NovelToon NovelToon
Perasaan Tak Terbendung (Kelana Dan Mataharinya)

Perasaan Tak Terbendung (Kelana Dan Mataharinya)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:13.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: ALSIB

WARNING hanya untuk 21+ 🔥🔥🔥 !!!


Keadaan kacau ketika penggerebekan di sebuah club malam, Lana, Sita, Maya, Dion, Putra, Teguh, Marvin dan Surya kocar kacir terpencar yang tadinya satu meja mereka buyar semua entah dimana mereka berada. Mereka semua yang ada di club berusaha keras keluar dari tempat itu berlari sekuat tenaga, bersembunyi untuk menyelamatkan diri dari kepungan razia rutin dari kepolisian.
Karena panik Lana dan Surya bersembunyi di gudang. Maya, Marvin dan Dion berada di dapur club sedangkan Sita, Teguh dan Putra berhasil meloloskan diri keluar dari parkir dan bersembunyi di mobil dan ketika aman mereka pergi meninggalkan mereka semua. Ya memang benar persahabatan kadang terpisah saat razia, disitulah kokoh dan rapuhnya persahabatan dibuktikan. Polisi menyidak sampai dapur dan tak terelakkan Maya, Dion dan Marvin tertangkap dan di gelandang ke Polsek. Seorang satpam karena ingin menyelamatkan miras harus mengunci gudang agar selamat dari razia, tanpa tau di dalam ada Lana dan Surya. Akhir Masa remaja saat yang indah adalah di puncak kelulusan, yaa mereka merayakan kelulusan mereka di club malam, sebuah perayaan untuk melanjutkan hidup mereka atau masalah baru dalam kehidupan mereka. Bagaimana nasib mereka? Dan juga nasib Lana dan Surya yang harus bermalam di gudang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ALSIB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flashback : Semua Milikmu

"Laaaannnnnnnaaa... awaaaasss !!!!!!!!" teriak Dionnn.

"Laaannnnaaaa!!!! Tidaaaaakkkk!!!!" Teriakan Surya bersatu dengan klakson truk yang melaju kencang.

SREEREEEETTT BUUUUUUUGGGGGGGG!!!!!!

Dengan cepat Surya menarik tubuh Lana sampai Surya terjengkang kebelakang, sementara Lana terjerembab ke dalam pelukan Surya.

Bebatuan dan kerikil tak terasa sakit di punggungnya, lutut Dion terasa lemas dia sampai jongkok karena kakinya seakan tak bertulang.

"Apa yang lo lakuin Lana!! Apa lo tau lo bisa tiadaa!!" Surya memeluk erat dan menciumi Lana dengan ketakutan.

"Apa lo tau kalau lo tiada guee juga bisa tiada?! Apa lo pikir gue bisa hidup tanpa lo?!" Airmata Surya tak terbendung lagi, dia masih terus menciumi Lana dengan rasa takut. Sementara tubuh Lana masih gemetar dia terdiam karena shock, air matanya mengalir perlahan.

"Kalau langit dan bumi ini milik gue.. gue akan kasih semuanya ke lo Lan, semua yang gue miliki adalah milik lo... gue akan berikan semuanya asal lo jangan seperti ini.. jangan lagi Lana.. lo membuat gue sangat takut" kata Surya memeluk Lana erat, lebih erat dari sebelumnya, ciumannya menghujani wajah pias Lana.

"Ooohh Tuhan.. jangan pernah biarkan sesuatu terjadi pada gadis ini, aku sangat mencintainya" kata Surya memejamkan matanya dengan memeluk erat tubuh mungil Lana.

Lana membalas pelukan Surya, pelukan yang membuatnya menyadari bahwa Surya begitu mencintainya, sampai terisak.

"Jangan begini Lan, gue takut, gue nggak sanggup kehilangan lo" kata Surya. Lana hanya menggeleng- geleng dengan semakin memperdalam pelukannya ke dada Surya.

"Huuuhhhhff... dan Lo berdua.. hhuuuuhhfff... jangan pernah bikin gue takuttt... Dan mulai detik ini.. kalau lo berdua berantem di mobil jangan memerintah gue buat buka pintu... hhuuuuhhff... kalau lo berdua berantem, gue akan menghentikan mobil di tempat aman, dan lo berdua akan gue kunci sampai kalian baikan huuhhhhff.. lo berdua bikin jantung gue mau lepas hhuuhhff" kata Dion terengah- engah.

