NovelToon NovelToon
Luka Pernikahan

Luka Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: e_Saftri

Ujian dalam rumah tangga Aini dan Andra dimulai saat Andra mendapat kenaikan jabatan di perusahaan tempatnya bekerja

Ekonomi yang membaik, membuat Andra mulai merasa bosan dengan istrinya yang menurutnya tidak bisa merawat diri, hingga membuatnya terjerat pesona rekan kerjanya sendiri

Aini begitu terluka, saat suaminya membawa seorang wanita yang tengah berbadan dua yang ia perkenalkan sebagai istri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Yang Aini pikirkan memang terjadi, sejak bangun pagi tadi bayi perempuan itu terus saja menangis mencari keberadaan sang ibu

Hal yang jelas membuat Andra kewalahan, bahkan pria itu sampai tidak pergi bekerja

"Aduuuh mas, kamu tuh bisa gak sih tenangin anak kamu! Kepala aku pusing denger dia nangis mulu"

Kesal hati Sarah, saat dirinya masih ingin tidur suara tangisan putri Aini ini tidak berhenti

"Apa kamu gak bisa bantu aku? Katanya kamu mau jadi ibu tiri yang baik" Andra ikut kesal karena istrinya hanya bisa bicara saja

"Ini juga salah kamu! Harusnya kamu biarin Aini bawa anaknya, ngapain kamu tahan-tahan" Sarah beringsut bangun dengan wajah kesal

"Kasih ini anak aku, aku yang akan merawatnya"

"Terserah kamu aja deh mas! Yang penting kamu bikin anak kamu ini diam! Kepala aku pusing" Setelah mengatakan itu, Sarah berlalu keluar dari kamar

"Kamu diam dong nak! Disini kan udah ada ayah"

Walaupun bersama sang ayah, bayi satu tahun itu tetap saja mencari keberadaan sang ibu

"Ini semua karena kamu, Aini. Tega banget kamu ninggalin anak kita seperti ini" Andra membawa putrinya turun

Kekesalannya bertambah saat melihat meja makan yang kosong sementara Sarah sibuk dengan ponselnya

"Kamu gak masak?" Tanya Andra

"Aku pesen gofood" Jawabnya dengan santainya

"Apa kamu gak bisa masak yang sederhana? Kalau ada Aini pasti..."

"Aini lagi, Aini lagi. Aku bosen dengernya!" Sarah bangkit dengan perasaan kesal "Aku Sarah, mas. Bukan Aini"

Niat hati ingin menenangkan diri dengan keluar dari kamar, malah ia semakin kesal karena suaminya menyusul dan selalu menyebut nama wanita lain

"Kamu diam dong nak! Jangan nangis terus! Ayah pusing" Andra masih berusaha menenangkan putrinya yang rewel

***

Aini benar-benar serius dengan keputusannya, bahkan wanita itu tidak mengunjungi kediaman Andra walaupun hanya sekedar menjenguk putrinya

Cukup sudah dengan patah hatinya, Aini memutuskan untuk mencari pekerjaan dan segera melayangkan gugatan cerai dan mendapatkan hak asuh atas putrinya

"Kamu yakin baik-baik aja nak? Kalau kamu belum sanggup sebaiknya istirahat dulu" Ujar Ratih saat melihat putrinya telah siap dengan map ditangan

"Aini gak apa-apa kok Bu. Aini mau secepatnya dapet kerja, biar bisa sewa pengacara"

Dedi dan Ratih hanya bisa setuju, apapun keputusan Aini maka mereka akan mendukung

"Kamu gak mau ketemu Kasih?" Tanya Ratih

Aini terlihat sedih, sebagai seorang ibu jelas ia sangat merindukan putrinya. Entah bagaimana keadaan putri kecilnya disana

Mungkin Kasih akan terus mencari nya. Aini sendiri tidak bisa melakukan apapun. Jika ia lemah maka Andra akan melakukan hal seenaknya

"Akan ada waktunya Aini puas sama Kasih" Wanita cantik itu berusaha mengulas senyumnya "Ya udah kalau gitu, Aini berangkat dulu"

