NovelToon NovelToon
Suami Super Cool Berseragam Loreng

Suami Super Cool Berseragam Loreng

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Menikahi tentara
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria Susanti Harahap

Sarif adalah lelaki yang diajukan sebagai calon suami Ratna dalam perjodohan keluarga, tetapi karena ia menolak, akhirnya dialihkan pada sepupunya Tara.

Gadis yang baru satu tahun lulus SMA itu menerima dengan suka cita sebab ia menghindari dikirim keluar kota untuk kuliah.

Tara: Jodoh itu misterius, dia yang tenang untuk aku yang darderdor

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19

Ratna memalingkan wajah.

"Hargailah Tara. Dia tidak pernah berbuat jahat kepadamu."

Ratna langsung membalas dengan nada tinggi. "Nenek ngebelain Tara terus!"

Ucapan itu membuat wajah Nenek berubah serius. "Bukan. Justru selama ini...karena aku terlalu sering membelamu. Itulah sebabnya kamu tumbuh menjadi anak yang sulit menerima kenyataan. Kamu terbiasa merasa harus didahulukan. Harus dimenangkan. Harus mendapatkan apa yang kamu inginkan. Padahal hidup tidak berjalan seperti itu."

Ratna mengepalkan tangannya. "Nek..."

Nenek melanjutkan dengan suara yang tegas. "Kamu marah kepada Tara. Padahal yang menolak perjodohan itu siapa?"

Ratna tidak menjawab. Ratna menggigit bibirnya.

"Yang merasa dirinya terlalu tinggi untuk seorang tentara siapa? Yang baru menyesal setelah tahu Sarif tampan, seorang dokter, dan perwira, siapa?"

Ratna mulai berkaca-kaca.

Nenek memandang putri sulungnya dan menantunya. "Ani. Aji."

"Iya, Bu..."

"Ajari lagi putri kalian. Dia bukan anak kecil lagi. Kalau terus memelihara iri hati seperti ini, yang paling menderita nanti adalah dirinya sendiri." Suasana menjadi semakin sunyi. Lalu Nenek mengucapkan kalimat yang membuat semua orang terdiam. "Sekarang aku semakin yakin...keputusanku menjodohkan Tara dengan Sarif adalah keputusan yang benar." Napas Ratna terasa tercekat. Nenek menatap cucunya itu dengan penuh makna. "Entah apa jadinya...kalau waktu itu yang menikah dengan Sarif adalah kamu."

Ratna spontan berseru. "Nenek!" Air matanya akhirnya jatuh. Ia berlari meninggalkan ruang makan tanpa sanggup mendengar kalimat berikutnya.

Semua orang hanya bisa saling berpandangan. Di sudut ruangan, Tara yang sejak tadi mendengar percakapan itu hanya menundukkan kepala. Tidak ada sedikit pun rasa senang melihat Ratna dimarahi. Dalam hati, ia justru berharap suatu hari nanti kakak sepupunya itu bisa benar-benar berdamai dengan dirinya sendiri, karena ia tahu, tidak ada hukuman yang lebih berat daripada hidup dengan hati yang terus dipenuhi rasa iri.

***

Usai seluruh rangkaian akad nikah, resepsi, serta acara ramah tamah bersama keluarga selesai, tibalah saatnya Tara dan Sarif menjalani waktu berdua sebagai pasangan suami istri. Sesuai kesepakatan yang telah dibicarakan sebelumnya oleh kedua keluarga, Sarif mengajak Tara berbulan madu selama beberapa hari sebelum kembali disibukkan dengan rutinitas kedinasan. Tujuannya sederhana, agar mereka memiliki kesempatan saling mengenal lebih dekat tanpa ramainya keluarga besar yang sejak awal selalu mengelilingi mereka.

Sejak duduk di dalam mobil, Tara masih belum berhenti bertanya. "Bang, kita sebenarnya mau ke mana?"

Sarif hanya tersenyum tipis. "Nanti juga tahu."

Tara mengembuskan napas panjang.."Ih... rahasia terus.".Sepanjang perjalanan, Tara beberapa kali mencoba menebak tujuan mereka. Mulai dari rumah dinas, vila, sampai rumah nenek Sarif. Semua tebakannya selalu dijawab dengan gelengan kepala oleh suaminya.

Hingga akhirnya mobil berhenti di depan sebuah hotel berbintang lima yang berdiri megah. Tara mendongak perlahan. Matanya membulat. Mulutnya sedikit terbuka. Ia membaca nama hotel itu berkali-kali untuk memastikan dirinya tidak salah lihat. "Bang..."

"Iya?"

"Kita salah masuk, ya?"

Sarif mengernyit.."Kenapa?"

"Ini hotel bintang lima."

"Iya." Sarif tertawa kecil. "Kita menginap di sini."

Tara spontan menoleh cepat. "Hah?! Serius?"

Sarif mengangguk tenang. "Iya."

