Kisah ini terjadi ketika seorang pemuda yang sedikit memiliki keterbelakangan mental bertemu dengan Mba Kunti cantik jelita yang akan membantunya dalam menghadapi sebuah kehidupan.
Reno Mubarok, atau biasa dipanggil Koplak, karena ia sering tidak nyambung jika di ajak bicara. Pemuda sebatang kara setelah ditinggal neneknya mulai berinteraksi dengan sosok hantu baik hati.
Ini bukan hanya kisah sedih semata yang di lalui Reno sebagai pemuda yang memang ditinggal orang tuanya semenjak kecil.
Absurd nya tingkah Reno, ditambah adanya sosok Mba Kunti yang menemaninya, akan membuat kisah pemuda tersebut menjadi lebih berwarna.
Mba Kunti diam-diam menaruh hati kepada Reno, tapi pria tersebut tidak tahu apa itu cinta. Akankah cinta Mba Kunti terbalaskan ataukah hanya bertepuk sebelah tangan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alveandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah Terka
Reno menaiki motor bututnya yang biasa ia gunakan untuk melakukan tugas bersama dengan Pak Sulaiman. Pemuda itu mengendarai motornya ke sebuah kontrakan yang pernah di lihatnya ketika menjalankan tugas pengusiran hantu.
Suara motor Reno berhenti didepan rumah pemilik kontrakan tersebut. Ia turun dari motornya, memencet bel yang ada didekat gerbang.
Tulalit... Tulalit....
Pemuda itu mengernyitkan dahi ketika mendengar suara bel yang berbeda dari yang lainnya.
"Ini Bel apaan bunyinya begini?" gumam Reno.
Tidak berselang lama suara gerbang dibuka terdengar, pemuda tersebut langsung reflek melihat ke arah gerbang.
Keluarlah seseorang dengan rambut hitam mulus sebahu, pakaiannya yang seperti kekurangan bahan dengan wajah bermake-up tebal.
"Eh... ada brondong tampan, mas mencari eke?" tanya seseorang yang ternyata bencong pembuka gerbang rumah tersebut.
Plak
Reno langsung menempelkan jimat pengusir hantu di dahi bencong tersebut sambil membaca rapalan pengusir setan. Ia juga mengeluarkan pasak dan palunya langsung.
Bencong tersebut sontak saja terkejut, apa lagi ketika melihat pasak yang dipegang Reno dan akan ia tancapkan di kepalanya.
"Tolong! Ada penjahat kelamin mau membunuh eke...." bencong tersebut lari kedalam.
"Hei... tunggu kamu setan!" Reno mengejarnya kedalam rumah tersebut.
Si bencong lari tunggang langgang, suara jeritannya membuat seluruh penghuni Kos yang sudah pulang kerja sontak saja keluar dari sana.
Semua orang melihat Reno yang membawa pasak sambil mengejar-ngejar bencong itu dengan tertawa terbahak-bahak.
Brug
"Aduh...." si bencong terjungkal jatuh ke lantai.
"Erwin! Apa yang kamu lakukan lari-lari di sini!" tegur seorang wanita.
"Kena kau! Mau lari kemana kau setan!" Reno mencekal lengan si bencong, bersiap menancapkan pasak tersebut ke kepala bencong.
Si wanita yang di tabrak bencong tersebut terkejut, ia bergegas menahan Reno yang akan membunuh sahabatnya itu.
"Astaga, apa yang kamu lakukan? Kamu mau membunuh dia?!" bentak wanita itu.
Reno mengernyitkan dahi, menatap wanita itu. Si bencong menggunakan kesempatan itu untuk melepaskan diri dan bersembunyi dibalik wanita tersebut dengan ketakutan.
"Mba, jangan ikut-ikutan deh, aku ini mau mengusir setan!" tegur Reno yang menatap dengan tajam si bencong.
"Setan? Siapa yang kamu maksud?" tanya Wanita itu bingung.
"Itu yang sembunyi di belakang Mba," tunjuk Reno.
"Enak saja, kamu yang setang, wanita cantik kaya eke kamu bilang setan, gila kali kamu!" tegur si bencong.
Si wanita menatap Reno dan bencong temannya, ia kemudian tertawa terbahak-bahak mendengar pernyataan Reno, ternyata itu semua hanya salah paham saja.
Reno mengerutkan keningnya melihat wanita itu tertawa sambil memegangi perutnya, karena saking lucunya melihat kejadian tersebut.
"Mey, kamu jahat ih...." si bencong merajuk manja sambil menghentak-hentakan kakinya.
"Maaf-Maaf Win, habisnya masa kamu dikira Setan olehnya, Hahahaha...." wanita itu masih tertawa.
Reno hanya diam ditempatnya, ia merasa aneh dengan wanita didepannya karena menurutnya tidak takut sama sekali dengan setan, kemudian ia memiliki pemikiran kalau wanita tersebut seperti dirinya.
"Mba juga pengusir setan, kaya aku?" tanya Reno pongah.
"Eh... kamu pengusir setan?" wanita itu malah balik bertanya.
Reno menganggukkan kepalanya. Si wanita menatap Reno lekat-lekat, tampangnya cukup tampan hanya saja penampilannya sangat kusam, ditambah tas jadul dan alat-alat yang tergantung di sekitar pinggangnya membuat pemuda itu tampak aneh.
Wanita itu tersenyum. "Aku hanya orang biasa, namaku Meysia dan ini temanku, kalau siang di panggil Erwin kalau malam namanya Wiwin," ucapnya memperkenalkan diri.
"Aneh, tapi dia tidak seperti orang biasa? Aku Reno," jawabnya sambil memasukkan kembali pasaknya kedalam tas.
"Kamu kemari mau ngapain?" tanya Meysia memastikan.
"Aku mau ngontrak di sini, apa bisa?"
Meysia menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. "Tentu bisa, ayo aku kenalkan ke Ayahku, dia pemilik kontrakan di sini."
Reno mengangguk patuh, ia kemudian mengikuti Meysia dan Erwin yang berjalan didepan. Reno masih mengamati dengan seksama Erwin yang menurutnya sangat aneh, karena energi spiritual Erwin bercampur dari wanita dan Pria, biasanya hanya para hantu penasaran yang memiliki energi spiritual seperti Erwin, karena itulah Reno mengira bencong tersebut merupakan hantu penasaran.
lanjutkan thor/Good/
tapi Suamiku seorang Spiritual jadi aq percaya dan juga menurun ke anak ku yg no 3...