Aisyah adalah mahasiswi Kedokteran semester 7 di salah satu Universitas ternama di Jakarta, ia di jodohkan oleh orang tuanya dengan anak teman papanya. Ferro adalah lelaki yang tampan, dermawan, dan juga sangat baik, tetapi dibalik sifatnya yang seperti itu ia sangat dingin dan cuek terhadap semua wanita, ia bekerja sebagai seorang CEO diperusahaan milik orang tuanya. Awal mula mereka bertemu adalah saat acara reuni Papanya, masing-masing pemilik perusahaan membawa anak mereka, dan kebetulan Ayah Aisyah adalah sahabat Papanya Ferro.
Bagaimana cerita selanjutnya setelah pertemuan itu?
Yuk simak cerita selanjutnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizqy Pramudhya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 Rencana Pergi
Setelah sampai di depan gedung kantor, Ferro menggandeng tangan istrinya itu. Banyak karyawan yang melihat mereka khususnya karyawan wanita, mereka tersenyum ke arah Ferro tapi tidak pada Aisyah, mereka merasa kecewa karna tidak dapat memiliki Ferro.
Saat memasuki lift ada seseorang yang memanggil nama Ferro, Aisyah dan Ferro langsumg berbalik menoleh ke arah sumber suara itu dan betapa terkejutnya mereka yang datang adalah Maya
"Fer, tunggu" ucap Maya dengan nafas yang ngos-ngosan karna berlari
"Fer, aku mau bicara sesuatu serius sama kamu. Bisa kita bicara empat mata? " tanya Maya dengan wajah yang berharap
Ferro melihat ke arah Aisyah yang sudah tidak nyaman karna berdekatan dengan wanita yang mau merebut suaminya
Ferro mengerti dari raut wajah istrinya itu tidak mengizinkan dia untuk bicara empat mata dengan Maya
"Bicara saja di sini" ucap Ferro
"Tidak bisa Fer ini sangat serius Fer, tolonglah" bujuk Maya
"Kalau mau disini kalau tidak silahkan keluar" tegas Ferro
"Baiklah aku akan bicara, Fer jujur selam ini aku mencintai kamu, aku mau kamu terima cinta aku ya Fer" ucap Maya seolah tidak punya malu
"Maaf kalau itu masalah kalian berdua silahkan di selesaikan dengan bicara empat mata saja, saya akan pergi" ucap Aisyah lalu mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Ferro
"Sayang kamu mau kemana, kamu itu gak boleh terlalu capek nanti gak baik buat anak kita" Ucap Ferro dengan nada yang lembut, itu ia lakukan supaya Maya tidak mengganggu dia
Aisyah mengerti dengan ucapan suaminya itu
"Iya mas aku gak kemana-mana kok aku juga gak mau nanti anak kita kenapa-napa" ujar Aisyah sambil memgang perutnya yang rata, ya karna tidak ada janin apapun di dalamnya
Maya yang mendengar hal itu merasa terbakar dan langsung pergi meninggalkan mereka
Lalu Ferro dan Aisyah tertawa sembari masuk ke dalam lift
"Mas kenapa kamu lakukan itu tadi? " tanya Aisyah heran
"Karna mas gak mau dia terus-terusan mendekati mas dan mas juga gak mau kamu marah kayak waktu itu" jawab Ferro sambil memandang wajah istrinya
"Terima kasih ya mas" dengan mata yang berkaca kaca
"Gak perlu berterima kasih, cukup penuhi aja ucapan kamu yang tadi" goda Ferro
"Yang mana mas? " tanya Aisyah bingung
"Yang tadi soal kandungan" ucap Ferro sambil terkekeh
belum sempat Aisyah menjawab pintu lift sudah terbuka, mereka melangkahkan kaki menuju ruangan Ferro
Setelah sampai Aisyah langsung meletakkan makanan yang tadi ia masak
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu
Tok..... tok........ tok........
"Masuk" ujar Ferro
Munculah David dari luar pintu
"Hai Aisyah" ucap David sambil tersenyum
"Halo mas David" balas Aisyah lalu menundukkan pandangannya
"Ada apa Vid kamu ke ruanganku?" tanya Ferro
"Gini Fer, besok kita ada acara penanda tanganan berkas kerja sama di Perusahaan Y nah itu ada di Jepang Fer" jelas David
"Gak bisa diwakilkan?" tanya Ferro karna ia tidak ingin meninggalkan istrinya sendirian
"Gak bisa Fer, itu harus Presiden Direkturnya yang bertemu" jelas David
"Itu acaranya kapan? " tanya Ferro lagi
"2 hari lagi Fer" ucap David
"Ya sudah nanti aku bicarakan lagi ini sama kamu" ucap Ferro
Davidpun keluar dari ruangan itu, Ferro langsung menghampiri istrinya yang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya
Aisyah yang sudah tahu kalau Ferro akan berangkat ke Jepang merasa sangat sedih
Ferro memegang kedua tangan istrinya itu
"Sayang mas minta maaf karna mas harus ninggalin kamu untuk yang pertama kalinya sejak kita menikah" ucap Ferro
"Iya mas gak apa-apa Aisyah ngerti kok kesibukkan mas gimana, Aisyah juga ikhlas kalau mas pergi jauh karna itu semua tuntutan pekerjaan" ucap Aisyah
"Terima kasih sayang" ucap Ferro lalu mengecup kedua tangan Aisyah dan Aisyah melaukan hal yang sama
"Ya udah mas kerja lagi aja ya, aku tungguin mas sampe selesai" sambil tersenyum
"Okey, siap jendral" sambil memberi hormat pada Aisyah
Aisayah yang melihat kelakauan suaminya itu tak bisa tawanya
Ferropun kembali melanjutkan pekerjaannya
Saat makan siang pun tiba David menghampiri Ferro di ruangannya untuk menanyakan apakah dia juga mau dibelikan makanan
Tok...... tok......... tok.........
"Masuk" ucap Ferro
Aisyah sedang menyiapkan makan siang untuk mereka
"Eh ada mas David juga, ayok mas ikut makan sama-sama" tawar Aisyah
"Gak apa-apa nih?" ucap David sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Iya gak apa-apa kok mas, ayok makan bareng lagian ini banyak kok cukuplah untuk kita bertiga" ujar Aisyah sambil tersenyum
Mereka bertiga makan dengan lahapnya karna memang masakan Aisyah sangat lezat
Setelah makan Ferro dan Aisyah menunaikan sholat dzuhur di ruangan khusus dalam ruangannya sedangkan David masih harus mengurus beberapa berkas yang akan di bawa
.
.
.
Bersambung
mohon diperhatikan .. biar jln ceritanya lebih mengalir gak berasa loncat2
hehee...mf y Thor..✌️