NovelToon NovelToon
Karma Sang Pelakor (Sistem Balas Dendam)

Karma Sang Pelakor (Sistem Balas Dendam)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Sistem
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ucum_alattas

Di saat dunia memilih memihak yang kuat, Seline hadir bersama Sistem Balas Dendam untuk menghukum mereka yang lolos dari hukum.

Ia akan merayu pria yang paling dicintai targetnya, meruntuhkan kepercayaan, mematahkan kesetiaan, lalu membiarkan para pelaku menyaksikan kebahagiaan yang mereka bangun di atas penderitaan orang lain runtuh dengan tangan mereka sendiri.


Ia bukan malaikat. Bukan pula iblis.
Ia adalah keadilan yang gagal diberikan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucum_alattas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

“Jangan pukul aku, hiks ... jangan pukul aku lagi, Kak,” tangis Selina sambil meringkuk di ujung ranjang.

Tangannya yang diinfus bahkan terlepas, membuat darah di punggung tangannya berceceran. Maxime yang baru masuk dan langsung melihat penampilan Selina yang menyedihkan, dan gumaman wanitanya itu merasakan perasaan patah hati yang luar biasa.

“Selina,” panggilnya berusaha tenang.

Namun, Selina seolah tenggelam dalam rasa takut dan sakitnya sendiri. Wanita itu menangis sambil melindungi kepalanya.

Maxime yang tak tahan langsung memeluknya, membuat Selina yang awalnya hendak meronta terdiam dan langsung mendongak.

“Max ... ini kau? Kau akhirnya datang. Max, tolong aku. Rasanya sangat sakit. Kakak ... dia marah padaku, dia ... dia memukulku. Mama juga tidak membantuku. Rasanya sakit sekali. Kakak juga membenciku.”

Maxime semakin memeluk Selina dengan erat. Matanya memerah.

“Dimana, dimana yang sekit. Beritahu aku, aku akan mengobatinya,” bisiknya lembut.

Selina yang menangis itu mendongak. Matanya menatap Maxime dengan tatapan penuh keluhan.

“Di sini, disini sakit semua, Max. Kakak memukulku. Di sini juga, rasanya perih,” ucapnya yang tanpa ragu membuka pakainnya, memperlihatkan punggungnya yang memiliki bekas lebam keunguan yang cukup mencolok untuk kulitnya yang putih.

Maxime yang melihat itu semakin patah hati. Tangannya dengan lembut menyentuh setiap luka yang sengaja ditinggalkan oleh Helena itu.

“Aku akan meniupnya. Nanti tidak akan sakit lagi,” bujuknya lembut.

Selina masih menangis, namun tidak sekeras tadi.

Beberapa pelayan yang melihat itu saling pandang. Meskipun mereka sedikit terkejut dengan perubahan situasi, mereka dengan cepat menerimanya.

Tak peduli siapa nyonya ruah mereka, yang pasti, mereka dipekerjakan oleh Maxime.

“Max, kenapa kakak membenciku,” bisiknya dengan suara parau.

Ia tak lagi menangis, sebaliknya, ia menatap Maxime dengan mata memerah.

Maxime yang berhasil menenangkan Selina itu terdiam. Matanya menatap Selina yang tampak bingung itu.

“Aku ... aku tidak memintamu menceraikan Kakak. Aku bahkan, tetap memastikan jika dia menjadi istrimu. Kenapa kakak masih membenciku.”

“Aku tahu, aku tidur denganmu. Tapi ... bukankah kakakku juga mendukungnya waktu itu. Dia bahkan berusaha membujukku untuk merayumu. Aku sudah menolaknya, tapi dia malah memberitahuku hal hal yang bertentangan dengan keinginanku.”

“Tapi kenapa, saat aku benar benar menjadi apa yang diinginkan Kakaku, Kakakku membenciku? Dia ... dia menyebutku j4lang. Apa ... aku benar benar j4lang, Max?”

Maxime bahkan tak bisa menjawab. Sebaliknya, matanya menatap Selina dengan pandangan dalam.

