Mengisahkan tentang kisah cinta Daniel David Johanes seorang perwira angkatan laut yang bertemu dengan teman masa kecilnya Joanna Josephine Josep mahasiswi semester akhir fasultas kedokteran jurusan dokter gigi di Universitas Negeri Surabaya. Apakah Daniel bisa merebut hati Joanna yang sering dipanggil Anna ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Harus Kuat
Anna setiap pagi ke rumah sakit bersamaan dengan calon papa mertuanya Kolonel Doni Johanes. Rutinitas dai seorang perwira senior, mengantar calon istri anak bungsunya. Anna bagi pasangan suami istri ini tidak asing, karena sedari kecil Anna dekat dengan pasangan suami istri ini. Setiap mereka mau berbelanja ke mall yang ada di kota Ambon, Anna selalu di ajak bersama Daniel. Mereka juga tidak menyangka bahwa Daniel akan jatuh cinta pada Anna.
"Terima kasih pa." Anna menyalami calon mertuanya.
"Pulangnya harus tunggu papa ya."
"Siap pa."
Sudah dua bulan Anna menjalani masa koasnya di Rumah sakit dokter Ramelan. Dia harus mewujudkan Cita - cita masa kecilnya untuk menjadi dokter gigi. Ujian - ujian dilalui dengan baik. Termasuk ujian mental bertemu dengan dokter senior yang bawel. Letda dokter Nurul. Setiap berpapasan dengan dia, selalu Anna di buat repot oleh beliau. Bukan Anna namanya kalau dia tidak bisa melalui semua masalah yang dibuat oleh dokter Nurul, yang cemburu karena laki - laki yang dia suka lebih memilih Anna.
Selesai makan malam bersama papa dan mamanya Daniel, Anna langsung merapikan meja makan dan barang - barang hasil masak makan malam di dapur. Daniel sedang vidio call dengan papa dan mamanya. Biasanya mereka tidak di peroleh memakai handphone. Jika saat ini di perbolehkan berarti ada hal penting yang mau mereka lakukan.
"Aku dapat latihan fisik di Situbondo selama empat bulan."
"Apa yang harus papa siapkan?"
"Doa saja pa, doa papa dan mama yang adek butuhkan agar adek sehat. Dan satu lagi tolong jaga calon istri adek."
"Siap." Dari jauh Daniel mendengar suara Anna kekasihnya. Sedang bertanya kepada papa.
"Papa dimana??"
"Mall, lagi temani dia wanita cantiknya papa." papa membalikan kameranya terlihat Anna dan mama Reny sedang memilih baju bagi papa.
"Cantik sekali wanita papa."
"Papa telepon dengan siapa?"
"Daniel."
Mama dan Anna mendekat. Anna sangat bahagia melihat wajah kekasihnya. Sudah dua bulan dia tidak perna melihat wajah kekasihnya. Karena memang mereka dilarang berkomunikasi. Keadaan Daniel biasa Anna tahu dari papa, karena lettingnya papa pengajar disana.
"Mas... Masih ganteng aja."
"Kamu kangen kan." Muka Anna memerah.
"Iya."
"Mas masih belajar di ruangan. Besok mas berangkat ke Situbondo, pendidikan empat bulan."
"Mas pulang rumah??"
"Ngak sayang. Langsung Situbondo. Empat bulan lagi baru bertemu." Muka Anna berubah sedih.
"Oke."
"Mau jadi istri tentara harus siapkan."
"Adek ikut."
"Kalau dimedan perang ngak bisa ikut dong."
"Iya ya."
Anna dan Daniel menghabiskan waktu berbicara. Sampai Anna lupa kalau mama juga pasti rindu sama anaknya.
"Mas... Ngomong sama mama dulu. Aku ke toilet."
"Sama siapa??"
"Sendiri aja. Di depan kok ngak jauh dari cafe ini."
Anna menyerahkan handphone papa ke mama. Anna mencium mama Reny. Sebagai wujud maafnya karena sudah monopoli anak laki - laki mereka. Ini yang buat mama Reny sangat sayang kepada Anna.
Selesai dari toilet Anna bergabung bersama mama Reny ngobrol dengan Daniel.
"Mas, aku ijin, weekend minggu depan aku ada kegiatan pemuda di panti asuhan."
"Sayang..... Mas cemburu loh. Jangan kasih harapan ya buat dia." Anna tahu apa yang dimaksud oleh Daniel. Dia tidak mau egois dengan berdebat.
"Adek sudah di lamar oleh keluarga Johanes, masa mau cari yang lain. Entar papa bisa gantung adek."
"Papa Yansen berani gantung, papa Doni punya anak perempuan hanya karena Daniel cemburu. Papa pukul." Papa Doni membela Anna. Mama Reny tersenyum.
"Papa bela siapa?"
"Bela anak perempuanlah."
"Sayang bukan berarti kamu macam - macam ya."
"Anna itu tidak sama dengan perempuan lain."
"I love you Daniel Johanes." Daniel tersenyum.