Jika Aini berangkat dengan tenang, maka berbeda dengan Andra yang harus menyiapkan sarapan serta menenangkan putrinya yang rewel

Kasih demam, mungkin karena tiga hari ini dihabiskan dengan menangis, Sarah sendiri benar-benar dibuat muak dengan suaminya yang masih enggan menceraikan istri pertamanya

"Kasih mau makan yaa? Sebentar yaa nak" Andra menyiapkan makanan pendamping ASI yang biasa Aini siapkan, rasanya tidak sama dan bayi kecil itu menolaknya

"Aduuh mas, anak kamu gak bisa diem yaa? Dari kemarin nangis mulu" Sarah benar-benar muak mendengar suara tangisan putri Aini ini, jika bukan karena Andra mungkin mulut kecilnya susah ia tekan dengan bantal

"Kamu kalau gak bisa bantu mending diem aja, Sarah" Andra semakin frustasi mendengar istrinya terus saja marah-marah

"Sekarang kamu jagain Kasih dulu! Aku harus kekantor, kalau aku dipecat kita gak akan bisa makan"

Sarah memutar matanya malas, menghadapi bayi rewel ini sendirian. Astaga, membayangkannya saja sudah membuatnya lelah

"Ya udah, tapi kamu harus pulang cepet! Aku ini lagi hamil" Sarah meraih bayi perempuan itu namun Kasih menolak dan malah memeluk leher sang ajah

Dengan sedikit paksaan, akhirnya Kasih berhasil berpindah tangan. Tangisannya semakin menjadi saat mobil yang dikendarai sang ayah meninggalkan rumah

"DIAM" Mendengar suara bentakan membuat tangis bayi kecil itu semakin keras

Ditempat berbeda, lebih tepatnya di trotoar jalan, seorang wanita tengah membawa langkahnya sambil memeluk map coklat

"Ternyata nyari kerja sesusah ini" Keluh Aini sambil membawa langkahnya

"COPET"

Aini melihat dari depan seorang pria tengah berlari cepat, dibelakangnya beberapa orang tengah mengejar

Tanpa pikir panjang, Aini melayangkan Tote bag nya hingga pria yang tengah berlari itu kehilangan keseimbangan

"Copet kamu yaa! Dasar" Pria itu mengaduh saat tubuhnya dipukuli dengan tas, ia melindungi wajahnya lalu Aini mengambil tas hitam yang ia bawa

Dua orang pria memegangi pencopet itu, saat hendak memukuli Aini mencegah

"Jangan main hakim sendiri, mas! Bawa kekantor polisi aja!"

"Iya mbak, makasih yaa mbak" Aini mengangguk lalu pencopet itu dibawa

"Nak" Seorang wanita paruh baya menegur Aini "Kamu yang nyelamatin tas saya?"

"Oh iya Bu! Maaf, ini tasnya!" Aini menyerahkan tas mahal itu kembali kepada pemiliknya

"Sebentar" Aini mengerutkan keningnya saat ibu-ibu itu menyentuh pipinya "Kamu mirip sekali dengan mendiang menantu saya"

"Huh? Maksud ibu apa yaa?"

Wanita paruh baya itu tersadar "Ahh, maafkan saya. Terima kasih untuk bantuan kamu" Ia lalu merogoh sesuatu dari dalam tas mewah itu "Ini untuk kamu"

Melihat lembaran uang itu Aini tersenyum lalu menolaknya "Gak perlu Bu! Saya cuma gak sengaja lewat terus denger orang teriak copet"

Wanita paruh baya itu tidak memaksa, lembaran berharga itu kembali ia masukkan kedalam tasnya

"Kamu mencari pekerjaan?" Tanyanya karena melihat Aini yang memeluk map coklat

"Iya, saya baru aja dari perusahaan yang deket sini" Aini tersenyum

"Background pendidikan kamu apa?"