“Kenapa, Kakaku mengatakan semua itu berbeda. Jika pria yang aku kencani itu orang lain, maka akan baik baik saja. Tapi kenapa, saat kakak tahu jika pria itu dirimu, dia ... dia begitu membenciku. Aku tahu, kakak pasti marah. Tapi ... aku tidak pernah menyangka, Kakak akan semarah ini. Bahkan memukulku dan mencaci seperti ini.”

“Aku pikir ... kakak hanya akan sakit hati, setelah itu dia akan merasa lebih baik. Bukankah Kakak yang memberitahuku tentang kebebasan cinta? Tapi kenapa ... saat hal itu menimpa Kakaku, dia ... dia bereaksi paling keras?” tanyanya penuh tanya.

Maxime yang mendengar semua pernyataan polos dari kekasihnya itu menghela nafas panjang. Ia memeluk tubuh Selina lagi.

“Kakakmu hanya terlalu jahat.”

Selina tampak bingung. “Tidak mungkin, Kakakku itu Kakak terbaik yang pernah aku temui.”

Maxim yang mendengar Selina masih saja memuji kakaknya setelah dihajar seperti itu mengerutkan kening tak suka.

“Kau masih menganggapnya baik?”

“Tapi, kakakku memang baik. Dia selalu memberiku sepotong roti diam diam saat aku kelaparan. Dia juga memberiku satu permen dari sekotak permen yang dia punya. Bukan hanya itu, dia juga memberiku beberapa pakaiannya untukku,” jawabnya sungguh sungguh.

Namun, jawaban itu membuat alis Maxime berkerut. Ia menatap Selina yang tampak puas hanya dengan hal hal yang harusnya bukan apa apa itu.

Kelaparan? Sekali pun kelurga Selina bukan orang kaya, tapi tidak sampai kelaparan kan?

Memberinya satu dari sekotak permen? Jika dia kakak yang baik, kenapa memberinya satu? Alih alih meminta orang tua mereka untuk memberikan hal yang sama.

Dan pakaian? Kenapa memberi adiknya sisa? Bukankah keluarga mereka cukup kaya? Kenapa tidak membelikan pakaian baru untuk adiknya, kenapa malah memberikan sisa sisa pakaian yang tidak disukainya.

“Kakakku tidak jahat. Dia orang yang paling baik yang aku kenal.”

Maxime menarik nafas panjang. Matanya yang dingin itu terlihat muram.

“Lalu, jika dia baik, kenapa dia memukulmu seperti ini? Jika dia serius tentang kata katanya waktu itu, harusnya dia lebih bisa menerimanya. Bukan hanya itu, harusnya dia juga memilih mundur karena tahu, jika hanya wanita yang tidak dicintai lah yang layak dijadikan simpanan.”

Selina tertegun. Ia seolah tak memiliki jawaban yang benar untuk setiap kata yang dilontarkan Maxime. Karena dia juga memiliki pertanyaan yang sama.

“Kakakmu hanya suka melihat orang lain hancur. Tapi tidak dengan dirinya. Kau didukung untuk merusak pernikahan orang lain. Tapi, jika itu menyangkut kepentinganya, dia akan menjadi orang pertama yang memberontak.”

Mata selin berkedip. Air matanya berjatuhan. “Jadi, aku benar benar menghancurkan pernikahan Kakakku, ya,” gumamnya linglung.

Maxime terdiam. Ia ingin mengatakan tidak, tapi itu memang faktanya.

Mungkin, jika dia tidak tidur dengan Selina waktu itu. Tidak akan ada hal seperti ini.

Tapi, dia juga harus mengakui, jika ia tidak menyesali dosa satu malam itu.

Ia benar benar mencintai Selina. Mungkin, bisa dikatakan cinta pada pandangan pertama.

Bahkan, jika mereka tidak tidur waktu itu, ia yakin, hanya karna ia melihat Selina, ia akan kembali jatuh cinta. Dan hubungannya dengan Helena tak akan pernah berhasil.

Hanya saja, prosesnya mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama. Tidak secepat saat ini.

