NovelToon NovelToon
Bukan Rahim Bayaran

Bukan Rahim Bayaran

Status: tamat
Genre:CEO / Poligami / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:355.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Linda manik

Mendapatkan kasih sayang yang cukup dari kedua orang tua angkatnya tidak lantas membuat Marissa tidak lepas dari beban pikiran. Wanita itu terlihat bahagia hidup bersama dengan kedua orang tua angkatnya.

Baru saja dirinya. Duduk di bangku Kelas XII di sebuah sekolah swasta ternama di kotanya. Marissa menemukan dirinya sedang hamil satu bulan. Dia tidak mengetahui siapa yang menjadi Ayah dari janin yang dikandung bahkan dirinya merasa tidak pernah melakukan perbuatan dosa hina itu.

Jadi siapakah yang tega menghamili Marissa yang terkenal baik dan murah hati di sekolahnya itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda manik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukti

Hamil. Satu kata yang sangat dinantikan oleh para wanita pejuang garis dua. Kata yang indah dimana kehidupan baru terbentuk. Bagi sebagian wanita terutama wanita yang bersuami, hamil adalah suatu berkat. Tapi tidak bagi Marissa. Walau dirinya sudah menjadi istri kedua. Kehamilan itu tetap sesuatu hal yang tidak dia inginkan.

Dan seiring berjalannya waktu. Perlahan, Marissa bisa menerima takdir hidupnya. Seperti keinginan Arjuna dan Nisa. Dia akan merawat dan melahirkan janin itu dengan selamat. Tidak ada pilihan bagi Marissa. Dia sudah terkurung di paviliun itu. Sudah hampir dua minggu dirinya hanya berada di sekitar paviliun dan taman bunga. Bahkan untuk menginjakkan kakinya ke rumah utama. Marissa tidak pernah. Dia benar benar hidup terisolasi bagaikan orang yang menderita penyakit menular.

Selama dua minggu itu, Arjuna dan Nisa juga tidak pernah berkunjung ke paviliun. Mereka hanya mengetahui keadaan Marissa dari ibu Nilam yang dipercaya untuk mengurus semua kebutuhan Marissa. Sedangkan kakek Heri dan nenek Rosa juga tidak pernah berkunjung ke paviliun itu. Mereka saat ini sedang mengunjungi kerabat yang sedang berduka dan belum bisa dipastikan kapan kembali. Mungkin karena itulah, Arjuna tidak pernah ke paviliun Marissa karena tidak ada yang mendesak dirinya untuk itu.

Dan selama dua minggu itu juga, Marissa merasakan hatinya perlahan lahan menerima kehamilannya. Mungkin karena naluri keibunya sudah terbentuk sehingga Marissa tidak lagi menginginkan janin itu terlepas dari rahim sebelum tiba waktunya.

Seperti hari ini, Marissa menghibur dirinya sendiri dengan melihat aneka nunga bunga itu dari paviliunnya. Dia duduk di bangku kayu dengan buku tulis biasa dan pulpen di tangannya. Sambil menatap keindahan bunga bunga itu Marissa juga menuliskan apa yang dirasakannya saat ini.

Merasa bosan dengan kegiatan itu. Marissa kemudian berbaring di ranjang sempitnya. Dia mengambil sebuah majalah usang yang diterbitkan dua puluh tahun yang lalu. Majalah usang itu berada di paviliun itu karena nenek Rosa yang memerintahkan ibu Nilam untuk memindahkan ke paviliun itu. Nenek Rosa kasihan melihat Marissa yang tidak mempunyai hiburan. Marissa tidak mempunyai ponsel dan televisi juga tidak ada di paviliun itu. Nenek Rosa berpikir jika Marissa pasti bosan jika tidak mempunyai kegiatan. Dia sudah menyuruh Nisa untuk mengembalikan ponsel Marissa tapi wanita itu menolak. Dan benar saja, berkat majalah majalah usang itu. Marissa banyak mendapatkan pengetahuan dan juga terhindar dari rasa bosan. Selama dua minggu, kegiatan Marissa hanya membaca majalah, tidur dan menatap bunga bunga itu. Entah kapan dirinya bisa bertahan seperti itu.

