NovelToon NovelToon
Mahasiswaku Calon Suamiku?

Mahasiswaku Calon Suamiku?

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / Dosen / Berondong / Cintapertama / Tamat
Popularitas:7.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: choiaerii

(Season 1 - END) Ajeng seorang dosen di sebuah kampus elite dihadapkan dengan dilema. Apakah tetap menjadi perempuan berkelas yang terobsesi dengan penampilan, profesionalitas, dan karir? Ataukah justru memilih menikahi seorang mahasiswanya yang usianya berbeda 5 tahun di bawah dirinya?
Akankah dirinya takluk dan tunduk di bawah Ferdian si mantan presma?
(Genre : Campus, Roman, Religi di akhir cerita)

======

(Season 2 - END)

Arsene, seorang pemuda ambisius dan visioner, mengantarkan dirinya berhijrah demi masa depan lebih baik. Akankah hijrahnya juga mengantarkan pada cinta pertamanya?
Apa hubungan Arsene dengan Ajeng & Ferdian?

(Genre : Teen, Campus, Roman, Religi)

Langsung aja ikuti ceritanya ^^

Jangan lupa klik RATE BINTANG 5 juga LIKE & VOTE buat support cerita ini ya. Saran dan kritik yang membangun sangat saya nantikan :)

Follow Instagram Author @aeriichoi

Jangan lupa juga untuk klik 'Favorit' biar muncul notifikasi updatenya yaa ^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon choiaerii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26

Lagu-lagu milik Raisa mengalun lembut selama perjalanan di dalam bus yang ditumpangi Ajeng menuju Pangandaran. Harusnya, ia bisa menikmati alunan lagu itu sambil memikirikan Ferdian, tetapi kawan di sampingnya membuat ia tidak bisa berhenti bicara.

"Jeng, kamu pernah pacaran gak?" tanya wanita berhijab yang duduk di sampingnya, Itu Novi.

"Belom," jawabnya jujur, sebelum bertemu dan menikahi Ferdian memang ia tak pernah pacaran.

"Seriusan?! Miss Ajeng, idola mahasiswa di kampus, belum pernah pacaran?!" tanya Novi memastikan, tidak percaya sama sekali.

Ajeng mengangguk tersenyum. "Istilah pacaran gak pernah ada di kamus hidup aku, sih!" terangnya.

"Mantap! Calon istri idaman ini mah!" puji Novi takjub.

"Emang kenapa kamu tiba-tiba nanya gitu? Kamu mau pacaran?" tanya Ajeng penasaran.

"Hehe, enggak juga sih. Masih mikir-mikir dulu, kayanya udah ketuaan juga!"

"Haha, masih bisa pacaran kali, tapi ya kalau udah nikah aja!" kalimat itu meluncur begitu saja dari mulut Ajeng.

"Duh, iya juga sih! Usia aku udah 27 tahun, udah mesti serius cari calon ya,"

"Iya, udah mateng banget tuh, langsung nikah, langsung punya anak,"

"Hmm...kaya yang gampang aja nyari calonnya," sikut Novi.

"Itu masih ada yang jomblo di ruangan kita kan?" ucap Ajeng melirik-lirik ke arah belakang, menunjuk Ardi.

"Ah, dia mah udah jelas-jelas naksirnya sama kamu, Jeng! Emang kamu gak ngeh selama ini?"

"Enggak! Aku cuma anggap dia temen kerja aja," ujar Ajeng.

"Sayang lho, cowok maskulin dan keren kaya dia enggak digubris. Kalau kalian nikah nanti, kalian bisa pulang pergi bareng, ngasuh anak bareng atau gantian, makan tiap hari bareng, ah, so sweet deh!" ucap Novi dengan mata berkedip-kedip.

Ajeng tertawa kecil saja menanggapi pernyataan temannya itu.

"Kalau tiba-tiba Ardi ungkapin perasaannya sama kamu gimana, Jeng?" tanya Novi, volume suaranya mengecil khawatir nama yang disebutnya akan mendengar hal itu.

Pertanyaan itu membuat matanya terbelalak.

"Buat kamu aja deh!"

"Ih, serius! Gimana coba?"

"Ngaco kamu mah ah! Dah sana, aku mau tidur!"

"Yee, si Ajeng, ditanya malah menghindar," dengus Novi.

