NovelToon NovelToon
Azzura

Azzura

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:3.9M
Nilai: 4.5
Nama Author: Rani

Dialah Azzura. Wanita yang gagal dalam pernikahannya. Dia ditalak setelah kata sah yang diucapkan oleh para saksi. Wanita yang menyandang status istri belum genap satu menit saja. Bahkan, harus kehilangan nyawa sang ayah karena tuduhan kejam yang suaminya lontarkan.

Namun, dia tidak pernah bersedia untuk menyerah. Kegagalan itu ia jadikan sebagai senjata terbesar untuk bangkit agar bisa membalaskan rasa sakit hatinya pada orang-orang yang sudah menyakiti dia.

Bagaimana kisah Azzura selanjutnya? Akankah mantan suami akan menyesali kata talak yang telah ia ucap? Mungkinkah Azzura mampu membalas rasa sakitnya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

*Bab 27

"Kak Angga." Tania dengan bahagianya menyapa Angga di ruang tamu.

Wanita itu tersenyum manis. Mendekat, lalu bergelayutan manja di leher Angga. Dia bahagia, sangat bahagia karena Angga yang meminta ia datang ke rumah kediaman Hardian. Dia sudah pun lama tidak diizinkan bertemu. Tepatnya, setelah kegagalan saat ia menggoda Angga malam itu.

"Kak Angga. Aku kangen banget lho sama kamu. Aku yakin, kamu juga pasti kangen aku 'kan?"

Angga tidak menjawab. Sebaliknya, tangan Angga lah yang malah bergerak melonggarkan pegangan tangan Tania yang sedang bergelayutan manja di lehernya. Hal tersebut tentu saja membuat Tania jadi kebingungan.

Bagaimana tidak? Dia sudah sangat bahagia karena Angga yang memintanya datang setelah sekian purnama menjauh. Eh ... setelah datang malah begini sikapnya Angga pada dirinya. Bukannya bermesraan, dia malah di minta menjauh.

"Kak Angga. Kenapa sih?"

Bukannya menjawab apa yang Tania tanyakan. Angga malah meminta Adya datang mendekati mereka. Si asisten satu yang sangat setia langsung menghampiri tuan mudanya.

"Ya, tuan muda."

"Berikan pada wanita ini hadiah terbesar yang sangat ia inginkan selama ini."

"Baik, tuan muda."

"Tunggu! Hadian? Kak Angga ngasi aku hadiah? Hadiah apa, kak?"

"Hadiah dari kebohongan yang selama ini kamu tutupi."

"Adya."

"Tuan muda."

Adya datang dengan beberapa berkas di tangan. Tentu saja Tania merasa kebingungan dengan apa yang saat ini ada di depan matanya.

"Adya. Apa ini?"

"Nona Tania akan tahu setelah melihatnya."

Adya menyerahkan berkas-berkas tersebut ke tangan Tania. Perempuan itu langsung menerima meski dengan tangan yang sangat berat. Namun, belum sempat Tania melihat isi dari berkas-berkas tersebut, suara Adya memecahkan perhatian Tania kembali.

"Masuk!"

Seketika, dua pria datang dengan menyeret seorang pria. Mata Tania langsung membulat sempurna. Bagaimana tidak? Pria yang dua pria itu seret adalah orang yang waktu itu telah ia bayar. Orang itu sebelumnya telah ia perintahkan untuk pergi jauh meninggalkan kota ini agar Angga tidak pernah bertemu dengan pria tersebut lagi di kemudian hari. Namun sayangnya, kenyataan malah sangat jauh berbeda dari apa yang ia harapkan.

"Ap-- apa ini, Adya? Kamu!"

Tania bangun dari duduknya. Wajah panik tentu saja tergambar dengan sangat jelas. Meskipun sebenarnya, Tania sudah berusaha sekuat tenaga melawan perasaan panik yang muncul akibat ulah Adya barusan.

"Adya! Apa .... "

"Kak Angga. Apa semua ini, kak? Kenapa Adya malah mempermainkan aku? Aku-- "

"Cukup, Tania!" Menggelegar suara Angga memecah keheningan ruangan tamu kediaman Hardian. Tak hanya suara dengan nada tinggi saja, Angga juga menepis tangan Tania yang sebelumnya menyentuh pundaknya dengan manja.

Sontak saja, ucapan Angga langsung membuat Tania terpaku karena terkejut. Untuk yang pertama kalinya, Angga mengeluarkan suara yang mengerikan seperti itu padanya. Sungguh hal yang sangat mengejutkan bagi Tania.

