NovelToon NovelToon
R: GODS DESTINY

R: GODS DESTINY

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Petualangan / Misteri / Contest / Fantasi Timur
Popularitas:178.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Levifq

Apa yang paling di inginkan setiap Kultivator didunia ini? Tentu saja kekuatan. Kekuatan adalah segalanya didunia ini, jika kamu tidak cukup kuat maka sesuatu yang menunggu adalah kematian. Oleh karena itu, untuk menjadi kuat semua hal akan dilakukan, meski itu harus membunuh demi sumber daya yang terbatas.
Tetapi terdapat seorang pemuda yang memiliki tujuannya sendiri, yaitu kedamaian. Dia menggunakan kekuatan sebagai alat untuk mencapainya. Setiap ayunan pedangnya akan menghancurkan kegelapan dari sisi kehidupan. Dengan pedangnya, dia akan membunuh segala musuh yang menghalangi langkahnya.
Namanya adalah Li Hui, pemuda berambut putih dengan iris emas yang setiap tatapannya akan menghancurkan mental setiap orang. Dan dengan bakatnya, dia akan memimpin setiap Kultivator melawan musuh yang sudah kelaparan selama ribuan tahun.

"Inikah akhirnya?"
Ucap Li Hui dengan pedang ditangan kirinya, memandang sedih kearah langit malam tanpa bintang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Levifq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 26 Pure Elemen Api

Setelah pergi dari lokasi latihan, Shi Hao berjalan dengan senyum ringan dibawah teriknya matahari. Dia merasa sangat bersemangat karena berpikir bahwa sekarang dia bisa sekuat Li Hui yang berhasil melawan binatang buas kemarin.

"hah...Ternyata begini rasanya menjadi kuat" ucap Shi Hao sambil mengepalkan tangan kanannya.

Tetapi belum sampai 30 detik dia mengagumi kepalan tangannya, teriakan keras disertai tangisan terdengar dari segala penjuru desa.

BOOM!

Masih dalam keadaan bingung, suara ledakan keras disertai gumpalan api dan asap tiba-tiba terjadi yang membuat Shi Hao kembali tersentak.

"ayah ibu.... "

Hanya ada satu hal yang pasti yang menjadi jawaban dari kejadian ini, yaitu desa mereka sedang diserang. Jadi dia tiba-tiba dilanda kekhawatiran mengenai keselamatan orang tuanya beserta adik kecilnya.

Kaki kecil Shi Hao mulai melangkah dan berlari kearah rumahnya, tetapi pembantaian yang ada disegala penjuru desa membuatnya harus mengambil jalan memutar.

"kumohon.... "

Posisi rumah Shi Hao berada disebalah barat dari gerbang desa, dan sekarang posisinya berada di dibagian utara dari gerbang. Jadi supaya dia bisa sampai kerumahnya, dia harus melompat dari pagar desa dan melewati hutan yang mengelilingi desa daun.

5 menit kemudian, Shi Hao akhirnya hanya berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya. Tetapi yang ada di sekelilingnya hanya tumpukan mayat dari tetangga-tetangganya. Jantung Shi Hao berdetak semakin cepat, dan tanpa sadar air matanya mulai menetas saat dia berlari sekuat tenaga.

"Ayah!.... "

Sesampainya dia didepan rumahnya, hal yang pertama dia jumpai adalah tubuh ayahnya yang tergeletak bersimbah darah.

Shi Hao berlutut dan mengangkat tubuh ayahnya dengan tangan gemetar. Ayahnya Shi La yang menjadi pemburu terkuat didesa kini sudah tidak bernyawa lagi.

"ha... " Shi Hao terduduk sambil melihat wajah ayahnya yang sudah mulai memutih. Bahkan dia tidak mampu lagi mengeluarkan tangisan untuk meratapi semua ini, tetapi air mata terus mengalir dengan deras dari sudut matanya.

Dan secara tidak sengaja, sudut mata Shi Hao melihat seseorang yang tergeletak dilantai yang tidak lain adalah adik perempuannya, Shi Ming. Dia langsung merangkak dan mengangkat tubuh kecil adiknya itu, tetapi sebuah luka tebasan di lehernya membuat gadis kecil itu sudah tidak bernyawa lagi.

"aarrggh!.. " teriakan kepedihan akhirnya keluar dari mulut Shi Hao yang membuat sebuah suara tiba-tiba terdengar dari kamar orangtua nya.

"ah sial... Siapa orang bodoh yang berteriak keras itu?! "

Seorang pemuda yang bertelanjang dada tiba-tiba membuka pintu kamar, dan menatap kearah Shi Hao dengan tatapan kesal.

