Cantika Putri, gadis cantik yang tinggal di pedesaan. dan harus berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Cantika baru mengetahui kalau dirinya bukan anak kandung dari orang tua yang selama ini merawatnya. Dan dia bertekad akan mencari keluarga kandungnya..
Apakah Cantika bisa bertemu keluarga Kandungnya?? Dan apakah dia di terima baik oleh keluarga kandungnya itu??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nina1708, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Romi Ingin Pindah Sekolah
Happy Reading
❤❤❤❤❤❤❤❤
Setelah kepindahan Paramita dari desa Mekar Sari ke Kota J, kehidupan Romi semakin sunyi. Tak ada lagi chat yang mengisi hari-hari nya. Romi pun semakin yakin kalau saat ini diri nya mulai jatuh cinta pada Paramita setelah kehilangan nya.
Kalau dia tetap di sekolah ini, dia cuma akan jadi bayang-bayang. Tiap lorong mengingatkan dia kalau dia pernah jadi pengecut dan pecundang.
Jadi malam itu, pas makan malam, Romi pun memberanikan diri bicara sama kedua orang tua nya.
" Pak, Bu, Romi mau ngomong sesuatu. " Ucap Romi.
" Mau ngomong apa Romi? " Tanya Ibu nya Romi.
" Mau ngomong ya tinggal ngomong, susah amat! " Ucap Pak Ujang.
" Romi mau pindah sekolah, Pak, Bu! " Ucap Romi.
Ibu nya Romi berhenti menyendok sayur. Sementara Pak Ujang berhenti bermain ponsel dan mereka berdua menatap ke arah Romi.
"Pindah kemana?" Tanya Ibu Romi.
"Ke Kota J Bu, SMA Wiratama. Tempat Paramita pindah." Jawab Romi.
Hening untuk beberapa saat. "APA?! Kamu gila? Kamu kelas 11, Romi! Setahun lagi kelas 12! Ujian! Mau pindah cuma gara-gara cewek?" Ucap Ibu Romi tak percaya.
"Paramita anak pak kades? Yang kemarin kamu ceritain di cafe itu? Kamu mau pindah karena rasa bersalah? Bersalah itu diperbaiki di sini, bukan kabur, Rom!" Ucap Pak Ujang.
Romi coba jelasin, suara nya sudah gemetar, "Bukan kabur, Pak. Romi cuma... Nggak betah di sini lagi. Tiap hari ngeliat tempat-tempat nya Paramita, Romi ngerasa bersalah terus. Kalau Romi pindah ke sana, Romi bisa..." Ucap Romi.
Ibu nya Romi memotong cepat, mata nya sudah berkaca-kaca. Bukan karena sedih, tapi marah dan takut.
" Bisa apa? Bisa ganggu proses penyembuhan dia? Romi, Ibu tau cerita Paramita. Ibu ikut sedih. Tapi kamu pikir kalau kamu pindah ke sana, dia akan senang? Dia baru aja sembuh karena bisa menjauh dari kamu, dari sekolah ini!" Ucap Ibu Romi. " Dan ibu gak ijinin kamu bersama Mita.. " Lanjut Ibu Romi. Kalimat itu nusuk.
Pak ujang pum menambahkan, lebih dingin tapi lebih masuk akal. "Romi, dengerin bapak. Cinta itu nggak begini. Kalau kamu suka sama seseorang, kamu nggak ikutin dia kemana dia pergi buat nebus dosa. Kamu kasih dia ruang. Kamu perbaiki diri kamu di tempat kamu berbuat salah." Ucap nya bijak.
"Memang nya kalau kamu pindah ke sekolah yang sama, luka kamu hilang? Nggak. Kamu cuma mindahin luka nya ke tempat baru. Dan kamu bawa masalah baru buat Paramita. Nanti orang-orang di sana bilang, 'Oh Paramita pindah diikutin cowok yang bikin dia trauma'. Kamu mau dia diomongin begitu?" Lanjut nya.
Romi terdiam. Nasi di piring nya sudah dingin dan dia sudah tak berselera untuk makan.
Malam itu dia mengurung diri di kamar. Nge-chat Paramita, tapi nggak jadi kekirim.
_Mit, gue mau pindah ke sekolah lo._
Hapus.
Dia sadar ucapan bapak nya benar. Niat nya keliatan romantis, tapi sebenarnya egois. Dia mau pindah bukan murni buat Paramita, tapi biar rasa sesak nya sendiri hilang. Romi mau ada di dekat Paramita biar dia merasa sudah menebus kesalahan. Padahal Paramita butuh jauh dari dia untuk sembuh.
