Haii Readers...
Ini karya Ku yang ke empat semoga kalian suka...
"Dasar wanita ja**ng, aku menyesal menikahimu." Abbas menarik rambutku.
Ppllaakk.
Abbas menampar ku hingga bibir ku mengeluarkan darah segar.
"Mas, maafkan aku. Aku sangat mencintaimu." Aku memegangi lutut suami ku.
"Cepat kamu ceraikan dia, Mommy ngga sudi mempunyai menantu miskin, ja**ng dan mandul seperti dia." Usir Mommy mertua ku.
Air mata ku mengalir deras, Daddy mertua ku hanya diam saja.
Bagaimana kelanjutannya kisahnya?
Kisah ini diambil dari seorang sahabat, bukan plagiat ini kisah nyata. Semoga kalian menyukainya...
Jangan lupa Vote, like dan komentarnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Trianti Fersa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sakit
Bbrruukk
Terdengar suara benda jatuh.
"Yank, suara apa itu?seperti benda jatuh di kamar Mami." Kata Eliana.
"Astaghfirullah, Mami." Abbas bergegas kekamar Mami Siska, ia takut terjadi apa-apa dengan Maminya.
"Huh! untung Abbas ngga tanya macem-macem. Lebih baik Gue istirahat dari pada nanti gue suruh ngurus mertua yang mulai gila." Kata Eliana dan merebahkan tubuhnya di ranjang, ia tidak memperdulikan Mertuanya yang sakit.
"Ya Allah, Mami." Teriak Abbas melihat kamar Mami Siska berantakan, sedangkan Mami Siska duduk di lantai tatapannya kosong.
"Jahat kamu, Mas. Aku begitu mencintaimu, gara-gara wanita ja*** dengan entengnya kamu menceraikan aku. Sakit banget dada ini, kamu lebih memilih wanita ja*****." Mami Siska memukul dadanya.
"Mi, cukup. Jangan seperti ini, masih ada Abbas yang masih menemani Mami." Abbas memeluk tubuh wanita yang sudah melahirkan dirinya, saat ini jiwanya tergoyang.
"Dia jahat, wanita mandul, ja****, miskin. Hahahaha..." Mami Siska depresi.
"Mi, Abbas janji akan buat perhitungan dengan Papi dan Alsava. Mereka harus merasakan apa yang Mami rasakan." Rahang Abbas mengeras, matanya merah penuh amarah. Lalu Abbas menggendong Mami Siska kekamar tamu.
"Sementara mami tidur disini dulu." Abbas menurunkan Mami Siska di ranjang.
Ketika Abbas ingin pergi, tangan Abbas di pegang Mami Siska.
"Jangan pergi, jangan tinggalkan aku. Aku sangat mencintaimu, mas."
"Baik, Mi. Abbas tidak akan pernah meninggalkan Mami, apapun terjadi. Abbas sangat sayang Mami." Abbas memeluk Maminya.
"Jangan pergi, jangan tinggalkan aku." Kata-kata itu terulang dari mulut Mami Siska, hingga Mami Siska tertidur.
"Aku sungguh tidak tega melihat Mami seperti ini, apa ini karma. Karena aku sudah begitu jahat sama Alsava, maafkan Abbas. Mi, gara-gara Abbas Mami yang terima ini semua." Abbas mencium tangan dan kening Mami Siska, lalu pergi.
Abbas kembali kekamarnya, melihat istrinya sedang tertidur pulas.
"Ya ampun, Yank. Bukannya mandi dulu, malah tidur." Abbas duduk di tepi ranjang.
"Hai, anak Daddy lagi apa?." Abbas mengelus perut Eliana yang saat ini usia kandungannya sudah memasuki 5 bulan, walau perutnya masih terlihat kecil. Tapi Abbas sudah bisa merasakan tendangan kecil dari buah hatinya di rahim sang istri.
Eliana terbangun, karena terusik ulah Abbas.
"Mas, gimana Mami?maaf aku tadi ketiduran." Eliana dengan suara serak.
"Mmhh... Mami tidak menerima perceraian dengan Papi, sehingga membuat tidak bisa mengontrol dirinya, aku takut Mami akan melukai dirinya nanti. Maka besok aku akan membawa Mami kerumah sakit." Abbas membelai pipi Eliana.
"Ya Allah, Mas. Mami begitu mencintai Papi, aku ngga tega melihatnya, mas." Eliana memeluk pinggang Abbas.
"Iya, aku pun juga begitu. Yank, maukah kamu merawat Mami, selama Mami sedang sakit." Perkataan Abbas membuat Eliana kaget.
"Sumpah gue ngga mau, gue harus gimana. Gue ngga mau Abbas marah sama Gue dan pergi tinggalkan gue belum mendapatkan semuanya." Kata dalam hati Eliana.
"Insya Allah, Yank. Tapi aku tidak bisa sepenuhnya merawat Mami, kamu tau sendiri aku sedang hamil. Aku ngga mau terlalu cape merawat Mami." Kata Eliana.
"Ya, Yank. Aku tau, sekarang kamu mandi sana."
"Tapi gendong dan Mandiin, ya. Anak mu mau kamu memandikan aku." Eliana manja.
"Baiklah." Abbas menggendong Eliana dengan bridal style.
Di sisi lain.
Papi Mario sudah menempatkan sebuah rumah yang sangat nyaman, tadi rumah ini ia akan berikan buat Abbas dan Alsava.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa Vote, like, komentar dan hadiahnya...