Luine, dikenal sebagai seorang wanita penggila bisnis. Dia sukses menjadikan perusahaannya sebagai pusat bisnis terbesar kala itu. Hingga akhirnya dia mati saat melakukan peracikan produk kosmetik di laboratorium perusahaan.
Luine berpikir bahwa dia akan menapaki jalan kematian. Namun, secara mengejutkan dia terbangun di tubuh Caerina Navre. Seorang anak bangsawan yang telah jatuh bangkrut sekaligus istri dari seorang Duke. Caerina diselingkuhi sang suami dan dia mati setelah meneguk racun.
Di sini Luine yang merasuki Caerina harus mulai memutar otak. Meskipun dia marah karena Dewa menaruhnya di tubuh gadis tak berguna, dia tetap harus menjalankan hidupnya. Perlahan-lahan, Luine membangun bisnisnya kembali dan mengubah kondisi buruk keluarga Caerina.
"Cita-citaku menjadi janda muda kaya raya!" — Caerina Navre
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xeiralana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kondisi Tragis Letta
Kedua tangan Caerina bergerak cepat memangku raga Letta. Dia memeriksa denyut nadi dan irama napasnya, ternyata gadis itu berhasil bertahan hidup. Salah seorang kesatria menyodorkan kain untuk menutupi tubuh Letta.
"Letta ... apa yang mereka sudah mereka lakukan terhadap Letta? Bajing*n! Aku tidak akan memaafkannya. Aku akan pergi membunuhnya sekarang juga!"
Kledson dapat merasakan pancaran aura kemarahan dahsyat dari diri Caerina. Sang putri nyaris kehilangan pengendalian emosinya sendiri. Namun, Kledson lekas menghentikan Caerina sebelum terlambat.
"Caerina, kontrol emosimu. Sekarang kita bawa dulu Letta kembali ke mansion. Setelah itu, mari pikirkan cara untuk membalas perbuatan si brengs*k itu," tutur Kledson.
Emosi Caerina meredam seketika. Tangannya gemetar hebat memegangi tubuh Letta. Wajah pelayannya yang terluka, irama napas tak beraturan, serta luka memar bekas penyiksaan. Padahal dia hanya menghilang beberapa jam saja, tetapi luka yang didapatkan justru nyaris menutupi sekujur tubuh.
"Aku tidak bisa membiarkan Letta seperti ini. Dia adalah pelayanku, Letta selalu melayaniku. Tidak mungkin aku biarkan semuanya berakhir begini saja." Suara Caerina terdengar bergetar.
"Iya, Ayah tahu itu. Kau juga tidak boleh gegabah karena Kekaisaran Eusebio melarang keras untuk menghakimi orang lain tanpa bukti yang jelas. Ayah dan Ibu tidak mau kau masuk penjara karena masalah ini."
Caerina tak merespon perkataan Kledson. Hanya saja dia paham bahwa apa yang dikatakan Ayahnya tidaklah salah. Tanpa berlama-lama lagi, Caerina memutuskan kembali ke mansion.
Semua penghuni mansion menunggu kabar dengan gelisah. Bagaimana pun juga Letta sudah seperti keluarga bagi mereka. Begitu Caerina dan yang lain tiba, mereka berbondong-bondong menghampiri Caerina karena ingin tahu keadaan Letta bagaimana.
"Astaga, apa yang terjadi dengan Letta?!" Sara tampak sangat terkejut ketika melihat langsung kondisi Letta.
"Nanti akan dijelaskan. Sebaiknya, kalian panggil Dokter kemari sekarang juga untuk memeriksa keadaan Letta." Kledson memberi perintah kepada para pelayan.
Letta segera dibawa masuk ke dalam kamar dan tubuhnya dibaringkan di atas tempat tidur. Tidak butuh waktu lama bagi Dokter datang ke mansion. Sang Dokter melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap tubuh Letta. Sedangkan Caerina menunggu kabar di luar kamar.
"Ayah, bagaimana kau tahu kalau Letta diculik oleh Count Delmo?" tanya Caerina.
"Aku rasa tidak ada orang yang lebih berani kepada kita selain Count Delmo. Rencana busuknya sangat mudah terbaca oleh kepala."
Caerina menghela napas lesu. Ekspresi wajahnya tertekuk karena ia merasa bersalah tentang apa yang terjadi kepada Letta. Akan tetapi, saat ini Caerina tidak punya pilihan lain selain menunggu dan membuat rencana untuk membunuh Count Delmo tanpa harus mengotori tangannya.
"Tuan, Nyonya, bisakah kita bicara sebentar?" Sang Dokter keluar dari kamar.
Mimik muka Dokter tersebut terlihat sangat serius. Caerina juga ikut mendengarkan apa yang hendak dijelaskan sang Dokter.
