NovelToon NovelToon
MENIKAHI AYAH KEKASIHKU

MENIKAHI AYAH KEKASIHKU

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Romantis / Tamat
Popularitas:5.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aysha Siti Akmal Ali

Laura gadis malang yang dipaksa menikah oleh orangtuanya dengan seorang CEO yang sudah beristri dan juga sangat dingin.

Mampukah Laura bertahan disamping Tuan CEO? Atau kembali kepada cinta pertamanya, yang ternyata adalah anak dari Mr. Edward yang dingin itu?

"Pernikahan adalah hal yang suci dan aku akan bertahan walaupun kau terus menyakiti ku." Laura

"Kau hanya seorang selir bagiku, jadi jangan pernah berharap lebih dariku." Mr. Edward Sebastian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali

Aku masih duduk di tepi tempat tidur sambil menunggu kedatangan Tuan Edward. Bahkan hingga hampir tengah malam, Tuan Edward tidak juga masuk kedalam kamar.

Aku ragu-ragu, antara ingin mencari keberadaannya atau tetap menunggunya dikamar ini. Aku bangkit dan melangkah menuju meja rias ku, mencoba memperhatikan wajahku saat ini.

Ternyata wajahku nampak memucat dan mataku sembab sebab sejak tadi aku hanya menangis meratapi nasibku. Baru saja aku mendapatkan sedikit kebahagiaan dari Tuan Edward, sekarang datang lagi cobaan yang menerpa diriku.

Aku mondar-mandir didalam kamar seperti orang bodoh. Kadang berhenti sejenak dan menatap jam dinding yang terus bergerak dan sekarang sudah menunjukan tepat tengah malam.

Tepat disaat itu, ada yang mencoba membuka pintu kamar dari luar. Aku terus menatap daun pintu dan berharap sosok dibalik pintu adalah suamiku, Tuan Edward.

Dan ternyata aku benar, Tuan Edward membuka pintu kemudian setelah ia masuk kedalam kamar, ia menutup pintu itu kembali. Dia berhenti melangkah dan berdiri menghadap ku.

Tuan Edward masih terlihat dingin padaku walaupun saat ini aku mencoba tersenyum semanis mungkin kepadanya. Aku mencoba mendekatinya namun lagi-lagi Tuan Edward melarang aku untuk mendekatinya.

"E-ehm, Tuan... Tidurlah disini... jika Tuan tidak ingin tidur bersamaku, aku akan tidur di lantai saja... aku tidak apa-apa, Tuan!" ucap ku terbata-bata.

Aku menunjuk ketempat tidur dan mulai merapikan kasur mewah itu untuknya. Setelah rapi aku kembali berdiri ditempat ku semula sambil memperhatikan ekspresinya.

Perlahan ia berjalan menghampiri tempat tidur kemudian menjatuhkan tubuhnya diatas kasur empuk itu dan berbaring membelakangi ku. Tuan Edward bahkan tak bicara sepatah katapun padaku dan membuat hatiku sangat sakit.

Aku masih berdiri disamping tempat tidur sambil memilin ujung lingerie yang sedang kukenakan. Seandainya aku bisa memilih, aku lebih memilih Tuan Edward yang suka memarahi ku dari pada Tuan Edward yang tak ingin bicara sepatah katapun padaku.

Perlahan ku ambil bantal dan ku letakkan bantal itu dibawah tempat tidur mewah Tuan Edward. Aku berbaring disana dengan beralaskan karpet permadani.

Biarlah aku tidur disini. Lagipula aku sudah terbiasa tidur seperti ini. Sewaktu tinggal bersama Ibuku, aku malah tidur diatas kasur lusuh yang sudah sangat tipis dan tak layak untuk dipakai lagi.

Aku mencoba memejamkan mataku walaupun sebenarnya aku belum mengantuk. Setelah beberapa saat berperang dengan pikiran ku sendiri, akhirnya akupun terlelap.

***

Tiba-tiba aku terbangun, perutku kembali bergejolak. Perut ini memang tidak pernah bertoleransi kepadaku, semaunya dia ingin bergejolak tanpa kenal waktu.

Tapi aku terkejut, kenapa tiba-tiba saja aku sudah berbaring diatas tempat tidur dan berada didalam pelukan Tuan Edward. Padahal tadi aku masih tidur dibawah tempat tidur. Mungkinkah Tuan Edward yang membawaku naik keatas tempat tidur?

Aku sudah tidak sanggup menahan rasa mual itu. Aku segera bangkit dan berlari ke kamar mandi dan menumpahkan seluruh isi perutku disana.

"Oeekk... Ooeekk... Ooekkk!!!"

Tiba-tiba seseorang mengelus punggung ku sambil memijit lembut pundak ku. Aku terperanjat dan segera menoleh kebelakang. Ternyata Tuan Edward turut bangun dan mengikuti ku ke kamar mandi.

Aku tak mampu berkata-kata. Padahal aku ingin sekali mengucapkan terimakasih kepadanya. Aku sangat kelelahan bahkan kakiku saja tidak mampu menopang tubuhku.

"Kau bisa berdiri?" tanya Tuan Edward

Aku menggelengkan kepalaku pelan dan tanpa kusangka-sangka, Tuan Edward mengangkat tubuhku dan membawaku menuju ke tempat tidur.

Aku melingkarkan kedua tanganku ke leher Tuan Edward. Walaupun Tuan Edward hanya menatap lurus kedepan dengan tatapan dinginnya, namun itu sudah lebih dari cukup untuk membuatku bahagia hari ini.

