NovelToon NovelToon
Innallaha Ma'Ana (Sesungguhnya Allah Bersama Kita)

Innallaha Ma'Ana (Sesungguhnya Allah Bersama Kita)

Status: tamat
Genre:Janda / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Single Mom / Chicklit / Tamat
Popularitas:567.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Santi Suki

Rinjani seorang janda kembang dengan 3 anak yang masih kecil. Utang dalam jumlah banyak, rumah yang hampir roboh, dan biaya sekolah kedua anaknya, membuat Rinjani harus banting tulang menjadi buruh serabutan, mencuci dan menyetrika, karena dia tidak punya ijazah untuk melamar pekerjaan. Dibantu oleh anak sulung yang berusia 9 tahun, mereka juga jualan keripik keliling.

Seakan nasib buruk tidak mau jauh darinya, anak bungsunya pun mengidap penyakit leukemia, yang mengharuskan dia melakukan pengobatan rutin. Selain harus menanggung beban membayar hutang, Rinjani juga harus bisa menjaga kehormatannya karena banyak sekali laki-laki yang berusaha untuk menggodanya.

Ditengah-tengah kesulitan keluarga Rinjani ada sosok misterius yang selalu menolong dia dan keluarganya. Siapakah orang misterius itu? Kenapa dia selalu menolong Rinjani? Siapa sebenarnya Rinjani?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27. Keluarga Rinjani

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.

***

Bab 27

Beberapa waktu pun berlalu, kini Rinjani juga sudah terbebas dari tuduhan dan sudah tidak wajib lapor lagi ke kantor polisi. Dia ingin menemui kakeknya bersama ketiga anaknya. Kebetulan besok adalah hari Minggu dan anak-anak libur sekolah sampai hari Senin, karena tanggal merah.

"Kak … Bang, ibu mau bicara sama kalian," kata Rinjani kepada kedua anaknya yang sedang bermain monopoli di teras depan rumah.

"Baik, Bu," balas keduanya dan bergegas membereskan mainan mereka.

Ruang keluarga yang hanya ada karpet dengan dasbor televisi yang kosong, karena dulu semua peralatan elektronik di sana sudah dijual untuk membayar utang. Kini keempat penghuni rumah itu berkumpul.

"Sebenarnya ibu masih punya keluarga di ibu kota dan berencana untuk mengunjunginya besok. Ibu harap kalian juga mau ikut dan kita akan menginap semalam di sana," ucap Rinjani.

Dulu Rinjani belum bisa menceritakan semua tentang siapa dia kepada anak-anaknya. Wanita itu tidak mau memberi kesan buruk Kakek Atmaja kepada ketiga anaknya. Sifat Kakek Atmaja yang selalu overprotektif dan terkesan arogan juga menjadi pertimbangan. Namun, kini dia sudah yakin dan siap akan memberi tahu apa yang sebenarnya terjadi pada mereka dahulu. 

Baik Aqilah maupun Azzam sangat terkejut saat tahu masih punya saudara. Lalu, kenapa mereka tidak pernah tahu? Kenapa ibu dan ayahnya tidak pernah mengajak mereka bertemu? Dalam otak mereka tiba-tiba saja muncul banyak sekali pertanyaan.

"Siapa keluarga ibu yang tinggal di ibu kota?" tanya Aqilah akhirnya karena penasaran.

"Kakek ibu … buyut kalian. Namanya Haris Atmaja," jawab Rinjani.

Kedua anak Rinjani itu terkejut karena keluarga yang di maksud ternyata orang yang sudah sangat tua. Rinjani melihat ekspresi wajah kedua putra dan putrinya yang penasaran dan terlihat ingin tahu pun akhirnya menceritakan tentang kisah hidupnya.

Rinjani yang terlahir dari keluarga berada dan kedua orang tuanya yang meninggal sejak kecil, sehingga dia dibesarkan oleh kakek dan neneknya. Bagaimana dia tumbuh dengan dibesarkan oleh sang kakek setelah sepeninggalan neneknya. Sampai dia bertemu dengan Dewa, lelaki yatim piatu yang langsung mencuri hatinya sejak pertemuan pertama mereka.

Kakek Atmaja yang biasanya memanjakan Rinjani dan mengabulkan semua permintaan atau keinginannya, tetapi menjadi keras kepala saat dia bilang mencintai pegawai biasa di perusahaan PT. ATMAJA dan secara mendadak malah akan menjodohkan dengan anak rekan bisnisnya. Cinta yang sudah membuatnya buta membuat wanita itu nekad kabur dan meminta pamannya yang kebetulan baru datang dari luar negeri untuk menikahkan dirinya dengan Dewa.

Rinjani tidak menceritakan bagaimana dulu kakeknya menghina Dewa habis-habisan sampai dirinya yang marah kepada sang kakek. Sampai pemecatan dari kantor dengan cara tidak hormat hanya karena mencintai dirinya.

"Apa paman ibu itu juga masih hidup?" tanya Azzam.

"Iya, tapi beliau tinggal di Australia bersama keluarganya. Karena dia menikah dengan wanita sana. Sebenarnya, Paman Agung juga ditentang pernikahannya oleh kakek, dahulu. Makanya dia juga tinggal di sana," balas Rinjani.