"Sepertinya Letta dilecehkan secara habis-habisan. Terdapat beberapa luka serius di organ vitalnya dan juga luka bekas penyiksaan di sekujur badan. Dia sangat beruntung bisa bertahan di kondisi layaknya demikian."
Mereka tidak habis pikir sama sekali. Letta melalui waktu yang sulit selama beberapa jam sebelumnya. Caerina terlihat marah besar sekaligus syok di waktu bersamaan.
"Dia dilecehkan? Oh Dewa, kenapa kau memberi cobaan yang sangat berat untuk gadis polos seperti Letta?" Sara nyaris pingsan mendengar penjelasan Dokter tersebut.
Letta sudah seperti keluarga bagi Caerina dan orang tuanya. Dahulu orang tua Letta juga bekerja di kediaman ini, tetapi mereka pada akhirnya meninggal karena kecelakaan kereta kuda. Maka dari itu, Letta hanya punya mereka untuk bertahan hidup.
"Manusia bejad itu ... aku takkan membiarkan mereka lolos begitu saja," gumam Caerina.
Kemudian sang Dokter memberi beberapa jenis obat untuk diberikan kepada Letta nanti apabila dia sudah siuman.
'Saat ini bukan luka di tubuhnya yang terpenting, tetapi bagamana mental Letta akan menghadapi kenyataan ini? Dia akan dibayangi ketakutan seumur hidup. Aku tidak mau terjadi apa-apa kepada Letta. Apa yang harus aku lakukan ketika dia bangun nanti?'
Caerina menatap sendu ke arah wajah Letta yang masih lelap dalam ketidaksadaran. Sesudah itu, Caerina keluar dari luar ruangan dan membiarkan Letta beristirahat sendirian.
Tidak hanya dia yang pusing memikirkan keadaan Letta, tetapi Sara dan Kledson juga berpikir hal yang sama seperti Caerina.
"Nona, apakah pelayan bernama Letta itu benar-benar penting bagi Anda?" Sesosok roh remaja laki-laki bertanya padanya.
"Ya, dia adalah pelayan yang baik dan pandai dalam mengurusku. Letta sudah seperti saudara bagiku. Jika saja tadi aku mengajaknya pergi ke kediaman Grand Duke Nedilius pasti hal ini takkan pernah terjadi," tutur Caerina bernada sesak.
"Tidak ada gunanya Anda menyesal. Sekarang Anda harus memikirkan cara memulihkan kesehatan batin pelayan itu. Luka hati akibat pelecehan takkan pernah hilang seumur hidup."
Langkah Caerina terjeda. Terlintas suatu ide di kepalanya tatkala melihat para roh yang beterbangan di sekitar.
"Bisakah kalian membantuku?" tanya Caerina.
"Bantuan seperti apa yang Anda inginkan, Nona?"
Sorot mata Caerina berubah tajam dan dingin. Sepintas aura membunuh yang sangat kuat meliputi manik emeraldnya.
"Pergilah ke kediaman Count Delmo. Lihat apa yang terjadi di sana lalu laporkan kepadaku jika kalian melihat adanya sesuatu yang janggal. Aku ingin dia terperangkap dalam jebakannya sendiri."
Para roh saling bertukar pandang.
"Serahkan kepada kami, Nona. Kami pasti akan membantu Anda memberi pelajaran ke manusia sialan itu."
Mereka langsung pergi seusai menerima perintah dari Caerina. Bagi para roh yang bisa terbang di udara, mereka bisa lebih cepat tiba di kediaman Count Delmo. Situasi di kediaman tersebut terlihat sangat buruk.
Para kesatria yang mengonsumsi alkohol secara berlebihan serta para pelayan yang seenaknya saja melakukan apa pun itu. Mereka diberi kebebasan oleh pemilik mansion asalkan mereka bisa melakukan tugas dengan baik.
Di sana juga tampak beberapa orang bangsawan keluar masuk dari mansion. Hal tersebut mengundang rasa penasaran para roh. Mereka buru-buru menyelinap ke dalam untuk memastikan langsung apa yang mereka perbuat di mansion itu.
"Hei, lihat di sana! Ada seorang perempuan dirantai leher dan kakinya!"
"Oh benar, dia sepertinya dipaksa melayani hasrat gila orang-orang itu."
"Lalu di sini! Mereka mengurung banyak wanita di tempat ini!"
Para roh terkejut bukan main. Mereka menemukan hal tidak terduga. Sebanyak dua puluh orang wanita muda dikurung dan dirantai di sebuah kurungan besi. Mereka dipaksa terus menerus melayani naf*u para bangsawan. Tentu saja para bangsawan itu harus membayar sesuai tarif kepada Count Delmo.
"Sangat menjijikkan! Kita harus melaporkan segera masalah ini kepada Nona. Mereka harus dihukum, jika tidak maka akan ada lebih banyak korban lagi."