"Love you more Joanna Josephine Josep." Daniel membalas. Daniel tahu, Anna tidak mungkin berbuat yang macam - macam. Namun hati kecil Daniel yang takut kehilangan Anna, yang membuat dia kuatir. Akhirnya papa dan mama meyakinkan Daniel. Dan dia sedikit senang.
Daniel bersama rekan - rekan lainnya sudah siap untuk berangkat menuju Situbondo Jawa Timur. Disitu juga markas marinir dan sekolah juga. Mereka kesana menggunakan trek tentara. Perjalanan darat dari Jakarta ke Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir Baluran di Situbondo, Jawa Timur, memakan waktu sekitar 13 hingga 14 jam melalui Jalan Tol Trans-Jawa. Jika malam ini jam sembilan berangkat jam sebelas siang keesokan harinya mereka tiba di sana. Langsung dengan pendidikannya.
Papa sudah mendapat informasi bahwa Daniel sudah tiba di pusat latihan tempur marinir. Tadi pulang gereja saat mereka tiba dirumah. Langsung papa ceritakan bagaimana pendidikan denjaka ini. Anna yang mendengarnya ketakutan. Namun dia terus berdoa dalam hati, agar setiap hari selama pendidikan kekasihnya diberi kesehatan dan kekuatan.
"Pa, kenapa mas Dani suka sekali sama korps itu."
"Kamu tahu kan nak, Daniel itu dari kecil ikut mama dan papa, dia tumbuh besar dengan situasi seperti itu. Dulu papa perna tugas di Situbondo, Daniel juga ikut sekolah disana. Pas papa pindah dari Ambon." Anna langsung terdiam.
"Mama minta Anna berdoa setiap hari ya buat Daniel, agar dia sehat dan kuat."
"Iya ma."
Kami juga kedatangan mas Jefry dan mba Cindy yanh sudah berbadan dua. Mas David di Merauke juga vidio call dengan kami. Anna jadi ada teman karena mba Cindy sampai malam baru kembali ke rumah dinas mereka. Akhir - akhir ini mba Cindy sedang sibuk jadi ibu ketua bayangkari di polseknya. Banyak kegiatan yang dilakukan. Begitu juga mas Jefry. Jadi baru hari ini mereka ada di rumah.
"Sebenarnya kemarin kita mau kesini ma, tetapi Cindy sedikit lemas. Jadi baru bisa sekarang."
"Ngak masalah kalau mama, yang penting itu mas, kamu harus perhatikan istrimu. Dia yang utama mas."
"Siap ibu suri."
Aktivitas berlanjut seperti biasanyanya. Anna bersama pemuda gereja sudah menyelesaikan kegiatan mereka di panti asuhan. Dan aktivitas Anna berlanjut seperti biasanya tidak terasa sudah mau lima bulan Anna menjadi dokter koas. Dia sudah membantu dokter gigi sekedar membersihkan karang gigi. Bahkan mencabut gigi - gigi yang rusak.
Meskipun Anna hanya dokter koas, namun dia sudah bisa menarik perhatian beberapa orang dari anak - anak sampai orang dewasa yang menjadi pasien dari dokter gigi Alex yang juga dokter spesialis bedah mulut ini.
Sedangkan Daniel sedang berjuang dengan pendidikannya, sisa sebulan lagi pendidikan ini selesai. Dia perna di tengelamkan di laut dengan posisi kaki dan tangan di ikat, namun dia bisa lolos ada di permukaan air laut. Dihutan tanpa bekal. Semua dilalui oleh Daniel bersama teman - temannya.
Tanpa kami sadari hari Kamis sore, kami dikejutkan dengan berita dari kesatuan Kapten Infantri David Johanes. Komandannya malam - malam datang bertamu untuk menyampaikan berita ini. Hati kami terpukul, terutama mama sampai tidak sadarkan diri, karena kaget.
Dikabarkan bahwa Kapten Infantri David Johanes meninggal karena mengalami gagal jantung. Yang bermula dari sesak akibat gas lambung. Padahal baru kemarin Anna mendengar mama dan papa baru saja berbicara dengan mas David.
Rencana Jenasah akan di kirim dari merauke ke Surabaya. Akan di antar langsung oleh komandan tertinggi mereka dengan pesawat khusus angkatan darat. Baru setengah tahun melaksanakan tugas satgas beliau sudah pergi menghadap Tuhan.
Mas Jefry dan mba Cindy sudah ada di rumah. Daniel belum mengetahui, karena masih pendidikan.
btw turut berdukacita juga atas dipanggil pulang Opa tercinta
sayang sekali, Alena sudah tidak perawan, kalau masih perawan, meskipun orang tua sudah setuju, tinggalkan saja Daniel, biarkan Daniel berjuang untuk mendapatkan Alena , ini ya sudah sulit
Anna harus jual mahal, supaya Daniel dapat pelajaran, kalau untuk mendapatkan kamu, Daniel harus berjuang
mestinya ceritanya Daniel dan Anna tidak tinggal satu rumah dulu yah, meskipun ada orang tua, biarkan Anna kost di luar, dan mereka berdua harus menjaga kekudusan mereka sampai selesai pemberkatan