Sementara itu. Arjuna dan Nisa terlihat semakin berbahagia. Demi memikat hati suaminya. Nisa melakukan banyak upaya supaya suaminya itu tidak berpaling dari dirinya. Nisa semakin rajin berolahraga untuk mempercantik bentuk tubuhnya. Nisa juga melakukan perawatan di wajah untuk membuat dirinya semakin terlihat awet muda. Untuk melayani suaminya di meja makan. Nisa juga belajar memasak dari seorang chef yang merupakan anggota arisan sosialita yang diikuti olehnya.

Nisa benar benar melakukan yang terbaik untuk suaminya tapi menghancurkan masa depan Marissa. Demi cinta, Nisa harus mengorbankan masa muda seorang gadis polos untuk mempertahankan rumah tangganya sendiri. Nisa benar benar mengandalkan pemikirannya sendiri tanpa memperhitungkan akibat dari perbuatannya.

Sedangkan Arjuna juga terlihat lebih bersemangat menjalankan semua kegiatannya. Arjuna merasa bahagia karena tidak lama lagi akan ada yang memanggil dirinya dengan sebutan papa. Hal yang sudah lama dia tunggu dan tahun ini akan terwujud. Mengingat janin yang ada di kandungan Marissa. Arjuna membayangkan masa depan yang indah bersama Nisa. Sungguh benar benar tidak adil bagi Marissa.

Rasa bahagia itu jelas terpancar di wajah Arjuna. Semua para karyawan dan juga teman temannya merasa heran dengan sikap ceria yang ditunjukkan oleh Arjuna. Seperti hari ini. Sahabat Arjuna dokter Marsel juga bisa melihat kebahagiaan di wajah Arjuna. Mereka saat ini berada di ruangan praktek dokter Marsel.

"Apa sudah ada tanda tanda?" tanya dokter Marsel.

"Tanda tanda apa maksud kamu," jawab Arjuna.

"Tanda tanda hamil. Apakah sudah tanda tanda jika Nisa sudah hamil?"

Wajah Arjuna berubah seketika mendengar perkataan Dokter Marsel. Pertanyaan itu menyadarkan Arjuna bahwa Marissa lah yang mengandung benih miliknya. Arjuna menggelengkan kepalanya lesu menjawab pertanyaan dokter Marsel.

"Maaf Arjuna, aku tidak bermaksud mengungkit hal itu. Dan aku berdoa semoga kamu dan Nisa secepatnya dikarunia seorang anak kandung di dalam rumah tangga kalian."

Dokter Marsel terlihat sangat bersalah akan pertanyaannya itu.

"Tidak apa apa Marsel," jawab Arjuna. Perkataan dokter Marsel kembali mengingatkan dirinya akan Marissa. Mantan putri angkatnya itu selalu mendoakan dirinya supaya secepatnya mendapatkan anak kandung. Dan perkataan Marissa terkabulkan bahkan dirinya yang saat ini sedang mengandung anak kandung Arjuna.

Arjuna dan Dokter Marsel terlihat saling terdiam. Arjuna terdiam karena ingatannya kini ke Marissa. Sedangkan dokter Marsel terdiam karena tidak enak bertanya maksud kedatangan sahabatnya itu. Untung saja jam praktek sore ini buka setengah jam lagi sehingga dirinya bisa duduk tenang bersama Arjuna seperti saat ini.

"Apa kamu mempunyai keluhan tentang kesehatan Arjun?" tanya dokter Marsel akhirnya. Dokter Marsel merasa waktunya terbuang jika hanya saling berdiam diri.

"Tidak. Sebenarnya aku hanya ingin berkonsultasi tentang susu apa yang bagus untuk...."

Arjuna kembali terdiam. Kedatangannya ke tempat ini. Untuk bertanya susu hamil apa yang sangat bagus untuk Marissa yang sedang hamil muda saat ini. Meskipun dirinya masih marah kepada Marissa. Arjuna memikirkan perkembangan janinnya di rahim Marissa. Dia ingin janin bertumbuh dengan baik.

"Susu apa maksud kamu Arjun?"

"Maksud aku susu yang bagus untuk itu Marsel. Untuk apa itu namanya?"

Arjuna terlihat sedikit gugup. Di otaknya jelas apa yang hendak dia tanyakan tapi mulut terasa gugup untuk mengatakan yang sebenarnya.

"Sejak kapan kamu menjadi pikun seperti ini," kata Dokter Marsel kemudinya terkekeh. Arjuna tidak seperti biasanya. Pria itu bahkan mengusap wajahnya karena gugup.

"Maksud aku susu hamil untuk Marissa. Susu hamil apa yang paling bagus. Itu maksud aku."

