NovelToon NovelToon
Dibuang Saat Kusam, Kini Aku Jadi Ratu Kemewahan

Dibuang Saat Kusam, Kini Aku Jadi Ratu Kemewahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Single Mom
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tina Mehna 2

"Wanita yang dulu kau buang seperti sampah, kini menjadi Ratu yang tak sanggup kau beli!"
Demi Fandi, Maya rela melepas statusnya sebagai supermodel ternama dan menjadi ibu rumah tangga biasa. Namun, pengorbanannya dibalas penghinaan. Begitu penampilannya tak lagi segar, Fandi menceraikannya demi wanita lain dan mengusirnya tanpa membawa apa pun.
Fandi mengira hidup Maya sudah hancur. Namun, ia salah besar.
Di balik kehancurannya, Maya bangkit merintis kembali kerajaannya. Ketika Maya berdiri di puncak kejayaan sebagai wanita paling berpengaruh, Fandi merangkak dalam penyesalan yang tak bertepi.
Sayangnya... Ratu yang dulu disia-siakannya kini melayang terlalu tinggi untuk kembali.

bagaimana ceritanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Mehna 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. DSKKR (Kemewahan maya saat ini)

Akhirnya keluarga Fandi pun terpaksa tinggal di rumah kosong yang katanya angker itu.

"Kamu tau rumah ini dari mana ndi?" Tanya Ibu Ratna.

"Dari situs beli rumah bu, dulu fandi mau beli rumah ini karena murah dan mau buat hadiah pas masih sama siska."

"Enak banget mas, kenapa ibu nya siska dulu mau mas belikan rumah sih." Sahut intan.

"Kan itu dulu.. sudah lah ayo istirahat, besok lanjut bersih-bersihnya. Aku besok usahain cari kerja serabutan lagi ya ma.."

"Iyaa ndi.."

Keesokan harinya, Pagi-pagi sekali Fandi sudah bangun dan bersiap ke pasar untuk mencari kerja serabutan lagi namun sampai siang dia tidak mendapatkan satu pekerjaan pun di pasar. Hingga saat fandi berteduh di depan sebuah ruko, dia melihat sebuah mobil mewah yang berhenti di sebrang tempat dia duduk. Setelah ia perhatikan lebih, ternyata ibu nya maya, mantan mertua nya yang turun dan masuk ke dalam ruko sembako.

"Loh ibu.. " Fandi berdiri dan bermaksud menyebrang untuk memastikan penglihatan nya benar. Sampai di depan ruko, tepat sekali 2 orang anak kecil yang seperti tuan muda dan seorang pengasuh keluar dari mobil mewah itu.

"Arka.. Arki.." Panggil Fandi pada kedua anak kembar yang kini berusia setahun itu. "Nak.. inii papa nak.. Kalian ganteng sekali" lanjut Fandi ingin memeluk kedua anak kembar itu.

"Eeeh.. jangan dekat-dekat sama tuan muda.. Dasar gembel." Ucap Pengasuh itu melindungi kedua anak kembar yang ketakutan melihat Fandi yang kini berpenampilan compang-camping, kusam, kurus, dan wajah sayu.

"Aku ini papa kandung mereka. Kamu siapa sih larang-larang. Awas" ucap Fandi masih mencoba mendekati kedua anak kembar nya.

"Eeeh.. kurang ajar ya.. mimpi kamu! Papa kandung tuan muda itu sudah meninggal. Ngaku-ngaku, dasar gembel tak tau diri. Ngaca dong.."

"Kamu!" Fandi di selimuti amarah dan akan mendekati paksa kedua anak kembar itu.

Tiba-tiba..

Duuk.. Byurr..

"Berani kamu sentuh adikku! Hadapi aku!" Ucap Kirana melempar mainan mobil-mobilan remot kearah kepala Fandi dan menyemprotkan air susu yang sedang dia minum ke arah nya juga.

"Aww.. Kirana? Nak.. Kirana ini papa nak.." Ucap Fandi.

"Siapa kamu! Kamu bukan papa! Kamu orang jahat! Pergi!" Ucap Kirana.

Keributan itu mengundang banyak mata yang menyaksikan, terutama ibu nya maya yang keluar dari dalam ruko bersama pemilik toko dan karyawan nya. Ibu nya maya pun langsung bergegas melindungi cucu-cucu nya.

"Fandi! Jangan pernah dekati cucu-cucu ku. Kamu ini tidak tau diri! Pergi sana!" Ucap Ibu nya maya marah pada mantan menantu nya itu.

"Buu tapi aku cuma mau bertemu anak-anak ku aja"

"Tidak! Semua cucu-cucu ku ini sudah tidak punya bapak. Pak.. tolong bantu saya usir dia" Ucap Ibu nya maya menunjuk Fandi.

"Pergi kamu pergi! Buat onar saja di toko ku. Jangan buat pelanggan vip ku engga nyaman borong disini! Jang, Tio.. usir dia" Ucap Pemilik toko.

Kedua orang itu pun menyeret fandi hingga menjauh dari ruko tersebut. Fandi putuskan untuk pulang sore itu.

"Maaf bu atas ketidaknyamanan nya" Ucap pemilik toko pada ibunya maya.

"Iya pak, lain kali tolong adakan juga satpam atau penjaga di depan toko ya. Saya tidak ingin cucu-cucu saya ketakutan lagi." Jawab Ibunya maya yang masih menenangkan anak kembar itu.

"Siap bu.."

***

(Dalam mobil mewah maya)

Ibunya maya pun masuk kembali kedalam mobil bersama semua cucu nya dan kedua pengasuh mereka.

