NovelToon NovelToon
Hei.. Bodyguard

Hei.. Bodyguard

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Contest / Cintamanis / Tamat
Popularitas:535.5k
Nilai: 5
Nama Author: de'rini

Clarissa adalah seorang mahasiswi kedokteran di Prancis. Tidak sengaja ia bertemu dengan lelaki bernama Jio, yang berprofesi sebagai Bodyguard profesional, yang juga hidup di Kota Paris, Prancis.

Jio lelaki dingin yang pernah patah hati, membuat Clarissa menjadi penasaran. Dengan segala cara, Clarissa mencoba mencari perhatian Jio.

bagaimana kisah Clarissa dan Jio?

Novel ini adalah sekuel dari novel sebelumnya yang berjudul Oh My Mafia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon de'rini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26# Aku ingin kau mengantar dan menjemput Clarissa

Jio tampak gelisah memikirkan keadaan Clarissa. Ia ingin sekali menyambangi apartemen gadis itu. Cukup lama niatnya untuk menyambangi Clarissa timbul dan tenggelam. Hingga akhirnya ia tak lagi peduli dengan rasa gengsinya. Jio pun beranjak keluar dari apartemennya dan berniat akan menemui Clarissa.

Saat Jio baru saja membuka pintu apartemennya, ia melihat Felix yang berjalan dengan tergesa-gesa menuju apartemen Clarissa. Jio pun mengurungkan niatnya untuk melangkah dan memutuskan hanya mengintip dari ambang pintu apartemennya.

Jio terus memperhatikan Felix yang terlihat sangat khawatir dengan Clarissa. Di tangan Felix, tampak sebuah buket bunga dan beberapa bungkusan yang ia bawa untuk Clarissa. Jio mulai merasa rendah diri saat melihat Felix yang sedang menekan tombol bell di samping pintu apartemen Clarissa.

Setelah itu ia melihat Clarissa membukakan pintu apartemennya untuk Felix dan lelaki itu pun masuk ke dalam apartemen Clarissa. Jio terdiam, ia merasa terganggu dengan kehadiran Felix di apartemen Clarissa.

Jio kembali menutup pintu apartemennya dan berjalan dengan gontai menuju sofa di ruang tamunya. Jio terdiam disana dengan tatapan yang kosong.

...

"Bagaimana keadaanmu?" Tanya Felix saat ia baru saja bertatap wajah dengan Clarissa.

Clarissa tersenyum simpul.

"Aku baik-baik saja," Ucap Clarissa.

"Kau sungguh membuatku merasa khawatir," Ucap Felix dengan nafas yang sesak dan memeluk Clarissa dengan erat.

"Aku benar-benar tidak apa-apa, Terima kasih atas perhatian mu," Ucap Clarissa.

Felix melepaskan pelukannya dan menatap Clarissa dengan penuh kekhawatiran.

"Baiklah, mana yang terluka?" Tanya Felix.

"Oh, iya, ini bunga untuk mu, dan beberapa makanan kecil." Sambung Felix.

Felix menyodorkan buket bunga itu dan menaruh kantong yang ia bawa di atas meja.

"Te-terima kasih," Ucap Clarissa. Dengan ragu, gadis itu pun meraih buket bunga itu dan tersenyum kepada Felix.

Felix memperhatikan luka di tangan Clarissa yang sudah gadis itu balut dengan kain kasa.

"Maafkan aku yang tidak bisa menjaga mu," Ucap Felix.

"Sudahlah, ini bukan salahmu."

"Aku akan membuat mereka menyesal. Aku akan mencari mereka," Ucap Felix sambil mencoba menghubungi seseorang.

"Felix.... sudahlah, yang penting aku selamat. Mereka hanya remaja yang sedang mabuk."

"Tetapi, mereka harus di buat kapok. Aku akan menyuruh orang untuk memeriksa CCTV di jalan itu."

"Felix...." Clarissa menatap Felix dengan tatapan memohon.

Felix menghela napasnya dan membalas tatapan Clarissa.

"Baiklah, untuk saat ini mereka bisa tidur dengan tenang. Tetapi, tidak untuk lain kali," Ucap Felix.

