Semua dendam harus terbalaskan.
Pembantaian yang terjadi membuatnya bertekat menjadi kuat, lika-liku perjalanan hidupnya sebelum akhirnya membalaskan dendam orang tuanya menjadi cerita tersendiri.
Magara walau membenci manusia dia tidak pernah berpikir akan membunuh dan menyakiti manusia yang tidak bersalah, walau dirinya adalah siluman dirinya berbeda dari yang lainnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. Pelatihan Menembus Tingkat
Magara yang merasa badannya jauh lebih baik kembali melatih setiap gerakan yang dia kuasainya, engiu ji terus memperhatikan magara dari kejauhan sambil tersenyum.
Ploook, ploook, ploook... suara tepuk tangan terdengar pria tua itu berjalan menghampiri magara.
" Gerakan yang bagus hampir sempurna teruslah berlatih, sebelum itu aku akan membantu mu menembus tingkat dengan begitu kamu tidak terlalu lemah " ucap pria tua itu.
Magara menganggukkan kepalanya sambil terus memperhatikan pria tua itu.
" Apa yang harus aku lakukan sekarang " tanya magara.
" Minumlah ini " ucap pria tua itu sambil melemparkan sebuah botol berisi air berwarna merah darah.
Tanpa berpikir magara langsung meminum air pemberian pria tua itu, rasa air itu seperti darah dengan bau amis yang menyengat. magara yang sudah pernah meminum darah seperti merasa ada yang aneh dengan darah yang di minumnya.
" Rasanya Seperti darah " ucap magara.
" Benar itu memang darah, darah dari siluman yang sudah mencapai tingkat petarung siluman. Darah itu akan membantu mu menggantikan cara mu menyerap jiwa manusia dengan begitu kamu bisa menembus tingkat penggabungan empat unsur " kata pria tua itu sambil tersenyum.
" Sekarang kamu duduklah " sambung pria tua itu.
Magara yang menatap pria tua itu langsung duduk di depannya dan menutup mata, pria tua itu berdiri di belakang magara dan bersiap mengaktifkan darah yang sudah di minum magara tadi.
Arrrrrrrrrkkkkkhhhhhhhhhhh.... teriak magara.
Rasa sakit seperti di tusuk ribuan pisau terus terasa, magara berusaha menahan rasa sakit itu sebisanya.
Semakin lama rasa sakit di tubuhnya semakin jelas terasa, walau magara merasa sangat tersiksa tidak membuat magara ingin menyerah begitu saja.
Cukup lama rasa sakit yang terus menusuknya akhirnya menghilang dengan sendirinya, magara yang sudah merasa jauh lebih baik perlahan membuka matanya.
Badan ku terasa jauh lebih kuat, apa mungkin aku sudah berhasil menembus tingkat " dalam hati magara.
" Benar kamu sudah memasuki tahap penggabungan empat unsur " sahut pria tua itu.
Magara merasa terkejut pria tua di depannya itu bisa mendengar pembicaraan dalam hatinya.
" Tidak perlu sampai seperti itu, jika kamu sudah kuat nanti kamu pasti bisa seperti ku " kata pria tua itu sambil menepuk pundak magara.
" Sekarang kamu coba saja menggunakan kekuatan mu " sambung pria tua itu.
Magara menganggukkan kepalanya dan mencoba menggunakan kekuatannya yang dudah mencapai penggabungan empat unsur.
Duuuuuuuuuuaaaaaarrrr...
Magara melemparkan serangannya ke arah pohon besar di depannya.
Kobaran api menghanguskan pohon itu seketika, walaupun masih belum percaya magara merasa bangga dengan dirinya sendiri.
" Hahahahaha, kamu hanya perlu melatih unsur itu satu persatu aku berani menjamin suatu hari nanti kamu akan menjadi sangat kuat " kata pria tua itu.
" Ambillah kitab jurus ini, sebelum kamu menguasai empat unsur itu usahakan kamu sudah menguasai lima jurus ini " sambung pria tua itu sambil memberikan lima kitab jurus ke magara.
" Tapi aku siluman " sahut magara.
" Ingat siluman juga membutuhkan banyak kekuatan, lima kitab ini masih tidak seberapa kamu harus mencari lebih banyak kitab lagi dan menguasainya " kata pria tua itu.
" Baik aku akan mendengarkan kata anda " sahut magara sambil membungkukan badannya.
" Kamu harus pergi keempat tempat berbeda untuk menguasai empat unsur itu" kata pria tua itu.
" Yang harus kamu datangi pertama adalah Kota api gila tempat kamu harus menguasai unsur api, kamu harus berhasil memasuki pagoda api tingkat tujuh di sana tempat kamu melatih unsur api mu" sambung pria tua itu.
" Baik " ucap magara.
" Setelah kamu berhasil keluar dari pagoda api hidup hidup dan berhasil menguasai unsur api mu aku akan bertelepati dan memberitahu mu ke mana selanjutnya kamu akan pergi " kata pria tua itu.
" Sekarang pergilah, ingat untuk menguasai lima jurus itu sebelum kamu pergi ke kota api gila " sambung pria tua itu.
" Baik aku akan ingat itu " sahut magara sambil berjalan pergi.
Magara menyimpan lima kitab itu di dalam bajunya, magara terus berjalan sambil mencari tempat yang tepat untuk menguasai kelima jurus yang di berikan pria tua itu.
Magara melihat padang rumput yang terbentang luas berada tidak jauh darinya, tanpa banyak berpikir magara berjalan ke arah padang rumput itu sambil tersenyum.
Bruuuuuuuaaakkk...
Magara yang berusaha mendekati padang rumput tiba tiba terlempar ke belakang.
" Siapa yang memasang pembatas di sini " ucap magara yang bergumam sendirian.
" Lagi lagi perusak ingin menghancurkan padang rumput yang ku jaga " suara seorang wanita yang tidak ada wujud nya.
" Aku tahu kamu siluman, tunjukan wujud mu" Teriak magara.
" Hahahahaha, aku tidak menyangka ada yang menyadari aku siluman " sahut suara itu.
Seorang wanita berpakaian serba hijau tiba tiba keluar dari dalam padang rumput yang di beri pembatas.