NovelToon NovelToon
Sistem: Keberkahan

Sistem: Keberkahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Vyyy ink

Shevi (20 tahun) adalah pemuda miskin di Jakarta yang menyambung hidup sebagai buruh cuci motor panggilan. Sudahlah dihina dan dicampakkan oleh pacarnya karena dianggap tidak punya masa depan, emaknya pun terancam diusir dari kontrakan petak karena menunggak tiga bulan.

Di titik terendah hidupnya, sebuah mukjizat datang lewat "Sistem Poin Keberkahan".

Setiap kali Shevi bersabar dari hinaan, bekerja jujur, dan ikhlas menolong sesama di kerasnya ibu kota, dia akan mendapatkan Poin Keberkahan yang bisa ditukar dengan uang tunai atau kemampuan ajaib. Berbekal jalur langit ini, Shevi merangkak naik membalikkan takdir dari buruh jalanan menjadi miliarder nomor satu di Jakarta!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vyyy ink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Intaian di Balik Kegelapan

Aroma cairan antiseptik menyengat tipis di dalam ruangan ruko ketika Shevi meneteskan obat luka ke atas tangan kirinya. Kulitnya yang melepuh bekas pengelasan sasis tempo hari tampak memerah, perih menyengat hingga ke tulang saat dibalut ulang dengan kassa bersih. Dika yang baru selesai membersihkan ceceran oli di lantai hidrolik melangkah mendekat membawa dua gelas kopi hitam hangat.

"Shev, tanganmu makin parah itu," ujar Dika dengan raut khawatir. "Besok gelombang kedua sepuluh unit motor kurir Mbak Gita masuk lagi. Kalau kamu paksakan bongkar mesin terus, lukamu bisa infeksi."

Shevi menerima gelas kopi dengan tangan kanan, menyerap kehangatannya. "Tidak apa-apa, Dik. Ini cuma luka luar. Yang penting ritme kerja dan standar kepuasan Mbak Gita tetap terjaga."

Namun, di balik ketenangan sikapnya, naluri Shevi yang tajam menangkap sesuatu yang janggal dari arah luar ruko. Sejak proses pengerjaan sepuluh unit motor sore tadi selesai, Shevi menyadari ada sosok pria bertopi kusam yang terus berdiri di balik tiang listrik jalan raya, berpura-pura bermain ponsel sambil mengamati setiap sudut Bengkel Keberkahan.

Shevi menyiagakan kewaspadaannya. Pengalaman merintis tempat usaha dari bawah mengajarkannya bahwa kesuksesan yang melesat cepat selalu memicu dengki dari pesaing yang tersingkir.

"Dik," panggil Shevi dengan suara pelan dan teratur. "Kamu perhatikan pria bertopi hitam di dekat tiang listrik seberang?"

Dika mengerutkan dahi, melirik sekilas melalui celah rak tempat oli. "Iya, Shev. Dari jam lima sore tadi orang itu bolak-balik di situ. Kayaknya saya pernah lihat wajahnya... Itu kan Yudi, montir seniornya Asep Babi!"

"Jangan dipandangi," tegas Shevi lembut, menghentikan gerakan Dika. "Asep Babi memang sudah mundur secara legal dan moral kemarin. Tapi montir-montirnya yang terdesak kebutuhan ekonomi bisa saja bertindak nekat di luar kendali Asep."

Shevi berjalan tenang menuju meja kasir, berpura-pura merapikan buku manifes dan kuitansi belanja grosir Cengkareng. Dari balik pantulan kaca spion di sudut kasir, Shevi terus memantau pergerakan Yudi. Pria itu tampak memotret deretan drum oli, rak sparepart baru, serta papan nama Bengkel Keberkahan sebelum akhirnya menghilang ke dalam gang gelap Daan Mogot.

Shevi tidak membiarkan kecurigaan itu menjadi kepanikan. Sebagai pemimpin, dia langsung menyusun langkah taktis mitigasi risiko.

"Malam ini kita kunci rapat rolling door, gembok ganda rantai hidrolik, dan pindahkan seluruh stok sparepart mahal ke gudang dalam," instruksi Shevi. "Kita tidak boleh memberi celah sekecil apa pun untuk aksi sabotase atau pencurian."

Dika mengangguk tegas, menyadari keseriusan situasi. "Siap, Shev! Saya tidur di ruko malam ini buat jaga-jaga!"

"Tidak perlu, Dik," balas Shevi. "Kamu pulang, istirahat. Tubuhmu butuh stamina penuh buat menghadapi sepuluh unit armada besok pagi. Saya yang akan tidur di lantai dua ruko."

