NovelToon NovelToon
Mencintai Istri Pria Lain

Mencintai Istri Pria Lain

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:14.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Bundew

"Kenapa kau suka sekali ikut campur dengan urusan pribadiku?"

"Karena aku sedang mencari celah untuk mendekatimu dan merebut dirimu dari suamimu yang brengsek itu," jawab Hansel blak-blakan.

Jatuh cinta pada seorang gadis bukanlah hal yang memalukan. Tapi bagaimana jika ternyata kau jatuh cinta pada seorang wanita yang berstatus sebagai istri dari pria lain?

Hal inilah yang dirasakan oleh seorang Hansel Abraham. Hansel jatuh cinta pada Hanni, perawat pribadinya yang saat ini menyandang status sebagai istri dari Raymond Damara.

Langkah apa yang akhirnya akan diambil oleh seorang Hansel Abraham?
Apakah Hansel akan merelakan Hanni tetap bersama Raymond?
Atau Hansel akan menggunakan segala cara untuk merebut Hanni dari pelukan Raymond?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OBSESI

"Viola Abraham sudah kembali ke negara ini, Alan," Rizal memberi informasi pada Alannaro yang sedang menyesap cerutunya.

"Kau pasti sudah tahu apa tugasmu kali ini." Alannaro menatap pada Rizal yang merupakan orang kepercayaannya.

Rizal mengangguk.

"Aku paham, Alan," jawab Rizal mantap.

"Lakukan dengan benar kali ini! Bawa Viola tanpa menyakitinya. Jika kau gagal lagi kali ini, kau yang akan aku habisi," ucap Alannaro dengan nada tegas dan tatapan membunuh.

Rizal mengangguk sekali lagi sebelum undur diri dan keluar dari ruangan Alannaro.

Viola Abraham, satu nama yang selalu membuat jantung Alannaro berdegup tak karuan. Kecantikan dan pesona dari gadis yang terkenal sombong dan galak tersebut, rupanya sudah menghipnotis seorang Alannaro Aditama.

Alannaro sudah berulang kali mengajukan lamaran pada Viola. Namun seperti sang kakak yang jual mahal terhadap setiap wanita, Viola juga termasuk gadis yang jual mahal terhadap para pria.

Viola menolak mentah-mentah lamaran Alannaro.

Dan yang lebih menjengkelkan, saat Alannaro menawarkan kerjasama bisnis pada Hansel dengan maksud untuk memuluskan rencanya mendekati Viola. Hansel malah menolak tawaran Alannaro tersebut dengan sangat tidak hormat.

Benar-benar keluarga yang sombong dan angkuh.

Hansel bahkan mengancam Alannaro untuk berhenti mengganggu dan mendekati Viola. Namun bukan Alannaro namanya, jika tidak bisa memberi pelajaran pada Hansel Abraham yang sombong itu.

Alannaro sudah meminta Viola secara baik-baik pada Hansel. Tapi yang Alannaro dapatkan malah sebuah penghinaan. Jadi jangan salahkan Alannaro jika akhirnya ia membuat Hansel menjadi pria yang cacat dan lumpuh seumur hidup.

Alannaro tentu saja merasa puas karena berhasil memberi pelajaran pada pria sombong itu. Kini Alannaro akan kembali memulai misinya untuk mengambil Viola. Jika Alannaro tidak bisa meminta Viola secara baik-baik pada keluarga Abraham, maka Alannaro akan menempuh cara licik untuk mendapatkan gadis pujaan hatinya tersebut.

Viola akan menjadi milik Alannaro untuk selamanya.

****

"Kau bisa melakukannya?" Tanya dokter Abi sekali lagi pada Hanni yang sedari tadi menyimak penjelasannya.

Dokter Abi sedang mengajari Hanni cara melakukan terapi untuk Hansel saat di rumah.

