¤¤ Budayakan like, komen dan Vote ya, setelah membaca.
Kiran berasal dari keluarga kaya, dia berusia 24 tahun. Kehidupannya Glamor. Sifatnya plinplan suka menyakiti hati laki-laki. Kehidupan malam dan kemewahan lekat padanya.
Sebenarnya dulu Kiran adalah anak yang penurut, namun berubah ketika putus dengan pacar pertamanya. Hingga membuat dia berbuat sesukanya.
Kiran akhirnya dijodohkan dengan sopir pribadinya. Yang bersifat baik dan sholeh. Dia adalah Andrian, awalnya Kiran menolak perjodohan itu. Karena, dijodohkan dengan pria miskin yang tidak sesuai dengan kriterianya. Tetapi karena paksaan orang tuanya akhirnya Kiran menerima dengan terpaksa dan menikah dengan Andrian.
Andrian sebenarnya bukanlah dari keluarga miskin. Penasaran? Yuk simak ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hijrah Muslimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.27 Permintaan
"Andrian, mana istrimu nak?" Tanya Rina
"Masih diatas ma." Jawab Andrian lembut.
"Hmmm belum bangun dia, kebiasaan dari masih gadis ga berubah-berubah." Rina menggeleng-gelengkan kepala.
"Ga apa-apa ma, Kiran kecapean." Jawab Andrian.
"Oh capek ya, hehehe!" Jawab Rina tersenyum geli.
Andrian sudah berada dimeja makan bersama kedua mertuanya bersiap-siap sarapan. Menunggu Kiran tidak muncul-muncul dari kamar.
"Bi tolong panggilkan non Kiran." Ucap Rina tak sabar.
Bi Inah pergi kekamar Kiran, tapi tidak mendapati Kiran. Terdengar bunyi air dari kamar mandi.
"Eh bibi, ada apa?" Kiran keluar dari kamar mandi.
"Ditunggu untuk sarapan non." Jawab bibi.
"Oh," Jawab Kiran Cuek.
"Kiran, kenapa belum mandi juga malu sama suami kamu sudah rapi." Rina terkejut melihat Kiran masih memakai baju tidur.
"Hmm capek ma!" Jawab Kiran sambil mengambil susu dimeja, lalu meneguknya.
"Oh capek ya. xixixixi!" Jawab Rina terkekeh.
Andrian heran kok ibu mertuanya malah menertawakan Kiran yang kecapean.
"Mama kok ga sadar ya pa, mereka kan pengantin baru. Pasti capek lah ya pa bergadang semalaman. Xixixixi" Rina tertawa geli.
Kiran sudah mulai tau kemana arah pembicaraan mamanya dan merasa jengkel dengan candaan mamanya.
"Sudahlah ma, jangan ledek anakmu terus. Liat muka mereka jadi merah!" Ucap Hendra tersenyum.
"Andrian, mama pengen cepat punya cucu. Jangan ditunda-tunda ya." Ujar Rina menatap lembut Andrian.
"Iya ma, InsyaAllah tidak nunda-nunda sedikasih aja sama Allah." Jawab Andrian agak gugup.
"Ya papa juga ingin sekali cucu. Papa pasti lebih banyak menghabiskan waktu dirumah sama cucu." Wajah Hendra tampak bahagia.
"Cucu, apa yang mereka katakan aku harus punya anak dari sopir ini. Ogah!" Kiran tampak diam cemberut.
Andrian melirik Kiran yang cemberut, Andrianpun bingung bagaimana bisa memberikan cucu secepatnya. Kiran saja tidak menerimanya jadi suami.
Setelah sarapan Rina dan Hendra pergi kerja. Sedangkan Kiran naik keatas kekamarnya.
"Dek!" Andrian memanggil Kiran yang mau masuk kekamar mandi.
Kiran melihat Andrian dengan sebal lalu masuk kekamar mandi.
"Kenapa jadi gini sih, nikah aja sama dia, hidupku sudah sangat hancur. Ini apalagi aku harus punya anak dari dia. Huhhhhhhh!" Kiran menatap cermin dan mengacak-acak rambutnya.
Andrian termenung disofa, memikirkan tentang pernikahannya.
Dreggggggggggg
"Assalamualaikum ma."
"Waalaikum salam nak!" Jawab Siska.
"Nak, apakah istrimu memperlakukanmu dengan baik?" Ujar Siska cemas.
"Ya ma, mama tenang saja dia sangat baik." Andrian berusaha menutupi.
"Alhamdulillah nak, mama jadi tenang. Oya, mama papa ingin sekali menimang cucu hehehe!" Siska tertawa bahagia.
"Hmm iya ma!" Jawab Andrian lirih.
"Ya sudah, yang akur ya sama istrinya." Ujar Siska lalu mematikan panggilan telfon.
"Hmmm mereka tidak tau, pernikahan apa yang sudah kita jalani." Andrian tampak lesu.
Kiran keluar kamar mandi dengan keadaan segar, Andrian melirik kearah Kiran.
"Ternyata kecantikanmu alami dek, belum pakai makeup saja kecantikanmu tidak luntur." Puji Andrian dalam hati.
Kiran yang merasa diperhatikan merasa risih.
"Eh rapikan!" Kiran melemparkan handuk yang ada dikepalanya kewajah Andrian.
"Dek!" Ujar Andrian terkejut.
"Aku ini suamimu, tidak semestinya berlaku tidak sopan padaku." Suara Andrian terdengar lantang.
"Kenapa kamu tidak suka, yang suruh kamu nikahi aku siapa hah?" Kiran bertolak pinggang menatap tajam kearah Andrian.
Andrian hanya diam malas menanggapi Kiran.
"Kenapa diam, sekarang kamu sudah memiliki segalanya. Kamu punya hati mama papaku, hartaku, kemewahan. Jangan harap kamu bisa memilikiku! Mimpi pak sopir." Ujar Kiran tersenyum sinis.
Degggg
Hati Andrian terasa sakit, kenapa hidupnya seburuk ini. Andrian lalu keluar dari kamar dan keluar kekolam renang.
Bi Inah yang melihat Andrian dengan wajah sedih mengikuti Andrian.
"Den, bibi tau ini tidak mudah!" Ujar bi Inah disamping Andrian.
Andrian terdiam dan tidak menoleh kearah bibi.
"Apakah den Andrian menyesal menikahi non Kiran?"
"Hmmmm!" Andrian menarik nafas panjang.
"Tidak bi, saya tidak pernah menyesali apa yang sudah digariskan oleh Allah pada saya bi." Jawab Andrian lirih.
"Den, untuk saat ini non Kiran mungkin belum bisa menerima dan mencintai aden. Tapi, percayalah suatu saat non akan mencintai dengan sepenuh hati." Bi Inah memegang pundak Andrian.
Andrian tersenyum kepada bi Inah
"Terimakasih bi."
Bi Inah tersenyum lalu pergi dari hadapan Andrian dan membiarkan Andrian merenung dipinggir kolam renang.
~ Jangan lupa like, vote dan komennya ya. Terimakasih🙏
aku asli lo Thor ngikutin kamu dri thn 2020,sampe skrng blm ada apdate terbaru si...