Anisha adalah seorang gadis Sholehah yang cantik dan baik hati semenjak kematian kedua orang tuanya Anisha menjadi orang tua tunggal untuk adik semata wayang yang bernama adeliya.sampai akhirnya Anisha bertemu dengan seorang ibu yang sangat baik dan menganggap Anisha anaknya sendiri,tanpa disadari Anisha kalo ibu itu ternyata mempunyai maksud lain dari rasa sayangnya terhadap Anisha.
apakah Anisha mengetahui maksud ibu tersebut?
yuk langsung kepoin novel ku yang pertama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sischa cintara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27
" hey...jangan dipandangi terus, " senggol Boby ke badan Andre.
Andre lalu menutupi keterkejutannya.
" mbak tetap yakin ngak mau melaporkan mereka...?" tanyanya lagi.
" iya mas, saya yakin mereka ngak akan mengulanginya lagi." kata Anisha
" makasih mbak, kami juga ngak akan
kumpul - kumpul di depan jalan yang menuju rumah mbak " kata bos preman itu.
" awas !! kalau kalian ulangi lagi, kalau ketahuan masih mengganggunya akan berurusan dengan kami, ingat itu !!" ancam Boby dengan preman - preman tersebut.
" iya bang " kata mereka bersamaan.
" jangan iya bang - iya bang aja, kali kalian masih mengganggu gadis ini lagi, atau keluarganya,gue gak akan segan - segan melaporkan kalian ke polisi.tapi sebelum ke polisi gue akan menghajar kalian terlebih dahulu," ancam Andre pada mereka.
" iya bang, boleh kah bang kami pergi sekarang..?" tanya salah satu dari preman itu.
" cepat pergi sana " sahut Boby mengusir mereka.
keempat preman itu pergi tunggang langgang meninggalkan Andre, Boby, dan Anisha.
" maaf mbak kalau boleh tau,mbak mau kemana dan dari mana. sampai diganggu preman - preman itu ...?" tanya Andre.
namun matanya sangat lekat memandang ke wajah Anisha.
Anisha terlihat salah tingkah di pandangi oleh Andre.
" saya pulang dari kerja mas" jawab Anisha.
" subhanallah ...cantiknya" kata Boby keras karena baru sadar, kalau gadis di hadapannya cantik.
Anisha tersipu malu, wajahnya merona merah kaya kepiting rebus .
Andre mendengar perkataan Boby, spontan menutup mulut Boby.
" Apaan sih Ndre,emang benar cantik kok" ujarnya sambil melepas kan tangan Andre dari mulutnya.
"Terimakasih ya mas, sudah mau menolong
saya" kata Anisha sambil menangkupkan tangannya di dada tanda permohonan terimakasih pada mereka berdua.
Anisha lalu membalik kan badan nya berjalan menuju arah motornya.
" Eh....mbak, kita belum kenalan " kata Boby pada Anisha.
" saya Anisha mas.." ujar Anisha.
kemudian Boby dan Andre menghampiri Anisha.
" saya Boby, dan ini teman saya Andre." sambil mengulurkan tangan nya.
namun Anisha langsung menangkupkan tangannya ke dadanya, tanda permohonan perkenalan.
karena Boby maupun Andre bukan pasangan Anisha dan mereka berbeda jenis.
melihat itu semua Andre tersenyum,dan sadar kalau mereka bukan pasangan dan berbeda jenis lagi,karena Andre melihat Anisha tidak seperti wanita yang lainnya.
" oh ya..mbak, boleh kami antar biar aman " tawar Andre.
" saya bawa motor mas" katanya.
" tapi mana motor nya mbak..?" tanya Andre.
" di ujung jalan sana" jawab Anisha.
" ayo saya antar ke motor nya mbak, tolong jangan menolak " ujar Andre mensejajari langkah Anisha.
" oh iya mas, terimakasih" kata Anisha sambil berjalan beriringan dengan andre.
sebelumnya Andre memberi kode agar Boby membawa mobilnya mengikuti Andre dan Anisha.
sampai di ujung jalan,ternyata preman preman kampung yang banyak tadi,sudah ngak ada lagi.
Dan motor Anisha masih ada,dan masih lengkap dengan helm dan kuncinya, dan di parkir sangat rapi di pinggir jalan.
" ini motornya mbak..?" tanya Andre.
" iya mas, ini motor saya" jawab Anisha.
" ya udah kalau gitu, silahkan mbak make motornya,biar saya dan teman saya mengantar mbak sampai rumah."kata Andre.
" iya mas, makasih." ujar Anisha sambil menjalankan motornya menuju rumahnya.
mereka kemudian berlalu dari ujung jalan menuju rumah Anisha.
sesampainya di depan rumah Anisha,mereka berhenti.
Andre dan Boby keluar dari mobilnya.
" sekali lagi terimakasih mas, udah nganterin " kata Anisha.
" iya mbak sama - sama " kata Andre.
" ini rumah nya ya mbak...?" tanya Boby.
"iya.." jawab Anisha.
"tapi maaf ya mas, saya ngak bisa ngajak mas berdua mampir karena udah malem" kata Anisha pada mereka berdua.
" iya ngak papa" lanjut Andre.
" kapan - kapan bisa dong kami mampir..?" tanya Boby.
"boleh aja, dengan senang hati " jawab Anisha sambil tersenyum.
" sekali lagi terimakasih banyak ya mas Boby dan mas Andre atas bantuannya dan di anterin lagi sampai rumah." kata Anisha.
" sama - sama " kata keduanya.
" assalamu'alaikum " ucap Anisha.
" waalaikumsallam" jawab keduanya.
kemudian Anisha berjalan masuk kerumahnya dan Andre terus memandangi Anisha sampai hilang dari pandangannya.
namun Andre terus memandangi ke arah dimana Anisha sudah tidak terlihat lagi.