Ajeng mengalihkan pandangannya ke arah jalanan, melihat pepohonan yang berjejeran tak beraturan di samping jalan yang berkelok-kelok. Bagai perjalanan hidup, pohon-pohon yang dilewatinya begitu cepat ditinggalkan oleh kendaraan yang ia naiki. Ia juga masih tak menyangka bahwa hidupnya akan seperti ini. Dijodohkan papanya dengan mahasiswanya, ia tak menyangka akan bisa jatuh cinta dengan Ferdian begitu cepat. Meski bisa dibilang ia benar-benar mencintainya setelah menikah dengannya. Kalau saja dulu, papanya tak pernah menjodohkan ia dengan Ferdian, mungkin bisa saja ia akan memilih Ardi, jika memang pria itu menaruh perhatian serius padanya.

Ajeng memejamkan matanya. Perjalanan masih akan memakan waktu kurang lebih 3 jam lagi untuk sampai ke tempat tujuan mereka.

\=\=\=

Siang itu Ferdian berjalan lemas menuju kelas. Ia terus memikirkan Ajeng di kepalanya. Suasana hatinya hampa dan kosong tanpa bidadari di sampingnya.

"Woy! Kok lemes amat, Fer?!" Syaiful mengejutkannya dari belakang.

Ferdian refleks mengangkat tangannya.

"Eh, elo, Pul! Bikin kaget aja!"

"Kenapa lo, lemes banget deh? Putus cinta? Di php-in? Cinta bertepuk sebelah jidat?"

"Dasar, agak miring gini ni orang!" ucap Ferdian kesal, ia mempercepat langkahnya menuju kelas.

"Hey, jangan marah dong! Canda dikit aja ngambek," dengus Syaiful.

Ferdian menaruh tasnya di atas meja. Ia melipat kedua tangannya di atas ranselnya, dan menaruh kepalanya disana.

"Fer, besok jangan lupa, Lo kasih sambutan buat anak-anak baru ya?!" ujar Malik yang mendatanginya.

"Iya!" jawabnya lemas.

"Kenapa sih Lo?!"

"Enggak kenapa-napa," jawabnya datar.

"Ayo semangat dong, banyak anak baru cakep-cakep nih, siapa tau bisa gebet satu!"

"Ogah, makasih!"

"Wah ini mah lagi patah hati, ya Fer?"

"Tau ah!"

"Iya tuh si Ferdian lagi patah hati," ucap Syaiful yang baru masuk kelas.

"Sotoy lo ah!" ucap Malik.

"Ditolak cinta Miss Ajeng, maybe!" celetuk Syaiful, membuat Ferdian mengangkat wajahnya dan menatap Syaiful dengan tatapan dingin.

"Serem Men! Jangan-jangan betul tuh," lanjut Syaiful lagi.

"Hush, hush, lo kesana dulu, Pul!" ucap Malik mengusir Syaiful yang semakin membuat mood Ferdian buruk.

"Kalau ada apa-apa, lo bisa cerita sama gue ya, Fer!" ucap Malik, yang berlalu meninggalkannya sendirian.

"Hmmm" jawab Ferdian.

Pria itu hanya butuh waktu untuk menenangkan dirinya dan membuat pikirannya positif. Ia mengeluarkan ponselnya dan mengecek pesan instan di aplikasi whatsapp miliknya. Tidak ada apa-apa di sana. Ia memutuskan untuk mengirim pesan pada istrinya.

[Kamu udah sampai, sayang?]

Ternyata pesannya masih tertunda, karena pemilik akun itu masih offline.

Ferdian menghela nafasnya. Ia tidak boleh begini, ia harus seperti Ferdian yang biasa, yang ceria dan optimis.

Ya! Ia menyemangati dirinya sendiri.

\=\=\=

Bunyi ponsel terdengar keras dari ponsel milik Ferdian yang tergeletak di atas kasur. Namun tampaknya pria itu sedang berada di kamar mandi. Ajeng memutuskan untuk menghubunginya kembali nanti, setelah panggilannya tidak dijawab.

"Lagi apa Jeng?!" tanya sebuah suara berat seorang pria.

Ajeng menoleh ke belakang.

"Lagi mau telepon kakakku," jawabnya berbohong.

"Ooh..." respon Ardi.

