NovelToon NovelToon
Pacarku Mata Duitan

Pacarku Mata Duitan

Status: tamat
Genre:Playboy / Beda Usia / Diam-Diam Cinta / Romansa / Tamat
Popularitas:168.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Reina aka dian

Kalin Arsila Cayapata gadis 18 tahun yang punya pacar mata duitan, hubungan backstreet dari orangtua membuatnya harus bertemu sang pacar seperti maling, ngendap-ngendap sampai akhirnya dia bertemu denga Raksa Kamaludin, karyawan swasta biasa yang sampai umur 27 tahun belum juga nikah, yanh menyadarkan dia bahwa punya pacar matre itu bukan hanya bikin kantong bolong tapi bikin pengen nonjok.

Happy reading!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reina aka dian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyebalkan.

Tap!

Tap!

Tap!

Rahmi pun berusaha mengejar Raksa yang melangkah menuju pintu keluar. Dia melihat pria yang pernah menbereinya sejuta perhatian itu, berjalan keluar gedung.

"Mbakk?" sapa pak Satpam.

"Apa ada yang bis asaya bantu, Mbak?" tanya pak satpam, karena muka Rahmi kayak orang keder.

"Oh, nggak Pak!" mata Rahmi masih tertuju pada Raksa yang menghampiri motor yang lagi diparkir.

"Ngapain dia kesana?" Rahmi bergumam.

Matanya membulat saat ngeliat tau-tau ada bocah sekolah yang tiba-tiba muncul dari balik motor lakik milik Raksa.

"Siapa tuh?" suara Rahmi agak keras, dia kepo kenapa ada bocah sekolah yang bersembunyi di balik motor Raksa.

Pak satpam yang mengira kalau Rahmi bertanya padanya pun menjawab, "Oh, itu katanya adiknya mas Raksa, Mbak. Tadi mas Raksa sempet minta tolong saya buat ngawasin, mungkin mereka lagi ada keperluan. Makanya mas raksa bawa adiknya kesini,"

Rahmi menautkan alisnya, "Oh gitu, ya?"

Sementara di luar, Raksa berkacak pinggang.

Dia sesekali pegang kepala, saking puyengnya ngurus bocil yang satu ini.

"Kalin, bukannya gue suruh lo tadi pulang? astaga, kenapa juga lo duduk di bawah berasa lagi healing di tengah hutan? hem?"

Kalin membersihkan rok bagian belakangnya, "Kan gue udah bilang kalau gue nggak mungkin pulang jam segini. Ada bunda di rumah, gue nggak biasa telat. Gue bingung harus jawab apa kalau bunda nanya,"

"Alasan apa kek. Sekolah lo kebanjiran atau penjaga malam lupa buka pintu kelas-kelas atau guru-guru lagi takziah berjamaah. Asal lo mikir, banyak yang bisa jadi alasan. Kayak cowok---" tiba-tiba Raksa berhenti.

"Kayak cowok apa?"

"Bukan cowok, tapi kayak cewek kalau lagi ngambek bilang nggak usah peduliin nyatanya mereka pengen diperhatiin," ucap Raksa.

"Hah?"

'Astaga, hampir aja keceplosan soal cowoknya yang tukang ngibul! untung rem mulut gue pakem! gue harus berhati-hati,' batin Raksa.

"Yap! ya, intinya lo bisa ngarang bebas alasan sesuai apa yang nyangkut di kepala lo!" Raksa nyentuh pelipis Kalin.

Sedangkan Kalin naikin satu sudut bibirnya, sinis, "Gue bukan tipe orang yang suka nyari alesan!"

"Yakin? lalu? yang waktu lo ngaku-ngaku gue ini guru les lo itu apa? ngaku kalau gue ini Om lo, bahkan pacar lo itu apa? ck, nggak usah banyak tingkah deh!"

"Iya iya iya, itu kan bisa begitu karena terpaksa atau urgent. Kalau sekarang kan---"

"Apaaa?!!" serobot Raksa.

Kalin lalu nunduk.

"Heh, bocil!" Raksa nyentuh bahu cewek yang di depannya pakai ujung jarinya.

"Cil..." lirih Raksa, dia menelan salivanya susah payah. Dan seketika merasa bersalah karenga udah ngebentak.

Perlahan Kalin mengangkat wajahnya, dia nunjukin kalau dia sedih mendengar apa yang keluar dari mulut pria yang sebenernya nggak tegaan.

.

.

.

Dan sekarang buat menghapus sedih di mata Kalin, Raksa mengajaknya nonton. Kenapa nonton? ya cuma itu aja yang ada dipikiran Raksa.

Dia tentu nggak bisa menjadi badut buat Kalin, yang dia bisa lakukan membawa gadis itu ke tempatbyang mungkin bisa mengubah moodnya supaya menjadi lebih baik. Meskipun dengan Kalin pergi ke bioskop di jam sekolah, secara nggak langsung Kalin udah ngelakuin kenakalan remaja.

Dan kalau ada yang khawatir mengenai Kalin yang bakal terciduk karena nonton bioskop pakai seragam sekolah, tenang aja dan woles. Karena apa? Kalin nonton posisi udah pakai baju casual.

Buat ngerubah penampilan tentu Raksa yang merogoh koceknya lebih dalam lagi. Emang bener-bener si Kalin nyusahin orang kerjaannya.

Jadi sebelum nonton, mereka berhenti di distro dan beli deh baju buat Kalin. Kalau Raksa kan bukan anak sekolah, jadi bukan masalah baginya nonton dengan kemeja slimfit kayak gini.