Setelah Dika pamit pulang pukul delapan malam, Shevi sendirian membongkar dan memeriksa ulang seluruh gembok serta sistem kelistrikan ruko. Tangan kirinya yang terluka berdenyut perih saat menarik gerendel besi seng rolling door, namun Shevi memastikan semuanya terkunci sempurna dari dalam.

Pukul sebelas malam, ketika riuh lalu lintas Daan Mogot mulai memelan, Shevi terduduk di atas balai-balai kayu lantai dua ruko. Di bawah pendar lampu neon yang temaram, dia merogoh ponselnya untuk mengecek catatan keuangan bisnisnya.

Mendadak, sebuah suara halus dari arah pintu besi belakang ruko di lantai bawah memecah keheningan malam.

Krek... Krek...

Suara itu bukan hembusan angin. Itu adalah bunyi gesekan kawat penyungkil yang mencoba membobol gembok pintu belakang ruko.

Mata Shevi seketika mengeras. Tanpa membuat suara, Shevi berdiri, menyambar tongkat besi pembuka roda dari balik meja, lalu turun melangkah perlahan meniti anak tangga kegelapan ruko!

1
Was pray
kirain gak dilanjutkan Thor....
xvy: lagi bikin ide supaya ngga di tolak lagi kak🙏
total 1 replies
Ardi
boleh
xvy: siap ketua
total 1 replies
Ardi
hmhmhm
xvy: siap ketua
total 1 replies
Ardi
.........
xvy: .....
total 1 replies
Ardi
keren
xvy: terimakasih ketua🙏
total 1 replies
Ardi
oke lumayan
xvy: oke ketua..
total 1 replies
Ardi
oke
xvy: oke ketua...
total 1 replies
Ria Gazali Dapson
koq mou ga pake dp ya , buat biaya operaional , gituh , isi nya cuma perjanjian doang , berupa berkas²
xvy: soalnya Shevi baru terjun ke dunia bisnis kak, serta terimakasih atas sarannya 🙏
total 1 replies
Diana Lely
Dikasih bonusnya kecil ya gk kaya novel sistem lainnya....tp saya salut thor jd shevi tdk mengandalkan sistem yg ada jd murni hasil kerja shevi
xvy: betul kak, jadi Shevi ikut berjuang mengubah nasibnya.
total 1 replies
Luna
maaf nih Thor,,,hadiah uangnya segitu apa GK sedikit yh ,nanti bayar gaji karyawan karena dari awal saldonya mentok di 5 juta saja
xvy: kedepannya misi sistem nya lebih susah kakak serta hadiahnya juga lebih besar
total 1 replies
Was pray
nah muncul pelanggan ngeyelan kan...? yg mengandalkan harta dan kekuasaan bokap ... ini persis seperti tingkah anak orang kaya di negeri Konoha... besar mulut doang... 🤣🤣
Was pray: itulah kenapa negara Konoha kalah sama negara kodomo karena mental generasi muda yg pingin serba instan, dari nilai akademik sampai urusan cinta aja instan.... 🤣
total 2 replies
Was pray
beri keahlian beladiri buat shevy Thor, karena terkadang ketemu orang yg berakal pendek yg sulit dikasih pengertian sehingga hilang akal dan mengandalkan otot
xvy: siap kak, nanti update selanjutnya kita kasih Shevi keahlian
total 1 replies
Was pray
nyari bengkel yg jujur dan transparan di negeri Konoha ibarat mencari jarum di tumpukan jerami dan seekor semut di Padang rumput, amat suuulit di jaman now. yg sering ditemui servis kurang memuaskan dan sering dipalak harga diluar nalar apalagi pelanggan dadakan yg motornya rusak diperjalanan langsung di cekek dengan harga gak masuk akal
xvy: betul kak, emng susah
total 1 replies
Was pray
bilang aja emakmu shevi kalau dipercaya oleh seorang bos untuk mengelola bengkel... ntar seiring waktu bilang aja kalau bengkel itu kemudian dibeli karena bosnya udah punya usaha lain yg lebih besar
Was pray: siiip... lanjut Thor... /Good/
total 2 replies
Was pray
berhati baik itu bagus juga shev, tapi profesinal kerja tetap dijalankan, laporan pada manifes ditambah dengan pengelasan rangka
xvy: siap, terima kasih atas sarannya mas🙏🤗
total 1 replies
Was pray
discount 20% ya sama aja minta gratis perawatan kendaraannya... itu kontrak kerjasama parasitisme namanya
xvy: Shevi juga masih dapat untung kka
total 1 replies
Was pray
memori otot?
xvy: siap, terimakasih mas🙏
total 7 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!