Beberapa detik Tara hanya berdiri mematung. Dalam hidupnya, ia bahkan belum pernah membayangkan bisa menginap di hotel semewah itu. Selama membantu ibunya mengantar katering, ia hanya pernah melihat bangunan-bangunan seperti itu dari luar. Kini... Ia justru akan menjadi tamunya.

Begitu memasuki lobi, Tara kembali dibuat terpukau. Lampu kristal menggantung megah di langit-langit, lantai marmer mengilap memantulkan cahaya, sementara para petugas hotel menyambut dengan ramah.

Saat memasuki kamar, Tara kembali terdiam. Tempat tidur besar, jendela kaca dengan pemandangan kota, ruang duduk yang nyaman, hingga kamar mandi yang hampir sebesar kamarnya di rumah membuatnya hanya bisa beristighfar pelan. "Masya Allah..." Ia berjalan mengelilingi kamar seperti anak kecil yang sedang masuk wahana baru.

Melihat istrinya begitu antusias dengan hal-hal sederhana membuat hatinya terasa hangat.

Tara lalu berdiri di depan jendela sambil memandang pemandangan di luar. "Terima kasih ya, Bang."

"Untuk apa?"

"Sudah ngajak aku ke sini."

Sarif menghampirinya. "Saya hanya ingin kita punya waktu untuk memulai kehidupan baru dengan tenang."

Tara tersenyum. Ia sadar, kebahagiaannya hari itu bukan semata karena menginap di hotel mewah. Melainkan karena kini ia berdiri berdampingan dengan lelaki yang telah Allah pilih menjadi imamnya.

Bagi Tara, kamar semewah apa pun tidak akan terasa berarti tanpa orang yang tepat di sisinya. Dan hari itu, ia merasa menjadi perempuan yang sangat beruntung karena bisa memulai babak baru kehidupannya bersama Sarif, pria berseragam loreng yang dulu datang sebagai hasil sebuah perjodohan, tetapi kini telah menjadi cinta yang tumbuh dengan begitu tulus.

Begitu pintu kamar hotel tertutup, suasana yang sejak tadi ramai mendadak berubah sunyi. Tara yang sedari tadi begitu antusias melihat-lihat isi kamar, perlahan mulai sadar. Sekarang... Tidak ada lagi Nenek Bani. Tidak ada Bu Nina. Tidak ada Akmal yang suka usil. Tidak ada tamu. Tidak ada keluarga. Yang ada hanya dirinya...dan Sarif.

Tara yang semula sibuk membuka tirai jendela perlahan menoleh ke arah suaminya.

Sarif sedang meletakkan koper dengan tenang, sama sekali tidak terlihat canggung. Sebaliknya, Tara justru mulai salah tingkah.

"Ya Allah...Ini kan malam pertama..." Tanpa sadar ia mundur selangkah. Lalu selangkah lagi. Sampai akhirnya punggungnya menempel ke dinding.

Sarif yang melihat tingkah istrinya mengernyit. "Kenapa?"

Tara menggeleng cepat. "Nggak... nggak kenapa-kenapa."

"Yakin?"

"Iya." Namun wajahnya sudah memerah sampai ke telinga.

Sarif mendekat beberapa langkah.

Tara langsung menelan ludah. "Aduh...Jangan-jangan sekarang...Aku diterkam..." Semakin Sarif mendekat, semakin cepat pula jantung Tara berdetak. Sampai akhirnya... Sarif melewatinya begitu saja.

Tara berkedip. "Hah?"

Ternyata Sarif hanya mengambil remote AC yang berada di meja dekat dinding. Ia lalu menyalakan pendingin ruangan sambil berkata santai, "Kamarnya agak hangat."

Tara langsung memejamkan mata karena malu pada pikirannya sendiri. "Ya Allah...Aku ini mikir apa, sih?"

Sarif menoleh dan baru menyadari ekspresi istrinya. "Kamu kenapa?"

Tara buru-buru menggeleng. "Nggak."

"Kelihatannya gugup."

"Hehe... sedikit."

Sarif tersenyum tipis, lalu menjaga jarak agar Tara lebih nyaman. "Kamu tidak perlu takut. Saya tahu ini semua juga hal yang baru buat kita."

Kalimat sederhana itu membuat Tara perlahan mengangkat wajah.

"Rumah tangga bukan tentang tergesa-gesa. Kita punya waktu seumur hidup untuk saling mengenal."

Mendengar itu, seluruh rasa tegang Tara perlahan menghilang. Ia tertawa kecil sambil mengusap dadanya. "Syukurlah."

Sarif mengangkat alis. "Syukurlah apa?"

Tara nyengir malu. "Kirain..." Tara menutup wajahnya dengan kedua tangan. "Nggak jadi deh."

Sarif tersenyum geli. "Sudah terlanjur. Aku sudah bisa membaca pikiranmu!"

1
Inde Hara
Inde Hara
InshaAllah ✓
Inde Hara
🤣🤣🤣🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!