Keduanya berada di teras lantai atas sebuah hotel bintang 4, ditemani taburan bintang-bintang yang berkilauan di atas langit. Bunyi deburan ombak terdengar sayup-sayup menyapa. Hati Ajeng menyesalkan kedatangan Ardi yang tiba-tiba padahal dia sedang ingin menghubungi suaminya, sesuai janjinya kemarin.

"Menurut kamu tadi gimana diklatnya?" tanya Ardi.

"Umm...bagus sih, penjelasan dari pematerinya, dan kayanya aku juga harus buat masterplan buat diri aku sendiri biar makin tertarget," jawab Ajeng.

"Sepakat, aku pikir juga gitu! Ini kan pertemuan awal jadi kayanya emang harus dimulai dari diri kita dulu,"

"Iya, mungkin materi besok akan lebih jelas lagi,"

"Iya, apalagi besok Profesor Hadi yang bakal ngisi materi, pasti lebih bagus materinya!" ujar Ardi.

Tiba-tiba ponsel Ajeng berdering. Ya itu panggilan video dari Ferdian.

"Aku angkat dulu ya, Ar?!" pamit Ajeng.dengan ekspresi cemas.

"Oke, aku balik ke kamar dulu, bye!"

Ajeng tersenyum dan langsung berlari ke sudut teras. Ia tampak merapikan rambutnya.

"Hai!" sapa Ajeng melambai di depan layar ponselnya.

"Aku kangen kamuuuuuu!!" ujar Ferdian. Ajeng terkejut dan mengecilkan volumenya.

Ajeng memperhatikan sekitarnya, tampaknya aman.

"Aku juga kangen kamu!" jawab Ajeng.

"Apa? Gak kedengeran?!" teriak Ferdian.

"Aku juga kangen kamu!" kali ini suara Ajeng lebih keras. Hatinya was-was.

Ferdian tampak tersenyum lebar di layar ponsel, membuat Ajeng tertawa-tawa karena menurutnya Ferdian terlihat aneh, rambutnya berantakan, dan matanya sayu.

"Kamu kenapa berantakan gitu?" tanya Ajeng, menyandar di tembok. Ia duduk menghampar di atas teras lantai.

"I'm crazy without you, baby!" ucapnya sambil memberantakan rambutnya.

Ajeng jadi salah tingkah dibuatnya.

"Baik-baik disana, Sayang!"

"I will! Kayanya aku udah jadi bucin kamu!" celetuk Ferdian.

"Apa itu bucin?" tanya Ajeng.

"Budak cinta!"

Ajeng tertawa-tawa mendengar celetukan aneh suaminya.

"Kamu belum tidur?" tanya Ajeng.

"Aku nungguin kamu, Sayang!"

"Makan gak nunggu aku kan?" tanya Ajeng memastikan kalau pria itu masih bersikap normal.

"Aku udah makan kok, cuma sepi banget disini!"

"Kamu tidur di asrama aja, ajak temen-temen kamu biar gak terlalu sepi," kata Ajeng memberi ide.

"Ah iya bener! Ide bagus! Eh tapi malamnya, aku gak bisa telpon kamu dong?"

"Curi-curi waktu aja, kaya aku disini!"

"Ah iya, sipp deh! Lagian besok aku pulang malam,"

"Awas ya jangan kegenitan dan jangan buat baper mahasiswa baru,"

"Siap Nyonya Ferdian!"

Ajeng terkekeh geli.

"Aku mau tidur ya, Sayang! Besok aku harus bangun pagi," ucap Ajeng.

"Yaaah, padahal masih kangen! Hiks hiks!" ucapnya dengan ekspresi sedih yang dibuat-buat, Ajeng menggeleng-geleng saja.

"Besok kita video call lagi ya?" ujar Ajeng untuk menenangkan hati suaminya itu.

"Iya deh, kamu istirahat aja!"

"Kamu juga. Bye Sayang, I miss you!"

"I miss you too, muaaach!" Ferdian menempelkan bibirnya di kamera, membuat bibirnya itu terlihat besar di layar ponsel Ajeng. Wanita itu tidak dapat lagi menahan tawanya.

Dasar Ferdian konyol, selalu saja membuat wanita itu tertawa lepas. Ah, ia benar-benar merindukannya meski baru sehari ini saja tidak bertemu. Ajeng tersenyum-senyum sambil berjalan menuju kamarnya.