Tuan Edward meletakkan tubuhku keatas tempat tidur dengan perlahan. Kemudian ia melangkah menuju kotak obat dan meraih minyak kayu putih dan membawanya kepadaku.

"Sini!" ucapnya seraya melepaskan lingerie yang sedang ku kenakan. Setelah Lingerie itu lepas dari tubuhku, Tuan Edward menyuruhku untuk berbaring dengan posisi menyamping.

Dia mulai membaluri punggung ku dengan minyak kayu putih sambil memijat pundak ku dengan lembut. Setelah itu ia menutupi tubuhku dengan selimut.

"Tidurlah lagi..." ucapnya.

Tuan Edward pun kembali berbaring disamping ku dengan posisi telentang menghadap langit-langit kamar. Dia mulai memejamkan matanya dan kedua tangannya ia letakkan dibawah kepalanya.

Aku menatapnya kemudian memiringkan tubuhku ke arahnya dan memeluknya sambil mencoba kembali tidur. Tuan Edward tidak bereaksi, tidak membalas ataupun menolak pelukan ku. Dan tidak berselang lama, akupun benar-benar tertidur setelah memeluk tubuhnya.

***

Keesokan paginya,

Disaat aku membuka mataku ternyata Tuan Edward sudah tidak ada disampingku. Perlahan aku bangkit dan mencoba berdiri namun kepalaku masih terasa berat.

"Kau sudah bangun?"

Tiba-Tiba Tuan Edward masuk kedalam kamar kemudian melangkah mendekatiku. Aku menatap Tuan Edward, dia sudah terlihat rapi pagi ini.

"Hari ini kamu ku kembalikan kerumah orangtuamu. Ada yang harus aku selesaikan disini. Nanti, ketika semua masalah disini sudah selesai dan keadaan sudah kembali normal. Aku akan menjemput mu kembali, tapi... Itu seandainya jika kamu memang terbukti tidak bersalah. Namun jika kamu memang bersalah, maka aku tidak pernah menjemput mu lagi." ucap Tuan Edward seraya menatap mataku lekat.

Ingin sekali aku berontak namun aku tidak berani. Aku takut Tuan Edward membenci ku. Aku tidak ingin kembali kerumah itu. Rumah yang tidak pernah menerima kehadiran ku.

Dengan terpaksa, akupun menurut saja. Tuan Edward membantu ku bersiap-siap. Setelah mandi, berpakaian dan sarapan. Tuan Edward menuntun ku menuju halaman depan Villa.

Saat ini hati ku berkecamuk. Aku tidak ingin kembali bersama mereka. Apa yang akan dipikirkan oleh Ibu jika aku dikembalikan oleh Tuan Edward kepadanya. Mungkin dia akan mencaci maki ku karena aku sudah menjadi istri yang tidak becus untuk Tuan Edward.

Tuan Edward menuntun ku memasuki mobil yang sudah siap dikemudikan oleh Lee, assisten Tuan Edward. Aku duduk di kursi belakang sambil terus menatapnya.

"Jaga diri baik-baik!" ucap Tuan Edward sambil menutup pintu mobil.

Lee menghidupkan mobilnya dan kemudian melaju memecah jalan. Aku masih menatap Tuan Edward dari balik kaca mobil. Bahkan hingga ia sudah menghilang dari tatapan ku.

Begitupula Tuan Edward, dia masih berdiri didepan Villa sambil memperhatikan mobil yang dikemudikan oleh Lee hilang dari tatapan nya.

"Tuan Lee, mengapa Tuan Edward mengirim ku kembali kerumah orangtuaku?" tanya ku kepada Lee yang fokus mengemudikan mobil.

Lee menghembuskan nafas panjang, "Ini hanya untuk sementara, Nyonya. Setelah masalah ini beres, saya pasti akan menjemput anda kembali." sahut Lee tanpa menoleh sedikitpun kepadaku.

***

1
Dewi Pujiarso
GK jelas
nathalia
laura tolol sih emg naif bgt jd orang
Jetva
ya...klo di luar negeri..bayi prematur selain di inkubator..ada waktu juga buat sang ibu/ayah utk skin to skin alias menggendong bayi dgn bertelanjang dada walaupun sang bayi penuh dgn selang" penyambung hidup...krn dgn skin to skin suhu tubuh ayah/ibu akan membawa ketenangan pada bayi secara naluri..
vj'z tri
🥳🥳🥳🥳🥳
vj'z tri
kebuka sekarang kartu nya 🫢🫢🫢
vj'z tri
chelsea harus pake bahasa apa lahk bicara sama ni orang biar ngerti 🤨🤨🤨🤨 pusing pala Berbie pala Berbie auw auw auw 🤣🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
permisi Thor warga baru mau melapor 🤭🤭🤭
myscleoo
Luar biasa
Erina Munir
kok udh tamat aja sih thoor
Debby Feybe Mekutika
Luar biasa
janah bibah
Lumayan
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
👍👍👍
Nuraini Nuraini
Luar biasa
Dewi Zahra
penasaran kak
Bun Yian Cu Dumpit: kpn lanjut nya KK,, up trus lh KK author
total 1 replies
Dewi Zahra
lanjut kak
Dewi Zahra
semangat kak
Dewi Zahra
lanjut lagi
Dewi Zahra
semangat Rania
Dewi Zahra
sabar redra
Dewi Zahra
coba kalau Uda bersi pasti cantik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!