Mereka bangun dan mengibas- ngibaskan baju mereka, kemudian Surya menuntun Lana memasuki mobil.

"Maafin gue.. " kata Lana merebahkan kepalanya di dada Surya.

"Minumlah..." kata Surya menyodorkan air mineral, keringat mengucur dari tubuh mereka semua.

"Kalau udah tenang, bisa gue lanjutkan perjalanan?" tanya Dion.

"Okay " kata Surya.

"Sini gue iket rambut lo, gerah yaa.." kata Surya menggulung- gulung rambut Lana kemudian mengikatnya dengan karet, terkesan tak rapi namun Lana membiarkannya.

Ponsel Surya kembali berdering dan di layar ponselnya muncul nama Rima. Surya menarik nafas panjang tanda jengah kemudian membiarkannya, namun tiba- tiba ponsel nya di rebut Lana dan menggeser tanda hijau yang artinya menerima panggilan itu dan menyalakan speaker itu.

Rima : ' Hallo kak Surya, kakak dimana.. kak maaf aku ingin ketemu kakak..?'

Lana melingkarkan tangannya ke leher Surya mendekatkan ponselnya sangat dekat dengan bibirnya dan mencium bibir Surya dengan kasar agar terdengar ciumannya oleh Rima.

Surya dan Dion terkejut dengan perilaku Lana ini, Surya yang kaget namun akhirnya membalas ciuman itu.

Rima : ' Kak Surya?? Apa ini?'

Lana : ' Apa lo kurang kerjaan ganggu gue dan Surya?'

Rima : ' Kak Lana? Ehmm Rima..

Lana : ' Denger yaa,, Surya nggak tertarik ama lo.. lebih baik lo kasih keprawanan lo buat orang lain, jangan coba- coba Rim, gue nggak perduli lo adikknya Sita, karena Surya hanya milik gue, kalau lo masih saja ngobral keprawanan lo, gue pastikan gue bisa mematahkan batang hidung lo''

Rima : 'Lanaaaaaa... dimana kamuuuu!!!! Laann!! aku nggak percayaaa dengan apa yang aku dengar!!! sayang katakan kamu dimana sayang, kita bicara!!! ayolahh sayang aku merindukanmu, aku sangat mencintaimu!!'

Lana : 'Marvin.. selamat tinggal'

Marvin? ternyata Rima bersama Marvin? Dion.

Lana mematikan ponselnya.

"Block nomer Rima!" perintah Lana saat mengembalikan ponsel ke tangan Surya.

Surya tersenyum bahagia, binar matanya seakan tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.

Surya pun memblokir nomer Rima di depan mata Lana.

Lana meraih kantong plastik yang berisi cemilan di jok belakang, lalu memakan roti coklat dan roti keju, meminum susu coklat kemasan sampai habis, membuka kripik kentang dan membuka capuchino kaleng.

Surya dan Dion saling tatap lewat kaca dan mereka tersenyum. Surya menahan dirinya melihat Lana yang menggemaskan ini, namun semakin ditekan membuatnya semakin kehilangan kendali.

Surya tau Lana menghindari tatapannya dan menyibukkan diri dengan makanannya.

Melihat Lana menenggak capuchinonya dengan tangan yang masih penuh bumbu kripik kentang ditangannya, lalu dengan cepat Surya menyalakan musik dengan keras dan menaikkan spion tengah ke arah sunroof, agar Dion tak melihat aktivitasnya di belakang mobil.

Lana hendak membersihkan jemarinya dengan mulutnya sendiri namun Surya menyambar jemari Lana dan dibersihkan dengan mulutnya.

Lana terbelalak matanya, Surya mengambil capuchino di tangannya dan diletakkan perlahan di pintu samping.

Surya memeluk pundak Lana dengan tangan kirinya dan tangan kanannya menahan tengkuk Lana. Bibir Surya mencium bibir Lana yang sedari di tahannya, mata Lana yang terbelalak lama- lama meredup dan menutup perlahan katup matanya.

Lana menikmati setiap ciuman dan sentuhan yang Surya berikan kepadanya, tangan Lana mencengkeram rambut Surya yang semakin membakarnya. Namun ciuman panas itu harus dihentikan, ketika ponsel Dion berdering.

