Pada suatu malam Liana yang bersiap-siap untuk tidur setelah ia membaca salah satu buku novel favoritnya yang berjudul romansa fantasy. Kemudian ia merasuk di salah satu karakter antagonis yaitu Leyna yang akan meninggal ditangan tokoh utama pria di novel fantasy yang ia baca saat sedang berada dikamar.
Apakah Liana yang merasuk sebagai Leyna akan mampu bertahan agar tidak dibunuh oleh tokoh utama pria?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MllyyyStar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 27
"Jadi, kuda mana yang akan anda pilih untuk menemani latihan anda?"
"Hmm.. Kurasa kuda Thoroughbred kurang cocok untuk aku yang masih baru mempelajari cara berkuda, jadi.. Aku pilih kuda Appaloosa ini untuk menemaniku berlatih."
"Baiklah.. Anda bisa mencoba mengelus kudanya terlebih dahulu agar ia dapat mengenali anda sebagai pendampingnya,"
"Apa ia memiliki nama?"
"Ya, anda bisa memanggilnya Drew,"
"Oh, halo drew." sapa leyna sembari mencoba untuk mengelus kuda tersebut, kemudian kuda itu berdengus yang berarti ia menyukai elusan yang leyna berikan kepadanya
"Sepertinya drew menyukaimu, sekarang kau bisa mencoba menungganginya."
"Baiklah.."
"Mulailah dari sisi kiri kuda. Karena, kekuatan pijakan kebanyakan orang ada di kaki sebelah kanan supaya mampu menghentak untuk naik ke atas pelana,"
"Kaki kanan anda harus menghentakan tenaga, agar tubuh anda bisa langsung naik ke atas kuda dan duduk nyaman di atas pelana. Tapi, jangan juga terlalu kuat menghentakkan tenaga, karena posisi anda bisa saja merosot dan melewati bagian sisi kanan kuda." ucap anna menjelaskan, kemudian leyna mencoba menunggangi kudanya dengan bantuan anna
"Setelah kau menunggangi drew, cobalah mengarahkan drew untuk berjalan biasa. Anda harus tetap kendalikan kestabilan tubuh di atas pelana juga."
"Bagaimana caranya?" tanya leyna
"Anda bisa menghentakkan kedua kaki sedikit ke perut kuda dan kuda pun otomatis akan bergerak maju. Sekali lagi, anda harus pastikan posisi duduk anda sudah kokoh, nyaman, dan seimbang di pelana."
"Keseimbangan ini bisa terjaga dengan baik jika anda mengatur pinggang anda. Agar posisi tubuh lebih seimbang dan gerak kuda yang lebih terkendali pastikan juga pijakan kaki anda berada pada posisi yang seharusnya." ucap anna
Setelah itu leyna mencoba yang diajarkan oleh anna, leyna mencoba mengelilingi tempat itu dengan menunggangi kuda dan mencoba berjalan perlahan.
"Setelah dirasa sudah stabil dan bisa berjalan biasa dengan lancar. Selanjutnya yaitu cobalah buat belajar lari biasa. Pertama, Anda harus merapatkan kedua kaki ke tubuh kuda dan kuda pun pasti bakal mulai berlari dengan kecepatan normal,"
"Tangan yang memegang tali kendali agak pendek bisa mengikuti irama kepala kuda sambil berlari. Tapi tetap hati-hati juga, karena terkadang anda bisa merasa kurang bisa mengendalikan saat posisi duduk sudah mulai loncat mengikuti suara sepatu kuda,"
"Tetaplah berkonsentrasi dan fokus, karena jika tidak, irama loncat duduknya menjadi kurang teratur dan juga bisa mengganggu kenyamanan berkuda, dan hal ini juga bisa berakibat pada kram di kaki, Latihlah selalu konsentrasi anda dalam mengendalikan posisi tubuh dan jalannya kuda, agar anda tidak mudah kram, melenceng apalagi terjatuh." ucap anna menjelaskan kepada leyna yang masih dalam posisi menunggangi kudanya. Kemudian leyna mengikuti sesuai dengan arahan anna
Tidak terasa hari sudah menjelang sore, di hari ini leyna hanya berfokus kepada latihan berkudanya, dan latihannya akan dilanjutkan dihari selanjutnya
"Latihan hari ini cukup sampai disini saja, kemampuan anda dalam berkuda cukup hebat. Kurasa anda akan dengan cepat menguasai latihan ini, cobalah mengulangi beberapa pelajaran hari ini di waktu luang anda, yang mulia putri." ucap anna memuji leyna
"Terima kasih atas bantuanmu untuk hari ini dan untuk nanti kedepannya."
.
.
.
Setelah Leyna selesai membersihkan dirinya, ia beristirahat dikamarnya. Ia duduk dekat dengan jendela kamarnya sembari membaca buku-buku yang hari ini tidak sempat ia baca
"Yang mulia putri. Bagaimana latihan berkuda anda hari ini? apakah menyenangkan?" tanya Freya kepada Leyna saat Leyna tengah membaca bukunya dengan santai ditempat duduknya yang dekat dengan jendela
"Cukup menyenangkan, tapi juga melelahkan." ucap Leyna
"Apa anda ingin menikmati teh ditaman?" tanya Freya
"Langit sudah sore, minum tehnya disini saja,"
"Baik, silahkan menunggu sebentar. Saya akan menyeduhkan teh untuk anda." ucap Freya setelahnya ia berjalan keluar dari ruangan tersebut menuju dapur untuk menyeduhkan Leyna teh
Tak lama kemudian, Freya datang dengan membawa nampan berisi sebuah teko dan cangkir teh milik Leyna. Freya meletakkan Cangkir teh dimeja Leyna dan menuangkan tehnya dari teko tersebut
"Silakan menikmati teh anda, yang mulia putri." ucap Freya
"Terima kasih Freya." ucap Leyna sembari membalikkan halaman buku yang ia baca
Setelah Leyna selesai menikmati tehnya, ia juga menikmati makan malamnya dikamarnya seperti biasa
Saat setelah makan malam, Leyna memutuskan untuk membaca bukunya didekat jendela kamarnya, ia membaca bukunya yang hanya disinari oleh cahaya bulan dari balik jendelanya dimalam itu
Srak~
Srak~
Hanya terdengar suara halaman buku yang di balik oleh Leyna dimalam tersebut
tp kok lemah ya