NovelToon NovelToon
Selingkuhan Berhasrat

Selingkuhan Berhasrat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Clue

Keluarga suamiku merendahkanku setiap hari, aku di jadikan babu di rumah itu, rumahku sendiri. Tapi suamiku tak peduli, ia hanya bisa terus berselingkuh dengan wanita di Bar.
Satu malam, aku mabuk berat dan tidur dengan pria asing yang ku temui di parkiran, kami melakukannya di mobil.
"Ah...lakukan dengan pelan." Kataku, karena hanya itu yang bisa ku balas pada dunia yang menyakitiku.
Tapi aku tak tau, pria itu ternyata....ketua organisasi paling berbahaya di kota ini.
Sekarang aku terjebak
Antara pernikahan yang akan membunuhku pelan pelan, atau pria yang bisa membunuhku dalam semalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Clue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Jhon mendekat. Jaraknya berhenti satu langkah di depan Clare.

"kamu menyesal?" tanyanya, suaranya rendah, tanpa nada.

"tidak!" jawab Clare cepat

Jhon mengangguk pelan. Tatapannya menelusuri wajah Clare

"lalu mengapa rautmu seperti itu?"

Clare tidak menjawab

"jangan diam," ujar Jhon "aku bertanya sekali saja"

Clare mengangkat wajahnya. Ia menatap Jhon lurus.

"Aku tidak diam," jawabnya. "Aku hanya berpikir."

Jhon tak bergeming. Kedua tangannya masuk ke saku celana yang tertutup celemek.

"Berpikir tentang apa?" tanyanya lagi. Dengan nada yang sama. Datar.

"Kenapa dulu aku sangat buta" ucap Clare.

Jhon mengangkat satu alisnya, lalu menurunkan nya kembali.

"tidak ada gunanya menyesali masa lalu" ucapnya. Ia duduk di sebelah Clare yang masih berdiri "yang perlu kamu pikirkan adalah langkah selanjutnya"

"Duduklah," ujar Jhon.

Clare menghela napas pelan lalu menurut. Ia duduk di sisi sofa, menjaga jarak dengan Jhon.

Di atas meja kecil terbentang nampan berisi roti panggang dan dua gelas susu yang tadi Jhon bawa. Uap tipis masih mengepul dari gelasnya.

Jhon tidak langsung makan. Ia menatap Clare sekilas, memastikan.

"Makan" katanya. Nadanya singkat, tanpa tawar.

Clare mengambil sepotong roti itu. Memakannya sembari melamun.

Jhon mengambil rotinya. Ia makan dengan tenang. Rapi. Tidak ada suara berlebih.

"Telan," ucapnya tiba-tiba. "jangan hanya kamu kunyah"

Clare tertegun. Ia menatap Jhon.

"Bagaimana kamu tahu?" tanyanya lirih.

"Aku melihatnya," jawab Jhon datar. Ia meneguk susunya

Clare menunduk. Ia kembali menggigit roti itu

Keheningan kembali muncul. Tak ada yang memulai obrolan hingga...

"kamu sangat mencintai Hans?" tanya Jhon, dingin

Clare menghentikan kunyahannya. Jantungnya berdegup tak teratur. Ia menatap gelas susu di hadapannya, tak berani menoleh ke arah Jhon.

"Dulu," jawabnya pelan "ya."

Jhon tak bersuara. Ia meletakkan gelasnya di atas meja dengan bunyi pelan

"Dan sekarang?" tanyanya lagi. Kalimatnya terlontar nyaris tanpa emosi

Clare mengepalkan tangan di atas pangkuan.

"Sekarang aku hanya takut" Clare berhenti. "takut memulai dan takut mengulangi hal yang sama"

Jhon bersandar ke sofa, namun saat kalimat kedua Clare. Ia berhenti. Tubuhnya menegang.

Ia menatap gelas di tangannya, lalu meletakkannya dengan suara lebih keras.

"Memulai?" ulang Jhon. Suaranya tetap datar, tetapi ada jeda di sana. "Jadi aku termasuk dalam hal yang kau takuti?"

Clare langsung menoleh. "Bukan maksudku--"

"Jawab," potong Jhon. "Ya atau tidak."

Clare menggigit bibirnya. "Tidak."

"Bagus" jawab Jhon singkat. Ia berdiri dari sofa. "Karena aku tidak berniat memaksamu untuk memulai apapun."

Ia berjalan ke arah jendela besar sisi ranjang. Punggungnya menghadap Clare.

"Selesaikan makan mu," katanya pelan tanpa menoleh. "Karena ini hari pertama kamu bekerja di kantorku!"

Clare tertegun. Roti di tangannya nyaris jatuh.

"Kantor?" ucapnya pelan. Matanya membesar.

Clare buru-buru meletakkan rotinya di atas nampan.

"Tunggu," ujarnya. Suaranya tercekat. "apa kamu merekrut ku?"

Jhon masih berdiri di depan jendela. Ia tidak menoleh.

"Ya," jawabnya singkat. "Posisimu asisten pribadiku"

"Mengapa aku tidak tahu," gumam Clare keras. Ia meremas ujung bajunya. "Kamu melakukannya tanpa persetujuanku, Jhon"

"lalu?" balas Jhon. datar. Seolah tak bersalah atas tindakannya

"setidaknya kamu kasih tahu kepadaku!"

Clare berdiri. Napasnya tak teratur. Matanya berkaca memendam kecewa

Jhon menatapnya lama. Tidak ada amarah di sana. Hanya ketenangan yang menusuk.

"jika aku bertanya" jawabnya pelan "kamu akan menolak"

Clare terdiam. Ia ingin membantah namun tak bisa

"kamu menghancurkan harapanku, Jhon!" Clare duduk kembali dengan perasaan pasrah dan kesal yang menjadi satu

Jhon terdiam, ia menatap Clare sekilas lalu mengalihkan pandangan

"harapan?" ulangnya pelan

*apa yang dia harapkan? apa ada suatu hal yang belum kutahu!* batin nya

Jhon melangkah menghampiri Clare, santai. Wajahnya datar seolah tak peduli

"hati ini hari pertamamu, jangan sampai telat" Jhon berbalik, ia berjalan ke arah lemari. Mengambil sebuah kemeja berwarna putih dan jas. Jhon langsung memakainya di tempat, tanpa merasa ada privasi di antara mereka

"sampai bertemu di kantor, Clare!" ucapnya tengil

Jhon pergi..

Clare mengangkat pandangan, ia melirik ke arah pintu, kesal. Melihat Jhon sudah tak ada

"pria tak berperasaan!" umpatnya pelan

1
Hamzah
W untuk mbok Lastri ❤️‍🩹
Hamzah
noo mertua matre 🥲
Hamzah
belum apa - apa udah tegang aja nih🗿
Hamzah
halo kak, aku mau baca kalau ada waktu, jangan lupa saling support 😇
Starval
Waduh kak jadi takut, jangan lupa mampir ya kak saling suport
Maharani Martosono
😄
Nona Cloe: rating dong kak, makasih 😘🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!