Karena itu, saat ia menyadarinya, ia langsung bertekat untuk menceraikan Helena, tak peduli rintangan apa yang terjadi.

Menurutnya, jika kita sudah tidak memiliki kecocokan dengan pasangannya, kenapa harus bertahan untuk saling menyakiti? Lebih baik, kita selesaikan hubungan itu secara baik baik.

Namun, yang tak ia sangka, Selina menolaknya. Semuanya dengan alasan kakaknya menyukainya? Tapi. Selina sama sekali tidak paham, dalam hal pernikahan, tidak cukup jika hanya satu orang yang memberi. Harus ada dua orang di sana untuk mempertahankannya.

“Tidak, kau bukan penghancur pernikahan ini. Jika kau bertanya siapa yang menghancurkan pernikahan kakamu, itu jelas jelas aku yang tidak mampu melanjutkan pernikahan ini lagi.”

Selina terdiam. Matanya menatap Maxime dengan pandangan dalam. Maxime yang melihat itu tersenyum lembut.

Tangannya dengan hati hati menyentuh pelipis Selina yang memiliki peban, dan bercak merah di sana. Bukan hanya itu, ia juga bisa melihat lebam kecil di sudut mata Selina.

“Jangan menyalahkan dirimu. Yang perlu kau tahu, aku mencintaimu. Dan kakakmu, dia tidak sebaik itu.”

***

“Helen, apa kau benar benar ingin mempertahankan pernikahanmu, dan akan melupakan perselingkuhan antara Maxime dan adikmu?” tanya mama Maxime sungguh sungguh.

Helena mengangguk. Matanya menatap mertuanya penuh harap.

“Kalau begitu, Mama akan membantumu. Kau hanya perlu mengikuti rencana Mama.”

1
irena
sedikit banget thor... nanti deh saya simpan dulu episodenya... klo perlu sampai tamat baru saya baca lagi...
irena: iya makanya.. saya tunggu selesai dulu.. habis klo satu bab dibaca.. bikin greget
total 2 replies
irena
sedikit banget thor..
Althoza_$: udah 1000 kata lebih itu KK 🙈
total 1 replies
irena
kapan terbongkar busuknya Helena.. supaya mamanya max semakin menyesal krn sudah memilih Helena..
Althoza_$: besok KK, sabar ya 😄
total 1 replies
irena
saya jadi ga suka thor,. klo ceritanya kayak gini.. si Helena sama mamanya max menang... saya ingin si mama max kapok dan Helena dipermalukan... bukan menang karena disentuh sama max sesuai obsesinya..
Althoza_$: tunggu bab selanjutnya, KK 😄 maaf ya kalau bikin emosi bab ini
total 1 replies
irena
klo sampai si Helena tidur sama max.. berarti Helena menang krn dia memang ingin sekali tidur sama suaminya.. kan itu obsesinya
irena
jangan dong thor.. sampai tidur dengan maxim.. harusnya datangkan saja dokter yg pernah mengoperasi keperawana si Helena.. supaya si max jijik. jng sampai menyentuh Helena.. jadi ga seru dong klo tersentuh sama Helena.. max sudah pernah tidur sama si selena yg gadis..
irena: ok... 💪💪💪
total 2 replies
irena
harus terbongkar sifat pelakor nya dulu Helena.. supaya mamax max tau.. klo Helena sudah dua kali jd pelakor.. dan dia bukan perawan.. tapi sudah operasi
irena
biar ibunya max jijik sama Helena... dan menganggap karma buat helena
irena
bongkar kebusukan Helena.. klo perlu di viralkan.. yg harus tau lebih dulu ibunya max
irena
kenapa ga dibongkar sekalian kelakuan si Helena kalo dia juga pernah jadi pelakor dia kali.. bahkan sengaja jadi pelakor untuk sahabat nya.. klo perlu si max cari tau tentang Helena.. supaya dia bisa semakin membuat Helena tertekan ga bisa melawan
Althoza_$: tunggu part terbongkar nya ya kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!