“A-aku suka padamu, Rel-Rela!” Haikal, anak remaja laki-laki culun tengah mengungkapkan perasaan cintanya pada seorang gadis yang paling cantik di kelasnya, di sudut sekolah saat jam istirahat.
Gadis cantik berambut panjang itu mengernyit, dengan kasar mendorong Haikal, kemudian berlari pergi.
Setelah kejadian itu, mereka tidak pernah lagi bertemu. Hingga gadis cantik itu tiba-tiba menangis meraung sejadi-jadinya di hadapan Haikal.
“Apa kau masih mencintaiku? Jika masih ayo kita menikah!”
Cup! Rella langsung memagut bibir Haikal dengan rakus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rozh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Libur Kerja
Haikal telah mandi dan berpakaian rapi, Rella pun juga sudah rapi. “Aku antar, ya?” tanya Haikal.
“Oke, kamu nggak takut telat?” Rella menatap Haikal penuh kasih, lalu merapikan rambut suaminya.
“Takut pada apa?”
“Heheh. Pada atasan kamu lah. Walaupun orangtua kita punya usaha, tapi kita harus berdiri di kaki kita sendiri, Sayang,” ungkap Rella dan langsung mengecup pipi Haikal.
Haikal langsung meraih pinggang Rella. Lalu, sebelah tangannya membelai wajah itu lembut. “Atasanku hanya kamu, tidak ada yang bisa membuatku takut, kecuali kamu.”
“Loh? Kok bisa? Emangnya aku menyeramkan? Seharusnya yang menyeramkan itu atasan kamu, Sayang. Dengar-dengar atasan perusahaan HGM Groups itu pemarah," balas Rella.
“Masa sih, kok aku nggak tahu ya, padahal dia nggak pemarah. Mungkin, lebih tepatnya pendiam kali, Sayang. Dan masalah ... kenapa kamu lebih menakutkan itu, bukan karena kamu menyeramkan, tetapi karena aku takut nggak dapat jatah.”
Rella menepuk dada Haikal manja. “Kamu sudah bisa menggodaku sekarang, ya? Apa kamu tidak ingin berangkat kerja pagi ini? Hm?” Goda Rella mengelus dada Haikal.
“Kalo Nyonya Haikal bersedia, aku tidak menolaknya dan bersedia libur kerja hari ini.”
“Dasar, ya!” Haikal terkekeh.
“Tapi serius kok Sayang, aku ikhlas libur demi kamu.”
“Kalau kamu bicara gitu lagi, nanti malam kamu bakalan encok pinggang paginya, aku bakalan memarahi kamu, jika kamu nggak bisa memuaskanmu di ranjang!” Rella menarik dasi Haikal turun, sehingga kepala Haikal merunduk sejajar dengan Rella.
Rella langsung mengecup bibir Haikal sekilas, lalu memberikan kecupan di lehernya sampai memerah. “Ini hukuman karena menggodaku.” Rella tersenyum.
“Sayang.” Haikal berbalik dan menatap lehernya di cermin. “Sayang, aku suka sih, tapi ... orang-orang akan mengatakan aku maniak,” ungkapnya berbalik pada Rella.
“Hahahha, bukan kamu. Tapi aku Sayang, aku yang akan dikatakan orang. Istri maniak.”
“Enggak, nanti mereka iri dan pengen juga!” Haikal langsung mengambil plaster, menggunting membagi dua, agar lebih pendek.
“Sayang, itu bahkan lebih membuat orang curiga, jika kau menutupinya dengan plaster.”
“Ya sudah, kalau begitu, kita nggak usah kerja hari ini!” Haikal langsung membuka bajunya, meraih tubuh Rella, memeluknya dan langsung mencium bibir istrinya itu.
“Sayang, tunggu! Aku harus bekerja!” tolak Rella.
“Enggak, hari ini aku dan kamu tidak bekerja mencari uang, tetapi bekerja untuk membuat keturunan.” Haikal mulai membelai Rella lembut dan menyentuh titik sensitif Rella.
Hingga akhirnya, mereka berakhir dengan pergulatan di ranjang.
Langit sudah berwarna jingga, tetapi Rella dan Haikal masih bermain di ranjang. Bahkan mereka melewatkan makan siang, untung saja tadi sudah sarapan.
“Sayang, kamu terlihat seperti pria maniak, jika berada di atasku begini, ahahahahah!” Rella tertawa saat Haikal baru menyelesaikan penyatuan mereka yang ketiga kali di sore ini.
“Oh ya, tapi kamu suka 'kan?” Perlahan, Haikal menarik handuk kecil di samping nakas dengan posisi tubuh masih menyatu. Kemudian, menarik miliknya keluar, mengangkat pinggul Rella dan memberi alas handuk kecil itu di bawah pinggul Rella.
Haikal berdiam diri, melihat milik istrinya.
