Elea Zara adalah seorang remaja ceria yang bersekolah di SMA favorit, dia bertemu dengan cowo kaya raya dan super nyebelin yaitu Aksara Zean yang ganteng dan hits di sekolah.
Pada hari pertama pertemuan mereka pun aksara sangat benci kepada elea karena kecerobohan elea, dan tidak patuh pada peraturan aksara. Sedangkan teman satu angkatannya sangat takut dan menghormati aksara.
Di perbatasan gerbang sekolah elea berlari sambil menangis pada saat bersamaan hujan deras ikut turun. Elea mulai kehilangan keseimbangan dan kehilangan arah pada saat berlari karena perasaan yang sangat menyakitkan seseorang yang menyakitinya ternyata rasa berlebihan itu sangat amat fatal.
Bagi elea, cinta itu adalah suatu yang sangat indah yang bisa di rasakan semua orang, mengapa baginya itu luka dan kenapa harus merasakan kerinduan yang menyakitkan.
Apa yang akan terjadi dengan kisah cinta elea dan aksara ?
Tunggu yaaa part selanjutnya !!!
Jangan lupa follow dan komen ya teman-teman, saya pemula yang
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sweet Pen ASIAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Segelas Teh Hangat
Mobil aksara melesat dengan cepat, selesai percakapan di telpon itu, ibu masih berdiri kebingungan dan berpikir ko ada teman sebaik itu tapi kenapa elea seperti tidak menyukai anak di sebrang telpon. Ibu ingin sekali mempertanyakan siapa anak itu kepada elea tapi sepertinya belum waktunya karena elea pasti belum mau untuk menjawab setiap pertanyaan yang ibu tanyakan.
Lima belas menit kemudian terdengan suara mobil sport mendekati halaman rumah, ibu yang mendengarnya buru-buru keluar kamar dan meninggalkan ayah yang sudah tertidur kecapean seharian bekerja dan benar saja ada orang yang mengetuk pintu dengan pelan tokk.. tokk.. tokk... Ibu bergegas membukanya dan terlihat ekspersi ibu sangat kagum dengan visual dengan proporsi badan tinggi, putih, ganteng, rambut dan penampilan rapi seperti aktor korea. Ibu langsung menanyakan "apakah ini anak yang menelpon beberapa menit yang lalu " dengan suara antusias ibu melihat kedatangan aksara.
"Betul ibu, saya aksara temannya elea apakah elea nya ada bu ?" tanya akasara sambil menjulurkan tangan hendak memberi salam.
"Oh namanya bagus, silahkan nak masuk dan duduk dulu nak ibu panggilkan elea nya ya."
Ibu langsung bergegas menaiki anak tangga menuju kamar atas dengan muka yang bahagia karena bisa melihat anak yang ganteng seperti aktor korea. Sesampainya di lantai 2 ibu langsung mengetuk pintu dan masuk dengan kondisi pintu yang tidak di kunci lalu duduk di atas kasur elea. "El itu ada temen kamu datang yang tadi telpon namanya aksara mukanya ganteng dan teduh sekali katanya mau bertemu kamu."
Muka elea sedikit kaget dan malas ko ibu bisa suka padahal aksara itu yang membuat sedih di hari pertama sekolah. "mmm elea lagi sibuk ngerjain tugas bu jadi ga bisa turun." Sambil berfokus menulis di meja belajar
"Ehh ga boleh seperti itu, putri cantik ibu harus sopan dan menghampiri tamu yang mau bertemu kalo tugas itu bisa di kerjakan nanti kan bisa."
Muka elea langsung menatap ibu degan pasrah "tapii buu."
Ibu berdiri dan menghampiri elea di meja belajar sambil memegang tangannya "ayo nak ngobrol dulu aja kalo kalian ada sedikit masalah di selesaikan dulu ya, ibu tau pasti kamu beralasan mengerjakan tugas supaya ibu ga bisa maksa kamu buat ketemu. Baru juga sekolah hari pertama ga mungkin ada deadline tugas."
