NovelToon NovelToon
I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Mengubah Takdir / Balas Dendam / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:7.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Anissa_af

hai readers ini novel pertamaku. bila ada kesalahan dalam penulisan mohon di maklumi yah. karna sekaligus belajar menjadi seorang penulis.
oke selamat membaca 😗

Menceritakan seorang gadis remaja yang dibuang oleh ayah kandungnya. ayahnya bukan hanya membuangnya tapi ia juga membunuh ibunya.

bertemu keluarga angkat yang sangat baik hati. walau sifatnya dingin terhadap orang lain. ia masih bisa bersifat hangat kepada keluarga dan sahabatnya.

bagaimana kelanjutan ceritanya..
tunggu Up selanjutnya yah 🙏

Oh iya bantu like dan vote nya juga ya kak. terima kasih:)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anissa_af, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 26

Malam harinya vanessa dkk bersiap untuk melakukan penyerangan. Ia hanya membawa 100 anggotanya yang sudah sangat terlatih.

"Bos dimarkas itu banyak jebakan jadi kita harus hati-hati." Ucap Rudin

"Jebakan ya." Ucap vanessa menyeringai, rudin pun merinding karena vanessa mengeluarkan senyuman jahat itu.

"Pastikan anggota Lion King sendiri yang masuk kedalam jebakan itu. Mengerti " Ucap vanessa dingin

"Siap mengerti bos." Ucap mereka serempak

Vanessa pun meninggalkan mereka dan menuju ke teman-temannya yang masih bersiap.

"Disana ada banyak jebakan, kalian harus hati-hati dan pastikan anggota Lion King sendiri yang masuk jebakan itu." Ucap vanessa

"Irene bawakan racun yang dapat membunuh secara perlahan." Ucap vanessa

"Bakal digunain ke siapa nes." Ucap viola

"Iya nes asal lo tau bahan-bahannya itu langka banget dan mahal juga." Ucap irene

"Haduh cerewet deh tinggal bawain aja repot banget lo." Ucap vanessa

"Okelah." Ucap irene pasrah

Mereka pun segera turun dan menuju ke tempat anggota nya yang sudah berkumpul.

"Bos 100 anggota sudah siap." Ucap viko

"BAIKLAH SEMUANYA, AKU HARAP KALIAN SALING MEMBANTU DAN SALING MELINDUNGI. DISANA ADA BANYAK JEBAKAN PASTIKAN ANGGOTA LION KING YANG TERKENA JEBAKAN ITU SENDIRI."

"JANGAN ADA YANG TERLUKA PARAH. PASTIKAN MUSUH KALIAN TUNTASKAN SEMUA. PAHAM."Ucap vanessa tegas

"PAHAM BOS." Ucap mereka serempak

"BAIKLAH KITA BERANGKAT SEKARANG." Ucap vanessa

Mereka pun melaju menuju ke markas Lion King. Vanessa dkk memiliki bus pribadi untuk anggota mereka dan ada sepeda motor khusus untuk anggota BLS.

Vanessa dan anggotanya sudah sampai di markas LION KING, mereka menempatkan kendaraan lumayan jauh dari markas karena markas dijaga sangat ketat. Perlahan mereka menyusup dan melumpuhkan semua penjagaan jebakan yang LION KING buat pun berhasil menjebak anggotanya sendiri.

Dorr...Dorr...

Boom...

Duuaarrr....

Dorr...Dorr...

"Bagaimana ini tuan besar pasti tidak bisa diganggu." Ucap anggota LION KING, mereka tidak bisa bicara kepada ketuanya karena saat malam hari ketua mereka sedang bersenang-senang dan ruangan milik tuan mereka kedap suara.

Vanessa dan anggotanya berhasil masuk ke markas dan banyak anggota LION KING tewas ditangan vanessa dkk.

"Kita keruangan ketua mereka gue yakin ia bersenang-senang sekarang." Ucap vanessa

"Oke nes. Irene adis kalian lanjutkan ya kita ke ruangan ketua mereka." Ucap vanya

"Baik bos." Ucap irene dan adis serempak, mereka akan menyebut teman-temannya bos saat sedang bersama anggota nya, tetapi saat mereka sendiri maka panggilannya akan berubah.

Vanessa dkk menuju ke ruangan ketua LION KING mereka melihat ada 10 orang berjaga di depan ruangan itu. Vanessa dkk pun menyeringai dan melawan mereka.

Dorr...dorr...

Crash..

Dorr..

Bug...bug...

Kraakkkk....

Vanessa dkk berhasil melumpuhkan penjagaan itu. Mereka segera masuk ke ruangan itu.

BRAKK...BRAKK..

DORR...

Mereka berhasil memasuki ruang ketua itu. Mereka melihat pemandangan menjijikkan. Ketua Lion King dan jessie bertelanjang bulat diatas ranjang.