Dion mengecilkan suaranya musik yang terdengar kencang di kobil itu.

"Guys stop yaa.. kalian terusin aja di rumah.. ini Marvin telpon gue, harus gue angkat nggak nih" kata Dion.

"Terserah lo" kata Surya terengah- engah.

Surya menatap mata bening Lana, tangannya masih melingkar di leher Lana dan jemarinya memainkan bibir Lana.

Lana yang terengah- engah seperti tersihir oleh pesona tatapan Surya yang begitu teduh menentramkan hatinya, ketampanan Surya semakin membuatnya cemburu.

Sesekali mencium bibir Lana, begitu juga sebaliknya Lana memainkan jemarinya bermain di hidung dan di mata Surya.

Mereka saling terdiam tapi mereka tau bahasa mata mereka bahwa mereka saling menginginkan. Seakan tak perduli suara Marvin terdengar menggelegar seperti petir.

Dion menyalakan speaker ponselnya agar tetap bisa menyetir dengan aman.

Dion : 'Halo Vin"

Marvin : 'Dimanaaaa Lana kalian bawa pergi!!!'

Dion : ' Kebalik, kita yang dibawa pergi!'

Marvin : 'Jangan pergi dari rumah nenek, gue akan sampai, jangan main- main ama gue yon'

Dion : 'Sorry Vin, kita masih dijalan, Surya dan Lana lagi tidur, jangan brisikk nanti bos gue bangun'

Marvin : 'Jangan macam- macam lu Yon, mana Surya'

Tangan Surya menepuk pundak Dion dan meminta ponsel Dion.

Surya : ' Kenapa nyari gue?'

Marvin : ' Dimana Lana.. jangan main- main ama gue Sur'

Surya : 'Ssssttt... jangan sampai lo bangunin Lana'

Surya mencium bibir Lana, mata Lana terpejam perlahan.

Marvin : 'Suryaaaa!! berhenti bermain- main denganku'

Surya : 'Lo yang main- main ama gue, picik banget lo makai Rima buat nyari gue, ide keprawanan lu hampir merenggut nyawa Lana, asal lo tau!'

Surya mencium lagi bibir Lana yang ada dipelukannya.

Marvin : 'Apa maksudnya'

Surya : 'Lana pikir gue ada sesuatu sama Rima dan dia sangat marah, gue baru aja menenangkannya, gue tau Rima melakukannya karena suka sama lo'

Marvin : ' Dia masih cemburu dengan gue dan Rima kan? artinya dia masih mencintai gue'

Surya : 'Lo terlalu percaya diri, dia marah karena chat Rima ke gue, dia sangat cemburu ama gue, bukan lo'

Lana tersenyum dan mencium pipi Surya dengan dibalas ciuman Surya ke bibir Lana.

"I Love You" kata Surya nyaris tak tedengar.

Marvin : 'Itu tidak mungkin, Lana hanya mencintai gue'

Surya : 'Itu dulu, maafkan gue telah merebutnya dari lo, karena cinta menemukan pemiliknya'

Marvin : 'Siaaalll.. itu tidak akan pernah terjadi'

Marvin menutup ponselnya, sementara Surya tersenyum mengembang.

"Maafin gue..." kata Lana lirih. Mereka menyatukan kembali bibir mereka lalu berpelukan hangat, sampai mereka tidur karena terlalu lelah.

Setelah dua jam perjalanan yang cukup melelahkan mereka sampai di kota. Telpon Sita membangunkan Surya dan Lana seketika.

"Uughh.. sampai mana Dion.. badan gue sakit semua" Lana menggeliat bangun dari pelukan Surya.

"Hoooaammmss.. lumayan tidur dua jam an" kata Surya mengucek matanya.

Lana, Surya dan Dion secara bersamaan mengambil minuman, melihat itu mereka saling melempar senyum.

Dion mengulurkan minumannya ke arah belakang, lalu Surya dan Lana mendentingkan minuman mereka ke arah minuman ditangan Dion, lalu mereka meminumnya.

Menurut mitos di daratan Eropa, bila seseorang mengambil minuman secara bersamaan, wajib sekali mendentingkan minuman sebelum meminumnya, karena itu simbol 'sehati dan sejati' di dalam sebuah perkumpulan.

