NovelToon NovelToon
Sang Pemain

Sang Pemain

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan / Romansa Fantasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: SelToon

Bima Arka Pradipta , anak dari keluarga sederhana di pinggiran Manado. Keras kepala, tidak banyak bicara di luar lapangan tapi meledak-ledak di dalam lapangan. Hamstring putus , pensiun umur 34 tahun. Dikenal karena tendangan bebas melengkungnya dan loyalitasnya sama tim. Dari anak kampung yang main bola pakai kaki ayam -> ditolak akademi karena dianggap terlalu emosional -> bangkit setelah cedera parah di musim hujan -> jadi kapten yang mengangkat tim degradasi jadi juara.
"Bukan tentang seberapa keras kau terjatuh, tapi seberapa lama kau tetap berdiri di tengah hujan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SelToon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26 Ronald Anak Joshua Yg Pakai Sepatu No 40 Kebesaran & Masuk Seleksi M U

Ronald. Anak Joshua.

Umur 11 tahun.

Masih ingat sepatu Specs Lightspeed no 40 kebesaran pemberian Bima ? Sekarang sepatu itu sudah tidak kebesaran lagi. Kaki Ronald sudah pas no 40. Cepat sekali besar , karena lari pagi setiap hari di Tikala pada jam 5 pagi sama Yudi.

Ronald bukan anak ajaib seperti Bima. Tidak bisa tendang keras 30 meter. Tapi dia bisa satu hal yang Bima tidak bisa umur 11 tahun : Pisang Raja.

Ajaran bapaknya , Joshua no 10 yang pensiun karena ACL.

Setiap sore di atas Sinar Bima yang jadi sekolah bola , Joshua mengajari Ronald

"Kaki tumpu begini. Jangan seperti Om Bima yang miring. Perkenaan kaki di sini. Lihat ? Pisang!"

Ronald coba 100 kali sehari. Gagal 90 kali. Masuk 10 kali.

Yudi berteriak dari bawah perahu "RONALD! JANGAN PISANG RAJA TERUS! LARI DULU 5 PUTARAN!"

Ronald berlari. Kakinya sudah kapalan. Dia tidak pakai kaos kaki , karena kaos kakinya sudah sobek. Ibunya tidak ada uang untuk beli yang baru , karena bapaknya cuma jualan es kelapa.

Bulan Maret 2034 , seleksi Manado United U-12 buka. Sama seperti dulu Bima seleksi umur 13 tahun di Stadion Klabat.

Joshua mau daftarkan Ronald. Tapi malu. Dulu dia no 10 yang sombong di situ. Sekarang datang membawa anak pakai sepatu bekas pemberian Bima , bapaknya pakai kruk.

Yudi yang daftarkan. Yudi datang ke panitia seleksi dengan naik ojek , pakai kaos oblong , dan bawa formulir lusuh.

"Nama : Ronald. Umur : 11. Alamat : Tuminting. Pelatih : Yudi dan Joshua no 10."

Panitia melihat alamat Tuminting , tertawa kecil. "Tuminting lagi ? Dulu Bima Sakti dari sana. Sekarang siapa lagi ?"

Hari seleksi. 80 anak datang dari seluruh Sulut. Semua pakai sepatu baru , pakai jersey baru , dan pakai pelindung tulang kering baru. Ronald pakai sepatu Specs no 40 bekas , sudah jebol di bagian depan , dijahit pakai benang pancing sama Bapaknya. Jersey kebesaran pemberian Farrel dari Persija.

Pemanasan : Yo - yo test. Ronald lolos. Karena lari pagi di Tikala setiap hari. 15 anak gagal di hari pertama , pulang. Sama seperti kata Yudi dulu.

Hari kedua : Teknik. Ronald disuruh melakukan tendangan Pisang Raja. 3 kali kesempatan.

Tendangan pertama : Gagal , melenceng jauh.

Anak - anak lain tertawa. "Anak Tuminting!"

Joshua yang berada di pinggir lapangan yang pakai kruk , berteriak "RONALD! INGAT KAKI TUMPU! JANGAN SEPERTI OM BIMA!"

Ronald melihat bapaknya. Ingat latihan 100 kali sehari di atas Sinar Bima.

Tendangan kedua : Masuk. Melengkung , masuk pojok kanan atas. Kiper tidak bergerak.

Panitia seleksi terdiam. Satu panitia bisik "Pisang Raja umur 11 tahun ?"

