NovelToon NovelToon
Legenda Arka Yudistira

Legenda Arka Yudistira

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Sastra Aksara

Turnamen Peringkat Langit baru saja dimulai. Di hadapan para penguasa Alam Tiran, Arka Yudhistira melangkah ke arena bukan sebagai pecundang, melainkan sebagai naga yang tengah terjaga.
​Di antara bayang-bayang Ratna, Citra, dan kesetiaan Larasati, Arka siap mengguncang tatanan dunia. Panggung telah siap, pedang telah terhunus, dan sejarah baru akan segera ditulis.
​Inilah awal dari...
​LEGENDA ARKA YUDHISTIRA
​Biarkan dunia bersujud pada sang naga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sastra Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

​Pertandingan kesebelas... keduabelas... ketigabelas... Arka menyapu bersih semuanya!

​Satya Wibowo berdiri dengan bibir bergetar. Janggutnya ikut gemetar ketika ia terus menggumamkan, “Lima puluh besar… lima puluh besar…” Peringkat yang bahkan tak berani ia impikan. Arka seorang diri telah membawa nama Kerajaan Surya Kencana ke peringkat yang belum pernah dicapai sebelumnya.

​Hingga pertandingan kelima belas—yang terakhir:

​“Peserta dari Kerajaan Surya Kencana, Arka Yudistira, menyelesaikan babak kedua dengan kemenangan sempurna lima belas kali berturut-turut, dan langsung melaju ke babak eliminasi utama besok!”

​Wasit mengumumkan itu dengan nada tidak percaya. Lima belas kemenangan beruntun dengan kekuatan tingkat sepuluh Alam Sejati? Dalam hati sang wasit hanya bergemuruh satu kalimat: Lelucon macam apa ini?! Apakah dunia ini sudah menjadi gila?!

​Selain Arka; Ratna, Yoga, dan para murid dari Empat Perguruan Besar lainnya juga meraih kemenangan sempurna.

​“Kemenangan sempurna… tiga puluh dua besar…” Sejak tadi Satya Wibowo tidak sanggup duduk tenang. Ia merasa seperti sedang bermimpi.

​Larasati jauh lebih tenang. Menyaksikan Arka menumbangkan setiap lawan, hatinya dipenuhi sukacita dan kebanggaan. Bertemu dengannya adalah keberuntungan terbesar dalam hidupku, batinnya sambil tersenyum manis.

​Di sisi lain arena, Luhur Pangestu menatap Arka dengan dahi berkerut. “Benar-benar hasil yang tak terduga. Ia masuk tiga puluh dua besar dengan kemenangan mutlak. Ini adalah preseden pertama dalam sejarah.”

​“Ayah,” Yoga bertanya hati-hati, “dapatkah Ayah melihat seni batin apa yang ia gunakan?”

​Luhur menggeleng. “Aku sama sekali tidak dapat menembusnya. Energi batin yang ia lepaskan sangat murni dan ganas. Kekuatan energi murni itu jauh melampaui batas kewajaran. Tampaknya setelah pertandingan nanti, aku perlu berbicara dengannya.”

​Yoga terkejut. Ini pertama kalinya ayahnya menunjukkan rasa ingin tahu sebesar itu terhadap seorang pemuda.

......................

​Keesokan paginya, ketika langit baru saja merekah terang, arena pusat raksasa sudah riuh. Babak Tiga Puluh Dua Besar dimulai! Sebuah prasasti batu raksasa didirikan di tengah arena, memajang nama tiga puluh dua pendekar terkuat generasi muda saat ini.

​Dua belas nama dari Empat Perguruan Besar hadir di sana, mendominasi seperti biasa. Namun, nama Arka Yudistira di bawah panji Kerajaan Surya Kencana tampak mencolok di antara nama-nama perguruan raksasa itu.

​“Para peserta Babak Tiga Puluh Dua Besar, silakan naik ke panggung untuk mengundi nomor pertandingan!” seru Penatua Wayan.

​Arka naik dan mengambil undiannya. Larasati segera mendekat. “Arka, nomor berapa… Ah? Ini… nomor satu!”

​Nomor satu. Artinya, Arka akan menjadi pembuka hari ini.

​“Mampu masuk tiga puluh dua besar saja sudah luar biasa, Arka,” ujar Satya Wibowo serius. “Setiap lawan di sini sangat kuat. Jika kau merasa tak mampu, menyerah bukanlah hal memalukan. Jangan memaksakan diri sampai terluka parah.”

​Arka mengangguk tenang. “Ketua Satya, tenanglah. Aku tahu kapan harus maju dan kapan harus mundur.”

​Menggenggam pelat nomor di tangannya, Arka menatap gelanggang pusat raksasa di hadapannya. Baginya, babak ini bukanlah garis akhir seperti yang dipikirkan orang-orang…

​Melainkan—awal yang sesungguhnya.

Setelah tiga puluh dua peserta terakhir mengambil nomor undian masing-masing, urutan pertandingan pun terpampang jelas di atas prasasti batu. Begitu susunan itu diumumkan, perdebatan besar seketika meledak di antara para penonton.

​Tiga puluh dua peserta dibagi menjadi dua kelompok. Kekuatan kedua kelompok itu... terlampau timpang!

