berhenti! Jangan lari!" teriak Aztron dengan suara keras dan penuh kewibawaan, namun pria itu seolah tak mendengar ucapan Aztron dan terus melarikan diri dengan cepat.
Wajah Aztron tampak semakin serius, ia bertekad untuk menangkap pria tersebut dan mengungkap alasan di balik tingkah anehnya.
Aztron berdiri tegap di depan pria yang mereka tangkap tadi, dengan napas tersengal-sengal akibat kejar-kejaran. Sementara pengawalnya menahan lengan pria itu erat-erat agar tak bisa kabur.
"Hey! Lepas aku! Mau apa kalian menangkap ku!" teriak pria itu, mencoba memberontak dan melepaskan diri dari cengkraman pengawal Aztron.
Aztron menatap tajam pria di depannya, lalu berkata dengan nada curiga, "Kau sendiri kenapa lari saat melihatku? Jangan-jangan kau kenal denganku?"
"Tidak! Aku tidak kenal kamu!" sahut pria paruh baya itu dengan tergesa-gesa, menggelengkan kepalanya seakan-akan ingin menyembunyikan sesuatu. Wajahnya tampak pucat dan ketakutan, seolah terbongkar rahasia yang selama ini ia sembunyikan.
Aztron semakin curiga, ia mendekatkan wajahnya ke pria itu sambil menunjuk hidungnya dengan jari telunjuk, "Jangan bohong padaku. Ada sesuatu yang kau sembunyikan, bukan?"
Pria itu terlihat semakin gugup, ia mencoba menundukkan kepalanya agar tak bertatapan langsung dengan Aztron. Namun, Aztron menyadari ada sesuatu yang aneh dengan mata pria itu.
"Katakan saja jika kau Ryan," ucap Aztron tanpa basa-basi, suaranya dingin dan tegas.
Pria itu terdiam, matanya terbelalak dan seolah menelan ludah. Aztron melihat keringat dingin mengucur di kening pria itu.
Tak ada jawaban dari pria itu, hanya kedua tangannya yang gemetar.
"Jangan bersembunyi lagi Ryan, lebih baik kau jujur saja kalau kau tak mau ku bawa ke kota!" ancam Aztron dengan suara yang semakin keras, membuat pria itu menelan ludah.
Pria itu dengan terpaksa mengangkat kepalanya dengan perlahan, matanya bertemu dengan tatapan tajam Aztron. "Baiklah, aku Ryan," ujarnya terbata, suaranya serak dan penuh ketakutan.
Aztron tersenyum sinis, tangannya meraih lengan Ryan. "Akhirnya kau mengaku juga. Sekarang kita bicara tentang apa yang seharusnya kau lakukan, Ryan." Kata Aztron membawa Ryan pergi dari tempat itu.
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
...❤️❤️❤️❤️ Bersambung ❤️❤️❤️❤️...
krn..ide ceritanya bagus..walopun serba terburu"...
jika saja cerita ini tamat antara 300 sd 500 cpt...
detailnya psti bagus....
oke..
congratulation thor...
kalo kalah sidang & terbukti besalah..si najiz kan ya ditahan to yaw..kok sdh dsitu duluan..emang bisa terbang. ?