"Sialan kalian siapa berani mengganggu kesenanganku." Ucap ketua itu murka

"Hai ****** untung rino tidak jatuh ke dalam pelukanmu." Ucap vanessa menatap jessie tanpa menghiraukan ucapan ketua itu.

"S..sia..siapa K..kau.." Ucap jessie terbata

"Hahahahaha kau tidak perlu tau siapa aku." Ucap vanessa tertawa jahat

"Pergi kalian dari ruanganku." Ucap ketua itu

"Heh tua bangka kau yang mencoba membunuh vanessa." Ucap viola

"Hahahaha kenapa kalian melindungi orang yang sudah mengganggu keponakanku." Ucap ketua itu

"****** itu yang mengganggu vanessa" Ucap vinda menunjuk ke arah jessie.

"Kenapa kalian membela gadis itu hah. Apa yang dia berikan kepada kalian." Ucap jessie berapi-api

"DIAM KAU." Bentak vanessa. Seketika nyali jessie menciut ia pun diam.

"Kenapa kalian membela wanita ****** itu, dia mengusik jessie ku." Ucap ketua itu, mendengar ucapan ketua itu darah vanessa mendidih ia mengeluarkan aura kepemimpinan yang kuat.

Semua yang ada diruangan itu pun merasa ketakutan karena mendadak atmosfir ruangan itu menjadi lebih dingin. Mata coklat vanessa pun berubah menjadi abu-abu.

Oh tidak, lia pasti hadir. Batin vinda merinding

Habislah nyawamu tuan. Batin viola menggelengkan kepala pelan

Anda salah mencari musuh tuan. Batin vanya

"Tuan apa kau tidak menyesal mengucapkan itu." Ucap vanessa dingin

"T..tidak.. aku tidak menyesal karena memang kenyataannya wanita itu merebut kekasih jessie ku." Ucap ketua itu sedikit terbata. Tanpa pikir panjang vanessa menendang perut ketua itu sehingga mengeluarkan darah dari mulutnya.

"Uhuk...uhuk..."

Jessie yang melihat pamannya terpental ke dinding pun segera menghampirinya dan memeluknya.

"Om... om lawan dia om." Ucap jessie ketakutan menuding vanessa

Vanessa mengisyaratkan kepada vanya dan viola untuk menyingkirkan jessie dari pamannya itu. Vanya dan viola yang mengerti tatapan vanessa pun mencengkeram lengan jessie dan menjauhkan dari tubuh pamannya.

"Aaaaakkhhh lepasin... om tolong....ssaakkittt." teriak jessie kesakitan dan meronta untuk dilepaskan.

"DIAM ATAU KU PATAHKAN LENGANMU INI BICH." Teriak vanya. Vanessa pun menyeringai mendekati ketua itu yang terbaring di lantai. Vanessa pun berjongkok dan mendekatkan tubuhnya.

"Saat kau tau siapa aku kuharap anda tidak menyesal karena mengatakan seperti itu tuan." Ucap vanessa menyeringai lalu membuka topengnya sang ketua yang tahu wajah vanessa pun tertegun karena selama ini yang akan ia habisi adalah pimpinan BLS paling kuat.

"Ka...kau.." Ucap ketua itu lalu ia berkeringat dingin, ia juga tahu bahwa mafia BLS dipimpin 4 wanita yang cantik dan kuat, hingga ia berfikir dapat menaklukkan 4 wanita itu. Tetapi saat ia tahu yang ia usik adalah wanita yang ia inginkan, ia hanya bisa tertegun dan berkeringat dingin.

"Ya orang yang selama ini kau coba celakai adalah aku, aku vanessa." Ucap vanessa sedikit berteriak hingga menggema di ruangan itu, jessie pun terkejut karena dihadapannya adalah vanessa pemimpin BLS

"I'M LEADER MAFIA OF BLS." Vanessa pun berdiri dan mengeluarkan pistol dan membidik kedua kaki ketua itu, ketua itu tidak bisa berbuat apapun karena ruangannya itu tidak ada senjata apapun, semua senjata terdapat diruang lainnya.

Dorr...dor..

Aaakkkhhhh kakiku...

Vanessa menyeringai dan mengeluarkan pisau kecilnya lalu menggoreskannya ke kedua paha ketua itu. Di paha kiri terdapat tulisan BLS dan di paha kanan terdapat tulisan V4. Tidak lupa vanessa yang melakukan itu menyeringai jahat.

"Om.... brengsek lepaskan om ku... om sayang bertahanlah." Ucap jessie, vanessa dkk pun jijik mendengarkan ucapan jessie.

"Lihatkan, yang ****** itu keponakanmu bukan aku." Ucap vanessa menuding ke arah jessie lalu menendang kepala ketua itu hingga terbentur tembok.

"Vanessa lepaskan om ku kau iblis." Teriak jessie, vanya yang mendengar itu pun menarik rambut jessie hingga ia mendongak keatas dan mengerang kesakitan.