"wah.. Tenyata masih ada satu lagi.. Hei, cepat lah masih ada yang mau dibunuh disini" ucap pemuda itu kearah dalam setelah melihat wajah Shi Hao.

"sabar, ini akan segera selesai... Ahhhhh, akhirnya.. " sebuah balasan terdengar dari dalam kamar, membuat tubuh Shi Hao tiba-tiba kaku.

Lalu satu lagi pemuda yang terlihat sedang membenarkan celananya, keluar dari kamar. "siapa lagi yang mau dibunuh? " ucap pemuda itu.

"bocah itu, sepertinya dia anggota keluarga ini juga. "

"wah.. ternyata hanya bocah. Siapa yang mau membunuhnya, kau atau aku "

"aku lagi tidak mood,"

"hm baiklah, karena kau mau membagikan kesenangan untukku hari ini, jadi aku akan membalasmu.. Tapi ngomong-ngomong dimana pedangku?.. "

"..."

"ah, ternyata didalam, tunggu aku ambil sebentar."

"..."

"ini dia, kemarilah bocah, aku tidak akan membuatnya terlalu sakit untukmu. Kau hanya akan merasakan seperti digigit harimau, lalu tiba-tiba semuanya menjadi gelap hehe"

'srriing'

Pemuda itu menarik pedangnya dan berjalan kearah Shi Hao yang sedang menatap mereka dengan pandangan amarah dan kebencian.

"kusarankan tutup matamu, supaya kau bisa merasakan..... "

"arrrgh kubunuh kau! "

Belum juga pemuda itu menyelesaikan ucapannya, Shi Hao tiba-tiba menerjang tubuhnya dengan marah.

"argh, sial..." pemuda itu terjatuh karena tidak siap dengan serangan itu, dan hal itu membuatnya kehilangan pegangan terhadap pedangnya.

Shi Hao tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, dia bergerak dengan cepat dan mengambil alih pedang tersebut. Inilah pertama kalinya dia memegang sebuah pedang sungguhan, yang membuat tangannya kembali bergetar. Tetapi api amarah yang sudah berkobar di dalam hatinya membuatnya bisa mengenggam gagangnya dengan erat.

Lalu dia melompat keatas tubuh pemuda itu, dan berteriak dengan keras. "kubunuh kau!! "

Shi Hao mengangkat pedang tersebut dan menusukkannya dengan keras kejantung pemuda itu.

Kedua pemuda itu adalah murid dari Black Rose Sect, tetapi mereka hanyalah seorang murid luar yang tidak terlalu diperhatikan oleh sekte, sehingga tingkat kultivasi mereka hanya berada diperingkat kelima ranah konsolidasi diusia yang sudah menginjak 20 tahunan. Akan tetapi, karena persaingan yang luar biasa diantara murid luar, hanya ada beberapa orang saja yang berhasil melatih teknik pengeras tubuh.

"argh!... "

Pemuda itu berteriak kesakitan saat ujung pedang tersebut menembus kulitnya. Tetapi Shi Hao tidak berhenti hanya dalam satu tusukan saja, dia kembali mengangkat pedang itu dan menusukkannnya berulang kali. Bahkan, dia tidak hanya mengincar jantungnya saja, melainkan juga dengan leher dan area wajah pemuda itu.

Sebenarnya murid dari Black Rose Sect itu, memiliki cukup kekuatan untuk membuat Shi Hao menjauh darinya. Tetapi rasa paniknya sudah menutupi pikirannya sejak dia terjatuh tadi.

Disisi lain, temannya yang lain menatap kejadian itu dengan mulut ternganga karena semuanya terjadi begitu cepat. Lalu beberapa detik kemudian dia kembali tersadar dan menerjang kearah Shi Hao.

"beraninya kau bocah sialan! "

'daahgh!'

Sebuah tendangan keras berhasil ditorehkan kedada Shi Hao, yang membuatnya terbang sejauh 5 meter kebelakang.

Shi Hao memuntahkan segumpal darah segar dari mulutnya karena tendangan itu, dan dia merasakan sakit yang begitu hebat diarea dadanya. Tentu saja, tendangan itu harusnya sudah cukup untuk mengambil nyawanya, jika dia belum belajar kultivasi dari Li Fan tadi.

"ahh.. Sial! " pemuda berambut hitam itu menatap rekannya yang sudah tidak bernyawa dengan tatapan kesal. Lalu dia mengalihkan pandangannya kearah Shi Hao yang sedang berlutut sambil memegangi dadanya.

