NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Kakak Ipar

Terpaksa Menikahi Kakak Ipar

Status: tamat
Genre:Duda / Tamat
Popularitas:421.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Hasna_Ramarta

Cladi terpaksa menerima perjodohan antara dirinya dan kakak iparnya, setelah sang kakak meninggal dunia akibat sakit. Karena kedua orang tua mereka tidak ingin cucu-cucu mereka tidak kehilangan kasih sayang seorang Ibu. Akhirnya perjodohan itu dilakukan demi menjaga mental anak-anak yang baru saja ditinggalkan ibunya. Terlebih kedua keponakan Cladi begitu dekat dengan Cladi.

Sementara kakak ipar yang akan dijodohkannya merupakan orang yang dingin dan datar sejak istrinya meninggal. Tidak jarang perlakuan tidak ramah sering Karan berikan pada Cladi karena menganggap Cladi menerima begitu saja perjodohan mereka.

Mampukah Cladi bertahan dalam hubungan pernikahan naik ranjang ini dengan sikap suami yang dingin dan datar serta tidak ramah. Yuk nantikan kisah naik ranjang antara Cladi dan Karan si kutub utara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 Cladi Bertemu Syamsir Lagi

  Babak pertama usai, Karan melepaskan pertautan panjang itu dengan rasa yang sungguh luar biasa. Mereka berdua tahan lama. Sudah tidak terhitung suara-suara yang keluar dari bibir keduanya berbaur dengan alunan suara dari efek film azab yang disetel Karan.

  Karan puas, rencananya ternyata berhasil. Dia berhasil merenggut kembali Cladi dengan ide cemerlangnya, yakni mempertontonkan film azab. Karan sudah mengantongi dua kelemahan Cladi untuk meluluhkan Cladi, yakni dengan alunan musik romantis serta alunan efek film azab dan tontonan film azab tentunya. Suara-suara dan keluhan manja dari bibir Cladi sudah tidak terhitung. Penolakan yang berakhir kepasrahan.

  Rasa takut membuat Cladi justru memberikan sepenuh jiwa pada Karan. Bahkan tidak henti Cladi meminta Karan menyentuh bagian sensitifnya yang membuat Cladi hilang arah. Cladi berulang kali mengarahkan tangan maupun bibir Karan supaya menjamah sekujur tubuhnya dengan garang. Di penghujung penyatuannya yang syahdu, Cladi seakan menahan Karan untuk tidak segera melepasnya, sejenak Cladi merasakan apa yang Karan curahkan. Sembari memeluk Karan sangat erat. Karan tersenyum puas, lagi-lagi Cladi bisa diluluhkannya. Dia ternyata menolak tapi mau juga.

  "Ugghhh, ahhhhggg. Mas Karan, apakah film azabnya sudah dimatikan?" tanya Cladi seraya mengurai tubuhnya yang masih terpampang jelas di depan Karan.

  "Sudah Sayang. Nanti kita putar lagi saat kita akan menyatukan misi kita," ucap Karan seraya memeluk tubuh Cladi.

  "Tidurlah, kita istirahat sejenak, besok sebelum waktu subuh kita ulangi lagi," ucap Karan seraya memagut kembali bibir Cladi yang baginya sangat menggemaskan. Tangan Cladi yang masih melingkar dibiarkannya. Lagipula Karan akan menang banyak, posisi tidur dengan menikmati pelukan dari Cladi.

  Subuh pun menjelang, gerakan Cladi yang bergeliat membuat guncangan pada tubuh Karan. Karan segera terbangun, bersama bangunnya sebuah pusaka ajaib miliknya yang kini sudah memiliki sarangnya.

  "Sayang." Karan merebahkan tubuh Cladi dengan cepat. Tanpa pemanasan lagi, karena geloranya sudah di ubun-ubun, Karan langsung memasukinya tanpa hambatan. Cladi yang seakan disentak merasa terkejut, tak ayal tangannya yang tadi longgar kini erat kembali memeluk Karan sembari tubuhnya ikut bergoyang mengikuti irama hentakan Karan.

  Menyudahi pertautan yang lumayan panjang ini, Cladi perlahan bangkit mendahului Karan menuju kamar mandi. Rasa perih kini terasa lagi, setelah dirinya dan Karan tadi saling serang memberi sebuah kenikmatan.

  "Ya, ampun, aku kalah lagi dengan Mas Karan. Kali ini Mas Karan menyuguhkan film azab dan efek suara yang menakutkan untuk membuaiku. Dan aku terbuai. Kenapa bisa-bisanya aku malah terbuai padahal aku ingin menolak?" bisik Cladi sebal membayangkan betapa liar dirinya tadi membalas perlakuan Karan. Walau demikian Cladi segera membilas tubuhnya yang banyak bekas gigitan kecil Karan yang diarahkannya membabi buta.

  Cladi kini sudah mandi dan cantik. Namun wajahnya kini kembali murung. Pertautan semalam dan subuh tadi mampu dia lupakan gairahnya setelah dia kembali diingatkan akan bayangan Syamsir.

  "Siang ini aku harus bertemu Mas Syamsir sebelum dia pergi Singapura," bisiknya bertekad.

  "Sayang, aku antar kerjanya pakai mobil," ucap Karan mengejutkan Cladi yang termenung sembari melabuhkan ciuman di pipi Cladi dan memeluknya dari belakang. Cladi sedikit berontak dan menolak ajakan Karan.

  "Tidak, aku mau naik motor saja," tolaknya seraya berdiri.

  "Kenapa?" Kening Karan mengerut, seraya memeluk Cladi dari belakang. Namun Cladi menepisnya.

  "Tidak apa-apa, aku hanya enak naik motor," balas Cladi seraya bangkit dan mengurai pelukan Karan.