Clarissa tersenyum dan mempersilahkan lelaki itu untuk duduk.

Felix tampak sangat perhatian dengan Clarissa dan mendengarkan cerita Clarissa tentang kejadian yang tadi ia alami.

Felix tampak geram, tetapi ia tidak berdaya karena Clarissa melarangnya untuk mencari pelaku penyerangan terhadap Clarissa sendiri.

"Berikan aku jadwalmu," Ucap Felix.

"Jadwal?" Tanya Clarissa.

"Iya, jadwal semua kegiatan mu."

Clarissa mengerjapkan matanya dan menatap Felix dengan tak percaya.

"Kamu mau apa?" Tanya Clarissa.

"Pokoknya kamu berikan saja, aku sangat menyayangi kamu. Percayalah kepadaku," Ucap Felix sambil mengusap lembut kepala Clarissa.

"Ba-baiklah.."

Clarissa pun memberikan jadwal kegiatannya minggu ini dengan mengirimkan pesan untuk Felix.

Felix membaca jadwal yang dikirimkan Clarissa.

"Kampus, rumah sakit , kampus, rumah sakit, kampus, libur, kampus, rumah sakit, libur, rumah sakit."

Felix tersenyum dan menatap Clarissa.

"Kegiatanmu hanya ini saja?" Tanya Felix.

Clarissa mengangguk dan membulatkan matanya.

Felix kembali tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

"Tidak ada jadwal untuk berkencan dengan ku?" Tanya Felix sambil menggoda Clarissa.

Clarissa tersenyum simpul menanggapi pertanyaan Felix.

"Wait," Ucap Felix.

Felix mengirim pesan untuk seseorang dan setelah itu ia menaruh ponselnya. Ia kembali menatap Clarissa.

"Aku membelikan kamu cokelat. Cokelat bagus untuk membuat kita tenang." Ucap Felix sambil meraih kantong belanjaan nya yang berada di atas meja, lalu ia mengeluarkan sebuah cokelat yang mahal dan enak dan memberikan nya kepada Clarissa.

Mata Clarissa tampak berbinar saat melihat cokelat yang Felix berikan kepadanya.

"Ini enak sekali, Terima kasih ya..!" Seru Clarissa.

"Sama-sama." Felix tampak bahagia saat Clarissa begitu antusias dengan apa yang ia berikan.

...

Dreettt, Dreett..!

Jio yang sedang termenung, terkejut saat ponsel yang ada di sakunya berbunyi. Ia pun buru-buru merogoh sakunya dan membaca pesan yang baru saja ia terima.

Kau dimana? Aku sedang di apartemen Clarissa. Bisakah kau menemui ku di apartemennya? Ada yang mau aku bicarakan kepadamu. Unit E-8.

Jantung Jio berdegup kencang. Ia pun merasa risau setelah membaca pesan dari Felix.

On the way

Balas Jio.

Jio terdiam dan mulai berpikir.

"Apakah Clarissa mengatakan kepada Felix, bila aku yang membantu Clarissa? Kalau iya, apa yang harus aku katakan? Aku memang sengaja menjemput gadis itu? ah, tidak, tidak, aku pasti sudah gila..!" Gumam Jio.

Jio beranjak daru duduk nya dan berjalan menuju kamarnya. Ia mengganti pakaian santainya dengan Jas khusus untuk bekerja. Lalu, ia sengaja menunggu waktu sekian menit, agar ia terlihat tidak bertetangga dengan Clarissa.

..

Clarissa tertawa geli saat mendengar cerita Felix tentang masa kecilnya. Felix menceritakan betapa lucunya mempunyai Ibu seorang wanita Indonesia. Wanita Indonesia pada umumnya cerewet kepada anak nya. Tetapi, rasa kasih sayangnya begitu dalam. Tidak seperti kebanyakan Ibu di Negeri barat. Mereka cenderung cuek dan memberikan kebebasan kepada putra putrinya.

"Aku sangat kagum dengan perhatian wanita Indonesia. Aku ingin sekali mempunyai istri orang Indonesia, seperti Ibuku," Ucap Felix sambil menatap Clarissa lekat-lekat.