"tidak kusangka bocah lemah sepertimu mampu membunuh bajingan yang tidak berguna ini, jujur saja aku tidak terlalu menyukainya selama ini, aku bahkan bermaksud untuk membunuhnya disuatu tempat suatu hari nanti. Tetapi hal itu ternyata tidak diperlukan lagi sekarang. "

"aku sungguh berterimakasih kepadamu, tetapi masalahnya aku harus membunuhmu. Jadi lupakan semua ini dan matilah dengan tenang! "

Pemuda berambut hitam itu menarik kepalan tangannya dan hendak meninjukannya dengan keras kearah kepala Shi Hao, tetapi harus berhenti karena ditahan oleh seseorang.

"siapa yang bera... Ah senior! " pemuda berambut hitam itu membulatkan matanya dan langsung berlutut kepada seorang pemuda yang mengenakan jubah berwarna merah dan hitam.

Pemuda itu adalah salah satu murid inti black rose sect, yang tentunya tidak ingin disinggung oleh murid luar seperti pemuda berambut hitam.

"Cukup....patriak memerintahkan kita untuk mengumpulkan semua warga desa yang masih hidup dialun-alun." ucap pemuda berjubah merah dan hitam.

"t-tapi senior, bocah ini sudah membunuh Saudara Jan. Bukankah sebaiknya kita membunuhnya supaya arwah saudara Jan tenang? "

"... Aku tidak punya hak untuk memutuskannya, jadi bawa saja dia" balas pemuda berjubah merah dan hitam sambil membalikkan badannya, dan didetik berikutnya dia sudah menghilang.

"baik senior..."

"sial!.. Kau cukup beruntung hari ini bocah, tapi nanti. Akulah yang akan memenggal kepalamu" ucap pemuda berambut hitam itu, sambil menyeret Shi Hao dengan paksa ke alun-alun desa.

**

Di alun-alun desa sudah berkumpul beberapa warga desa yang masih hidup meskipun tubuh mereka dipenuhi luka-luka. Mereka dikelilingi oleh murid-murid dari Black Rose Sect, baik itu murid luar maupun murid inti.

Dihadapan mereka semua, berdiri Yin Tian bersama dengan seorang sesepuh yang akrab dipanggil tetua Zhan.

"bagaimana kabar patriak? Tetua Zhan" tanya Yin Tian.

Tetua Zhan terus mengamati warga desa, sampai Shi Hao yang diseret dengan paksa tiba di alun-alun "patriak akan segera tiba, jadi pastikan semua warga yang masih hidup untuk dibawa kemari"

"baik!.. "

10 menit kemudian, Patriak Gou Lan tiba-tiba muncul dari ruang kosong dengan sebuah selendang ditangannya. Raut kesal yang menutupi wajahnya, membuat semua murid dan tetua sedikit gemetar.

"anda sudah hadir patriak..." sapa tetua Zhan.

"apakah ini sudah semuanya?.. "

"ya.. Hanya ini warga yang masih hidup"

"hm... " patriak Gou Lan mengayunkan tangannya dan seketika selendang yang dia pegang sebelumnya langsung hilang. Lalu dia mengamati semua warga yang masih gemetar ketakutan, dan saat matanya melewati Shi Hao, dahinya tiba-tiba mengerut.

"bagaimana mungkin?... " gumam Gou Lan pelan tetapi masih bisa didengar oleh tetua Zhan yang berdiri disampingnya.

"apa ada sesuatu yang salah patriak?.. "

"anak itu.... Bawa dia kemari.. " ucap Gou Lan sambil menunjuk Shi Hao yang tergeletak ditanah.

Hal itu membuat jantung Pemuda berambut hitam tiba-tiba berdetak tak karuan, karena dia merasa sesuatu yang besar akan terjadi padanya.

"apa yang sedang kau lakukan?! Apa kau tidak mendengar perintah patriak?!.. " teriak tetua Zhan kepada pemuda berambut hitam.

"maafkan saya patriak! " pemuda berambut hitam berlutut meminta maaf dan segera membawa Shi Hao kehadapan Gou Lan.

Melihat Kondisi Shi Hao yang sekarat, membuat Gou Lan kembali mengerutkan keningnya. "siapa yang membuat kondisinya seperti ini?..." tanya Gou Lan yang membuat tubuh pemuda berambut hitam gemetar hebat.

"mm-maafkan saya p-patriak, dia te-telah membunuh murid Jan, j-jadi untuk...... "

Sebelum pemuda berambut hitam menyelesaikan ucapannya, sebuah kobaran api merah gelap melahap seluruh tubuhnya menjadi abu, bahkan dia tidak sempat mengeluarkan erangan kesakitan dari mulutnya.

