NovelToon NovelToon
MUTIARA TERABAIKAN UNTUK ADAM

MUTIARA TERABAIKAN UNTUK ADAM

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Poligami / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Julia Fajar

Menikah dini bukanlah kemauan mutiara, melainkan kesepakatan antar orangtua yang ingin menyatukan persahabatan dan bisnis mereka.

Keegoisan orang tua telah menempatkan Mutia dalam posisi sulit, dia hanya dianggap oleh suaminya sebagai istri di atas kertas.

Perjuangan Mutia selama menjadi istri tidak pernah dihargai oleh Sultan. Mutia disebut bodoh, sombro dan selalu menyusahkan.

Ternyata dibalik ketidakpeduliannya itu, Sultan memiliki wanita lain. Dia membawa wanita itu pulang serta tinggal di rumah mereka, hingga posisi Mutia sebagai istri sah sangat tak dianggap.

Mutiara tidak mau menyerah dengan nasib buruknya, diapun memutuskan untuk bekerja di bisnis keluarga, berharap Sultan tidak akan meremehkannya lagi.

Namun akhirnya ego Mutia tertantang dan dia bekerjasama dalam bisnis dengan Adam, pesaing bisnis Sultan yang ternyata bisa lebih menghargai dirinya.

Bagaimanakah kisah rumah tangga Mutia selanjutnya? ikuti terus yuk! dan jangan lupa ya, beri dukunganmu ke karyaku🙏♥️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia Fajar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27. MEMANCING GAIRAH SANG SUAMI

Muti merasa penasaran dengan perkataan Elena tadi sore. Dia sendiri pun heran kenapa Sultan sangat dingin terhadapnya.

Tidur satu kamar hampir dua minggu lamanya, tidak sekalipun Sultan memberikan nafkah batin untuknya. Jangankan melakukan hubungan suami istri, memeluk saja pun dia tidak pernah.

Apa mungkin Sultan sakit dan tidak bisa melakukan kewajibannya sebagai suami atau memang memiliki wanita lain seperti kata Elena.

Selesai mandi, Muti sengaja tidak mengenakan baju mandinya. Dia mencelupkan baju mandi ke dalam bathtub agar basah, jadi Muti punya alasan jika Sultan bertanya atau menuduhnya sengaja menggoda.

Kali ini Muti tidak peduli Sultan mau mengatakan apa, toh dia istri sahnya, jadi memiliki hak untuk mendapatkan nafkah batin.

Orang bisa jadi pelakor kenapa dia tidak bisa jadi pelacur untuk suaminya sendiri.

Muti keluar hanya menggunakan handuk mandi, bahkan sengaja dia lilitkan agak ke bawah hingga menampakkan bagian dada atasnya yang terlihat menyembul dan seksi diatas lilitan handuk.

Dengan sengaja dia berjalan melewati Sultan yang sedang duduk memainkan ponselnya.

Muti berdiri di depan cermin memakai handbody keseluruh bagian tubuhnya, sembari melakukan pijatan- pijatan lembut di area betis dan lengannya.

Kemudian dia duduk sambil merias wajahnya, memakai pembersih wajah, pelembab dan cream malam serta mengoleskan lipstik dengan warna sedikit cerah. Hal ini Muti lakukan tanpa mengenakan pakaiannya terlebih dahulu, seperti biasanya.

Dia sengaja berlama-lama melakukan perawatan untuk menarik perhatian Sultan. Dan ternyata caranya ini berhasil mengundang perhatian suaminya itu.

Sultan memandangi Muti dari bayangan di cermin, dia gelisah saat merasakan jantungnya mulai berdegup kencang.

Nafasnya memanas dan terasa memburu saat melihat keindahan tubuh Muti. Gerakan muti yang perlahan membalur wewangian ke tubuhnya semakin menggoda. Menggoda hasrat kelelakian dan penciuman Sultan.

Gerakan-gerakan muti Semakin lama semakin menggoda, hingga pikiran Sultan berpetualang liar, membuat sesuatu yang ada di bawah sana terbangun dan semakin mengeras.

"Bulshit! Ada apa ini, kenapa dia sepertinya sengaja menggodaku!" ucap Sultan lirih.

"Tenang Sultan! Tenang, tarik nafas dalam dan buang perlahan. Ini tidak boleh terjadi, Kamu hanya akan melakukannya dengan Clara saja. Cinta mu cuma Clara. Sultan, palingkan wajahmu! Jangan kamu tergoda. Hanya Clara yang berhak mendapatkan kenikmatan itu darimu. Mutiara itu tidak ada artinya bagimu, jadi hilangkan dia dari dalam benakmu."

