Perjuangan cinta seorang pria, dalam mengejar cinta seorang wanita, yang sama dengan profesinya. Sulitnya menahlukkan seorang polwan dengan pangkat Iptu .
Yudha Prayoga Kurniawan , seorang jenderal dengan penuh prestasi.
Di dalam kehidupan, ada pertemuan dengan seseorang yang sekedar lewat dan ada pertemuan yang benar - benar terikat seumur hidup.Yudha sosok yang tampan, rapi, bersih dan teratur. Sangat disiplin waktu dan berprestasi.
Renata Aurelia Kusuma, seorang Iptu yang disiplin, tidak mempercayai pernikahan, berperestasi, dan menjadi idola para anggota kepolisian, maupun di berbagai tempat.
Bagaimanakah perjuangan sang Jenderal untuk meyakinkan Sang polwan cantik, arti sebuah komitmen dan berkeluarga? mampukah gadis tomboy, menangani sang jenderal? Dan mampukah sang Jenderal menahlukkan hati sang polwan?
Simak kisah perjuangan sang jenderal, meraih jejak cinta nya .
Jangan lupa ,Vote, Koment, dan like🥰🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenapa
" Kita kembali ke Jakarta, penugasan pada misi ada dari penugasan kantor pusat."
" Baik, tetapi aku akan kembali bersama pacarku".
Yudha kembali mengepalkan tangannya . Gak tahu bagaimana menghadapi Renata , gak tahu memakai cara apa lagi, agar Renata kembali di sisinya.
Yudha mengambil jaketnya.
Renata dan Yudha kembali ke apartemen milik William.
" Ini handphone mu Ta".
" Hmmmm".
" Sampai jumpa nanti jam 2 di Jakarta."
" Baik".
Renata menghidupkan handphone nya.
📞 Hallo
📞 Hallo yaaaaaang...
📞 Tata udah di bawah, Tata naik ke atas ya.
📞Ya yaaang.
📞 Miss you
📞 Miss you to...
Renata melambaikan tangannya pada Yudha.
Yudha hanya menatap Renata memasuki lift, Yudha pun keluar dari apartemen mewah itu.Dadanya sangat perih .
Menaklukkan Renata bukanlah hal yang gampang .
William hanya memeluk Renata .
" Ko , aku kembali ke kepoisian".
" Lakukan apa yang membuat kamu bahagia Ta, koko mendukung asal semua yang kamu lakukan positif.
Renata duduk di hadapan pimpinannya, pimpinannya sedang sarapan.
Ketika selesai makan, sang pemimpin mengeluarkan surat , dan Renata tahu itu surat pengunduran diri Renata.
Sang pemimpin merobek kertas itu di hadapan Renata.
" Ini misi tugas , latihan fisik dari sore nanti, di latih Jenderal Yudha.."
" Kamu akan kuliah, seperti laporan Jenderal , dan selesaikan dengan segera, setiap penugasan, Jenderal Yudha akan menghubungi kamu ".
" Baik pak, " ujar Renata.
" Kamu perlu mempertimbangkan Jenderal Yudha, dia pria ber komitmen, setia, serius, penyayang, perhatian, dan hanya kamu menahlukkan nya."
" Saya tidak membicarakan masalah pribadi , di dalam pekerjaan pak".
" Kamu gak nyesal melepaskannya, saya hanya memberikan opini, sebelum kamu melangkah, tetapi keputusan mu , harus penuh perhitungan."
" Saya pamit pak, ".
Renata melangkah meninggalkan ruangan sang pemimpin .
Renata duduk di sebuah ruangan rapat, membaca tugas yang akan di embannya .
Lusa, penyergapan mafia narkoba kelas internasional.
Renata melakukan latihan fisik, bersama para anggota kepolisian lainnya. Renata benar benar kewalahan, apalagi sang Jenderal tukang penyiksa.
Mau bagaimana lagi. Untuk membalas dendam akibat pelatihan extra, selesai pelatihan, maka Renata sengaja menelepon William, mengucapkan kata - kata manis , dan sangat mesrah .
Cara Renata pun sangat jitu, sang Jenderal pun terlihat dengan langkah besar , meninggalkan area pelatihan.
Renata tertawa terbahak - bahak.
Sedangkan Bima dan teman Yudha menggaruk kepala mereka, karena hubungan Renata dan Yudha seperti Tom and Jerry, hehehehe.
Renata kembali ke kesatuan, dia pun makan di kantin .
Seperti biasa, porsi makan Renata kalau mood nya baik, maka makan nya lancar berjaya.
Renata sangat bahagia , ketika Grab box mengantarkan beraneka makanan , cemilan dan beberapa bingkisan buat Renata.
Renata duduk tenang dan membagikan. pada rekan sejawatnya .
" Dapat coeok pengusaha batu bara, tajir melintir ,bak hidup dalam gemerlap berlian," ujar seorang polwan bernama Ratna.