"Kayanya ada yang sedang jatuh cinta nih?!" ucap sebuah suara.

\=\=\=\=\=

Keep like dan vote ya

Makasih ^^

1
Alvaro Mori Odhi
pemeran drakor nampak nya🙏🙏
Sulaiman Efendy
ANAKKU MSKI KMBAR SPASANG, TPI IDENTIK, SATU SAKIT, KMBARANNYA SAKIT JUGA.. SIFAT & HOBINYA SAMA, HNY BEDA DISELERA MAKAN SAJA..
Sulaiman Efendy
FEA BUAT ZAYYAN AZA THOR.. KURANG SREG DGN TOKOH RAFFA... RAFFA KSIH JODOH LAIN AJA...
Sulaiman Efendy
BUAT DONK THOR KISAH RAIN & SERA, DI GABUNG DGN KISAH ZAYYAN, FEA & RAFFA. BUAT CINTA SEGITIGA ZAYYAN, FEA & RAFFA, TAPI KLO BISA ZAYYAN YG JDI MA FEA, KRN KURANG SREG DGN TOKOH RAFFA..
Sulaiman Efendy
MANTAFFFFF.....
Sulaiman Efendy
ALICE DPT BRONDONG SPRTI ONTY AJENG..
Sulaiman Efendy
KASIAN SI JINGGA.. SMOGA JINGGA TABAH..
Sulaiman Efendy
UDH 4 BLN ZAARA BLM NYADAR HAMIL..
Sulaiman Efendy
AKU AZA HATRICK NGIDAMNYA KATA DOKTER KASUS LANGKA UNTUKKU. MNGKIN KRN TRLALU MNCINTAI...
Sulaiman Efendy
BINI LO HAMIL BENGAK, COBA LO TNYK MOM AJENG
Sulaiman Efendy
LO TAU SEN, SAAT ISTRIKU HAMIL, AKU YG NGIDAM, DRI HAMIL MNTAN ISTRI PERTAMA, & YG SKRG, PARAHNYA SAAT ISTRI HAMIL ANAK KEDU+KETIGA YG KMBAR, AKU SAMPE OPNAME KRN GK BSA MAKAN.. ISTRI MAH ANTENG2 AJA..
Sulaiman Efendy
ZAARA YG HAMIL, ARSEN YG NGIDAM.. SYNDROME COUVADE LO SEN.. SLMAT NGIDAM.. 😀😀😀😀
Sulaiman Efendy
JGN PERNAH KALAH DGN PELAKOR, ATAUPN PEBINOR, TRKADANG ISTRI ATAU SUAMI YG TEGAS, PASANGANNYA YG BAHLUL.. TERGODA ATAU GK TEGAS KE PELAKOR ATAU PEBINOR..
Sulaiman Efendy
OTW HAMIDUN LAGI TUH SI ZAARA....
INGAT ISTRI HAMIL SI KEMBAR, ISTRI LBH SUKA CIUM AROMA TUBUHKU YG BLM MANDI, PADAHAL AKU SENDIRI ENEK CIUM BAU TUBUHKU, TPI ISTRI ANTENG AZA..
Sulaiman Efendy
KLIATAN LO LAKI2 YG GK TEGAS..
LKI2 ITU HRS KUAT & TEGAS... MSKI TRKADANG HRS GUNAKN KKERASAN AGAR TDK DIINJAK2 & DIREMEHKN..
Sulaiman Efendy
PASTI SI LIZA..
Sulaiman Efendy
2 PRIA YG MNYUJAI AJENG PISAH SAMA ISTRINYA, YG DISAYANGKN SI ARDI, KNP PISAH SAMA NOVI, KLO KEVIN PISAH DGN JINGGA KRN GK PUNYA ANAK & JINGGA SAKIT
Sulaiman Efendy
CUCU GUNAWAN & CUCU JAYADINGRAT LO LAWAN....
Sulaiman Efendy
INI AZA YG AKU GK SUKA DGN CRITA AUTHOR, TOKOH UTAMA MYA LEMAH & CEMEN GK BISA BELADIRI
Sulaiman Efendy
SI ARSEN JUGA BAHLUL, KNP PERGI SENDIRI
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!