​Di kelompok kedua, berkumpul hampir seluruh kekuatan inti Empat Perguruan Besar. Ada Yoga dari Perguruan Pedang Surgawi—yang dijagokan menjadi juara. Lalu ada trio maut Padepokan Awan Beku: Ratih, Lia, dan Ratna. Belum lagi jagoan dari Perguruan Wijaya dan Perguruan Langit Membara. Kelompok kedua adalah "grup neraka" yang sesungguhnya.

Sebaliknya, kelompok pertama tempat Arka bernaung justru berisi lapis kedua dari perguruan-perguruan raksasa tersebut. Arka benar-benar dinaungi Dewi Fortuna.

​“Syukurlah, kelompok Arka hampir tidak punya lawan kelas atas,” ujar Larasati dengan wajah berseri-seri.

​Satya mengangguk setuju. “Ini benar-benar mukjizat. Jika keberuntungan ini berlanjut, Arka bahkan bisa menembus enam belas besar!”

​“Pertandingan pertama adalah milik Arka... lawannya... Ah! Nero dari Perguruan Wijaya!” Banu sempat berseru cemas, namun segera menghela napas lega. “Tapi dia hanya tingkat enam Alam Bumi. Arka sudah sering mengalahkan lawan setingkat itu.”

​“Jangan ceroboh,” Satya Wibowo memperingatkan. “Murid dari empat perguruan besar jauh lebih kuat meski tingkatnya sama. Arka, ingat pesanku. Jika terasa terlalu berat, jangan paksakan dirimu.”

​Arka hanya mengangguk singkat, matanya menatap tajam ke arah gelanggang.

​“Pertandingan pertama segera dimulai! Arka Yudistira dari Kerajaan Surya Kencana melawan Nero Wijaya dari Perguruan Wijaya! Harap naik ke arena!” seru Penatua Wayan.

​Tanpa ragu, Arka melangkah maju. Dari sisi lain, Nero melompat tinggi dan mendarat ringan dengan gaya yang sangat terlatih. Nero mencabut pedangnya—sebilah pedang giok bernama Pedang Bayu, sebuah pusaka tingkat Bumi.

​“Murid Perguruan Wijaya, Nero. Mohon petunjuk!” Nero memberi hormat dengan sopan, tanpa kesombongan meski tingkat tenaga dalamnya jauh di atas Arka.

​Arka mengangkat Pedang Raksasa Penguasa miliknya. “Arka Yudistira. Mohon petunjuk.”

​“Mulai!”

​Arena yang semula riuh seketika hening. Semua mata tertuju pada Arka. Mereka ingin melihat apakah sang anomali ini mampu kembali menciptakan keajaiban melawan murid dari perguruan elit.

​Detik berikutnya, badai tajam meletus dari tubuh Nero. Angin berputar mengelilinginya, menciptakan ratusan bilah tak kasatmata yang menari di udara.

​“Terimalah seranganku—Tebasan Angin Prahara!!”

​Nero menusuk ke depan. Badai itu berubah menjadi bayangan pedang yang menderu, membelah lantai arena hingga terkelupas. Larasati memekik cemas, namun Arka tetap bergeming hingga badai itu nyaris menyentuh ujung hidungnya.

​Tepat pada saat itu, Arka bergerak. Jika sebelumnya ia setenang gunung, kini ia bagai gunung berapi yang meledak hebat. Seluruh pintu energinya terbuka. Pedang raksasanya menyapu ke depan, membawa pusaran kekuatan yang sanggup meremukkan karang.

​BOOM!

​Dentuman keras mengguncang udara. Tebasan berat Arka menghancurkan bayangan pedang Nero hingga lenyap sepenuhnya. Gelombang keterkejutan menyapu penonton. Arka mematahkan serangan elit itu hanya dengan satu ayunan kasar!

​Tanpa memberi napas, Arka melangkah maju. Setiap langkahnya membuat arena bergetar. Nero yang terdesak segera meloncat tinggi. Di udara, cahaya hijau menyelimuti tubuhnya, membentuk siluet elang raksasa di belakang punggungnya.

​Nero menukik turun dengan kecepatan kilat, menyatu dengan siluet elang tersebut. Ujung pedangnya menunjuk lurus ke dada Arka, membelah udara dengan ketajaman yang sanggup menembus baja.

​Arka tidak mundur. Ia kembali mengangkat pedang beratnya untuk beradu secara frontal.

​Namun kali ini, Nero melakukan sesuatu yang tak terduga.

1
Jojo Shua
😄🔥✅️
Jojo Shua
👍🥛
Jojo Shua
👍🫰☕️
Jojo Shua
🫰☕️
Jojo Shua
👍👍
Jojo Shua
👍
Jojo Shua
☕️☕️☕️☕️
Jojo Shua
☕️☕️☕️
Jojo Shua
☕️☕️
Jojo Shua
☕️
Uswatun Hasanah
ratna ratna ratna
Uswatun Hasanah
arka arka arka
Jojo Shua
🔥🔥
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
👍✅️🫰
Jojo Shua
👍🔥
Uswatun Hasanah
dua duanya dilahap
Jojo Shua
Gak boleh dibunuh si Yeti, merusak ekosistem
Jojo Shua
Moyangnya Yeti
Jojo Shua
kalau 4 chapter sekaligus biasax pembaca lupa kasi ole" ke author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!