" Iri bilang. Loe mampu gak bosss, " ujar Bima.
Semua tertawa .
Renata menatap semua rekannya.
" Di makan, kalau kurang, inj masih banyak, ambil aja, " ujar Renata.
Renata makan sambil video call dengan William.
" Keren banget pacar kamu Ta," ujar salah satu polisi.
" Tinggi, six pack, wajahnya mirip Lee min ho".
Semua tertawa.
" Yang benar?", tanya seorang polisi.
" Sini, " ujar Renata bangga.
Sang polisi pun mendekat.
" Ko, nih senior Tata, mau liat koko, cakep apa gak".
William tertawa.
" Ya ampunn, Jenderal mah lewat, ini muda, kebangetan cakep nya, kaya lagi", ujar sang polisi.
Yudah mendengar semua pembicaraan itu, Yudha masuk mengambil makanan nya, semua pun diam, melirik Renata dan Yudha secara bergabtian.
Suara manja Renata , membuat para Junior dan senior senyum.
Renata seperti biasa , memanas - manasi sang Jenderal.
Yudha pergi tanpa menghabiskan makanan nya.
Hari penugasan pun datang, Pengintaian pun di lakukan . Renata turut bersama para polisi lainnya , menerobos kantor , mereka melumpuhkan beberapa musuh. Renata dengan cepat bekerja, mensabotase dan mentransfer semua data. Renata di temani seorang ahli IT lainnya.
Sedangkan sang Jenderal , menuju dan meng clearkan area lainnya.
Namun setelah mentransfer dan membuat sistim keamanan kantor itu kacau balau, tanpa di djga ,beberapa orang , berpakaian lengkap membius Renata dan teman IT nya.
Ketika Yudha kembali, Renata dan sang asisten IT sudah raib tak berbekas.
Yudha sudah berpengalaman, dia pun menyusuri, mengecek CCTV satelit, sedangkan CCTV jalan, sudah rusak di buat sang penajah dan menemukan sebuah mobil, dimana di perjelas , membawa beban.
Yudha melaporkan pada pimpinan, dan Yudha pun melakukan pencarian pada dua anggotanya yang di culik.
Di sebuah gudang tua, Renata dan asistennya di sekap.
Pernintaan, negosiasi musuh dan pihak kepolisian pun alot, berbagai strategi Yudha persiapkan.
Sampai pada sebuah gedung tua, dimana musuh memasang bom waktu di tubuh Renata.
Yudha dan pasukan nya , melumpuhkan musuh, Renata terlihat sangat lemas , karena sudah 2 hari tidak di beri makan, di beri minum pun hanya sesekali .
Yudha menelepon rekannya penjinak bom, yang lagi menuju ke gudang tua tersebut.
" Bom model AT 3, bubuk hitam, terhubung ke sendor gravitasi, tidak ada waktu untuk melakukan transposisi., ini bom GDU - 29, ini akan meledak , waktunya tidak banyak, sambungannya ke sensor gravitasi, berupa resistor.
Terhubung di setiap pipa nya, " ujar Yudha.
" Pergilah mas," ujar Renata pasrah.
Renata tahu, Yudha bukan spesialisasi dalam menjinakkan bom.
" Ada kabel merah, kuning, hitam , dan putih, aku harus memotong kabel yang mana ?" tanya Yudha . Peluh menghiasi dahi Yudha.
" Potong kabel putih, liat reaksi nya."
Yudha pun berdoa dalam hatinya, menatap Renata, wanita yang dia cintai .
Yudha pun memotong kabel putih.
" Angka di bom masih berjalan, tidak berhenti".
" Baik, ada kabel kuning?".
" Ada...," ujar Yudha.
" Potonglah kabel kuning, kami sudah di depan."
Yudha pun memotong kabel kuning.
Detik bom masih berjalan. Renata sudah pasrah.
" Pergilah menjauh, jerit Renata terisak, namun Yudha memeluknya dengan erat. "
Yudha melihat ,tim kesatuan penjinak bom telah di hadapannya, mereka bergegas memotkng Kabel Hitam, dengan sigap yudha berbarenagn dengan mereka, Yudha memotong pengikat Bom dan pasukan penjinak bom pun memindahkan bom ke sebuah tempat peledakan.
Mereka pun menjauh dari tempat peledakan. Terdengar ledakan begitu besar, hingga Renata pun tidak ingat apa - apa lagi.
👨✈️👩✈️👨✈️👩✈️👨✈️👩✈️👨✈️👩✈️👨✈️👩✈️
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
tp so far bagus ceritanya
mbak pertama,mbak kedua 🤭
kasihan renata
kalo hidup pun william blm tentu william bisa lembut dan mengertiin renata..
waktu hidup william ja renata udah di atur sm william suruh lepas dri polwan...
jangan naif lah... jgn bandingin dan ingatin org yg sudah mati... cukup do'akan ja