"Suryaa.. lapeeerr nih.. uhmm.. badan gue sakit semua" kata Lana meletakkan kepalanya dipahanya dengan badan ke arah depan kemudi, membelakangi Surya.

"Tahan ya baby.. kita sebentar lagi sampai, sini gue pijitin" kata Surya.

"Nggak mau, rasanya beda kalau lo yang mijet" kata Lana membuat Surya dan Dion tertawa, terkadang Lana sangat polos.

"Heeeeiii.. Tawa aja lo.. Laper kaga lo" tanya Lana sambil memukul lengan Dion.

"Laper gue dari lo saling cupptt..cuupptt.. hahahah jadi kangen sama Intan" kata Dion mengerucutkan jemarinya dan mengarah ke bibirnya sendiri dengan tertawa.

"Iiisshhh.. iisshhh.. isshhh!!" tangan Lana memukuli lengan Dion dengan muka memerah.

"Heeiisst.. kondisikan tangan lo, dia laki- laki normal, Baby" kata Surya meraih tangan Lana.

"Yaaaeelllahh bos, posesif amat" kata Dion geleng- geleng kepala.

"Ke restauran biasa aja Yon, minta yang VVIP" kata Surya.

"Siaapp bos!" kata Dion melajukan mobilnya ke arah restauran yang di maksud.

Tidak beberapa lama kemudian mereka sampai di restauran yang dimaksud Surya.

Sebuah restauran bergaya jepang yang eksklusif, Lana belum pernah ke restauran ini sekalipun restauran ini berada di kota, hanya kaum orang tua yang terlihat memasuki restauran ini, yang pasti bukan selera anak muda, entahlah mengapa Surya memilih restauran ini.

Begitu masuk, musik khas negara sakura ini mengalun memenuhi ruangan yang dingin dan menenangkan. Beberapa pelayan menyambutnya dan mengarahkan mereka memasuki sebuah ruangan, Surya menggandeng tangan Lana sesekali melihat wajah Lana yang terlihat letih.

Saat memasuki ruangan VVIP, bau harum aroma terapi menyeruak memenuhi ruangan yang tenang, ada kolam kecil di ruangan itu, ada meja bundar perjamuan makan lesehan dan ada tiga massage table yang di sekat kain merah dengan motif sakura dan bambu yang memisahkan massage table satu dengan yang lainnya.

Surya menggandeng Lana menuju meja bundar untuk menikmati makan siangnya. Beberapa pelayan menyodorkan buku menu dan mereka mencatat pesanan mereka, menu seafood di pesan mereka akhirnya.

Tiba- tiba ponsel Surya berdering dan muncul dilayar ponselnya dengan nama Sita, Surya menunjukkan ponselnya kepada Dion dan Lana, mereka mengernyitkan alis mereka.

"Angkat aja bos, kalau lo nggak angkat pasti telpon gue, hati- hati dengan jawaban lo" kata Dion

Surya menjawab panggilan Sita dan menyalakan tanda loudspeaker nya.

Sita : 'Halo Sur.. lo dimana? Kenapa ponsel Lana nggak bisa dihubungi?'

Surya : 'Gue lagi di jalan, ponsel Lana kan di rumahnya'

Sita : 'Gue udah coba telpon ke rumahnya, tapi nggak ada yang angkat'

Surya : 'Mungkin lagi nganterin Lana kali ke bandara'

Sita : 'Oooh iya beneer.. dia kan minggu ini kudu berangkat, ya udah deh kalau gitu.. gue mau ngasih tau kalau dua minggu lagi gue mau tunangan, ya udah nanti gue kasih tau dia deh'

Surya : 'Sama cowok lo yang dipertambangan itu?'

Sita : 'Hahaha.. Iyalah sama siapa lagi.. emang lo dimana nih'

Surya : 'Lagi makan nih gue di rumah'

Sita : 'Oo ya udah kalau gitu, lo terusin makan lo.. byee Sur.. jangan lupa lo dateng ya'

Surya : 'Okay Sit gue usahain dateng'

Mereka mengakhiri panggilannya, beberapa pelayan datang dengan pesanan mereka yang memenuhi meja mereka.

Mata Lana berbinar melihat makanan yang teratur rapi di meja makanan. Seperti biasa Dion mengeluarkan ponselnya dan meminta pelayan untuk mengambil foto mereka.

"Udaahh ahhh fotonya.. gue mau makan" kata Lana melahap makanan yang ada dimeja.