Clarissa membalas tatapan Felix dengan salah tingkah.

"Clarissa, kapan kamu akan membuka hatimu untuk ku?"

Clarissa terdiam, ia seperti kaku membisu. Terlebih, saat Felix meraih dan menggenggam kedua tangannya.

"Aku tidak akan mengecewakan kamu, aku ingin menjadi pasangan yang baik untukmu," Ucap Felix.

"Aku benar-benar mencintai kamu Clarissa." Sambung lelaki itu.

Clarissa menelan salivanya. Ia tidak tahu akan berkata apa kepada Felix.

Di tengah kebingungannya, bell apartemen Clarissa pun berbunyi. Dengan cepat, Clarissa melepaskan genggaman Felix dari tangannya dan beranjak dari duduknya.

"Ah, biar aku saja yang membuka pintu, itu Jio, Bodyguard ku."

Deggggggg...!

Jantung Clarissa berdegup kencang saat mendengar nama Jio di sebut oleh Felix.

"Jio?" Tanya Clarissa.

"Iya, aku yang menyuruhnya datang," Ucap Felix. Lalu, lelaki itu beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu depan apartemen Clarissa.

Clarissa tampak panik, bagaimana pun ia tahu perasaan Jio yang sebenarnya kepada dirinya. Ia takut sekali bila Jio akan salah paham dan menganggap ia sudah berpacaran dengan Felix, sehingga membuat Jio akan kembali menjauhi dirinya.

Felix kembali dengan Jio yang berjalan di samping Felix. Jio menatap Clarissa dengan tatapan yang datar.

Jio menganggukkan kepalanya saat bertemu dengan Clarissa. Sebagai tanda hormat nya kepada Clarissa, gadis yang di sukai Boss nya, Felix.

"Silahkan duduk Jio, aku ingin berbicaralah kepadamu," Ucap Felix.

Jio pun beranjak duduk di seberang Clarissa, sedangkan Felix memilih duduk tepat di sebelah Clarissa.

Jio melirik Clarissa dengan tajam, lalu ia menatap Felix.

"Ada apa Felix?" Tanya Jio.

"Aku ingin kau mengantar dan menjemput Clarissa," Ucap Felix.

Jio tersentak, begitupun Clarissa.

"Clarissa baru saja di serang orang yang tak dikenal, hingga ia terluka seperti ini. Aku banyak sekali kegiatan, Clarissa adalah orang yang aku sayangi. Aku tidak ingin kejadian yang sama terulang lagi kepada dirinya. Beruntung, ada orang yang menyelamatkan dirinya. Aku minta kepadamu dan aku memilih mu di antara beberapa Bodyguard ku, untuk mendampingi Clarissa. Hanya pada saat ia berangkat dan pulang saja, selebihnya kamu bersama aku. Pastikan dia baik-baik saja."

Jio terdiam, ia melirik Clarissa yang tampak salah tingkah.

"Tetapi aku baik-baik saja Felix, sepertinya ini sedikit berlebihan," Ucap Clarissa.

Felix menghela napasnya dan menggenggam tangan Clarissa.

"Aku mencintaimu, aku tidak ingin kau terluka," Ucap Felix dengan tegas.

Clarissa terdiam, begitupun dengan Jio yang tampak menahan napas sesaknya.

1
Mariam R RIa
ikut mewek Thor 😭😭😭
Mariam R RIa
aku suka Thor
Mariam R RIa
mampir ya
pacarjuhoon🐢
aaaaaaaaaaaaa pengen 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Gendhuk sri
😭😭😭
susi 2020
🥰🥰
susi 2020
😍😎
susi 2020
🤫🤫
susi 2020
🤭🤭🤭
susi 2020
🥰🥰🥰
susi 2020
😘😘😘
susi 2020
🤫🤫
susi 2020
😎😎
susi 2020
🥰🥰
susi 2020
🤭🤭🤭
susi 2020
😘😘😘
susi 2020
😎😎😎
susi 2020
🥰🥰😍
susi 2020
🥰🥰😍
susi 2020
🤫🤫🤫
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!