"Lain kali kalau kalian ketemu sama orang tadi lagi, langsung teriak aja ya."

"Baik nyonya.." jawab kedua pengasuh itu.

"Emang siapa omah? Masa papa kaya orang jahat?" Sahut kirana.

"Bukan, dia memang orang jahat. Jadi kalau ketemu lagi langsung lari ya" ucap ibunya maya pada Kirana.

"Iya omah.."

"Pinter... Jagain adik-adik kamu juga yaa sayang"

"Siap omah"

"Bagus.. ayo kita jemput mama kalian.."

Mereka pun melaju dengan lancar hingga berhenti di depan gedung VANE agency. Anak-anak keluar dan berlari masuk kedalam gedung itu. Lalu mereka keluar lagi bersama dengan maya.

"May.. tadi ada fandi mau dekati arka arki" cerita ibunya pada maya.

"Mau apa lagi mas fandi itu bu?"

"Engga tau may, ibu keluar toko habis beli beras dll eh ada dia mau peluk arka arkit"

"Usir aja bu atau panggil polisi kalau perlu. Maya enggak akan perbolehkan lagi dia ketemu anak-anak bahkan walaupun dia mati sekalipun"

"Iya may.. ibu sudah beritau Indah sama Arin juga biar mereka was-was.."

"Baguslah bu.."

Tepat di jam 5 sore, langit Jakarta dihiasi warna jingga keemasan yang menawan. Sebuah mobil SUV hitam mewah milik maya berhenti mulus di depan gerbang besi berukir sebuah rumah dua lantai modern-tropis di kawasan perumahan elit Jakarta Selatan. Taman hijau yang asri dan halaman luas langsung menyambut pandangan.

Maya turun dari mobil, diikuti oleh Ibu dan ketiga anak-anaknya lalu kedua pengasuh.

"Maa.. aku mau berenang ya maa" Ucap Kirana yang tidak sabar berganti pakaian.

"Iya sayangg.. hati-hati masuk ke kolam yang tidak terlalu dalam saja ya yang ada perosotan nya." Jawab Maya lembut.

"Aku juga ya ma.." Ucap Arka yang kini mulai lancar berbicara.

"Iyaa sayang.. sini mama lepasin kaos nya."

"Atuu mama.. atuu juga.." Sahut Arki mendekati ku.

"Iya sayang.."

Selepas itu, anak-anak berlari menuju kolam renang bersama babysitter mereka.

"May, ibu kalau ngurus rumah segede ini kayaknya cape sekali. Rumah ini bisa buat 10 rumah kayanya." Ucap Ibu maya yang ikut duduk bersama maya di sofa dekat kolam renang.

"Iya bu, maaf ya bu.. maya baru ada waktu buat menghubungi kantor penyalur art ini. Ini ibu yang pilih saja, terserah mau 2 tau 5 sekalipun tidak masalah." Ucap Maya menyerahkan tablet pada ibunya.

Satu jam kemudian, selesai berenang, anak-anak sibuk mengeksplorasi lagi kamar baru mereka di lantai dua, Maya berdiri sendirian di balkon kamarnya. Angin sore berembus pelan, memainkan helai-helai rambut hitamnya yang kini makin panjang dan berkilau.

Sambil menikmati keheningan, Maya meraih ponsel barunya. Dia membuka aplikasi berita bisnis online. Di halaman utama, artikel tentang kesuksesan peluncuran koleksi VANE Group bertengger di jajaran trending topic. Foto Maya dalam balutan gaun hitam saat acara gala kemarin malam terpajang manis dengan judul: "Sang Ratu Telah Kembali: Maya Kartika dan Transformasi Magis VANE Group."

Maya tersenyum tipis, sebuah senyuman penuh kepuasan yang dingin. Beban trauma masa lalunya terasa meluruh total, berganti dengan kepercayaan diri yang sangat kokoh.

"Maya.. kamu berhasil melampaui batasan mu.. Tapi jangan merasa cukup dengan ini saja, untuk terus

****

(Keesokan harinya)

Kehidupan di rumah baru terasa begitu hangat dan damai. Pagi itu, sinar matahari menembus jendela kaca besar di ruang tengah, memantulkan kilau keemasan pada lantai marmer yang bersih. Suara tawa Arka, Arki, dan Kirana terdengar riuh dari arah taman belakang saat mereka berlarian mengejar bola plastik bersama Ibu.

Maya berdiri di tepi dapur bersih, menikmati cangkir kopi hitam hangatnya. Dia mengenakan pakaian gym yang melekat pas di tubuhnya. sports bra abu-abu dan legging hitam berpinggang tinggi. Perutnya kini tampak sangat rata dengan garis otot tipis yang mulai terbentuk, pinggulnya kencang, dan kulit di sekujur tubuhnya memancarkan rona sehat.

"Ibu... Maya berangkat gym dulu ya," panggil Maya lembut seraya melangkah ke luar.

Ibu menghentikan langkahnya di taman, menyapu pandang ke arah putrinya dengan senyum lebar penuh kebanggaan. "Iya, May. Hati-hati di jalan. Anak-anak tenang sama Ibu di sini."

"Asyik! Nanti sore Ibu janji beliin es krim kan?!" seru Kirana sambil berlari menghampiri Maya dan memeluk kakinya.

Maya tertawa renyah, berlutut untuk mencium pipi gempal putrinya. "Janji, Sayang. Nanti sore kita jalan-jalan ke mall sekalian beli mainan baru buat Arka sama Arki juga."

"Horeee!" ketiga anak itu bersorak gembira.

~Bersambung~

1
Heny
Sdh pergi baru nyesal
Heny
Sudah sukses lupa daratan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!