#adultstory
2 garis merah
2 garis merah
2 garis merah
3x percobaan dan hasilnya masih sama. Paris tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"ini tidak mungkin... Tidak mungkin aku hamil..!"
Paris menyangkal kenyataan bahwa dirinya tengah mengandung. Testpack itu bisa saja salah. Untuk meyakinkan nya lagi, paris memeriksakannya.
"anda positif hamil."
Dunianya seakan hancur mendengar kalimat itu keluar dari mulut dokter tersebut.
Paris merasa tidak berhak meminta pertanggung jawaban pria yang telah menidurinya. Karena malam itu, kesalahan ada padanya.
Ig: @tosca_mocca_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alyunda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
"Aaaargggggghhh..... Dinginnnn!" teriak Thomas.
Selli menyeret Thomas ke kamar mandi dan menyiramnya dengan air dingin.
"tante Selli tega banget sihh!" ucap Thomas yang kedinginan.
"biar kamu cepet sadar!!" ucap Selli.
"aku sadar kok kalau ada tante Selli didepanku." balas Thomas.
"iya tapi otak kamu itu mesum." Selli menyiram Thomas lagi dan lagi seperti memandikan anak kecil.
"mandi sendiri sana! Tuh dibersihin semua badan mu yang sudah disentuh wanita tadi. Menjijikkan!" ucap Selli sewot.
Thomas pun berdiri dengan tubuh basah nya. Perutnya yang six pack malah membuatnya terkesan sexy. Selli terpana dengan apa yang dilihatnya.
Ternyata Thomas gagah juga.
" tante cemburu ya...?!" goda Thomas.
" cepetan mandi... Gak pake lama! " Selli menghiraukan Thomas dan langsung keluar dari kamar mandi.
Selesai mandi, Thomas sudah sepenuhnya Sadar. Mereka pun keluar dari rumah dan langsung masuk ke mobil Selli.
" nihhh... Titipan dari pak Theo.!" Selli mengambil buket bunga yang ada di jok belakang.
Thomas menerima buket bunga itu lalu menaruh nya kembali di jok belakang.
"habis wisuda bukannya balik malah buat masalah!" gerutu Selli.
"dari tante Selli mana?" tanya Thomas.
"gak ada!" ucap Selli.
"tante Selli sudah mau menemuiku saja aku sudah senang. Makasih yaa sudah datang..." ucap Thomas..
Selli berdecak. Lalu dering handphone milik Selli menggema memenuhi mobil.
Selli mengambil handphone nya dan melihat nama yang tertera di layar handphone nya. Ternyata dari Paris.
" Hallo Paris... Ada apa? " Selli mengangkat telepon..
Selli langsung gelisah setelah mendengar Paris bicara.
"aku pulang sekarang..!" ucap Selli lalu langsung melaju kan mobilnya.
Thomas yang tau ada yang tidak beres pun bertanya.
"ada apa?"
"Paris sakit, dia sendirian.." jawab Selli sambil terus fokus menyetir dalam kegelisahannya..
"kamu pinggirkan mobilnya biar aku yang menyetir. Aku tahu jalan pintas yang lebih cepat." ucap Thomas.
"tidak! Kamu baru minum alkohol tadi." jawab Selli.
"itu tadi! Sekarang aku sepenuhnya sadar! Percaya padaku." ucap Thomas.
Selli awalnya ragu, tapi ia menurut.
Posisi nya pun sekarang berganti. Thomas melanjukan mobilnya dengan kecepatan tinggi melewati jalanan yang lumayan sepi.
Mereka pun akhirnya sampai dirumah kontrakan Selli dengan waktu yang lumayan singkat.
Selli yang khawatir langsung saja masuk kedalam rumah.. Ia menemukan Paris duduk disofa dengan mata terpejam.
Selli berusaha membangunkan Paris tapi tidak ada respon.
"lebih baik kita langsung membawanya kerumah sakit." saran Thomas.
"iya.. Tolong kamu angkat Paris." ucap Selli.
Thomas langsung membopong tubuh Paris lalu memasukkan nya kedalam mobil Selli..
Mereka pun langsung segera menuju rumah sakit. Dan Paris akhirnya sudah bisa ditangani oleh dokter. Didalam IGD, Selli menjelaskan kondisi Paris pada dokter yang menangani nya.
Thomas terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Selli. Selli di ikuti Thomas keluar dari IGD untuk mengurus administrasi.
"apa maksud kamu Paris hamil? Dia kan belum menikah." tanya Thomas.
"aku tahu..." jawab Selli.
"lalu..." Thomas masih bertanya-tanya.
Selli akhirnya menceritakan semuanya pada Thomas. Sebuah fakta yang benar-benar membuatnya terkejut. Dia tidak menyangka, kakaknya pelakunya.
"kak Theo sampai sekarang belum tahu kalau Paris mengandung anaknya?" tanya Thomas tak percaya.