Raksa nyodorin cola yang di tangannya, Kalin menerimanya tanpa sepatah kata pun. Dia menyedotnya dan kemudian tertawa saat adegan-adegan lucu yang ditayangkan di layar besar itu.

Sedangkan Raksa tersiksa dengan tontonan kartun ini.

'Dari sekian film, kenapa dia milih film kartun? astagaaaa. Nggak salah sih gue panggil dia bocil, .' batin Raksa

Pria itu memijit kepalanya, sedangkan Kalin fokus pada kartun yang tokohnya didominasi warna koneng dan tingkahnya pecicilan.

Bahkan Kalin bisa tertawa lepas hanya dengan melihat sosok kuning tadi yang suka bilang 'Banana!'.

Srrrppp!

Kalin menyedot minumannya, tanpa melepaskan pandangannya dari layar. Masih pagi, jadi di dalam bioskop hanya ada beberaoa orang saja. Udah begitu, mereka duduknya berpencar.

Raksa memasukkan popcorn ke dalam mulutnya. Dan ketika tangan Kalin menjulur ingin mengambil cemilan itu, Raksa sengaja menjauhkannya.

Kalin langsung menengok saat tangannya kosong, nggak dapet cemilan yang dia inginkan.

"Ck, " Kalin berdecak, matanya melirik sinis pada Raksa.

Dia lalu menarik cup popcorn itu dan seketika cemilan dengan rasa gurih itu berpindah ke tangannya.

Kalin menjejalkan mulutnya dengan popcorn, dia kembali menatap layar tanpa memperdulikan Raksa yang udah keluar tanduknya.

Greppp!!

Raksa merebut kembali miliknya, dan memamerkan senyumannya ketika cewek disampingnya refleks menengok ke arahnya.

"Nonton lagi!" Raksa menunjuk layar lebar dengan dagunya.

Raksa kini memegang cup itu erat-erat, sampai Kalin sulit menjangkaunya.

"Dasar pelit!" gumam Kalin.

"Bodo amat!"

Entahlah, membuat gadis bernama Kalin itu kesal seakan menjadi sesuatu yang menyenangkan baginya. Dia merasa menang saat gadis itu nggak bisa menjangkau jagung puff yang menjadi favoritnya ketika nonton bioskop.

Mau nggak mau, Kalin hanya menyuruput minumannya dan tetap asik menonton kartun yang membuatnya terpingkal-pingkal.

Sedangkan Raksa yang seketika menyumpal mulut Kalin dengan segenggam popcorn saat mulut gadis itu terbuka, sontak Kalin menengok dan mengeluarkan suara gerannya. Kuesel puol!

Raksa yang tau kalau cewek yang disampingnya ini udah bertanduk pun diam aja, seolah dia nggak melakukan apapun.

"Heerrghh!" suara Kalin.

"Apaaa?" Raksa nengok dan angkat bahunya.

Kalin mengunyah dengan susah payah, sementraa Raksa menyeruput minuman lalu bilang.

"Lucu banget, hahahaha!" lirih Raksa menunjuk layar dengan dagunya.

"Resekkk!" ucap Kalin kurang jelas, namun secara ekspresi Raksa sudah bisa menangkap kalau Kalin ini udah kesel banget sama dia.

'Hahahhahahaha,' Raksa ketawa dalam hati.

Sementara Kalin mencoba fokus lagi ke layar, lumqyan nonton gratisan. Biasanya kalau nonton kayak gini sama Reno kebanyakan dia yang bayar, sekarang dia baru ngerasain lagi nonton tapi dibayarin, ternyata enak juga.

'Reno? gue baru inget, dia belum ngabarin sama sekali daripagi,' Kalin dalam hatinya.

Mendadak perasaannya kurang enak, dia merasa adabyang janggal dari pacarnya itu.

'Kenapa? kenapa mukanya kayak gitu?' Raksa sekilas melihat perubahan raut wajah Kalin dari kesel menjadi galau.

Tapi Raksa diem aja, karena dia tau bukan karema sikapnya yang bikin atmosfer di hati Kalin berubah.

1
Andrea
salah sendiri itu mah...
Atressia
Ngidam mu sangat merakyat Kalin
Atressia
bengek sama Farid, ya ampun!!!!
Asnaini Abdullah
Benar lho thor...pengalaman y 🙂
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: trmksih sdh mampir dan baca novel ini
total 1 replies
Alice Hartn
Aamiin...semangatt
ririn
Aamiin......semangt thor
Yultriz
aamiin.... semangat thorr 👍🥰
ririn
tetp semangt berkarya thor
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: terima kasih sudah membaca sampai selesai
total 1 replies
ririn
terharu thor
ririn
aq juga pengen seblak,kalin
ririn
semangt thor
Asnaini Abdullah
Raksa tidak punya pendirian. tak belajar dari pengalaman
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: sebentar lg tamat
total 1 replies
ririn
yes akhirnya kalin hamil,semoga kembar
ririn
semangt thor
ririn
kalin terlalu bodoh n polos
ririn
seru oma nilam n kakek dwipangga
sifa
seru ceritanya... semangat thor💪
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: habis ini mau lanjutin novel yg trbengkalai. bntr lagi tamat ya
total 1 replies
ririn
makin penasarn yg buntuti Raksa n Kalin
ririn
kalin hamil
ririn
sabar Raksa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!