Ya, sejak tuan muda pemarah ini memecat Jevon secara sepihak, mau tidak mau Hanni yang harus menggantikan semua pekerjaan Jevon. Termasuk membantu Hansel berolahraga dan melakukan terapi ringan saat di rumah.

"Iya, Dokter. Aku bisa melakukannya," jawab Hanni dengan nada yakin.

"Kau bisa bertanya sekali lagi pada Abi jika memang kau belum paham. Aku tidak mau kau melakukan malpraktik pada kakiku nantinya," timpal Hansel dengan nada pedas.

Dokter Abi tertawa renyah.

"Guyonanmu lucu sekali, Hans!"

"Aku yakin Hanni sudah paham dan akan bisa melakukannya," imbuh dokter Abi seraya tersenyum pada Hanni.

Dokter yang seusia dengan Hansel tersebut menyodorkan sebuan kartu nama pada Hanni.

"Kau bisa menghubungiku kapan saja, Hanni. Jika kau mengalami kendala atau kesulitan," ucap dokter Abi masih tersenyum pada Hanni.

"Terima kasih, Dokter," jawab Hanni cepat seraya menerima kartu nama yang disodorkan oleh dokter Abi.

"Apa kau sedang menggoda perawatku sekarang? Pura-pura memberikan kartu nama," sergah Hansel ketus.

Dokter Abi kembali tergelak,

"Lalu apa masalahnya jika aku menggoda Hanni? Bukankah dia masih muda dan sepertinya akan cocok jika kujadikan calon istri," jawab dokter Abi masih tergelak.

"Jangan tertipu dengan wajah polosnya. Dia sudah menjadi milik pria lain kalau kau belum tahu," sahut Hansel dingin.

Hanni hanya diam dan enggan menanggapi obrolan dua pria yang tengah berghibah tentang dirinya.

Benar-benar dua pria yang tak sopan. Membicarakan seseorang tapi di depan orang tersebut. Apa mata mereka buta, hingga tidak melihat kalau orang yang tengah mereka bicarakan masih ada di ruangan ini dan bisa mendengar dengan jelas obrolan mereka?

"Oh, ya? Apa pria itu adalah dirimu?" Tanya dokter Abi menggoda Hansel.

"Guyonanmu tidak lucu, Abi!" Sahut Hansel masih dengan ekspresi wajah yang dingin.

"Setidaknya tersenyumlah, Hans! Kau jarang tersenyum dan tertawa belakangan ini. Apa hidupmu terlalu suram dan kelabu?" Ujar dokter Abi yang masih tidak berhenti menggoda Hansel.

Hansel hanya mendengus dan enggan menanggapi.

"Bagaimana kau bisa tahan merawat pasien yang ketus ini, Hanni?" Dokter Abi ganti mengajak Hanni bicara karena tidak mendapat tanggapan dari Hansel.

"Hansel sebenarnya pria yang baik. Dia hanya susah untuk tersenyum dan diajak bercanda," jawab Hanni sekenanya.

"Tidak perlu menjilatku, Hanni! Aku tidak akan memecatmu sekalipun kau mengatakan pada Abi kalau aku memang galak dan ketus. Bukankah kau selalu mengumpat dalam hati jika aku bersikap menyebalkan?" Timpal Hansel panjang lebar yang langsung membuat dokter Abi terbahak.

"Kau bahkan tahu isi hati dari Hanni, Hans?" Dokter Abi berdecak tidak percaya.

Hanni terlihat salah tingkah.

Benar-benar seperti kacang yang sedang di kuliti.

Bagaimana Hansel bisa tahu kalau selama ini Hanni selalu mengumpat dan menggerutu dalam hati setiap tuan muda pemarah itu mengeluarkan sikap menyebalkannya?

"Kau ingin membuat pengakuan sekarang?" Hansel menatap Hanni dengan senyuman remeh.

Sebuah lesung pipi terlihat jelas di kedua pipi Hansel.

Tunggu!

Sejak kapan tuan muda itu memiliki lesung pipi?