“Sayang, jangan lihat begitu. Aku malu. Kenapa sih, kamu setiap kita selesai melakukan itu, selalu melihatnya,” erang Rella malu, karena barusan saja, Haikal menghapus cairan yang baru keluar dari miliknya.
“Aku melihatnya karena cantik dan aku suka. Aku juga ingin memastikan anak-anak ku bisa berenang hebat menembus dinding rahimmu, tetapi sepertinya mereka banyak yang gagal, karena selalu meleleh keluar,” kata Haikal berwajah lesu.
“Menurut pengetahuan ku, nggak semuanya juga masuk. Ibarat nih, ada ribuan bakal calon anak di tembak ke dalam, hanya satu atau dua yang berhasil, yang lainnya akan keluar sendiri atau mati di dalam perutku dalam kurun waktu tujuh hari.”
“Ya, aku tahu Sayang.” Haikal mengelus perut Rella. Lalu menciumi perut itu lembut. “Semoga Tuhan segera menitipkan anak di dalam sini.”
“Aamiin.” Rella mengelus rambut hitam Haikal. “Sayang, jangan terlalu dipikirkan masalah anak, kita 'kan baru menikah, belum juga setahun, mungkin saja Tuhan memberikan kita waktu untuk saling mengenal dan saling jatuh cinta secara mendalam. Jujur, aku belum terlalu mengenalmu.”
Haikal menaiki tubuh Rella, menatapnya. “Iya, aku juga tidak terdesak kok. Hanya saja, aku merasa khawatir.”
Rella meletakkan kedua telapak tangannya di pipi Haikal. “Jangan terlalu khawatir, dengan munculnya perasaan itu, bisa membuat setres dan mengurangi kualitas cairan milikmu loh. Kini, kita berusaha dulu sambil saling mengenal. Banyak orang yang bertahun-tahun belum hamil kok. Atau ... kamu bakalan ninggalin aku? Kalau aku belum hamil juga?”
“Sayang! Kamu berkata apa sih, itu nggak mungkin terjadi. Apapun dan bagaimanapun kamu, aku tidak akan pernah meninggalkan kamu, sungguh.”
Rella tersenyum, kemudian wajahnya sedikit terangkat dan dia juga sedikit menekan kepala Haikal ke depan, sehingga dia bisa mendaratkan ciuman sekilas di bibir Haikal.
“Sayang, aku lapar.”
“Kamu lapar setelah aku cium?" tanya Rella mengerutkan dahinya.
“Bukan, bukan!” Haikal menggeleng. “Kita 'kan belum makan, jadi aku lapar. Kita mandi yuk, terus pesan makanan. Nanti malam, kita lanjut lagi.” Haikal mengecup pipi Rella.
“Oke. Tapi ... tidak baik juga untuk kesehatan calon anak kita, kalau mainnya keseringan, Sayang.” Rella menggelayutkan tangannya manja di leher Haikal.
“Coba dulu, kali aja berhasil. Kita nggak tahu, calon mana yang sehat dan berhasil 'kan?” Haikal tersenyum.
DAN TK NYANGKA, BELASAN TAHUN GK KTEMU, MLH RELLA YG NGAJAK HAIKAL NIKAH,, TPI TTP PENASARAN, DRIMNA RELLA TAU ALAMAT APARTEMEN HAIKAL, DN MSH KNALI WAJAH HAIKAL..
SAMA SBNARNYA DGN RELLA BKA USAHA TAHU TEMPE.. TPI RELLA LAKUKN STELH TAMAT SKOLAH.. ITUPN UANG MODAL PINJAM DRI PAPANYA, SDGKN HAIKAL DARI TABUNGAN UANG JAJANNYA YG DIINVESTASIKN
HNY MNANG PNAMPILAN & GAYA..
BEDA DGN HAIKAL, GK PTG PNAMPILAN, YG PTG HSIL..
TPI TDI RELLA MNGATAKN MANTAN2, BRRTI RELLA SEMPAT BNYK PACARAN DGN LAKI2 SELAIN DGN ANDI, KLO LIAT AGRESIFNYA RELLA CIUMAN, TK MUNGKIN SLAMA PACARAN DGN MNTAN2NYA RELLA GK PRNAH CIUMAN. MSKI BIBIR RELLA DN TUBUH RELLA UDH GK SUCI, PASTI UDH DIPELUK2 DN DIGREPEK2 PARA MNTAN NYA RELLA, TPI KSUCIANNYA TTP BUAT HAIKAL...
AKU MP DGN MNTAN ISTRI PRTAMA DN MP DGN ISTRI BARU, JARI2 KAKINYA AZA KUKULUM LEMBUT SATU PRSATU TNPA JIJIK... 😊😊😊😊😊😊
BRRTI TU ANDI OMONG BESAR SAMA TEMAN2 GENGNYA..