Arjuna berlagak seperti baru mengingat apa yang hendak dia tanyakan.

"Oiya. Aku lupa kalau Marissa hamil," kata dokter Marsel. Kemudian dokter itu pun memberitahukan beberapa merek susu yang mempunyai kandungan yang lengkap. Dokter Marsel jjuga memberikan beberapa informasi lainnya tentang sumber nutrisi yang baik yang harus di konsumsi oleh Marissa demi perkembangan janinnya.

"Berarti buah dan sayur itu sangat penting ya!" kata Arjuna setelah mendengar penjelasan dokter Marsel.

"Betul. By the way. Apa kamu sudah mengetahui siapa pria yang menghamili putri kamu?" tanya Marsel membuat wajah Arjuna seketika berubah.

"Sudah."

"Lalu apa rencana kamu. Kamu tidak menikahkan mereka?" tanya dokter Marsel lagi. Setelah pemeriksaan Marissa waktu itu. Dokter Marsel tidak mengetahui apapun tentang Marissa setelah itu.

"Maaf. Maaf jika aku terlalu ingin tahu," kata dokter Marsel. Arjuna menatap dirinya dengan tajam. Untuk saat ini. Arjuna tidak akan menceritakan pernikahannya dengan Marissa karena dia sangat yakin pernikahan itu hanya untuk sementara.

"Sebaiknya seperti itu. Meskipun kita bersahabat. Ada batasan yang harus kita jaga masing masing," kata Arjuna. Dia menunjukkan dirinya yang sebenarnya ketika mengatakan hal itu. Dia tidak suka jika orang lain terlalu ingin tahu tentang keluarganya meskipun itu adalah sahabatnya.

"Siap. Siap. Aku setuju Arjuna. Tapi terkadang jika kita sulit menemukan solusi atas masalah yang Kita hadapi. Ada baiknya kita bisa berbagi dengan sahabat Arjuna. Itulah artinya kita mempunyai sahabat. Aku mengatakan hal ini kepada kamu karena aku perduli kepada kamu. Apa yang aku katakan ini bukan tentang Marissa tapi tentang diri kamu sendiri."

"Apa maksud kamu?" tanya Arjuna tidak mengerti.

"Mengkonsumsi obat kuat itu tidak bagus untuk kesehatan kamu. Jika dikonsumsi dalam jangka yang panjang akan membuat jantung bermasalah. Tekanan darah tinggi atau rendah yang tidak terkontrol. Ada cara lain supaya durasi di ranjang bisa tahan lama. Misalnya olahraga, konsumsi makanan sehat, kelola pikiran dengan baik."

"Tapi aku tidak pernah mengkonsumsi obat kuat," kata Arjuna bingung setelah membiarkan Dokter Marsel berbicara panjang lebar.

"Tidak pernah mengkonsumsi obat kuat?"

"Kamu berpikir Nisa belum hamil karena milikku lemah?" tanya Arjuna tajam. Dia merasa tersinggung karena perkataan Dokter Marsel.

Dokter Marsel tidak langsung menjawab. Dia mencoba mengingat perkataan istrinya tentang Nisa. Beberapa bulan yang lalu, istrinya bercerita jika istri Arjuna bertemu dengan Nisa di salah satu restaurant di kota itu karena tidak membawa teman. Istrinya dokter Marsel menghampiri meja Nisa dan bergabung makan siang di meja itu. Nisa juga terlihat sendiri. Dan tidak berapa lama mereka duduk berdua. Seseorang menghampiri Nisa dan memberikan kantong plastik kecil kepada Nisa. Nisa memeriksa terlebih dahulu isi dari kantong tersebut. Dia today sadar jika istrinya dokter Marsel bisa melihat dengan jelas merek yang tertulis di kemasan itu dan mengenalinya. Ketika Nisa sadar jika ada orang di hadapannya. Nisa pun dengan cepat memasukkan kantong plastik itu ke dalam tasnya.

Dokter Marsel mendengarkan cerita itu dari istrinya. Dia pun menduga jika Nisa tidak kunjung hamil karena ada yang bermasalah dalam inti tubuh Arjuna. Ketika melihat wajah cerah Arjuna tadi. Dia berpikir jika obat kuat itu sudah menunjukkan kehebatanya dengan kehamilan Nisa. Tapi ternyata tidak. Arjuna bahkan membantah tidak memakai obat kuat itu.

