Tiba-tiba menjadi gadis penebus hutang, Aina harus merelakan dirinya dinikahi oleh pria paruh baya, sosok yang lebih pantas menjadi ayahnya.
Namun, siapa sangka, ternyata pria tersebut adalah orang yang terhubung dengan masa lalunya.
Lalu bagaimana Aina keluar dari bayang-bayang itu, sementara masa lalu terus mengejarnya. Bahkan mengikatkan tali tak kasat mata di kakinya.
Salam anu👑
Ig @nitamelia05
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27. Penyebab Utama
Berita tentang penangkapan Gavin langsung menjadi topik utama. Apalagi ditambah hubungan terlarang pemuda itu dengan ibu tirinya, Aina. Media tak henti-hentinya menuliskan kabar itu, dan membuat semuanya menjadi simpang siur.
Banyak spekulasi yang muncul, mereka terus menyalahkan Gavin dan mengecap Aina sebagai wanita murahan. Karena bisa-bisanya wanita itu ada main dengan anak tirinya, lalu mereka berencana membunuh Erzan agar bisa bersama.
Sementara tentang pembagian harta warisan, Danesh merasa tak terima, karena harus terbagi sama rata. Padahal dia ingin mendapat bagian yang lebih besar, karena dia adalah anak pertama.
"Tidak ada yang membedakan, Tuan Muda, anda dan Tuan Muda Gavin sama-sama anak Tuan Erzan, jadi Tuan pun adil dalam membaginya," cetus Alex angkat bicara, karena melihat Danesh yang selalu menggebu-gebu.
Ya, meskipun pada kenyataannya Gavin adalah anak angkat, tetapi kasih sayang Erzan tetaplah utuh untuk keduanya.
"Tapi aku yang mengurus perusahaan, aku yang bekerja keras untuknya. Sedangkan Gavin? Hah, dia bisa apa?" balas Danesh, dia sampai berdiri karena tak terima dengan Alex yang berani membela Gavin.
Tidak Erzan, tidak pria ini, sama saja.
"Tapi bukankah anda yang melarang Tuan Muda Gavin untuk tidak masuk ke perusahaan? Andai anda memberikan peluang, saya yakin Tuan Muda Gavin juga bisa bekerja di sana."
Mendengar itu, seketika gigi Danesh bergemeletuk. Dia benar-benar benci dipojokkan seperti ini.
Sial, berani sekali pak tua ini membalik ucapanku.
"Jadi, kamu membela anak pembawa sial itu? Lihatlah dengan matamu, dia yang telah meracuni Daddy," tanya Danesh, kini suaranya sudah melemah, tapi tatapan mata itu menunjukkan kekesalan yang menggunung.
"Saya tidak membela siapapun, Tuan Muda, saya hanya menyampaikan apa yang diwasiatkan oleh Tuan Erzan. Lagi pula semuanya belum terbukti."
Mendengar itu, Danesh malah mendesaahkan nafas kasar. Dia melihat ke arah pengacara ayahnya yang sedari tadi hanya diam.
Lalu tanpa bicara dia pergi meninggalkan ruang tamu, yang menjadi tempat pembicaraan mereka.
*
*
*
Setelah Alex bicara dengan Danesh, dia menyempatkan diri untuk datang ke penjara, karena dia sudah mendengar berita tentang penangkapan Gavin.
Namun, Alex tidak menemui pemuda itu, dia hanya meminta izin untuk memperhatikannya dari jauh.
Terlihat Gavin yang sedang melamun di dalam sel, entah sedang memikirkan apa. Yang jelas situasinya sekarang benar-benar rumit.
Danesh tak pernah mengalah sedikit pun, meski sudah banyak yang Gavin korbankan.
Detik selanjutnya Alex pergi dari sana. Tepat pada saat itu, Gavin mengangkat kepalanya, tetapi hanya punggung pria itu yang terlihat, itu pun sudah terhalang oleh pembatas.
Sementara di sisi lain, Aina yang sudah kembali tinggal dengan orang tuanya tidak bisa ke mana-mana. Karena berita hubungannya dengan Gavin sudah menjadi konsumsi publik, setiap dia menampakkan diri, ada saja orang yang menyindir, bahkan mengolok-oloknya dengan sengaja.
Dan karena hal itu juga yang membuat Bagaskara murka. Begitu keluar dari rumah sakit dengan kondisinya yang mulai stabil, dia malah mendengar berita bahwa Aina telah menjalin kasih dengan anak tirinya sendiri, bahkan di saat Erzan masih ada.
"Bagaimana bisa kamu memiliki pikiran seperti itu, Aina?" tanya Bagaskara dengan sorot mata penuh kekecewaan. Dia tidak tahu bagaimana tersiksanya Aina saat itu, hingga memutuskan untuk menerima Gavin kembali.
"Maafkan aku, Ayah. Aku minta maaf," balas Aina, sekarang bukanlah saatnya untuk membela diri, karena pada kenyataannya dia memang salah, mengambil jalan yang tidak pantas.
"Sekarang kamu lihat apa akibat dari perbuatanmu? Semua orang menganggapmu adalah wanita hina!" cetus Bagaskara, lalu dengan cepat dia memegang dadanya.
"Ayah, sudahlah ... jangan memojokkan putrimu terus, Ibu yakin Aina memiliki alasan untuk itu," sela Dina, dia bukan ingin memenangkan sesuatu yang salah. Namun, melihat posisi Aina sekarang, Dina percaya bahwa putrinya tidak serendah itu.
"Jangan membelanya!"
"Tapi dia seperti itu juga karena kita. Kita yang menjadikan Aina sebagai alat penebus hutang. Kita yang membuat Aina menjadi serba salah," balas Dina lagi, kini dia sudah menangis. Karena dia sadar, bahwa dia juga yang membuat Aina harus menikah dengan Erzan, pria yang tidak dicintai putrinya.
Mendengar itu, Bagaskara langsung terdiam. Tak tahu harus berkata apa, karena benar apa yang dikatakan Dina. Mereka lah penyebab utamanya.
***
Huh, menghela nafas gue😌😌😌
itu akibat tabur tuai Margin, udh mantan suami di srlingkuhin, boroknya du tinggalin di urus mantan msh aja otak jahat suruh anaknya bunuh PP sambung nya. sadis ngk tuh, kena situ padal berlapis habis itu tinggal Terima karma mu😡