Selli menggeleng.
"kak Theo harus tahu. Dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya." ujar Thomas.
"masalah nya, ada Serrel... Yang membuat Paris masih bungkam!" beber Selli.
"tapi tetap saja.." Thomas pun kemudian pergi begitu saja meninggalkan Selli.
"Thomas! Kamu mau kemana....? Thomas!" panggil Selli tapi tak dihiraukan oleh Thomas...
. -. -
Theo tengah berada diruang kerjanya. Dia memandangi foto Paris yang tengah terlelap. Theo merindukan nya.
Theo baru tahu kalau Paris sudah resign beberapa hari yang lalu. Dia juga tahu kalu sebelum resign, Paris sempat pingsan. Theo bertekad untuk menghampiri Paris nanti.
Meskipun nanti Paris menolak kehadirannya, ia akan terus memperjuangkan Paris. Karena pelan-pelan tapi pasti, hatinya sudah mulai terbuka untuk Paris. Kali ini ia tak mau gagal lagi. Paris harus jadi miliknya.
Ditengah lamunannya, tiba-tiba Thomas masuk begitu saja. Thomas langsung menarik kerah kemeja Theo.
"gue gak nyangka ternyata elu itu laki-laki brengsek!" bentak Thomas.
Mendengar Thomas berbicara seperti itu, membuat Theo tidak mengerti.
"apa maksud mu? Kenapa kamu datang-datang langsung seperti ini." tanya Theo.
"Paris Hamil!" Thomas mendorong Theo.
"Dan elu dengan senangnya menikmati kebersamaan dengan mantan lo itu!" lanjut Thomas tak terima.
" Apa? Paris hamil? " Theo membelalakkan matanya terkejut dengan apa yang dikatakan Thomas.
"Loe bener-bener brengsek! Bisa-bisanya lo tidak tahu!" ujar Thomas berapi-api.
"Bagaimana aku bisa tahu.? Paris bahkan tidak mengatakan apapun padaku!" teriak Theo membela diri.
"Loe itu direktur tapi bodoh masalah cewek!" sindir Thomas.
"harus nya loe mikir. Lo udah melakukan itu. Dan lo keluar didalam. Tentu ada kemungkinan perempuan yang lo tidurin itu hamil." Jelas Thomas.
Theo merasa bersalah menyadari kenyataan itu. Dan semakin merasa bersalah karena terlambat menyadari nya.
"Lihat sekarang! dia tertekan sendiri. Dia sakit!" ungkap Thomas membuat Theo semakin hancur.
"Dimana dia? DIMANA DIA SEKARANG?!" teriak Theo menarik kerah kemeja Thomas.
Thomas terdiam menatap kakaknya yang terlihat menyesal.
"KATAKAN! Dimana Paris sekarang!?" Theo semakin tak sabar melihat Thomas yang hanya diam.
Melihat kesungguhan Theo, Thomas pun akhirnya mengatakan nya.
" Paris di rumah sakit kartini!" jawab Thomas.
Mendengar jawaban dari Thomas, Theo pun melepaskan Thomas dan segera pergi.
"Semoga kalian bisa bersatu." Harap Thomas lirih menatap kepergian Theo.
Theo pun bergegas menuju rumah sakit tempat Paris dirawat. Ia memasuki mobil dengan kondisi yang sudah acak-acakan.
"maafkan aku Paris. Maafkan aku..." tutur Theo disela-sela rasa sesalnya.
Theo melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dengan harapan bisa segera bertemu dengan Paris.
Namun, harapan itu mungkin pupus karena sebuah tragedi yang membuat dirinya terlelap.
Theo mengalami kecelakaan mobil yang fatal dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Theo tak mampu melanjutkan perjalanan nya sendiri tapi mungkin ambulans lah yang akan membawanya lebih dekat dengan Paris.
Dirumah sakit yang sama namun terpisah dengan keadaan.
Theo memasuki IGD disaat Paris sudah di pindahkan ke ruang rawat inap.
Pihak kepolisian sudah menghubungi keluarga Theo tentang kejadian yang menimpanya.
Thomas yang mendengar kabar tersebut langsung menyusul ke rumah sakit. Dan orang tua mereka yang sedang perjalanan keluar negri memutuskan segera kembali.
Entah cobaan apa lagi yang membuat mereka belum bisa bersama.
Sesampainya Thomas dirumah sakit ia langsung mencari keberadaan kakaknya.
Thomas sangat prihatin dengan kondisi kakaknya.
Theo harus melakukan operasi dibeberapa bagian karena tulangnya yang retak.
Thomas kemudian menghampiri Selli dan Paris di ruang rawat inap.
Selli yang melihat kedatangan Thomas pun, mendekati nya.
"Kak Theo sudah tahu Paris mengandung anaknya.... Tapi..." jeda Thomas
..
... -
sukses,semangat
mksh