"Maaf Arjuna. Jika kamu tersinggung. Aku Kira kamu menggunakan obat itu. Jika ternyata tidak. Itu lebih bagus."

"Makanya jangan sok tahu kamu. Jangan karena kamu seorang dokter kamu bisa menebak dan berkata tanpa bukti," kata Arjuna. Dia menunjukkan kekesalan di wajahnya.

"Tapi apa yang aku katakan ini. Ada buktinya Arjuna," kata dokter Marsel. Dia tidak ingin Arjuna menganggap dirinya orang yang sok tahu. Dia mengatakan itu kepada Arjuna karena dokter Marsel tidak ingin sahabatnya itu merasakan efek dari obat kuat itu. Mendengar sendiri dari Arjuna jika dirinya tidak menggunakan obat kuat itu membuat dirinya merasa lega. Tapi timbul pertanyaan di hatinya. Obat kuat yang dilihat oleh istrinya di tangan Nisa waktu itu untuk siapa?

"Bukti?. Bukti jika aku menggunakan obat itu. Ada ada saja kamu Marsel. Sudah ah. Jangan kebanyakan bercanda kamu. Aku pamit pulang," kata Arjuna. Dia semakin menganggap apa yang dikatakan oleh dokter Marsel sebagai candaan belaka. Baginya tidak mungkin Marsel mengetahui hal yang sangat pribadi tentang dirinya.

"Tunggu dulu Arjuna. Aku serius," kata dokter Marsel cepat. Dia semakin yakin jika Arjuna tidak memakai obat kuat itu. Dia mengetahui sahabatnya itu. Jika sudah menanggapi candaan hal yang dituduhkan kepada dirinya berarti itu tidak benar. Arjuna tidak jadi beranjak dari duduknya.

"Beberapa bulan yang lalu. Istriku melihat seseorang memberikan kantong plastik berisi obat kuat kepada Nisa."

Dokter Marsel memilih kata kata yang tepat supaya dirinya tidak terkesan menuduh Nisa. Dokter Marsel pun menceritakan pertemuan istrinya dan bisa beberapa bulan yang lalu secara detail kepada Arjuna.

Arjuna terlihat terkejut Dan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh dokter Marsel.

1
Siti Yatimatin
sungguh kejam
Desi Eka s
Luar biasa
Nurlaila Hasan
keren lah...
mom's Azril
udah 1 tahun gak ada sambungan ceritanya y thor
Arni
y ini gmn ceritanya kak, jd penasaran
Yayi Maryati
klo aku ko geli yah bacanya ,,,anak adopsi mengandung benih papah angkat,,,kesannya gimana gitu ,,waloupn ini cmn novel ,, tpi yg d BCA BKN cmn kisah cintanya aja ,,tpi alur dari kehidupn sebuah Kel ,,klo seorang ayah yg baik mungkin ga bkln tega menggauli anaknya sendri Yach
Arni: y, emang pasti g tega kan saat menggauli nya lg pd g sadar akibat terobsesi pengen punya keturunan jd otaknya O
total 1 replies
Nunik Juliastuti
Kaka author ini ada lanjutannya ngkk Kaka aq masih penasaran ceritanya 🤗
Mami Al
nungguin nih...., tumben lama bgt up nya Thor....
mom's Azril
Thor knpa GK lanjut LG ceritanya
Arni: da lama nungguin gmn kelanjutannya, da g dilanjut apa
total 1 replies
Hanizar Nana
😂😂😂😂
aku dewe
lanjut
sriefah muliani
mana janji mu thorrrr yang katanya diusahakan selalu up..dah mau sebulan ini belum ada up nya
Sͨυͪɦͣυᷡ ǪḺǝͷḡ✨𝒜⃟ᴺᴮE𝆯⃟🚀HIAT
lama gak up ya Thor 😐
.
lama gak up
Mesra Jenahara
aassyyiikk .cinta mmng terasa indah..😍😍❤️❤️
m. adibai bai
cieee, Arjun berasa muda lagi punya istri abg
Nurbaiti Nurbaiti
bagus
Dewita
koq udH end ya Thor kan blm slsai crita ny
Linda ma: Tetap lanjut kok kak.
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
☺seyum2 sendiri bc y
Arjun dah berasa seperti ABG lg krn menikah dengan yg msh ABG
Beruntung km Arjun dpt Marissa yg msh ori😆
Nana Conley loehat
q jd ikutan kasmaran ahaiii😆😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!