NovelToon NovelToon
I LOVE YOU, BULE

I LOVE YOU, BULE

Status: tamat
Genre:CEO / Romansa / Diam-Diam Cinta / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:645k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nona Fi

Sosok gadis manja dan ceria berubah menjadi gadis yang bersikap sangat dingin saat ayah yang begitu dia sayangi menyakiti hati ibunda tercinta. Ara menjadi gadis yang dewasa, bertanggung jawab pada keluarga dan sangat menyayangi keluarganya. Itu sebabnya Ara berusaha melakukan apapun untuk membahagiakan ibu dan kedua adiknya, termasuk menjadi wanita simpanan dari seorang bule tajir.

Seorang Bule yang Ara sendiri tidak tahu siapa namanya, karena yang Ara tahu hanya nama panggilan pria itu, yaitu Al.
"Jangan tanya namaku! Dan jangan mencoba mencari tahu siapa aku! Hubungan antara kita hanya sebatas ranjang, selebihnya aku tidak mengenalmu dan kau tidak mengenalku."

Ucapan bule tajir itu saat dulu membuat kesepakatan dengan Ara, menjadi hal yang selalu Ara ingat untuk membentengi hatinya.

Bagaimana kelanjutan kisah Ara?
Masukan buku ini ke rak baca kalian, ikuti ceritanya dan dukung selalu authornya. Terima kasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Fi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bule 27

Ara tercengang, mulutnya terbuka dengan mata melotot kaget. Apa-apan lelaki itu? Bukankah mereka baru saja bertengkar tadi pagi? Kenapa sekarang sudah memintanya untuk pergi bersama? Apakah dia benar-benar tidak waras?

Dia mengubah pikiran gilanya pada pria bule itu. Lalu berdehem dan menarik tangannya untuk bersikap jual mahal. Ara mengalihkan pandangan saat dia menjawab, "Aku tidak mau."

"Bukankah ini hal yang selalu kamu dambakan, Ara?" tanya Al, seolah berusaha membujuk wanitanya itu.

Dahi Ara berkerut dalam. "Apakah ini jalan keluar atas pertengkaran kita tadi?" tanyanya masih dengan nada tidak senang.

"Oh, Ara. Jangan bahas hal itu lagi. Itu semua tidak akan terjadi, jika kamu mematuhiku. Aku--"

"Aku mematuhimu, Al!" bentak Ara menyela ucapan Al. Dia menoleh dan menatap pria itu dengan lekat. "Sudah kubilang itu hanya kesalahpahaman. Kamu menempatkanku di posisi yang salah tanpa membiarkan aku untuk menjelaskan!"

Melihat Ara mulai kembali menangis, membuat Al mendesah kasar. Dia menarik wanita itu ke dalam pelukan. Meskipun Ara terlihat berontak tapi Al sama sekali tak berkeinginan untuk melepaskan.

"Maafkan aku, Ara!" Akhirnya, dia menurunkan sedikit harga dirinya untuk wanita itu. Al mengucapkan permintaan maaf, meskipun nada suaranya begitu datar seolah tak menunjukkan penyesalan sama sekali. Benar-benar datar, seperti ekspresi wajahnya sekarang.

"Kamu jahat, Al!" lirih Ara dengan tubuh bergetar karena tangis. Dia bahkan memukuli dada pria itu meskipun hanya pelan tanpa tenaga.

"Iya, Sayang. Maafkan aku, aku hanya terlalu kesal melihat wanitaku bersama lelaki lain. Apa kamu tahu aku tidak suka sesuatu yang menjadi milikku di sentuh orang lain. Aku bahkan membatalkan pekerjaanku untuk menemuimu lagi. Aku begitu gila melihat milikku berdekatan dengan lelaki selain aku." Al berkata panjang lebar untuk menjelaskan perasaannya.

Ada kehangatan yang merambat di dada Ara mendengar kecemburuan Al seperti itu. Tapi tetap saja, dia merasa sakit saat mengingat Al juga menganggapnya seperti barang, terlebih lagi tadi menamparnya. Sekian lama berhubungan, baru pertama kali Al main tangan padanya. Itu semua memberi luka berlipat untuk Ara.

"Lain kali aku akan mendengarkan penjelasanmu dulu. Sekarang maafkan aku, oke?" Al kembali berbicara, kini mendorong pundak Ara sedikit untuk melepaskan pelukan. Dia menatap wanita itu lekat dengan dahi yang berkerut dalam.

Ara masih terisak. Dia sampai mengusap ingusnya dengan bajunya sendiri. Meskipun begitu dia senang, karena Al tak menunjukkan sikap jijik sama sekali dengan kelakuannya. Wanita itu mulai tersenyum, meskipun hanya sedikit. Ingat kamu masih membutuhkan dia, Ara. Bertahanlah sebentar lagi. Batin Ara.

"Baiklah, kamu memaksa, dan aku akan menerimanya. Tapi jangan ulangi lagi, aku tidak mau kamu kasar padaku," sahut Ara menjawab dengan suara masih gemetar.

Al mengangguk dan tersenyum, menangkup kedua pipi Ara dan memberikan ciuman. "Jadi, kamu mau menerima tawaranku?" tanyanya kembali.

