NovelToon NovelToon
Berniat Menceraikan Suami, Malah Hamil Anak Dosenku

Berniat Menceraikan Suami, Malah Hamil Anak Dosenku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dosen / Nikah Kontrak
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: isd

Niat mau bercerai setelah selesai Kkn, eh pas Kkn mereka malah buat dede bayi. Apakah mereka akan jadi bercerai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon isd, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagaimana Kalau......

"Aduh! Ngapain dia menatap aku terus, sih..." gerutu Keira dalam hati dengan perasaan panik.

Jantungnya berdegup semakin kencang, tetapi bukan karena gugup menghadapi presentasi di depan warga desa.

Tatapan Arsen terasa berbeda dari biasanya. Tidak ada sorot dingin ataupun tatapan tajam yang sering membuatnya kesal. Kali ini, ada sesuatu yang sulit Keira pahami, sesuatu yang justru membuatnya kehilangan ketenangan.

Telapak tangannya mulai terasa dingin. Bahkan, suaranya sedikit bergetar ketika berusaha melanjutkan penjelasan.

"Dan... eh... kami juga..." ucapnya terbata-bata.

Beberapa warga mulai saling berpandangan, menyadari bahwa Keira yang sebelumnya berbicara dengan lancar kini tampak kebingungan.

Keira menarik napas cepat, berusaha mengumpulkan kembali konsentrasinya. Namun, tatapan Arsen seolah membuat seluruh kalimat yang sudah ia persiapkan mendadak menghilang dari pikirannya.

Gawat! Kalau diteruskan, aku bisa salah bicara!

Akhirnya, ia memaksakan senyum tipis sebelum menoleh kepada Rina.

"Rina, lanjutin, ya," pintanya pelan.

Rina sempat terlihat terkejut, tetapi ia segera mengangguk.

"Iya, sini. Biar aku yang lanjut."

Keira pun mundur perlahan, memberikan kesempatan kepada sahabatnya untuk mengambil alih presentasi.

Begitu Rina mulai berbicara, Keira berdiri di sampingnya sambil berusaha memasang ekspresi tenang, seolah tidak terjadi apa-apa. Padahal, isi kepalanya sudah kacau balau. Ia bahkan tidak berani lagi mengangkat wajah untuk melihat ke arah Arsen.

Pria itu benar-benar menyebalkan! Bagaimana bisa hanya karena orang itu membuatnya kehilangan konsentrasi hanya dengan menatapnya seperti itu?

.....

Malam telah menyelimuti desa. Kesunyian perlahan mengambil alih, hanya sesekali dipecahkan oleh suara jangkrik yang bersahutan.

Angin berembus lembut, membawa udara dingin yang menyentuh kulit.

Di dalam kontrakan, hampir semua mahasiswa sudah terlelap setelah menjalani aktivitas seharian.

Namun, Keira masih terjaga. Ia membolak-balikkan tubuhnya di atas kasur tipis, mencoba mencari posisi nyaman agar bisa segera tidur.

Sayangnya, semakin ia memejamkan mata, semakin sulit pula pikirannya beristirahat. Wajah Arsen terus terbayang. Terutama tatapan pria itu ketika mereka berada di balai desa sore tadi.

"Ah, kenapa aku malah mikirin dia, sih?" gumam Keira kesal sambil menarik selimut hingga menutupi sebagian wajahnya.

Ia mencoba mengalihkan pikiran, tetapi usahanya tidak membuahkan hasil. Pada akhirnya, Keira menyerah.

Ia bangkit dari kasur, lalu berjalan keluar kamar dengan langkah hati-hati agar tidak membangunkan teman-temannya yang sedang tidur.

Begitu sampai di luar, udara malam langsung menyambutnya. Dingin yang menyentuh kulit justru membuat pikirannya terasa sedikit lebih ringan.

Keira menghirup udara dalam-dalam, kemudian berjalan menyusuri halaman untuk mencari suasana yang lebih tenang.