Tendangan ketiga : Masuk lagi. Lebih melengkung. Lebih indah. Kiper cuma melihat.

80 anak terdiam. Ronald yang pakai sepatu jebol benang pancing , masuk 2 gol Pisang Raja.

Sore harinya , pengumuman. 20 anak lolos. Nama pertama dibacakan

"RONALD - TUMINTING - No 10"

Sama seperti bapaknya dulu no 10. Sama seperti Bima dulu no 39 kebesaran.

Ronald berlari ke arah bapaknya. Kemudian peluk kruk bapaknya. Joshua menangis. Kruknya jatuh di lumpur Stadion Klabat.

Yudi yang melihat dari ojek , berteriak seperti dulu saat jadi kernet "TUMINTING! TUMINTING! LOLOS!"

Malam harinya , Ronald video call Bima di Glasgow. Jam di Glasgow jam 2 siang , habis latihan. Jam di Tuminting jam 9 malam.

Bima melihat Ronal pakai jersey Manado United U-12 baru , masih bau toko.

"Om Bima , saya lolos!"

Bima yang pakai jaket tebal , berteriak di ruang ganti Celtic sampai semua orang melihat

"RONALD LOLOS! ANAK TUMINTING LOLOS LAGI!"

Mc Gregor bertanya "Who is Ronald ?"

Bima menjawab: "My son. Not my son. My village son. Number 10."

Bima transfer Rp 2 juta ke Joshua malam itu. Pesan "Untuk sepatu baru Ronald. Jangan dijahit pakai benang pancing lagi. Belikan no 40 baru."

Joshua membalas "Tidak. Aku belikan benang pancing baru saja. Sepatu jebolnya masih bisa dipakai 1 tahun lagi. Uangnya aku pakai untuk es kelapa gratis anak - anak."

Bima tertawa di Glasgow yang dingin.

Di Tikala , malam itu , Yudi menulis di buku absen lusuh

ABSEN TIKALA 2034

Ronald - Hadir - Lolos Manado United U-12 - Pisang Raja 2 gol - Sepatu jebol benang pancing

Catatan : Akhirnya ada yang lolos lagi setelah Bima. 11 tahun kemudian.

Di bawahnya , dia tulis

TUGAS PELATIH SELESAI SATU. TINGGAL 11 LAGI.

Dia tutup buku. Besok pada jam 5 pagi harus bangun lagi. Latihan lari lagi. Karena masih ada 11 anak lagi.

#####################################

Cukup sampai di sini dulu ya , besok lanjut lagi. Semoga suka , jangan lupa berikan saran , like dan hadiahnya

Happy reading

1
fabdul
thor kenapa ga update lagi?
fabdul
lanjut thor
fabdul
Sinta melihat kearah Nadia dengan tatapan bingung. "Om Bima, Tante ini siapa? itu enak dibaca nya thor 🥰
Jesselyn Runtuwene: Ok , nanti direvisi
total 1 replies
fabdul
cerita mu seru thor cuman penulisan kurang menarik dan bikin pusing bacanya. tolong perbaiki ya thor ini cuman saran kalo pun tidak diperbaiki tidak apa-apa 🤗
Jesselyn Runtuwene: Oke , nanti dibaca ulang dan direvisi
total 3 replies
fabdul
Thor penulisannya lebih enak jika. Nadia, kamu masih ingat saya? jadi enak bacanya nggak ada spasi pas tanda koma di belakang nama Nadia dan kata Saya
Jesselyn Runtuwene: Ok siap nanti direvisi
total 1 replies
fabdul
thor masukan sedikit ya. aku ga enak bacanya karena kebanyakan koma 🙏
Jesselyn Runtuwene: Bab 3 dan 4 sudah direvisi juga
total 3 replies
fabdul
lanjut
fabdul
😭😭
fabdul
bab masih sudah banyak ya thor, ketinggalan jauh
fabdul
semangat nulis nya
Jesselyn Runtuwene: Siap , makasih kak
total 1 replies
fabdul
thor novel mu ini sudah di kontrak?
fabdul: iya thor
total 2 replies
fabdul
wah semangat Bima
fabdul
lanjut thor
fabdul
lanjut
fabdul
lanjut thor
fabdul
lanjut
fabdul
lanjut thor
fabdul
oh iya kah thor? berarti aku yang naik kapal laut ga diterima sama laut karena sering muntah dalam perjalanan 😭
fabdul: hahahaha 😭
total 2 replies
fabdul
maklum anak Kota baru turun gunung 😭
fabdul
😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!