NovelToon NovelToon
Melody Untuk Galaxy

Melody Untuk Galaxy

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:606.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aysha Siti Akmal Ali

Konflik ringan ya, Gaes! Gak ada kisah sedih-sedih di sini. Tidak ada Valakor dan lain sebagainya 😘😘😘


"Hush ... hush! Menjauh, jangan dekat-dekat! Kamu hanya akan membuatku sial saja," celetuk Melody kepada Galaxy yang menatap dirinya dengan tatapan dingin.

Galaxy Putra Dirgantara, seorang pengusaha muda sukses yang digandrungi ribuan wanita cantik. Namun, hal itu tidak berlaku untuk Melody Indah, si penyanyi dangdut di sebuah Cafe.

Gadis itu bahkan terus menghindar dari lelaki tampan nan dingin itu. Ia merasa bahwa Galaxy hanya pembawa sial untuk dirinya.

Bagaimana bisa seperti itu? Yukk, baca cerita halu Othor yang satu ini.

Disarankan baca kisah Daniel dan Dania dulu, ya! Mommy dan Daddy-nya Galaxy Putra Dirgantara.

"Pengantin Pengganti Tuan Pemarah"

Terima kasih 😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Melody memilih pulang, sementara Maya masih melakukan pekerjaannya di kafe untuk mengantikan posisi Melody.

Setibanya di kontrakan, Melody pun bergegas masuk dan menuju kamar mandi. Dengan cepat ia menanggalkan seluruh pakaiannya. Tidak lupa, Melody juga menaburkan beberapa genggam bunga tujuh rupa di atas permukaan air, di dalam bak mandi.

Terdengar dengan sangat jelas suara gayung yang beradu di atas permukaan air kemudian mengguyur seluruh tubuh gadis itu. Sesekali terdengar juga suara Melody yang tengah menggerutu tidak jelas di dalam ruangan kecil tersebut.

"Ya, ampun! Kenapa lelaki itu berani sekali menyentuhku? Bagaimana nasibku selanjutnya, jangan-jangan aku akan terkena kutukan itu selamanya," gumam Melody sembari menggosok-gosokkan bunga tujuh rupa ke seluruh tubuhnya.

Ia berharap dengan begitu, energi negatif yang berasal dari tubuh Galaxy segera menghilang dari tubuhnya. Setelah merasa cukup bersih, gadis itu pun bergegas menyelesaikan ritual mandinya.

Melody keluar dari kamar mandi kemudian kembali ke kamarnya. Ia duduk di sebuah kursi kayu yang terletak tepat di depan cermin rias. Bukannya meraih sisir atau pun krim malam, Melody malah termenung sambil menopang dagunya dengan kedua belah tangan.

Bayangan Galaxy ketika berbisik di samping telinganya, kembali terlintas dengan jelas di kepala Melody. Bahkan deru napas lelaki itu seakan masih terasa di lehernya.

"Ternyata dia manis juga ...." Sekilas Melody tampak tersenyum. Namun, beberapa detik berikutnya ekspresi wajah gadis itu kembali seperti semula. Tampak kesal dan cemas.

"Ah, tidak-tidak! Kenapa aku bisa berpikiran seperti itu! Ya, aku akui dia memang tampan. Namun, sayangnya dia adalah lelaki pembawa sial untukku dan aku tidak boleh sampai jatuh hati kepada lelaki itu. Jangan pernah!" tegasnya.

Setelah mengatakan hal itu, Melody malah bangkit dan menuju tempat tidurnya.

Beberapa jam kemudian.

Ternyata Melody masih saja terjaga. Matanya melotot dan tidak bisa terpejam walaupun ia sudah berusaha keras untuk memejamkan matanya. Bayangan wajah tampan Galaxy semakin bebas berkeliaran di dalam pikiran gadis itu.

"Ya Tuhan! Ada apa denganku," gumam Melody sambil memukul-mukul kepalanya dengan pelan. Ia sangat kesal ketika wajah tampan itu berhasil menguasai otaknya.

Tepat di saat itu terdengar suara seseorang yang sedang mencoba membuka kunci pintu depan. Melody yakin itu adalah Maya yang baru saja tiba di kontrakan mereka. Ternyata apa yang Melody pikiran saat itu benar. Maya baru saja pulang dari kafe.

Maya masuk ke dalam kamar mereka kemudian melepaskan jaket serta berbagai aksesorisnya.

"Kamu sudah pulang, Maya?" tanya Melody yang berhasil mengejutkan Maya.

Maya mengelus dadanya yang berdebar akibat terkejut. "Eh, Melody, bikin kaget aja! Ngomong-ngomong kamu belum tidur juga, Mel?"

