Kisah ini tentang seorang pewira polisi bernama Alfa dan seorang Dokter bernama Karina. Keduanya memendam cinta sejak bangku SMA.
Karina adalah perempuan yang ceria, ia memiliki empat sahabat, Viona, Algi, Fefin dan Alfa. Mereka bersahabat sejak SMA. Namun tanpa Karina sadari ada sosok Alfa yang diam-diam mencintainya sejak mereka duduk dibangku sekolah. Karina terlalu nyaman dengan sosok Alfa sahabatnya sampai keduanyapun berpisah karena Alfa harus mengikuti pendidikan sebagai seorang taruna polisi dan Karina disibukkan dengan kuliah.
Karina hanya bisa bertemu Alfa lewat video call melalui laptopnya jika Alfa sedang libur pendidikan. Bertahun keduanya hanya bisa telepon sejak Alfa telah bekerja menjadi seorang perwira polisi dan Karina bekerja disalah satu rumah sakit swasta. Akankah cinta Alfa bebalas meski Karina telah memiliki tunangan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puputhamzah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sakti
Sudah dua minggu Karina dan Serena berada di Semarang saat ini keduanya harus kembali ke Jakarta. Karina tersenyum saat mengingat apa yang terjadi di Semarang. Apalagi pertunangan sahabatnya Serena sangat mengejutkan keduanya. Tadi pagi keduanya telah berangkat ke Jakarta tanpa diantar oleh Alfa dan Tama.
"Ren, lo nginap di rumah gue aja ya!" ucap Karina.
"Iya deh, dari pada Gue di Apartemen sendirian" ucap Serena. "Rin lo udah bilang ke nyokap kalau kita pulang hari ini?" tanya Serena.
"Udah Ren, tadi pagi gue telepon Mama kalau kita hari ini pulang, memang kenapa Ren?" tanya Karina.
"Mau makan masakan Mama lo Rin hehehe" ucap Serena.
"Kalau itu sudah pasti Mama masak buat kita Ren" ucap Karina.
Perjalanan kurang lebih satu jam dan saat ini mereka telah sampai di Bandara. Karina dan Serena membawa koper dan beberapa barang berisi oleh-oleh yang mereka beli kemarin malam. Sosok laki-laki tampan mengangkat tangannya sambil tersenyum kepada mereka berdua.
"Assalamualikum, adik-adik yang cantik" ucap Sakti.
"Walaikumsalam kak, Karin kangen" ucap Karina memeluk Sakti membuat Sakti tersenyum senang.
"Kayaknya kamu udah nggak patah hati lagi nih" ucap Sakti melihat wajah ceria Karina.
"Alhamdulilah Kak, hatinya udah nyambung lagi!" ucap Serena.
"Iya Rin? siapa?" tanya Sakti.
"Nanti Karina ceritakan!" ucap Karina tersenyum.
"Wah Seren, sekarang udah punya tunangan selamat ya!" ucap Sakti melepaskan pelukannya dengan Karina dan menjabat tangan Serena.
"Kakak sih, nolak aku!" ucap Serena bercanda membuat mereka semua tertawa.
"Ayo kita pulang!" ajak Sakti.
Mereka bertiga segera menuju mobil yang berada diparkiran. Sakti membantu membawa beberapa barang mereka dan segera memasukanya kedalam mobil.
"Serena gimana mau langsung antar ke Apartemem atau singgah dulu ke Rumah?" tanya Sakti.
"Serena, nginap di Rumah kita Kak!" jelas Karina. "Hmmm... Kak kucing Karina" ucapan Karina segeta dipotong Sakti.
"Iya, Kakak tahu dan Kakak sudah lapor polisi kok dek!" ucap Sakti. "Mama nangis seharian karena takut itu yang bunuh kucing kita jangan-jangan mau berbuat jahat sama keluarga kita!" ucap Sakti.
Sakti menghidupkan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. "Kucing? cerita dong kok Karin nggak cerita sama gue?" ucap Serena penasaran.
"Gue nggak mau lo ikut khawatir Ren" ucap Karina.
"Keluarga Doni biaa menutup rapat kejadian ini. Waktu aja yang wa kamu dek dan mengancam kamu itu pakek no ponsel anak SMA. Kita datangin sama teman kakak yang bisa melacak no ponsel itu. Ternyara dia bilang ada orang yang ngasih uang sama dia numpang sms sama kamu" jelas Sakti.
"Tunggu gue nggak nyambung deh kalau ceritanya ini sepotong-sepotong!" ucap Serena.
Karina menghembuskan napasnya "Kucingku mati Ren dan matinya itu bikin aku nggak habis pikir kenapa Doni tega. Dia nusuk kucingku pakai pisau Ren" jelas Karina membuat Serena menutup mulutnya karena sangat terkejut.
"Gila sadis banget dia itu kayaknya gila Rin, lo harus hati-hati lo udah cerita sama Alfa?" tanya Serena.
"Udah" ucap Karina.
"Alfa juga yang memberitahu Kakak Rin" jelas Sakti membuat Karina terkejut.
"Kok Alfa tahu no ponsel Kakak?" tanya Karina bingung. "Kakak nggak ngajak Alfa berantem lagi kayak dulu kan Kak?" tanya Karina khawatir.
"Menurut kamu apa Kakak bakalan ngajakin dia berantem kayak dulu?" tanya Sakti tersenyum penuh arti.
tbc...
wkwkwk Karina oon🤣🤣
meleleh aku