Elea tidak bisa menolak permintaan ibu karena benar disekolah mana yang baru pertama kali masuk udah di kasih tugas mepet di kumpulkan besok. Elea berdiri dan berjalan ke depan cermin untuk merapikan rambut dan baju nya, dan ibu mengingatkan supaya elea nanti harus bertutur kata yang baik dan sopan. Di bawah aksara yang sedang duduk dan memegang hp melihat ke setiap sudut ruangan dan sekitar seperti takjub melihat foto keluarga yang terpajang ada foto kelulusan smp, ada foto liburan keluarga, ada foto yang sedang memegang piala olimpiade mencerminkan keluarga yang hangat.
Akhirnya elea dan ibu berjalan menuruni anak tangga dan menghampiri aksara yang masih memperhatikan foto yang terpajang di dinding. "Perjalanan dari rumah kesini jauh ga ?." ucap ibu sambil duduk di sofa bersamaan dengan elea
Aksara menjawab dengan senyuman "Dekat ko bu ada sekitar 15 menit dari rumah."
"Oh dekat juga ya, mau minum apa ?."
"Ga usah repot-repot bu."
"Ga repot dong ibu bikinin sesuatu biar ga kedinginan soalnya lagi musim dingin juga kan apalagi setelah perjalanan dari luar tadi ibu juga lihat mobil atas kamu terbuka pasti di jalan kedinginan". Ucap ibu sambil berdiri hendak ke dapur.
Di sebrang sofa yang berhadapan terlihat muka elea sedikit males karena ketemu orang yang dia benci. "Ngapain si lo kesini, perasaan tadi gue ga ngasih alamat rumah." Dengan nada kesal dan suara pelan takut terdengar ibu.
"Eh denger ya gua juga kesini terpaksa karena papa gua nyuruh ngasih ini ke lo, kalo gua ga nurutin papa bisa di amuk jadi ga usah ke geer an gua ada disini bukan berarti gua mau berdamai ya." Nada yang sedikit emosi dan suara pelan
"Dihhh siapa yang ke geer an, gue juga ga mau ya nemuin lo, kalo ibu ga maksa mungkin gue ga mau ketemu sama cowo kaya lo." ucap elea
Tiga menit kemudian ibu membawa pisang goreng dan segelas teh hangat yang spesial untuk aksara. "Nih nak aksara ibu bawain menu favorit nya elea pisang goreng hangat di padukan dengan segelas teh hangat kalo kata elea ini masakan ibu paling enak sedunia, padahal cuma pisang goreng yang semua orang bisa buat juga". Ucap ibu sambil menaruh di meja tepat di depan aksara
"Wahh iya bu pasti enak banget kalo itu makanan favorit elea." ucap aksara
"Ayo di makan cobain dulu nak pasti ketagihan."
Aksara mengambil sepotong pisang terus mencicipi nya dengan ragu karena ini baru pertama kalinya aksara makan pisang goreng, dia terbiasa makan makanan western. Elea memperhatikan aksara makan dengan gaya tangan dilipat depan dada dan nyeletuk "Bu aksara tuh ga pernah makan pisang goreng dia ga suka tuh liat aja mukanya mengkerut seperti itu tandanya ga enak bu."
"Aduhh maaf ya nak ibu ga tau kamu ga suka pisang goreng."
"Ini enak sekali bu aku baru pertama nyobain aja langsung suka rasanya itu manis, empuk dan juice gitu bu." Ucap aksara sambil makan beberapa potong pisang goreng
Muka ibu pun gembira di puji rasa pisang goreng "Tentu dong enak, elea juga suka banget, jadi nanti kalo nak aksara main lagi kesini ibu bikinin lagi yang banyak."
"Ehh ngga ada bu, aksara ga akan kesini lagi cuma satu kali ini aja bu." Elea menolak aksara datang lagi
Aksara mengambil segelas teh hangat dari meja yang berada di depannya dan meminum teh tersebut dengan sedikit gemetar berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh. Terlihat ibu memperhatikan tangan aksara yang gemetar dan matanya yang terlihat memerah. "Kenapa nak ko tangannya gemetar ?."