Perubahan suasana yang begitu cepat itu, membuat semua murid dan tetua berkeringat dingin. Mereka tidak tahu apa salah dari pemuda berambut hitam itu, jadi mereka sangat ketakutan apabila patriak Gou Lan tiba-tiba menargetkan mereka.

Tetapi kejadian selanjutnya bukan seperti yang murid dan tetua khawatirkan, karena tiba-tiba patriak Gou Lan berlutut dan menyentuh kening Shi Hao yang masih terkapar lemas.

Cahaya berwarna merah gelap keluar dari telapak tangan Gou Lan dan langsung menutupi seluruh tubuh Shi Hao. Anak berusia 8 tahun itu sudah pasrah akan nyawanya sejak tadi, jadi dia hanya menutup matanya sambil membayangkan senyuman dari kedua orangtuanya dan adik kecilnya.

Tetapi hal yang terjadi selanjutnya tidak seperti yang dia harapkan, karena ternyata cahaya berwarna merah gelap yang membungkus tubuhnya itu terasa sangat hangat. Bahkan dia bisa merasakan semua lukanya menutup secara perlahan.

Shi Hao membuka kedua matanya dan menatap Gou Lan dengan tatapan bingung 'bukankah dia dalang dari semua pebambantaian ini? ' ucapnya dalam hati, lalu sinar matanya berubah menjadi tatapan penuh kebencian kepada Gou Lan.

Gou Lan sadar akan hal itu, jadi dia segera mengeluarkan sebuah pil berwarna hitam dari spatial ringnya. Pil itu bernama Dark Lotus Pill, sebuah pil langka yang mampu membersihkan semua racun dan memperlancar aliran Qi didalam tubuh.

Tetapi dibalik semua itu, pil ini memiliki efek samping yang sangat mengerikan, yaitu Cultivator yang menyerapnya akan langsung kehilangan ingatannya dan secara perlahan dapat mengubah Qi-nya menjadi 'Dark Qi'.

"Telan lah pil ini, lukamu terlalu parah jadi aku tidak bisa menyembuhkannya sekaligus" ucap Gou Lan sambil menjulurkan telapak tangannya. Tetapi Shi Hao hanya menatapnya sebentar sebelum dia kembali menatap Gou Lan dengan pandangan marah.

"kau tahu nak?, alasan saya membunuh kalian semua adalah karena kalian menerima seseorang yang paling kubenci didunia ini untuk tinggal didesa ini.. Apa kau mau tahu siapa dia?" ucap Gou Lan kepada Shi Hao.

"orang itu adalah Li Fan... Bajingan pengecut yang telah membunuh istriku dulu. Jadi sebenarnya aku tidak punya masalah dengan kalian, hanya aku sedikit marah. Oleh karena itu, untuk menebus kesalahanku, terimalah pil langka ini. Karena selain untuk menyembuhkan lukamu, pil ini akan membantu dantian Pure Elemen api mu berkembang...." ucap Gou Lan lagi dengan senyuman senangnya.

1
Raditya Vicky
Luar biasa
Ana Suryana
Biasa
Repianik
sayangnya tingkatan cultivasi nya pakai bahasa inggris
Doel
Ayo up lagi...Lama bgt...
Nani Nuwa
dah lama nggak Update
Nani Nuwa
ditunggu kelanjutannya
Oo Oo
bagus novelnya thor..tetap semangat menulis dan rajin2lah promosi di novel yg populer.. jgn lupa rutin update.
Iwan Setiawan Aja
lawas banar hanyar cungul....
Kokoro No Tomo
lama jg baru update thor
Kokoro No Tomo
kenapa nih ? koq macet..!?!
Kokoro No Tomo
lama gak nongol thor
Taurus Wew
nah ini yg pinter, jg sdr sj gk bs mlh mau bawa wuming 🤣🤣🤣🤣
Kokoro No Tomo
terima kasih dan tetap menjadi orang baik.
Oo Oo
ceritanya bagus..tp krn up nya lama,byk udah lupa alur dan cerita sebelum.
ayo author semangat.
Kokoro No Tomo
mantap
Kokoro No Tomo
cerdas
Oo Oo
mantap
Gian Dido
Aiiiiis... Kentaaaaaaaaaaaaang thoooooooor
Al^Grizzly🐨
Semangaatt
Gian Dido
Giliran.. Kepala desa.. Semangaaaaaaaat thoooooooor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!