  "Kenapa, ada apa?" ulang Karan menatap dalam ke arah Cladi heran.

  "Aku sedang buru-buru," ucapnya seraya berlalu dengan segera dari dalam kamar. Cladi menuruni tangga dan langsung keluar rumah, deru motornya sudah terdengar dan segera berlalu.

  "Cladiiii." Teriakan Karan sia-sia, sebab motor Cladi sudah menjauh. Karan menyugar rambutnya kasar, dengan tiba-tiba Cladi berubah, padahal tadi malam sudah ia taklukan dengan sengaja diperlihatkan film azab.

  Karan tidak mungkin menyusulnya, padahal hari ini dia ingin mengantar Cladi bekerja serta memberikan kejutan hadiah berupa mobil untuk Cladi.

  "Biar saja nanti saat makan siang aku hampiri dia," putus Karan seraya buru-buru keluar dari kamar dan menuju meja makan. Ketidak hadiran Cladi dan kedua anaknya membuat meja makan ini sangat sepi. Karan pun sarapan dengan segera, lalu berangkat ke kantor.

**

  Jam istirahat tiba, Karan urung mendatangi Cladi di mall tempatnya bekerja. Dia memutuskan akan menghampiri Cladi sepulangnya bekerja. Karan akan memberinya sebuah kejutan sekaligus makan malam romantis.

  Lima belas menit lagi menuju jam empat, Karan keluar kantornya dan kini mobilnya menuju Mall Sejahtera. Karan sudah memperkirakan jam segini waktu yang pas untuk menghampiri Cladi. Karena belum macet, mobil Karan tiba di depan Mall Sejahtera lima menit sebelum jam empat. Karan bersyukur dirinya sudah tiba sebelum Cladi bubaran kerja. Namun dugaannya salah, rupanya Cladi sudah kelihatan keluar gerbang mall dan langsung membelokkan motornya ke arah kanan.

  Karan heran mau kemana Cladi, tanpa basa-basi lagi Karan segera melajukan mobilnya mengikuti arah motor Cladi yang masih kelihatan.

  "Mau kemana Cladi, bisa-bisanya dia pulang lebih cepat tapi perginya bukan ke rumah? Sepertinya dia terburu-buru. Aku tidak boleh ketinggalan, aku akan pergokinya dan apa sebenarnya yang dia lakukan?" guman Karan seraya memainkan setirnya mengikuti jalan yang dilalui Cladi.

  Sepuluh menit kemudian, motor Cladi tiba di sebuah cafe. Cladi turun dan memburu ke dalam lalu menghampiri meja yang berada di ujung yang sudah ditempati seorang lelaki seumuran Karan yang sudah tidak asing lagi bagi Karan.

  "Syamsir?" kejutnya dengan emosi yang tiba-tiba memuncak. Karan segera mengeluarkan HPnya dan merekam keberadaan Cladi bersama Syamsir.

  "Sialan Cladi, sialan Syamsir. Mereka sepertinya sudah janjian di tempat ini sebelumnya. Keterlaluan Cladi, setelah semalaman mampu aku taklukan dengan begitu cepat dia berpaling dan malah menemui lelaki itu." Karan mendengus kesal melihat kebersamaan Cladi dan Syamsir.

  Sementara itu, Cladi yang baru tiba, langsung duduk berhadapan dengan Syamsir. Mereka terlihat bersalaman. Sayangnya Karan tidak bisa mendekat dan duduk di meja yang berada di kafe itu, sebab posisi Cladi menghadap ke arah pintu masuk cafe yang otomatis bisa melihat Karan jika Karan melewatinya. Lalu tidak lama dari itu seorang pelayan menghampiri, mencatat pesanan Syamsir dan Cladi.

  "Halo cantik." Sapaan akrab dan penuh senyum Syamsir berikan membuat Cladi tersipu malu, sesaat setelah pelayan itu mencatat pesanan mereka.

  "Aku baik Mas seperti yang Mas Syamsir lihat, tapi hati aku sedang tidak baik."

  "Jangan katakan itu lagi. Aku tahu yang kamu rasakan, kamu belum bisa move on dengan hubungan kita yang harus berakhir. Kamu harus berusaha mencintai suami kamu, terlebih dua anaknya sangat dekat dengan kamu," sergah Syamsir menghalau galau di wajah Cladi.

  "Aku tidak mencintainya, Mas. Aku masih mencintai kamu." Cladi mengungkapkan rasa cintanya pada Syamsir.

1
amilia indriyanti
jelas sayang ekonomi aman
Perempuan
koq lemah banget sih Cla. Lemah dan agak² gimana gitu...
Nasir: Heheheh... gimana ya...?
total 1 replies
Perempuan
Laki paling egois. Gak suka banget sama tokohnya ini. Si Cla juga koq cepat banget tergoda, dah dihinakan kayak gitu.
Hera sasuwe
👍
nissa
hadeh
nissa
lanjut
nissa
gak usah datang cla
nissa
nyesal kan kamu cladi
nissa
seru nih
nissa
gantian aja nih karan lagi yang marah
nissa
emang bisa kan cladi pakai kb
Nasir: Mampir di karya saya yg lain ya Kak...
total 1 replies
nissa
nah. lho cladi
nissa
lanjut
nissa
mangka nya cinta sendiri sama syamsir sih pd amat mo ngejar syamsir lagi
nissa
lanjut
nissa
tambah cemburu si karan
nissa
modus teruuuus
nissa
haha,padahal cuman modus tapi berhasil juga pintar juga ya si karan
Nasir: Makasih Kak sudaah mampir ya. Sehat sllu.
total 1 replies
nissa
bagus karan
nissa
hadeh si karan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!