"Oh ini gapapa bu, mungkin karena kedinginan, makasih ya bu makanannya sangat enak sekali."
"Sama-sama syukurlah kalo kamu suka."
Aksara memberikan kotak hp kepada ibu "ibu ini ada titipan dari papa saya karena tadi sore papa ga sengaja melindas hp elea, jadi papa nyuruh aku buat kasih ini ke elea."
"Yaampun nak ga usah repot-repot, lagian ini bukan kesalahan papanya nak aksara." Sambil menolak kotak tersebut.
"Ibu tolong di terima ya bu, kalo saya pulang masih membawa kotak ini dan papa tau pasti saya kena marah bu. Papa ga suka kalo ada orang yang nolak niat baik papa." Ucap aksara yang berusaha memberikan kotak hp.
Ibu sedikit ragu menerimanya karena tidak enak terlihat kotaknya sangat mahal sekali seperti handphone keluaran terbaru yang sedang viral. "Baiklah nak ibu terima ya, terimakasih banyak sampaikan ke papa ya."
"Sama-sama ibu, kalau begitu saya pamit ya takut kemalamn di jalan juga."
Aksara beranjak dari sofa menjulurkan tangan hendak bersalaman pamit pada ibu. Terlihat muka elea yang masih kesal dengan aksara berusaha berdiri dan mengantar ke depan pintu yang takut di omelin ibu. Aksara pun berjalan menuju mobil sportnya dan melaju meninggalkan rumah itu. Ibu melambaikan tangan sambil berkata "hati-hati nak aksara, kapan-kapan main lagi yaa." Aksara menjawab dengan klakson.
Dalam perjalanan akhirnya air mata aksara tak terbendung lagi pecah sudah tangisan itu di keheningan malam dan angin malam yang terasa memeluk tubuh aksara. "Mah aku merasakan lagi rasa segelas teh hangat itu, teh yang selalu mamah buat kalo aku merasa kedinginan atau sedang sakit. Rasa teh yang membuat aku bersemangat untuk sembuh, aku sudah bekali-kali mencari dengan rasa yang sama dari mulai kota ini sampai luar kota tapi ga ada yang sama mah. Pertama kali ini aku merasakan rasa teh yang sama seperti mamah, yang di buat oleh seorang ibu dari teman sekelas ku mah, cewe yang aku benci karena dia mengambil slayer bikinan mama yang dibuat dengan kondisi terparah mamah dan terakhir kalinya buat aku. Kenapa harus dari seorang ibu cewe itu mah, kenapa ga dari bibi di rumah atau pedagang sekalipun aku bakal beli setiap saat hanya untuk mengenang mama saat aku kangen teh hangat mama."
Mobil putih melaju dengan kecepatan di keheningan malam dan air mata. Elea pun menerima hp itu lalu membukanya ternyata sudah di isi sim card lengkap tinggal pakai. Ibu yang melihat unboxing pun takjub baru pertama kali ibu lihat hp viral nan mahal itu. "Wahh hp nya bagus banget el, ini sih cocok ya buat kamu pake di sekolah favorit secara di sekolah kamu pasti anak orang kaya semua pasti semuanya branded."
Elea masih mengotak atik hp baru nya supaya bisa beradaptasi dengan hp canggih itu. "Duh bu aku ga enak deh ini hp nya terlalu bagus buat aku, kalo aku sih ga masalah bu ini pemberian dari bapak baik itu tapii anaknya ngeselin aku jadi mikir lagi dan gamau menerima hp ini bu."
"Ga boleh nolak rezeki el, ini berarti sudah rezeki bagus buat kamu udah terima aja, lagian kenapa sih kamu segitu benci nya sama aksara ?."
"Ada lah pokonya bu, aku ga bisa cerita sama ibu."
"Ya sudah, sana tidur besok sekolah pagi kamu kan sedikit susah kalo di bangunin pagi."
"Iya buu, aku tidur ya."
