Bahtera rumah tangga Seorang Presdir yang bernama Daniel diambang kehancuran, Setelah kehadiran seseorang dari masa lalu nya.
Disitulah kesetiaan seorang istri sedang diuji.
Akanlah Istri nya bertahan dengan pernikahan nya atau malah mengubur janji suci mereka???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa Lim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Pagi ini alya tampak sibuk menyiapkan segala keperluan suami nya untuk pergi kunjungan kerja nya dibali siang ini.
"Daniel, kenapa aku merasa kepergian mu kali ini membuat hatiku gelisah." ujar alya sambil menyusun baju suami nya kedalam koper.
"Kamu jangan terlalu banyak berpikir yang tidak-tidak alya, ingat kamu itu sedang mengandung anak kita dan kamu jangan membuat kesehatan mereka terganggu." jawab daniel yang sedang mengancing tangan kemeja nya.
Alya menghela napas nya dan menurunkan koper daniel dari atas sofa kamar nya.
"Pergilah temui anakmu sebelum kamu pergi meninggalkan nya," ujar alya sambil berjalan keluar kamar dan menggeret koper suami nya.
Daniel masuk kedalam kamar rendi kecil dan daniel menggendong putranya.
"Daddy pergi nya jangan lama ya." ujar rendi kecil dan mengecup pipi ayah nya.
"Setelah pekerjaan daddy selesai, daddy akan pulang secepatnya." jawab daniel.
Mereka tiba didepan pintu rumah nya dan supir daniel sudah menunggu nya.
Daniel memeluk alya sebelum meninggalkan rumah nya.
"Aku mencintaimu alya." ujar daniel.
"Aku juga mencintaimu." balas alya dan mencium pipi suami nya.
Daniel mengelus rambut anak nya yang sedang berdiri disamping ibu nya.
"Daddy pergi dulu, kamu bantu daddy buat jagain mommy ya sayang." ujar daniel lalu mengecup kepala rendi kecil.
Rendi kecil mengedipkan matanya
"Oke daddy." jawab nya.
Daniel segera masuk kedalam mobil nya dan ia melambaikan tangan nya kepada istri dan anak nya.
Alya tersenyum melepas kepergian suami nya dan menggandeng tangan putra nya masuk kedalam rumah.
Terdengar suara tania memanggil nama putra nya.
"Rendiii." tania melambaikan tangan nya.
Alya dan rendi kecil menoleh kebelakang melihat tania dan ayah nya sedang bersepeda dan mengayuh sepeda mereka menghampiri alya.
"Ternyata kalian tinggal disini juga?" tanya alya kepada rafly yang napas nya masih tak beraturan.
"Bukan rumah kami tetapi rumah orangtuaku. kami selalu mengunjungi nya disetiap akhir pekan." jawab rafly
Rendi kecil dan tania bersepeda menuju taman besar perumahan green hills estate dan disusul alya dan rafly dibelakang mereka.
Rafly memandang wajah alya yang tampak gusar pagi ini dan mereka duduk dipinggir danau sambil memandang anak-anak mereka yang sedang bermain ditaman tersebut.
"Ada hal apa yang membuat mu tampak tak bersemangat pagi ini alya?" tanya rafly
"Siang ini suamiku akan melakukan perjalanan bisnis nya kebali. entah kenapa perasaanku menjadi gelisah, tidak seperti biasanya." jawab alya.
"Aku merasa seperti ada sesuatu yang ia sembunyikan dariku." timpal alya dan mata nya mulai berkaca-kaca.
"Sebaik nya kamu jangan berpikir yang aneh-aneh. kalau suami benar-benar mencintaimu dia tidak akan mungkin berulah." balas rafly
Alya hanya tertunduk karna ini adalah pertama kali nya ia menceritakan masalah rumah tangga nya kepada orang lain dan hal itu membuat nya sangat malu.
Rafly memandang wajah cantik alya yang sedang melihat ke arah anak nya. seperti ada sesuatu yang terjadi dihatinya tapi ia segera menepiskan perasaan nya karna tak mungkin ia menyukai wanita yang sudah berstatus sebagai istri orang.
"Pantas saja rendy begitu menyukai nya dan sangat mencintai nya. Sampai-sampai ia rela kehilangan apapun demi wanita ini sekalipun mengorbankan segala nya. alya memang mempunyai daya tarik yang sangat kuat." batin rafly ketika menatap wajah alya dalam.
***
Rafly memang sudah lama mengetahui jika dirinya mempunyai saudara kembar.
Sejak kematian rendy, rafly sering mengunjungi adik nya nina yang sekarang tinggal dirumah rendy.
Rafly ingin menggantikan sosok rendy yang sangat berarti bagi nina adik nya karna nina hampir saja mengalami gangguan jiwa karna kehilangan kakak nya.
Ketika rafly masuk kedalam kamar rendy, ia mendapati buku catatan kecil rendy didalam ruang kerja nya yang ia selipkan dibelakang lukisan ibu nya ketika rafly hendak mengambil lukisan tersebut.
Ia membaca tulisan tangan rendy yang menceritakan tentang betapa jatuh cinta nya ia ketika bertemu dengan alya.
Rendy juga menggambarkan bagaimana kelak kehidupan yang akan dia jalani bersama kekasih hatinya ini. ia juga menuliskan rasa penyesalan nya setelah merenggut segala kebahagiaan yang alya miliki.
Dan rafly juga telah mengetahui betapa tragis nya kisah cinta yang dialami saudara kembar nya.
Walaupun mereka tidak pernah saling mengenal sebelum nya akan tetapi batin rafly ikut merasakan kesedihan saudara kembar nya.
"Apa yang sedang kamu pikirkan?" ujar alya.
Seketika lamunan rafly membuyar,
"Tidak apa-apa, ayo kita pulang." ujar rafly dan ia memanggil putri nya.
"Taniaa, ayo kita pulang." rafly berteriak memanggil putri nya.
Mereka kembali bersepeda menuju kerumah mereka masing-masing.
berarti si rafly trouble maker nya
sudah sampai di bab ini terasa sudah seperti alur cerita sinetron.
meskipun tetap membuat penasaran akhir kisahnya.
feelnya dapat sekali sampai dibuat kesal sendiri. tata bahasanya tidak lebay dan bertele tele.
semangat terus dalam berkarya 😊