"Aku sudah sangat lelah dengan sandiwara yang telah kamu ciptakan, Tania. Sangat-sangat lelah."

"Kak Angga. Aku ... aku tidak bersandiwara, kak. Kamu harus percaya aku. Selama ini-- "

"Tania! Mau berbohong seperti apa lagi kamu sekarang, hah! Sudah cukup kebohongan yang telah kamu ciptakan selama tiga setengah tahun itu. Tolong, jangan tambah lagi."

"Aku tidak bohong, kak Angga. Aku ... aku di ... di .... " Tania berusaha keras untuk menyangkal dan membela diri. Sayangnya, ide malah tidak sedikitpun muncul dalam benak Tania sekarang. Singkatnya, pikirannya malah tidak sedang berpihak pada dirinya sekarang.

Angga yang sedang kesal, menatap tajam ke arah Tania. "Kau tidak tahu apa yang harus kamu katakan, bukan?"

"Tania. Aku sudah tahu semuanya. Kamu tidak perlu berbohong dan mencari alasan untuk membela diri lagi. Belang mu sudah kelihatan. Jadi, terima saja."

Tania paham sekarang kalau dirinya memang benar sudah tidak punya kesempatan untuk berkilah. Dia pun harus menggunakan cara lain. Yaitu, dengan cara memasang wajah sedih, sesedih mungkin.

Tania langsung meraih tangan Angga dengan cepat. Air mata jatuh berderai di pipi perempuan itu. Akting baru kini Tania perlihatkan.

"Kak Angga. Maafkan aku. Aku mengakui kesalahan yang telah aku perbuat. Aku berbohong padamu tentang aku yang menyelamat kakek mu."

Tania yang menunduk, langsung mengangkat wajah wajahnya. Dengan cepat pula ia berucap sebelum Angga menjawab. "Tapi aku melakukan semua itu karena kamu, kak. Aku mencintai dirimu. Tidak ingin kamu menikah dengan wanita lain. Karena hanya kamu yang aku punya di dunia ini, kak Angga."

Angga langsung menarik paksa tangannya dari genggaman tangan Tania. "Kamu tahu apa yang paling tidak aku sukai Tania. Harusnya, kamu tidak melakukan hal itu demi alasan apapun. Karena kamu, aku telah bersalah pada penyelamat kakek, Tania! Karena kamu, aku berbuat kejam pada wanita yang seharusnya aku berikan kebaikan. Kamu benar-benar ... aku kecewa padamu."

"Tania. Sekarang, kamu tidak lagi punya tempat di keluarga Hadian. Bahkan, kamu tidak punya tempat dalam hatiku. Ulah kejam mu itu membuat aku sangat jahat. Aku sungguh menyesali pertemuan kita sebelumnya. Jika aku tahu kamu selicik ini, aku tidak akan pernah ingin bertemu dengan kamu."

"Adya. Urus dia sekarang. Jangan buat aku melihat wajahnya lagi. Kalau bisa, jebloskan dia ke dalam penjara dengan kurungan yang sangat lama. Aku tidak ingin melihat wanita yang berhati kejam berkeliaran bebas di luar."

Belum sempat Adya menjawab, Tania malah duluan yang menjawab perkataan Angga. Bahkan, kali ini perempuan itu tidak lagi memberikan tatapan sendu. Melainkan, tatapan tajam sambil menggenggam erat tangannya.

"Yang jahat itu kamu, kak Angga. Bukan aku. Kesalahan kamu sendiri yang tidak teliti dan malah bersedia mendengarkan apa yang aku katakan dari pada yang kakek mu katakan. Kamu yang tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Kenapa sekarang malah ingin membuat aku menderita?"

"Tunggu! Apa karena sekarang kamu sudah bertemu kembali dengan Zura? Wanita itu sudah cantik sekarang, bukan? Kamu ingin mengejarnya lagi, kak Angga?"

"Bo* doh! Dia tidak akan pernah menerima kamu lagi, Anggara Hardian. Karena kamu sudah menjatuhkan harga dirinya hanya demi sebuah kebohongan. Ha ha ha."

"Tania!"

"Tuan muda, tenang. Jangan terpancing emosi hanya karena perkataan wanita ini. Jangan melukai dia. Karena itu akan membuatnya dirinya beruntung di depan hukum."

"Adya! Cepat singkirkan wanita ini dari pandangan mataku! Aku tidak ingin melihatnya lagi, Adya!"

"Baik, tuan muda. Akan saya lakukan sekarang juga."

"Kalian berdua. Bawa wanita ini ke dalam mobil sekarang juga."