"Ayo Sultan, bangkitlah! Peluk dia sekarang juga, bawa dia ke dalam pelukanmu dan nikmati kebahagiaan dunia bersamanya. Muti itu istrimu, jadi kamu berhak melakukan apapun terhadapnya. Ayo bangkit! Bangkit Sultan, dia menggodamu dan dia menunggumu untuk memberikan kenikmatan."

Berbagai pikiran berkecamuk di kepala Sultan. Hatinya bertentangan antara setia dengan Clara atau melakukan kewajibannya sebagai seorang suami.

Muti yang berusaha mencuri pandang dari pantulan cermin pun tersenyum saat melihat sang suami terlihat gelisah dan salah tingkah.

Hal ini membuat Muti yakin, suaminya adalah pria normal bukan seorang yang impoten seperti ucapan Elena.

Lantas! Apa yang membuat Sultan harus menahan hasrat dan gairahnya? Apakah dia terlalu sombong untuk mengakui, jika dirinya juga membutuhkan kehangatan dari Muti atau ada hal lain yang membuat dirinya terpaksa berusaha tidak peduli. Pertanyaan- pertanyaan Itulah sekarang yang bermain-main di benak Mutiara.

Muti semakin penasaran, malam ini dia harus mencari jawaban atas semua pertanyaan yang mengganjal di benaknya itu.

Dengan yakin, Muti berjalan mendekati Sultan. Dia sengaja duduk bersimpuh di lantai menghadap Sultan yang duduk di pinggiran tempat tidur.

Sultan melihat bagian dada Muti yang M****k, putih dan mulus menyembul dari dalam lilitan handuknya. Kening Sultan berkeringat, tubuhnya memanas dan dengan susah payah dia menelan salivanya.

Sultan memalingkan wajahnya, dia tidak kuat jika harus melihat pemandangan seperti ini, terus ada di hadapannya.

Muti tidak mau menyerah, dia memegang tangan Sultan, lalu berkata, "Ayolah Kak! Pandang Aku. Aku istrimu, Aku punya hak untuk meminta 'kan? Apa aku terlalu buruk di mata Kak Sultan, sehingga Kakak tidak mau memberikan aku hak untuk menjadi istri yang sempurna, bukan istri yang hanya di atas buku nikah saja," ucap Mutiara yang sengaja merendahkan diri untuk mengungkap kebenaran tentang sikap suaminya selama ini.

Sultan memandang Muti, mata mereka saling beradu tatap. Muti ingin mencari kebenaran di balik tatapan mata suaminya itu, apakah benar, dia tidak ada artinya sama sekali untuk kehidupan Sultan.

Dengan tangan gemetar, Sultan membelai wajah Mutiara. Tidak dia pungkiri, ada perasaan lain, perasaan bahagia yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Sultan merasa terpuja, merasa dibutuhkan, saat melihat Muti pasrah dan merendahkan dirinya.

Hasrat kelelakian Sultan kini tertantang, dia ingin memiliki Mutiara seutuhnya.

Sultan memegang kedua lengan atas Mutia, memintanya berdiri dan duduk di dekatnya. Perlahan Sultan mencondongkan wajahnya dan kini wajah keduanya nyaris tidak berjarak.

Muti merasakan wajahnya mulai menghangat. Dia sebenarnya malu, karena ini merupakan pengalaman pertama untuknya, berdekatan dengan seorang pria tanpa berjarak.

Sultan mulai mendaratkan ciuman di kening Muti dan Muti pun memejamkan mata. Dengan mengucap basmallah, Muti menyiapkan jiwa dan raganya, malam ini dia ikhlas jika dijadikan istri yang sesungguhnya oleh Sultan.

Malam ini keduanya menikmati ciuman pertama mereka sebagai pasangan sah. Nafas keduanya mulai memburu saat ciuman itu berubah panas.

Sultan menghirup aroma wangi tubuh Mutia, sambil merebahkan kepalanya di dada sang istri.

Di sana, Sultan merasakan dan menemukan ada ketenangan yang sulit dia jelaskan.

Saat keduanya hampir terlena, tiba-tiba terdengar suara deringan ponsel. Sultan melihat sekilas siapa yang sedang memanggil dan dia tersadar, hampir saja Sultan lupa akan janjinya terhadap Clara. Sultan bangkit, menyambar handuk lalu bergegas mandi.

Muti kecewa, hari ini dia gagal menemukan jawaban atas masalah rumahtanggnya.

Sultan yang sudah selesai mandi, lalu buru-buru mengenakan pakaian dan menyisir rambut setelah menyemprotkan wewangian di tubuhnya.

Sementara Muti yang sudah mengenakan pakaian, masih duduk dipinggiran tempat tidur sambil berpikir tentang perkataan Elena yang kedua, yaitu apakah benar suaminya memang memiliki wanita lain di luaran sana. Dan hasratnya tadi yang sempat tertunda, akan dia lampiaskan terhadap wanitanya itu.