Keesokan Hari nya..
Romi turun pagi-pagi, mata bengkak. Dia salim sama bapak dan ibu nya sebelum berangkat.
" Bu, Pak, maafin Romi tadi malem. Romi nggak jadi pindah." Ucap Romi.
Ibu nya pun meluk Romi. " Ibu bukan ngelarang kamu tanggung jawab sama Mita, Nak. Ibu cuma nggak mau kamu ambil keputusan besar pas lagi kalut." Ucap Ibu Romi.
Pak Ujang menepuk pundak anak nya. "Kalau kamu beneran suka sama dia, buktikan di sini. Jadilah alasan kenapa sekolah ini jadi lebih aman. Biar kalau dia dengar nama sekolah ini lagi, dia ingatnya bukan cuma waktu di club itu, tapi juga karena kamu sudah berubah." Ucap nya.
Sejak hari itu Romi tidak lagi minta pindah. Dia bertekad akan berubah di tempat nya sendiri. Dia jadi ketua panitia keamanan di acara pensi sekolah, dia yang bikin aturan "kalau ada yang nggak nyaman, langsung lapor, tanpa di bilang baperan". Dia yang mastiin tidak ada lagi cewek yang di tinggal sendirian di acara malam.
Romi tidak jadi pindah sekolah. Karena akhirnya dia mengerti, cara terbaik mencintai seseorang yang sedang berusaha sembuh bukan dengan mengikuti nya, tapi dengan memberi jarak dan memperbaiki tempat di mana dia pernah terluka.
Orang tua nya tidak mengizinkan bukan karena tidak sayang, tapi karena mereka tahu.. Lari bersama bukan penyembuhan. Penyembuhan itu membiarkan satu sama lain tumbuh di tempat masing-masing.
*******
Romi masuk ke dalam kelas, dia melihat sekeliling kelas. Hati nya masih sedikit sakit saat ingat Paramita, namun dia sudah bertekad untuk merubah semua nya.
" Romi, lo tahu gak hari ini ada murid baru loh!! " ucap Seno.
" Gak. " Jawab Romi singkat.
" Kata nya sih cewek yang gue denger. " Ujar Diki.
" Oh. " Jawab Romi.
" Rom, lo kenapa sih?? Jawab singkat terus?! " Tanya Seno heran.
" Gak apa-apa. " Jawab Romi cuek.
" Ckk, gak asik lo Rom. " Ucap Seno sedikit kesal.
Tak lama guru pun masuk ke dalam kelas, dan benar saja sang guru membawa satu siswi.
" Wihhh bening sekali.. " Bisik Seno.
" Iya, kayak nya sih bukan dari desa. " Jawab Diki berbisik lagi.
" Selamat pagi anak-anak. " Ucap sang guru.
" Pagi Bu. " Jawab semua siswa serempak.
" Sebelum ibu mulai pelajaran, Ibu akan memperkenalkan siswi baru di kelas ini. " Ucap Sang Guru. " Ini Intan, siswi pindahan dadi Kota B.. " Ucap sang guru.
" Hai semua.. Salam kenal. " Ucap Intan.
" Hai juga Intan. " Jawab semua siswa.
" Intan kamu duduk di kursi yang ada di sebelah Romi. " Ucap Ibu Guru.
" Baik bu. " Jawab Intan lalu di melangkah menuju ke kursi itu.
Intan melewati kursi Romi, dia melirik Romi. Sementara Romi hanya cuek saja.
' Tampan banget... ' Batin Intan terpesona.
Intan pun duduk di kursi sebelah Romi, dia tersenyum ke arah Romi. " Haiii... Boleh kenalan? " Ucap Intan menyapa.
Romi hanya melirik sekilas lalu kembali menatap depan. " Emmm, aku Intan.. Kamu siapa?! " Tanya Intan dengan mengulurkan tangan nya ke arah Romi.
Romi hanya diam saja, Intan pun menarik kembali tangan nya.
' Kulkas berjalan ternyata, Hmmm... Menarik juga!! Ini yang gue cari, gue harus bisa menaklukkan nya. ' Batin Intan tersenyum smirk tipis.
Guru pun mulai menerangkan pelajaran nya, semua siswa mengikuti pelajaran dengan tertib.
*********
Happy Reading Guys. 🤗🥰