Melody menggelengkan kepalanya pelan. "Aku tidak bisa tidur. Mataku masih belum ngantuk. Oh ya, bagaimana boss Aaron? Apa dia marah padaku?" tanya Melody sembari bangkit kemudian duduk sambil bersandar di sandaran tempat tidurnya.

Maya berjalan menghampiri Melody kemudian duduk di samping gadis itu. "Boss Aaron tidak bicara apa pun. Oh ya, Mel. Aku penasaran soal Tuan Galaxy. Sebelum aku dipanggil oleh Om Heri, aku sempat dengar bahwa Tuan Galaxy ingin menemuimu. Apa itu benar?"

Melody menghela napas panjang. "Ya. Lelaki itu menemuiku di tempat parkir. Kamu tahu apa yang ia lakukan kepadaku?"

Maya menggelengkan kepalanya perlahan sambil menatap Melody dengan begitu serius. "Memangnya apa yang dilakukan oleh Tuan Galaxy kepadamu?"

"Dia memelukku, May! Memelukku," pekik Melody dengan mata membulat.

"Apa! Memelukmu? Tapi kenapa? Apa Tuan Galaxy menyukaimu, Mel?" tanya Maya yang begitu penasaran.

"Suka apanya? Dia itu sengaja memelukku agar seluruh energi negatifnya menempel di tubuhku. Gila, 'kan?! Belum lagi dia menyumpahin aku biar makin sial," kesal Melody.

Maya tertawa mendengar penuturan Melody. "Kirain Tuan Galaxy menyukai kamu trus menyatakan cinta," ucap Maya di sela tawanya.

"Ish, apaan sih! Enggak banget," celetuk Melody sambil membuang muka.

"Ya, sudah. Sebaiknya kamu pergi tidur. Aku mau membersihkan tubuhku dulu baru setelah itu aku menyusulmu."

"Baiklah." Melody kembali merebahkan tubuhnya kemudian mencoba memejamkan matanya dengan erat.

Beberapa menit kemudian Maya kembali ke kamar. Setelah selesai membersihkan tubuhnya, ia pun berniat tidur. Sama seperti yang ia katakan kepada Melody barusan.

Maya melirik Melody dan ia yakin sahabatnya itu sudah tertidur. Dengan sangat perlahan, Maya melangkahkan kakinya kemudian naik ke atas ranjang dan segera tidur. Dalam hitungan menit, Maya pun masuk ke alam tidurnya. Sementara Melody masih saja terjaga.

Keesokan paginya.

Maya menggeliatkan tubuhnya kemudian membuka mata secara perlahan. Tatapan gadis itu langsung tertuju pada tempat tidur Melody. Di mana gadis itu masih bersandar di sandaran ranjang dengan mata yang tampak berat.

"Selamat pagi, Melody."

"Pagi juga," jawab Melody masih dengan mata beratnya.

"Kamu baru saja bangun tidur atau sama sekali tidak tidur, Mel?" Maya duduk di tepian ranjang sambil menatap lekat Melody.

Melody menggelengkan kepalanya. "Aku sama sekali tidak tidur dan rasanya mataku ini sudah sangat berat."

"Ya ampun, Mel-Mel." Maya hanya bisa menggelengkan kepalanya perlahan.

...***...

1
Anonim
Lanjut donk
susi ana
janjinya mau ditamatkan, menunggu ni thor
Widi Nuhgraeni
lanjut Thor...semangat💪🏻
Mi Iwan
lama banget nggak up date, yaa..
Fauzy Ozay
paling sebel kalo BCA cerita lagi seru" nya,trnyata selsai bgtu ja
Wirda ChywingsQueenchez
bagus
Atik Marwati
gpp Thor tetap semangat ya
Atik Marwati
kalo aq jadi melody aq milih nikah sama gala aja udah ganteng tajir mlintir lagi...
Atik Marwati
tetep dah mata duitan...
Atik Marwati
mimpi saja kau kasim
Atik Marwati
tak kirain sombong itu punya perusahaan sendiri ternyata bawahannya gala
Atik Marwati
melody... tar kalo dah cinta dunia bagai milik berdua
Trisna Savitri
Menag banyak uiiiii
Siti Fatimah
aku tunggu lanjutannya kak
Swy Ajjh
ceritanya bagus ok bgt pokoknya
Erina Munir
😂😂😂 galaxyy ...mumpung yaak
Erina Munir
😂😂😂😂😂😂 aya2 waeee
Erina Munir
fithonah lgii..yaa...hidup kenapa seneng banget mitnah2 orang...hadèeeehhh
Erina Munir
mulai deeh biang kusut ngebigos
Ayuu Santa
Sudah sampe berganti tahun 2023 gak juga up… kayaknya mmg putus sampe disini. Sayang banget kisahnya bagus.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!