NovelToon NovelToon
Liontin Dewi: Jalan Sang Raja Obat

Liontin Dewi: Jalan Sang Raja Obat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Rizky Pratama adalah lambang kegagalan; hidup miskin, sering dipecat, dan selalu sial, sampai sebuah kecelakaan tragis merenggut segalanya. Namun, maut justru membawakannya keajaiban berupa Liontin Dewi yang menyatu dengan tubuhnya, memulihkan lukanya secara instan dan melambungkan kecerdasannya di atas rata-rata manusia. Lebih gila lagi, liontin itu memberinya kemampuan mengendalikan tanaman, dari mempercepat pertumbuhan, menemukan herba langka, hingga menciptakan varietas obat ajaib yang belum pernah ada sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

SRING.

Kelima anak buahnya juga serempak mencabut senjata tajam berupa celurit dan parang karatan.

Mereka mulai berjalan menyebar mengepung Rizky dari berbagai arah untuk menutup jalan kabur.

Namun alih-alih ketakutan dan berteriak minta tolong, Rizky malah menatap lekat ke arah mata Bang Jali.

Otak super jeniusnya mulai bekerja menganalisis kondisi fisik preman gempal yang sedang marah itu.

"Bang Jali, sebelum repot-repot memalak orang, sebaiknya Anda urus dulu penyakit liver bengkak di perut Anda itu."

Langkah Bang Jali mendadak terhenti kaku seolah kakinya dipaku ke dalam tanah.

"Apa maksudmu bicara omong kosong begitu, hah?" suara Bang Jali terdengar sedikit gemetar.

"Napas Anda sangat berbau amonia kental, bagian putih mata Anda menguning parah, dan warna urine Anda pasti cokelat gelap seperti teh pekat."

Rizky terus menyebutkan deretan gejala medis itu dengan sangat lancar dan berwibawa.

"Tangan kanan Anda dari tadi gemetar hebat bukan karena marah, tapi karena menahan rasa sakit luar biasa di perut kanan atas."

Mata kelima anak buah Bang Jali langsung menoleh menatap bos mereka dengan penuh tanda tanya.

Bang Jali menelan ludahnya dengan susah payah karena semua tebakan pemuda itu seratus persen akurat.

Dia memang sudah menahan rasa sakit kronis di perutnya selama setahun terakhir tapi takut pergi ke rumah sakit karena tidak punya uang.

"Ba-bagaimana kamu bisa tahu semua itu? Kamu dukun ya?" tuduh Bang Jali mulai panik.

"Saya bukan dukun, saya adalah seorang ahli pengobatan herbal yang sedang membangun kebun obat di sini," jawab Rizky tegas.

Bang Jali berusaha mempertahankan harga dirinya di depan anak buahnya meski tubuhnya semakin melemah.

"Jangan mau ditipu mulut manisnya, hajar saja dia sampai babak belur biar tahu rasa!" perintah Bang Jali pada anak buahnya.

Seorang preman kurus yang berdiri paling dekat dengan Rizky langsung mengayunkan celuritnya ke arah bahu.

WUSH.

Mata Rizky bisa melihat gerakan ayunan celurit itu seperti sedang diputar dalam tayangan gerakan lambat.

Kemampuan otaknya yang meningkat drastis membuat refleks saraf motoriknya merespons dengan kecepatan kilat.

Rizky memiringkan tubuhnya sedikit dan celurit itu hanya menebas udara kosong sejengkal dari wajahnya.

BUK.

Sebelum preman kurus itu bisa menarik senjatanya kembali, Rizky meninju keras titik saraf di ulu hati pria itu.

Preman itu langsung menjatuhkan senjatanya dan jatuh berlutut memegangi perutnya sambil muntah-muntah.

Keempat preman lainnya terbelalak kaget melihat teman mereka tumbang hanya dalam satu serangan cepat.

"Ayo maju semua sekalian, jangan buang-buang waktuku yang sangat berharga," tantang Rizky sambil merentangkan kedua tangannya.

Namun nyali para preman kampung itu sudah ciut melihat kemampuan bela diri Rizky yang tidak masuk akal.

Bang Jali tiba-tiba mengerang kesakitan dan menjatuhkan belatinya ke tanah.

AUGH.

Preman gempal itu jatuh berlutut sambil memegangi perut kanan atasnya dengan wajah sepucat mayat.

"Bos Jali! Bos kenapa?" teriak anak buahnya panik dan segera mengerumuni pemimpin mereka.

Penyakit liver Bang Jali mendadak kumat parah akibat emosi tinggi dan lonjakan adrenalin barusan.