"Kok lo bilang lagi di rumah sih bos, kalau mereka ke rumah bagaimana" kata Dion disela makannya.

"Kan emang kita makan di rumah.. lo lupa nama restauran ini 'Rumah Jepang'.. ga salah dong gue" kata Surya lagi.

"Bisa aja lo bos ngelesnya" kata Dion lagi.

"Gue nggak mau ya, lo pake bahasa ambigu ke gue" kata Lana dengan mulut penuh makanan.

"Ke lo mah nggak pernah lah sayangku" kata Surya membelai pucuk kepala Lana.

"Jadi kalian resmi pacaran nih" tanya Dion membuat Lana dan Surya tersedak bersamaan, Dion tertawa senang melihat mereka buru- buru mengambil minum.

"Bisa nggak sih lo, kalau nanya nggak ngagetin" kata Lana menendang kaki Dion

"Hahahaha.. awas kaki lo milik bos, jangan lo kasih ke gue, kan gue laki- laki normal hahahah" Dion tertawa puas. Surya menatap tajam ke arah Lana.

"Elaaahh kaki doang" kata Lana mengembalikan posisinya dan sibuk makan lagi.

"Lo suka nggak anggota tubuh gue maen kemana- mana?" tanya Surya ke Lana.

"Ehmm terserah lo, kan milik lo" kata Lana cuek.

"Lo tuh kalau ngomong di pikir dulu, gimana kalau tangan Surya mukul- mukul manja lengan Rima?" kata Dion santai.

"Gue patahin tangannya" kata Lana spontan dan dia sendiri tak percaya apa yang dia kata kan.

Surya dan Dion tertawa lepas melihat sikap Lana. Surya dengan cepat memeluk Lana dengan satu tangannya dan mencium kening Lana.

Makan siang mereka penuh kegembiraan, terselip bahagia dan kesedihan yang menyelinap karena kebersamaan ini akan segera berakhir.

1
ramadetya_dewi
karya author ini di selingi dengan fakta tentang saham.trauma.pohon oak yg bisa hidup ratusan tahun jd seperti karya yg bukan cuma nyari pembaca tapi ngajak pembaca melek pengetahuan
Sity Qomariyah
entah dibelahan bumi mana nemuin cowo setulus surya di RL😍Yang pasti aku akan sematin nama belakang surya di nama anaku nanti🥰💕
Sity Qomariyah
Hai Thor, aku balik lagi di karya lama mu ini🥰 karaya yang hingga saat ini terus membekas dalam ingatan. bye bye semua aku mau nostalgiaan sama surya kelana 🥰
Diyah Saja
hamil lagi🤣
Diyah Saja
apakah liyoa hamil anak toni
Diyah Saja
😍😍
Ifah ifah
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ifah ifah
diih jd ingat dlu waktu paksu menggenjot terllu keras eeh berdarah 🙈 terpaksa paksu berhenti kaget liat darah 😂😂😂
Xaylla
bagus bagus semua cerita ka alsib👍👍👍
Santi Nuryanti
ud 2x bc msh sj nangis...sedihny
Ayla Anindiyafarisa
banyak banyak sabar y Dion😅😅
Ayla Anindiyafarisa
yg dirumah nungguin yg kabur😅
Santi Nuryanti
suamiku seumurn thor...emg ribet n suka ribut tp slj dr kita klo brmtem ad yg mengalah n mnt maaf..alhmdllah ud 13th
Santi Nuryanti
ku bc lg,kangen karyamu thor...ap kbrmu thor???
brugak elen
kubaca lagi ...bukan hny kangen dng ceritanya, tapi kadang kangen masa2 awal menemukan novel ini bertahun2 yg laluu..miss u waktu yg telah berlalu
Rizky Kya: sama banget lagi, aku sampe download noveltoon lagi kak, gara2 kangen novel ini, habis denger lagunya padi. inget kak alshib, author terbaik
total 1 replies
Aisilia Putri
semua pada revisian lebih hot yang pertama
Aisilia Putri
aku baca lagi kangen thor, mudah"an outhornya masih mau lanjut karyanya udah beberapa tahun gk lanjut
Ela Nurlaela
Luar biasa
3rnaBen
Horang kaya bebas punya apa juga /Grin/
monika leo samantha
Kapan muncul novel dear lyla?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!