"KAMI IBLIS DAN KAU YANG TELAH MEMBANGUNKAN IBLIS." Teriak vanya di telinga jessie, vanessa yang melihat itu pun tersenyum miring.

"KAU YANG INGIN MENGHANCURKAN VANESSA. MAKA INI YANG AKAN DI TERIMA DARI SEMUA YANG MENDUKUNG MU." Ucap viola berbisik ke telinga jessie

"Lihatlah tuan ponakanmu itu sangat bodoh. Oh ya kau kan terobsesi dengan kita maka nikmati saja ya permainan ini. Ini akan lebih menyenangkan daripada dengan ponakanmu tersayang." Ucap vanessa lalu menampar kedua pipi ketua itu hingga darah yang keluar dari mulut ketua itu semakin banyak.

PLAKKK.....PLAKK....

Vanessa memberi isyarat kepada vinda untuk bermain-main dengan tubuh ketua itu. Vinda paham dengan tatapan vanessa ia pun mengeluarkan pisau kecil kesayangannya dan berjalan menuju ketua itu.

"Tuan kalau aku jadi kau, pasti aku tidak akan menuruti kemauan dia." Ucap vinda melirik ke arah jessie

"Hei ****** jangan kau goda om ku." Ucap jessie menahan amarah karena melihat vinda mendekati pamannya dan tangannya berada di kakinya. Vanessa pun melotot ke arah jessie.

"DIAM KAU ******. PAMANMU YANG BODOH BERHAK MENDAPATKAN ITU. HAHAHAHA..." Teriak vanessa tertawa jahat, vanya dan viola pun ikut tertawa.

"Vin lakukan saja tugasmu." Ucap vanessa duduk di ranjang itu melihat vinda melakukan tugasnya.

Vinda pun memberi sayatan di semua kaki ketua itu, tidak lupa memberi sayatan huruf BLS di telapak kaki nya.

"Aaakkkhhh.... lepaskan saya... saya salah telah menuruti kemauan jessie saya menyesal." Ucap ketua itu, jessie pun terkejut karena pamannya menyesal telah membantunya.

"Om... om jahat... Jessie tidak pernah menyesal bila sering tidur dengan om." Teriak jessie. Vanessa dkk pun jijik mendengar ucapan jessie

"Diam,kau jessie ini semua ulahmu, tidak seharusnya aku mengikuti kemauanmu." Ucap ketua itu berteriak dan menahan rasa sakit di tubuhnya.

"DIAM. DRAMA BODOHMU INI MEMBUATKU MUAK." Teriak vinda sang ketua pun menutup mulutnya ia menahan sakit di kedua kakinya.

"Biarkan aku menyelesaikan lukisanku tuan." Ucap vinda menyeringai lalu mengeluarkan katana dan menebas jari kaki ketua itu. Seketika jessie pun berteriak karena melihat nasib pamannya yang sudah banyak mengeluarkan darah.

"Aaakkkkhhhhhh"

"Om...hiks...lepaskan lenganku...kumohon.." Ucap jessie. Vanessa yang tidak tahan dengan ocehan jessie pun langsung mencengkeram lehernya hingga ia sulit bernafas.

"BICH LEBIH BAIK KAU DIAM DARIPADA KEPALAMU MELEDAK SEKARANG." Bentak vanessa lalu melepaskan tangannya. Dan menuju ke bibir ranjang untuk duduk kembali dan menikmati pemandangan di ruangan itu.

1
Riswana ANha
Lumayan
Riswana ANha
Luar biasa
Yanie Handayani Yani
ky kisah alana apa y judul ny lupa aku
marini anggita
update dong Thor
penasaran nihhh
Irna Herawati
Thor bisa ganti panggilanx gak,jngan Bos dong thor
Eida Nuban
memgandung bawang tjhor😭😭😭
Helen Nirawan
ada yg ngintip tuh
Dwi Anwaith
kapan update lagi Thor, udah ganti tahun nih masih setia nungguin aku, semangat Thor 💙💙 ditunggu
Felani Febrianti
Kak kapan upnya?🥹
Aisyah Suyuti
seru
Siti Aniah
semangat author, up lagi jangan lama²
Felani Febrianti
kak upnya jgn lama-lama🫠
Nadia Utari
yg bawa
mutiara sandi
ini yg gw tunggu
mutiara sandi
aku baca nya oke langkah2 thorrr..lbh merapat thor
Fy Ndut
Kecewa
Siti Aniah
upnya jangan lama² thor suka lupa dengan ceritanya yg dah di baca
Siti Aniah
kulkas 2pintu kapan nikahnya
Siti Aniah
terlalu banyak flesbeck
Siti Aniah
semoga saja setelah cerita ini selesai di baca kan ada kelanjutan dgn cerita yg sama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!