Namun, langkahnya mendadak melambat ketika melihat seseorang duduk sendirian di dekat aliran sungai kecil. Siluet itu terasa begitu dikenalnya.

Arsen.

Pria tersebut duduk di atas sebuah batu, menatap aliran air yang tampak gelap di bawah cahaya malam.

Ia tidak melakukan apa-apa. Hanya duduk diam seorang diri, seolah sedang memikirkan sesuatu yang cukup berat.

Keira mengamati pemandangan itu selama beberapa detik, lalu mendengus kecil sebelum menghampirinya.

"Awas kesambet setan." Ucapannya memecah keheningan malam.

Arsen langsung menoleh ke arah sumber suara. Tatapannya berhenti pada Keira yang berdiri tidak jauh darinya dengan wajah datar, meskipun sikapnya jelas memperlihatkan sedikit kecanggungan.

Tanpa menunggu undangan, Keira akhirnya ikut duduk di atas batu di samping pria itu. Ada jarak di antara mereka.

Tidak terlalu dekat, tetapi juga tidak cukup jauh untuk menghilangkan kesadaran bahwa mereka sedang duduk berdua di tengah sunyinya malam.

"Belum tidur?" tanya Keira, berusaha terdengar santai.

"Gak bisa," jawab Arsen singkat.

Keira meliriknya sekilas. "Kenapa?"

Arsen tidak langsung menjawab. Ia kembali memandang aliran sungai di hadapannya, seolah sedang mempertimbangkan apakah dirinya perlu mengatakan apa yang sebenarnya ada di pikiran.

Beberapa saat kemudian, ia akhirnya membuka suara.

"Karena gak ada kamu."

Keira sontak menoleh cepat. Matanya membulat, sementara bibirnya sedikit terbuka karena terkejut mendengar jawaban yang sama sekali tidak pernah ia duga.

"Apa?" tanyanya, memastikan dirinya tidak salah dengar.

Arsen tetap memasang wajah serius, seolah perkataannya tadi bukanlah sesuatu yang aneh.

Keira buru-buru mengalihkan pandangan, berusaha menyembunyikan kegugupan yang tiba-tiba muncul.

"Jangan suka bercanda, Pak Dosen," ujarnya sambil berdeham kecil. "Akhir-akhir ini kamu aneh banget, tahu gak?"

Biasanya, Arsen selalu memiliki jawaban menyebalkan untuk setiap perkataannya. Namun, malam ini pria itu tidak tertawa, tidak pula membalas dengan sindiran.

Ia justru memutar tubuh sedikit agar bisa menatap Keira secara langsung. Sorot matanya begitu serius.

Keira yang semula berusaha bersikap santai perlahan ikut terdiam. Ada sesuatu dalam tatapan itu yang membuatnya merasa bahwa Arsen tidak sedang bermain-main.

Beberapa detik berlalu dalam keheningan.

Kemudian, Arsen mengucapkan sebuah pertanyaan yang membuat Keira seketika kehilangan kata-kata.

"Bagaimana kalau kita... gak jadi bercerai?"

Keira membeku. Ia menatap Arsen dengan mata membulat, seolah otaknya membutuhkan waktu untuk memahami kalimat yang baru saja didengarnya.

Pria yang selama ini selalu terlibat pertengkaran dengannya itu baru saja mengusulkan sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan akan keluar dari mulutnya.

Membatalkan perceraian mereka.

Keira menelan ludah, berusaha menyusun jawaban di tengah pikirannya yang mendadak kacau.

Untuk pertama kalinya malam itu, ia tidak tahu harus mengatakan apa kepada Arsen.

1
Annisa
lanjut Thor!
isd: love you buanyak² buat yang udah dukung author ❤❤
total 1 replies
Chenyu Wang
critanya menggemaskan Thor jadi bapper hihi lanjut sampe tamat ya anda luar biasa
Chenyu Wang: 🙏😍 semangat author luar biasa
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!