Gymora Sasami seorang mahasiswa yang terkenal akan kepintarannya, dia juga putri tunggal keluarga kaya.
Dia selalu dipuji dan dieluh-eluhkan di kampus.
Namun, citra yang sebelumnya sudah dibangun olehnya terancam dihancurkan oleh seorang Badboy kampus yang tidak sengaja memergoki dirinya digudang saat sedang memuaskan dirinya sendiri.
Pagi itu digudang, Draka Nilon mengambil alat yang ada ditangan Gymora, hal itu membuat Gymora yang akan mencapai titik kepuasannya terkejut.
"Aku tidak menyangka, seorang wanita cantik yang terkenal pintar dan jual mahal di kampus melakukan hal yang tidak terpuji seperti ini," sindir Draka.
Gymora langsung menutup tubuh bagian bawahnya.
"Draka aku mohon, jangan sebarkan video itu!" pinta Gymora.
Melihat Draka yang diam, Gymora terus memohon.
"Karena kamu terus memohon dan berlutut, baiklah kita buat kesepakatan. Kalau kamu ingin aku tidak menyebarkan videomu itu. Kamu harus melayaniku!"
Kedua bola mata Gymora membelalak, mengingat dia belum pernah melaku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31.
"Tunda dulu aja gak papa. Lagian aku lebih mentingin kamu dari apapun." Kata Draka dengan nada gombal.
Gymora menggeleng, "kamu harus pergi ke rapat. Aku akan masuk kelas sendiri."
"Gigi sayang, aku akan mengantarmu sampai depan kelas. Aku nggak mau hal buruk terjadi lagi padamu," kilah Draka.
Gymora dengan pasrah mengangguk.
Langkah Gymora baru saja menjejak aspal, sosok Wiliam muncul dari balik kerumunan mahasiswa.
Wajahnya memerah oleh amarah dan kecewa. Matanya menyapu tajam ke arah Draka dan Gymora. "Kau pikir aku akan diam saja melihat ini?" seru Wiliam dengan suara bergetar, nadanya penuh kemarahan.
Draka menatap Wiliam dengan dingin namun tenang. "Ini bukan urusanmu lagi, Wiliam. Gymora sudah memilih jalannya sendiri."
Wiliam menggertakkan gigi, napasnya berat. "Kau pikir aku akan membiarkan dia pergi begitu saja? Gymora itu milikku!" katanya dengan nada menantang.
Gymora menatap Wiliam tanpa rasa takut, meski hatinya berdegup kencang. "Sudah cukup, Wiliam. Aku bukan milik siapa-siapa. Aku bebas memilih siapa yang aku mau."
Draka sedikit kecewa dengan jawaban Gymora.
"Apakah Gymora malu punya pacar seperti aku?" Gumam Draka kecil hati.
Wiliam mengerutkan dahi, lengan terangkat setengah siap menyerang dengan kata-kata. "Kalau begitu, kau akan menyesal!" ancamnya.
Kerumunan mahasiswa yang tadinya hanya menyaksikan kini mulai bergeming, merasakan ketegangan yang memuncak antara ketiga sosok itu.
\=\=
"Bukankah itu Gymora, dengan siapa sebenarnya gadis itu sekarang?" Celetuk seorang mahasiswa.
"Pria yang bersama Gymora juga sangat tampan." Timpal lainnya.
"Aku merasa bersalah sama dia, sekarang kalau ada hal yang nggak aku mengerti tentang penjelasan dosen di kampus. Aku sudah nggak bisa tanya Gymora lagi. Huhu."
"Baguslah kalau kamu punya urat malu."
Bisik-bisik mahasiswa mulai terdengar, tapi tidak ada satupun dari mereka yang mendekat ke arah Gymora.
Mengingat dulunya Gymora sangat baik sama semua orang. Tapi, setelah fitnah keji yang dilakukan oleh Kania.
Kebaikan yang dulu Gymora berikan dengan tulus, hanya mendapatkan balasan penghinaan dan penindasan
"Draka ayo!!" Titah Gymora.
Sementara Draka nampak mengangguk.. "Minggir, kami berdua mau lewat."
Beberapa mahasiswa nampak memberikan jalan, sementara Wiliam tetap menghadang mereka.
"Wiliam, aku nggak akan menyesal kalau kita berdua memang sudah putus. Aku mohon, jangan halangi aku," titah Gymora seraya menatap Wiliam penuh kebencian.
Tiba-tiba kedua sahabat Wiliam datang menghampiri, "eh ada si cantik Gymora yang bucin. Sapa dulu dong orang tampan seperti kami," ucap Rio Revan, Tuan muda dari grup Revan yang sering berlaku kasar pada Gymora.
Sikapnya yang seperti itu, memang cerminan dari Wiliam.
Gymora langsung memalingkan pandangannya ke arah lain.
Sementara Doni Raynar, teman Wiliam yang lain nampak menatap Gymora dengan tatapan bingung.
Saat melihat Gymora menatap mereka bertiga dengan dingin.
"Biasanya kamu selalu kami suruh seperti pelayan untuk mencari muka pada Wiliam, tapi kenapa sekarang kamu bersikap dingin pada kami," imbuh Rio dengan nada enteng tanpa beban.
Sementara krumunan mahasiswa lain nampak tercengang.
"Ternyata selama ini begini," kata mereka seraya menatap iba ke arah Gymora.
Draka langsung maju dan pasang badan, "dulu Gymora mau disuruh seperti pelayan bukan untuk menjilat sahabat kalian. Gymora melakukan semua itu karena dia memang tulus dan juga baik hati."
"Kalian kalau nggak ada urusan. Biar aku dan kekasihku untuk lewat," imbuh Draka dengan suara yang menakutkan.
Ucapnya membuat semua orang disana semakin tercengang.
kasian gyomra harus patah hati n kecewa terusss...😔
cerita nya seruuu👍