Pikiran-pikiran buruk terus bermunculan di benak Muti, sampai akhirnya dia tersadar, jika Sultan telah pergi keluar tanpa pamit dahulu dengannya.

Muti bangkit dari duduknya, lalu berkata, "Aku harus menyusul Kak Sultan, aku harus tahu kemana dia pergi, malam ini!" tekad Muti sambil menyambar tas dan handphone serta memakai sandalnya.

Muti berlari mengejar Sultan kearah parkiran hotel, menurutnya pasti Sultan belum terlalu jauh. Lagipula untuk memesan taksi online, pasti butuh waktu, jadi Muti masih memiliki kesempatan untuk menemukan Sultan yang sedang menunggu taksi di sana.

Saking terburu-buru, Muti sampai menabrak trolly makanan yang di bawa pelayan dan makanan itupun tumpah ke lantai.

Muti memohon maaf kepada pelayan tersebut, nanti dia akan menemui pihak hotel untuk bertanggung jawab, saat ini dia tidak bisa berlama disana karena harus segera mengejar Sultan ke parkiran.

Adam yang melihat kejadian itu merasa heran, lalu dia mengejar Muti. Barangkali Mutia memerlukan bantuannya karena dia terlihat panik saat berlari keluar hotel.

Sesampainya di luar, Muti tidak melihat Sultan ataupun taksi online, yang dia lihat adalah sebuah mobil Honda Jazz, keluar dari kawasan hotel. Mungkinkah Sultan di jemput oleh temannya? atau mobil yang Muti lihat itu adalah mobil tamu hotel, yang baru saja check-out.

Dengan langkah gontai Muti berjalan keluar dari kawasan hotel, matanya memandang ke arah jalan raya yang tidak terlihat ujung pangkalnya.

Muti kecewa, dia berdiri mematung di sana dengan pandangan kosong. Muti terkejut saat sebuah tangan menepuk pundaknya.

1
Nur Syamsi
Waalaikum salam....Sika alur ceritanya Thor pesan moralnya bagus bangat ...attitude Mutiara perlu di contoh
Nur Syamsi
Janda tulen Dam....
Nur Syamsi
itu ulah siHardi dan Clara, coba periksa cctv parkiran
Nur Syamsi
Mudah" Elena Tdk kenapa " Thor kasian dia 🤲🤲🤲🤲🤲
Nur Syamsi
Hati mudah memaafkan TPI sukar melupakan....
Nur Syamsi
Muti mmang punya niat menyadarkan Sultan dan untuk kembali mungkin tidak, cermin yg sudah pecah walau diperbaiki tetap ada bekasnya begitupun hati wanita klaw sudah terluka sukar untuk diperbaiki sprti semula ...
Nur Syamsi
Terlambat mas udah cerai baru perhatian...
Nur Syamsi
Rasakan wanita malas, mudah" an bi Tina Tdk kembali lagi dirumah Sultan
Nur Syamsi
Sabar Sultan keluargamu dan Muti menjagamu dr keserakahan di ular....
Nur Syamsi
untuk tes DNA nanti jgn biarkan Sultan yg ke rumah sakit usahakan papa Hendrawan yg melaksanakajnnya jgn sampai dipalsukan lagi oleh si ular
Nur Syamsi
Sultan Sultan sudah diberitahu tes DNA masih belum menyelidiki Si ular....
Nur Syamsi
Mantap Bu Muti, harga diri sebagai wanita dan istri hrs di pertahankan....
Nur Syamsi
Bi Tina orang baru tau klaw Clara itu jahat, kenapa Sultan Tdk peka" jg ya atas sikap dan perlakuan Clara
Nur Syamsi
Tinggalkan rumahmu Muti drpda tdk bisa mengendalikan emosi, biarkan keluarga Sultan yg nenyesaikannya
Nur Syamsi
Muti pulang ke orang tuamu, dasar laki" kurang ajar Tdk punya perasaan....dan sekalian suruh selidiki Perselingkuhan Clara sama Hardi PDA Adam baru kirimkan Raja....nti Raja yg kasih tau kakaknya ....
Nur Syamsi
Sebaiknya kasih penjelasan Sultan Muti ttg pengalihan harta bhw itu bukan kemauanku itu kemauan papa....
Nur Syamsi
Bukan yg serangan jantung tp Clara
Nur Syamsi
Dasar Clara wanita serakah, bukannya khawatir akan kesehatan papanya Sultan ee mamah mikirin kesenangannya sendiri🙈
Nur Syamsi
Papa Hendrawan tahu bhw Sultan hanya diperalat oleh Clara makanya semua harta diserahkan ke Raja dan Muti
Nur Syamsi
Ya iitulah ujian rumah tangga mbak Muti,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!