"Saya S1 ilmu pendidikan" Jawab Aini

"Itu bagus, kebetulan saya punya yayasan pendidikan. Kalau kamu mau kamu bisa menjadi salah satu tenaga pengajar disana" Kata wanita paruh baya itu

Mendengar itu membuat Aini tersenyum, kesempatan seperti ini tidak akan ia lewatkan

"Saya mau Bu" Ujarnya dengan penuh semangat

Wanita berpenampilan mahal itu kembali merogoh tasnya dan mengeluarkan sebuah kartu

"Ini kartu nama saya, besok kamu datang saja ke sekolah" Ucapnya

Aini mengucapkan banyak terima kasih, ditengah kesulitannya dalam mencari pekerjaan, ada orang baik yang datang

"Terima kasih, Bu. Besok saya akan datang"

"Saya tunggu yaa!" Wanita paruh baya itu mengusap lengan Aini sebelum masuk ke mobilnya

"Alhamdulillah" Aini memeluk kartu nama itu, setelah berkeliling dibawah terik matahari, ia akhirnya mendapat pekerjaan yang sesuai dengan cita-cita nya

Aini kembali kerumah dengan perasaan gembira, dirumah sudah ada Ratih dan Dedi

"Gimana nak? Udah dapet kerjanya?" Tanya Dedi saat sang putri duduk disampingnya

"Udah pak, Alhamdulillah. Aini kerja di yayasan punya orang kaya" Aini menjelaskan saat ia menyelamatkan seorang wanita dari pencopet lalu mendapatkan pekerjaan

"Alhamdulillah"

"Ya udah, Aini kekamar dulu. Mau istirahat" Aini bangun dari duduknya, melangkah menuju kamar lalu beristirahat sejenak

Jika seperti ini, maka Aini jadi merindukan putrinya. Rasanya begitu sakit, ia ingin memeluk bayi kecil itu dengan erat

"Kamu sabar sebentar lagi yaa sayang"

1
Ilfa Yarni
mari kita lihat sampe mana km bisa bertahan tristan
Ilfa Yarni
hahahaha kasian deh
Ilfa Yarni
sebenarnya tidak keterlaluan Aini itulah hukuman bagi yg suka menyakiti tp Klo km kasihan minta Tristan untuk kasih dia pekerjaan
sunaryati jarum
Memang bukan anak pengungsaha ,tapi jadi wanita simpanan suami pengusaha
sunaryati jarum
Semoga Tristan jadi bucin pada Aini
Ilfa Yarni
Aini jodohmu yg tepat tristan
Ilfa Yarni
knp ya ga di novel atau dunia nyata standar se seorang diukur dgn uang
Heny
Klau aqu jawab mau suami selingkuh mertua jahat
sunaryati jarum
Awalnya kontrak tapi nanti Tristan bucin duluan
Ilfa Yarni
kadang kita emang minder klo berada fitengah2 orang kaya
Ilfa Yarni
aini sama Tristan aja Duda dan janda premium klo yudha msh bisa dpt yg perawan
sunaryati jarum: Emak setuju
total 1 replies
Ariany Sudjana
Tristan sudah jatuh hati sama Aini, cuma ga mau mengakuinya,masih belum move on dari almarhumah istrinya.

lebih suka Aini sama Yudha saja sih, Yudha juga laki-laki yang baik
sunaryati jarum
Setia itu bagus Nak zTristan tapi dia sudah meninggal,jika kau jatuh cinta pada wanita lain bukan berkhianat
Ilfa Yarni
mknys istri udah meninggal yg diingat trus boleh kok ingat tp km kan hrs menjalani hidup jg
sunaryati jarum
Yang nkeluar dari bibirmu lain di hatimu
sunaryati jarum
Semoga Aini bisa menghancurkan benteng pertahanan hati Tristan
Ilfa Yarni
mantan aini nyelingkuhi aini krn aini dasteran aja skr aini cantik diperebutin 2 cowok kaya
Sri Angga
di sia2 kan suami direbutin duo cwo gnteng +tajir.
Ilfa Yarni
aini knp msh baik sih sama dia
Ariany Sudjana
hahaha itulah makanya Andra bodoh, menyia-nyiakan istri tercinta demi pelacur murahan 🤣🤣😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!