"Baik." Dua pengawal yang lainnya langsung menjawab serentak.

Tania memberontak dan ingin melarikan diri. Mana mungkin bisa. Karena usahanya gagal, Tania malah melepaskan kekesalannya dengan berteriak mengatakan apa saja yang hatinya ingin katakan pada Angga.

1
umi istilatun
👍
Mamah Dini11
makasih Thor ceritanya bagus keren sehat slalu Thor semangat di tunggu cerita berikutnya , 🙏💪👍👍
Rani: makasih banyak buat kamu yg udah mau baca karya aku. 😍😍😍😍
total 1 replies
Mamah Dini11
tdk sia2 pengorbananmu anggara selamat untuk kalian berdua semoga samawa angga jaga berlianmu baik2.
Mamah Dini11
sembuhkan traumamu zura itu penting berobatlah biar hilang trauma itu
Mamah Dini11
akhirnya apa yg angga mau kesampean juga, maaf zura senyum zura telah angga dapatkan, sekarang semangat untuk sembuh angga kmu sudah dapatkan semuanya dari zura,ayo cepet sembuh
Mamah Dini11
gercep banget Thor ,, makasih cerita nya keren gk bertele tele
Mamah Dini11
itu baru iyan, satu lagi tuh buat si tania samakan kayak iyan Thor biar mereka sadar diri
Mamah Dini11
Naah makan tuh ke jahatanmu iyan tania, bentar lgi karma akan jemput kalian
Mamah Dini11
mama macam apa itu, jahat banget
Mamah Dini11
ayo adya cari tau kejadian nya seperti apa, ko malahan kmu diam ayo tanya zura awal mula kejadian, dgn itu kmu bakalan tau penyebabnya gerak cepat adya.
Mamah Dini11
semoga pelaku nya cepat terbongkar dn dapat karmanya
Mamah Dini11
bagus angga gerak cepat, si tania sedang mengawasimu ingin menjalankan aksinya, ayo angga harus bisa melawan si tania dn saudara Tirimu si iyan gagalkan semua rencananya , mereka berdua orang 2 licik, kalau bisa balas dgn cara elegan.
Mamah Dini11
b ternyata oh ternyata si iyan itu bukan orang baik, aduuuhhh zura kmu salah berteman sm si iyan hati hati kmu.
Mamah Dini11
angga kmu itu ngeyel bingit udh biarkan aja, maunya zura kan kmu jgn ganggu hidupnya lgi fi coba doong siapa tau dgn sikapmu begitu zura juga gk terlalu jutek angga, semoga zura juga secepatnya tau prilaku si iya tulus apa enggak sm kmu atau hanya sekedar manas2in si angga atau sikap manis nya sm kmu zura ada maksud tertentu di blk itu
Mamah Dini11
paman tdi sebut rumah paman waktu ngusir angga, lupa ya paman itu rumah mana hani, ya mungkin kalau nanti udh resmi paman menikah dgn mana hani bisa juga itu jadi rumah paman, baru sebut rumah paman.
Mamah Dini11
angga kmu udh bisa bicara sm zura udh bisa meluapkan isi hatimu, sekarang lbh baik kmu pergi dgn baik2 daripada nanti di usir secara paksa ayo angga jaga sopan santunmu, mungkin itu lbh baik untuk sekarang, luka yg kau torehkan terlalu dlm buat zura, pergilah tenangkan hatidn pikiranmu, jgn memaksakan diri jgn mengejar yg gk mau di kejar paham kmu angga, tata hidupmu lbh baik lagi kalau emang msh berjodoh pasti tdk akan ke mana, tpi kalau tdk jgn paksakan angga ngerti kmu,
Mamah Dini11
paling si iyan Andika cowok yg merasa dirinya ganteng pdahal biasa aja he he kayak tau wajahnya di kira 2 aja Thor maaf 🙏
Mamah Dini11
iya si adya buat si lula aja Thor biar mereka berjodoh jabatan nya juga hampir sm cocok tuh!!
Mamah Dini11
kasian juga kmu angga, moga aja lain waktu atau lain kali kmu di beri kesempatan ke dua sm juta untuk sekedar minta permohonan maafmu dn untuk yg lainnya hanya author yg tau, sabar ya angga emang itu ke salahanmu yg patal tpiii bekerja keraslah dgn tulus mungkin akan berubah manis akhirnya, semangat.
Mamah Dini11
dasar perempuan gila, itu hasil kerja kerasmu tania sekarang kmu memanen nya nikmati saja perempuan licik, kalau bisa bertobatlah.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!