Aqilah mengerutkan keningnya, dia berpikir kalau keluarga ibunya semua pada kabur dari Kakek Atmaja, berarti lelaki tua itu galak dan membuat keluarganya merasa tidak suka. Ini memberikan poin negatif padanya. 

Bukan hanya Aqilah saja yang berpikir seperti itu, Azzam juga memikirkan hal yang sama. Padahal mereka belum pernah bertemu, tetapi sudah memberikan kesan kurang menyenangkan.

Rinjani melihat guratan ekspresi wajah kedua anaknya yang kurang memberikan respon baik pada kakeknya. Dia tidak mau kalau nanti kedua anak menunjukan sikap tidak suka.

"Kakak dan Abang tidak boleh memberikan nilai buruk kepada Kakek Atmaja. Mungkin saja dulu, beliau berbuat begitu karena ingin memberikan yang terbaik untuk anak dan cucunya. Meski caranya kurang tepat dan malah membuat ibu memilih pergi. Tetapi, pada dasarnya Kakek Atmaja itu orangnya baik dan penyayang. Dia juga selalu menanyakan kalian jika sedang bicara dengan ibu. Bahkan selalu menyuruh ibu agar secepatnya datang ke ibu kota," jelas Rinjani.

Kakek Atmaja sebenarnya sudah mengirimkan orang suruhannya untuk menjemput Rinjani dan anak-anaknya. Namun, wanita itu menolak karena waktunya kurang tepat. 

"Ibu rencananya besok mau pergi ke ibu kota dan berharap kalian mau ikut juga. Agar kalian saling mengenal satu sama lain dengan Kakek Atmaja," ujar Rinjani dan disetujui oleh kedua anak itu meski berat hati.

Dalam hati Rinjani berharap kakeknya juga bisa menerima anak-anak dia bersama Dewa. Terutama Azzam, dia memiliki rupa yang sama dengan ayahnya itu. perbedaan dengan Attar yang wajahnya perpaduan dirinya dengan Dewa, meski wajah Dewa masih mendominasi pada Attar.

***

Apakah pertemuan antara Kakek Atmaja dengan keluarga Rinjani berjalan dengan baik? Bagaimana reaksi dia saat pertama kali melihat Azzam yang memiliki rupa yang sama dengan Dewa? Tunggu kelanjutannya, ya!

Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Apalagi sudah tamat, bisa baca secara maraton. Bisa dibilang karakter ibunya kebalikan dari Rinjani. Cus meluncur ke novelnya yang belum pernah baca.

Pelangi adalah putri kedua dari pasangan Awan dan Senja. Meski begitu, dia sering mendapatkan perlakuan yang berbeda dibandingkan dengan kedua saudara yang lainnya, yaitu Embun dan Lembayung. Baik itu dalam perhatian, kasih sayang, dan kebutuhan materi lainnya.

Pelangi selalu diberikan tugas harian layaknya pembantu. Dia juga harus selalu mengalah dalam segala hal pada kedua saudaranya, terutama kepada Embun.

Setelah Pelangi menginjak usia dewasa ada keluarga yang hendak melamarnya. Namun, Embun jatuh cinta pada laki-laki itu. Senja meminta Pelangi untuk mengalah dan memberikan laki-laki itu kepada kakaknya.

Akankah Pelangi terus menuruti keinginan ibunya, untuk selalu mengalah pada kedua saudaranya?

Kenapa Senja memperlakukan Pelangi seperti ini?

1
ceuceu
rinjani tidur apa pingsan sampe ga bangun saat ciuman,hadeuh
ceuceu
sedih bayangin anak" nyari bantuan buat bebasin ibunya/Sob/
ceuceu
gimana rinjani mau nerima dirga orang yg ga punya nurani,rinjain sedang berduka diminta bayar kerusakan mobil yg ga di sengaja dewa
ceuceu
Ya Allah kasihan bgt uang tabungan abis buat mobil ferari,yg punya mobil ga liat orang lg berduka,moga ke azab tuh orang bikin anak yatim kelaparan
ceuceu
baru bab 1 bikin kesel sm orang" yg ga punya nurani.
ayu cantik
suka
Lina Suwanti
lalu ada hubungan apa yaa Bagaskara dgn Dewa?
Lina Suwanti
loh kenapa minta ganti rugi sm Rinjani bukan ke PO busnya?lagian kenapa para keluarga korban ga mau sabar nunggu uang santunan dr Jasa Raharja di sini Dewa jg jd korban n bukan dia penyebab kecelakaan itu terjadi
Endang Sulistia
keren
Endang Sulistia
keren si Attar 🤪🤪🤪
Endang Sulistia
bisa aja Lo gas...
Endang Sulistia
dewa suami yg baik..
Endang Sulistia
mantap bang...
Endang Sulistia
kampret...
Endang Sulistia
wah...korslet si ibu..
Endang Sulistia
😭😭😭
kurnia rahayu
♥️♥️♥️👍👍👍🙏🙏🙏
ika
pepet terussss....
kasih perhatian yg lbh
ika
pindahin Rinjani ke kamar ya?
ika
siapa Bagaskara?
ada hubungan apa dgn dewa?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!