"Tawaran apa?" Kini gantian Ara yang terlihat bingung.

"Tawaran untuk berlibur bersamaku, apa kamu lupa dengan yang kuucapkan tadi?" tanya Al, menyentil pelan kening Ara.

Hal ini membuat Ara teringat kembali, dan dia sangat antusias dengan tawaran tersebut. "Kamu serius?" tanyanya.

"Aku tidak pernah bercanda. Kamu mau liburan bersamaku?" ucap Al.

"Tentu saja, memangnya kita mau ke mana?" tanya Ara penasaran.

"Ke villa di pulau pribadi milikku. Hanya ada kamu dan juga aku," balas Al memberikan senyuman.

Ara tak kaget dengan hal itu, dia tahu Al tak mungkin mengajaknya ke tempat yang ramai. Meskipun rasa sepi menerpa bayangannya, dia tetap mengacuhkan hal tersebut. Karena baginya, waktu bersama Al itulah yang terpenting.

"Baiklah, aku setuju tapi dengan satu set perhiasan keluaran terbaru," kata Ara menjawab dengan sebuah tawaran. Semua yang Ara minta bukanlah keinginannya karena gila penampilan, tapi semua Ara minta sebagai modal tabungannya dimasa depan.

"Apapun yang kamu mau, Sayang," kata Al tak mempermasalahkan hal tersebut. Dia tak peduli dengan nominal, karena hanya kehangatan Ara yang dia butuhkan.

Al menarik Ara ke pangkuannya. Kini dia kembali memeluk wanita itu. Al bahkan tak segan untuk memberikan bibirnya. Dia menarik tengkuk Ara untuk memperdalam ciuman tersebut.

Lama-lama Ara terlena. Dia membalas ciuman itu dengan intim. Dalam hatinya dia mengutuk dirinya sendiri yang plin-plan dan mudah luluh pada Al.

Mereka bermain bibir ada dengan ganas, semakin memberikan sentuhan satu sama lain dengan intim. Sampai saat mereka hampir melangkah ke hal yang lebih serius, telepon di dekat mereka berdering dengan nyaring.

Al mendesah saat ciuman itu terlepas. Dia mengacak-acak rambutnya kasar sebelum beranjak berdiri untuk mengambil teleponnya. 

Ara yang melihat Al seperti pria frustasi hanya terkekeh sambil menggelengkan kepalanya pelan. Wanita itu membiarkan Al menerima telepon, dia sendiri kembali beranjak menuju kamar.

Saat Ara ingin masuk ke kamar mandi, dia mendengar teleponnya berdering. Dengan cepat dia mengambil benda tersebut di tas yang tergeletak di lantai. Tepat ketika Ara ingin mengangkatnya, panggilan itu mati begitu saja.

Cepat-cepat Ara memeriksanya. Tapi betapa terkejutnya dia saat mendapati puluhan panggilan tak terjawab dari sang ibu. 

Apa yang harus aku katakan?

1
Muhamad Nur
WTO
Linda Liddia
Ada resikonya ara & kamu harus siap menghadapi resikonya siapin mental utk menghadapi keluarganya si Al
Linda Liddia
iiiggghhh kenapa si lo kepo bgt sm kehidupan ara parah amad lo sherly secara ara aja gak kepo sm kehidupan lo
1n4
up part 2
JR Rhna
sedikit sekali dialog/perbualan
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱: Halo kak baca juga d novel ku 𝘼𝙙𝙯𝙖𝙙𝙞𝙣𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙜𝙪𝙨 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙨𝙞𝙖 atau klik akun profil ku ya. trmksh🙏
total 1 replies
💗 AR Althafunisa 💗
Bagus ceritanya 👍
💗 AR Althafunisa 💗
Awalan yang bagus dan menyesakkan 😬
Tendri Aastendri
lanjut
Ids Manurung
terlalu berbelit-belit ceritany thor dan diulang2
Airen Tan
sepertinya mafia seh secara dia ngg mau di lihat orang lain kebersamaannya dengan ara takur du ketahui musuh dan bisa mencelakai ara
Tira Aneri
suukaa
Muna Junaidi
Hadirr thor
Evy
Astaga Ara... cinta boleh saja...tapi jangan bodoh gitu.seharusnya diakhiri saja hubungan itu..yang ada hanya rasa sakit yang kau rasakan..jika benar2 Al cinta kamu.suatu saat jika kau menghilang dia pasti akan mencari mu..
Evy
Apa tidak jenuh menjalani kehidupan yang penuh dengan gelimang dosa... walaupun cinta tapi setidaknya gunakan akal sehat mu Ara...harta didapat tapi tak punya harga diri...
Evy
Ini sudah tindakan kriminal...bisa dilaporkan ke polisi.. semoga polisinya juga tidak disogok...
Evy
Begitu takut dan khawatir jika sampai ada yang melihat dirinya...apakah Al anak seorang presiden di negaranya atau pimpinan Mafiakah...
Evy
jika punya sifat iri dengki... tanpa disadari itu menyakiti diri sendiri...
Evy
walaupun tidak mencintai ibunya tapi setidaknya anak anak kandungnya tidak ditelantarkan...
Yani Kustiti
Luar biasa
Sulis Tiana
kata gw sih kayanya mafia kalj iya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!