Rizky berjalan pelan mendekati kerumunan preman yang sedang panik ketakutan itu.

"Kalian punya dua pilihan sekarang," ucap Rizky memecah kepanikan mereka.

"Pilihan pertama, bawa bos kalian ke rumah sakit sekarang juga dan siapkan uang puluhan juta untuk operasi."

Rizky menatap satu per satu wajah para preman yang sudah berkeringat dingin itu.

"Pilihan kedua, kalian semua bekerja untukku menjaga kebun ini dengan gaji UMR bersih tiap bulan."

"Dan sebagai bonusnya, aku akan menyembuhkan penyakit liver bos kalian ini sampai tuntas tanpa biaya sepeser pun."

Mendengar tawaran gaji yang besar dan pengobatan gratis, mata para preman itu langsung berbinar penuh harapan.

Selama ini penghasilan mereka dari memalak sangat tidak menentu dan lebih sering tidak cukup untuk makan sehari-hari.

"Kami pilih opsi kedua Bos, tolong selamatkan nyawa Bang Jali!" mohon salah satu preman dengan suara memelas.

Rizky tersenyum puas karena taktik negosiasi psikologisnya berhasil membalikkan keadaan dengan sempurna.

"Bagus, sekarang baringkan bos kalian di tempat teduh dan jangan ada yang menggangguku."

Rizky lalu berjalan menuju tumpukan pot bibit tanaman yang tadi dia susun di dekat Tanah Spiritual.

Dia mengambil sebuah pot berisi bibit temulawak yang masih sangat kecil dan layu.

"Temulawak adalah obat alami paling ampuh untuk regenerasi sel hati yang rusak," batin Rizky.

Dia meletakkan pot temulawak itu tepat di atas gundukan Tanah Spiritual kehitaman tersebut.

Rizky menempelkan telapak tangannya di atas tanah dalam pot dan memfokuskan pikirannya.

WUSH.

Energi kehidupan dari Liontin Dewi mengalir deras bersatu dengan aura spiritual dari tanah di bawahnya.

Kombinasi dua energi hebat itu menciptakan reaksi percepatan yang jauh lebih dahsyat dari sebelumnya.

KRETEK KRETEK.

Bibit temulawak itu tumbuh membesar dan menjalar dengan sangat agresif menutupi seluruh permukaan pot.

Daunnya menjadi sangat lebar dan memancarkan cahaya hijau yang menyejukkan mata.

Hanya dalam waktu tiga menit, rimpang temulawak raksasa menyembul mendobrak tanah pot hingga pecah.

TING.

[Rimpang Temulawak Spiritual. Kondisi: Sempurna. Usia Kematangan: Setara 30 tahun. Efek: Menghancurkan racun liver dan meregenerasi sel hati secara instan.]

Di saat yang bersamaan, kotak teks sistem holografis lain yang berwarna emas muncul berkedip di depan wajah Rizky.

TING.

[Tugas Sistem Selesai: Tanam bibit herbal pertama di atas Tanah Spiritual.]

[Hadiah Diterima: Resep Pil Pemulih Vitalitas telah dibuka dan dimasukkan ke dalam memori pengguna.]

Rizky tersenyum sangat lebar merasakan aliran informasi baru yang tiba-tiba memenuhi kapasitas otaknya.

Dia sekarang mengetahui kombinasi rahasia untuk membuat pil penambah stamina paling hebat yang pernah ada di dunia.

"Sempurna, sekarang saatnya membuktikan khasiat kebun ajaib ini pada pasien pertamaku di sini," gumam Rizky.

Dia mematahkan sepotong rimpang temulawak raksasa itu dan berjalan kembali ke arah preman yang sedang sekarat.

1
Abady Ehm
cerita sampah, seharusnya dia obati dulu ibunya yg sakit2an, habis beli lahan, carilah pekerja untuk dibersihkan dan dipagar keliling, lalu dibuatkan pondok untuk preman penjaga lahan tuh, jgn ngsal gitu ceritanya, baru bab 11 udah bosan bacanya,.....
Nissa Safira: Terima kasih atas kritiknya kak😅
Saya paham concern-nya soal ibu Rizky dan pengelolaan lahan.
Semua itu sengaja belum dieksekusi sekarang karena ada konflik dan konsekuensi yang mau saya bangun di bab-bab selanjutnya.
Kalau Rizky langsung "sempurna" dari awal, cerita dan pertumbuhannya jadi kurang greget.
Mohon bersabar ya, saya janji bakal dijawab semua di bab bab berikutnya 🙏😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!