Ibu berjalan meninggalkan kamar elea. Suara dering pesan pun berbunyi, pesan itu di beri nama papa aksara yang berisi "Semoga kamu suka dengan hp nya ya nak". Elea langsung kaget dengan pesan itu, berarti hp ini sudah di isi semua nomor lalu elea mengecek kontak di hp baru itu. Di kontak cuma ada 2 nomor yaitu nomor yang bernama Papa Aksara dan Aksara. Kaget bukan main berarti aksara sudah punya juga no ini "astaga gimana kalo si cowo nyebelin itu chat dia atau telponin males banget berurusan dengan tuh anak." Ucap elea sambil mondar mandir seperti setrikaan.
Suara dering pesan lagi "Nak ga suka ya sama hp nya ? Maaf ya bapa tidak tau seperti apa hp yang sesuai dengan kemauan elea."
Elea membuka lagi pesan itu dari papa aksara karena dia lupa balas lagi chat yang pertama. "Bagus pak terima kasih banyak, tapi ini terlalu mahal untuk saya pak."
Setelah menunggu beberapa puluh menit tidak ada balasan hanya di read saja. Akhirnya elea tertidur dengan hp yang di genggam.
Pukul menunjukan 06.00 pagi elea sudah memakai seragam rapih, memakai tas dan sepatu menuruni tangga dan berjalan ke meja makan. Dengan posisi ayah yang sedang menyuap nasi dan ibu membuat susu. "Tumben anak ayah jam segini sudah rapih biasanya ayah harus nunggu 30 menit lagi, mana tambah cantik banget lagi neng, ehemm udah gadis aja nih anak ayah."
"Biasa ayah semalem ada cowo ganteng pake mobil sport seperti di rakor itu loh yah dateng ke rumah ngasih hp mahal lagi, makanya hari ini si neng semangat sekolah ga sabar ketemu cogan hehee."
"Apasii ibu sama ayah ngeledek terus nih, yaudah elea ga jadi sarapan."
"Jangan marah dong nak, ayoo makan dulu sepuluh menit lagi kita berangkat ya."
"Siap ayah" ucap elea sambil makan roti dengan sedikit buru-buru
Di meja makan yang sedikit besar papa bertanya "kamu pulang jam berapa aksara semalam ? Soalnya papa sampai rumah kamu belum sampe."
"Jam 10an malem pah, semalem mampir dulu ke suatu tempat."
"Oh pantesan, rencananya kaka kamu pulang minggu ini dari sydney, kamu udah di kabari."
"Udah ko pah kemaren kaka telpon."
"Oke, kamu hari ini mau papa antar atau mau bawa mobil aja ? Sayang tuh mobil udah beberapa bulan kamu ga pake."
"Aku pake mobil aja pah, jadi nanti papa ga antar jemput aku lagi."
"Bagus biar kamu bisa cepet juga kan masuk dan pulang sekolah nya biar ga telat."
"Betul pah."
Tiga puluh menit pun berlalu, elea sudah sampai di gerbang sekolah di antar oleh ayah. Di susul dengan kedatangan ezra, alice dan robert berjalan menghampiri elea. Terlihat hp baru yang di pegang elea ezra bertanya penasaran "hp baru ya el ? Hp lama kemana ?
"Hp lama rusak zra." jawab elea singkat seperti tidak mau membahas kejadian kemarin
"Wih hp mahal terbaru itu." alice menimpali bercanda
"Iya, mantep dah ela." ucap robert sambil mengacungkan dua jempol ibu jari
Baru saja berjalan 5 langkah geng elit menghadang. Victoria pun salfok dengan hp terbaru yang di pegang elea "Wow ternyata anak kampung juga punya hp mahal yaa, lu dapet darimana ?."
"Dapet dari om kali atau nyuri hahaa." Felly menimpali
"Bukan urusan kalian." Alice membela
"Ga nanya sama lo." Sambil fely sedikit mendorong pundak alice
"Stop ga semua kalian harus tau faham." Ucap elea nada yang menekan
Anak murid lain pada berseru "waahh keren banget" suara mobil sport terdengar yang membuat murid cewe terpesona dengan kegantengan dan mobil sport yang bagus.