Hanni sudah dua bulan menemaninya selama dua puluh empat jam. Tapi kenapa Hanni tidak pernah menyadarinya?

Apa mungkin karena selama dua bulan ini Hansel tidak pernah tersenyum, makanya lesung pipi itu tidak pernah terlihat oleh Hanni?

"Pengakuan apa? Aku tidak sedang melakukan sebuah dosa besar," sahut Hanni membela diri.

Wanita itu pura-pura bersedekap kesal.

"Masih tidak sadar diri," gumam Hansel sembari mengambil air minum di meja yang ada di samping ranjangnya.

Hansel meneguk air di gelas tersebut hingga tandas tak bersisa.

"Jadi, Hanni. Ada lagi yang ingin kau tanyakan?" Dokter Abi berbasa-basi seraya melirik arloji di tangannya.

"Tidak ada, Dokter. Semuanya sudah jelas," jawab Hanni mengulas senyum di bibirnya.

"Baiklah kalau begitu. Aku akan turun ke bawah dan melayani pasien lain," tukas dokter Abi.

"Kau masih ingin istirahat di sini, Hans?" Dokter Abi ganti bertanya pada Hansel yang kini berbaring sambil menatap langit-langit ruang terapi tersebut.

"Ya," jawab Hansel singkat.

"Baiklah. Aku pergi dulu, Hanni. Selamat siang!" Pamit dokter Abi yang kini sudah keluar dari ruangan tersebut.

Kini hanya tinggal Hanni dan Hansel di dalam ruangan. Suasana sesaat menjadi hening.

Hanni duduk di kursi yang ada di dekat ranjang tempat Hansel berbaring. Tuan muda itu terlihat sedang memejamkan matanya sekarang. Apa dia sedang tidur?

"Hanni!" panggil Hansel yang langsung membuat Hanni beranjak dari duduknya.

"Iya, Hans! Kau butuh sesuatu?" Tanya Hanni yang segera mendekat ke arah Hansel.

"Bantu aku bangun!" Ucap Hansel memberi perintah.

"Bukankah tuan muda ini sudah bisa bangun sendiri? Lalu kenapa dia harus menyuruhku untuk membantunya bangun?" Hanni menggerutu dalam hati.

Wanita itu dengan sigap menopang kepala Hansel dan membantu tuan muda tersebut untuk bangun dan duduk.

"Kita pulang sekarang!" Perintah Hansel lagi yang langsung disambut Hanni dengan sebuah anggukan.

.

.

.

Terima kasih readers yang sudah mampir.

Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.

1
lantol
raymon serakah
syh 03
Luar biasa
inayah machmud
Hanni ga inget kalo sudah lepas kb.
inayah machmud
😭😭😭😭😭
Titik Novrianti
emang bodoh bin goblok lh si hanni ini
sintesa destania
sumpah ku menangisssss
sintesa destania
dan kenapa aku manengis tersedu sedu sekali😭😭😭
sintesa destania
kok aku sakit hati ya
Sri Wahyuni
💪💪💪👍👍👍💐💐🌼🌼🌻🌻💗💗❤💐🌼💐💐
minarni 0714
Luar biasa
inayah machmud
calon anak mu lagi protes Hansel karena kelaparan. 🤭😂😂😂😂😂
inayah machmud
gimana Hani gak hamil orang kamu garap sampai pagi.
Vien Habib
Luar biasa
Lilisdayanti
nyimak dulu 🤭🤭 aahhhh apa ya judul nya ko aqu ga perhatikan tadi 🤭🤭
Lilisdayanti
iyakah,,ber alibi kebanyakan tipu daya 🤭
ayu nuraini maulina
Hans bego
ayu nuraini maulina
ap Hans g ingat pas anu2 sama hani
ayu nuraini maulina
11 12 Kaka beradik sama2 keras
ayu nuraini maulina
tensi naik hans
ayu nuraini maulina
elo ng suami goblok yg masih d ketek ortumu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!