NovelToon NovelToon
Transmigrasi Figuran: Dilamar Pakai Anjing, Berakhir Jadi Candu Sang Mafia

Transmigrasi Figuran: Dilamar Pakai Anjing, Berakhir Jadi Candu Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: namice

Mati konyol tersedak bakso akibat mencak-mencak membaca novel dark romance, Ceisya malah bertransmigrasi ke dalam tubuh figuran malang yang tak dianggap. Di hari pernikahannya, sang mafia kejam—Sylus Blackwood, The Apex Sovereign penguasa Manhattan sekaligus The Crimson King bermata merah di dunia bawah Brooklyn—malah mangkir dan hanya mengirim seekor anjing berjas untuk mewakilinya.

Alih-alih menangis, jiwa mafia asli Ceisya bangkit. Ia mempermalukan keluarga toksiknya, menikahkan anjing utusan Sylus dengan anjing lain, lalu kabur usai menghajar para pengawal dengan keahlian bela dirinya.

Aksi ugal-ugalan itu justru memicu obsesi liar sang raja mafia. Di tengah kerasnya jalanan New York, perburuan maut pun dimulai, mengubah sang penguasa dingin menjadi pecandu abadi di bawah kaki istrinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Badai di Balik Pintu Tertutup dan Tanda Kepemilikan yang Abadi

​Cahaya merah darah yang memancar tanpa henti dari layar monitor super canggih di sudut ruang kerja pribadi itu memantul di permukaan dinding marmer hitam, menciptakan bayangan-bayangan kelam yang seolah menelan seluruh kewarasan di dalam ruangan tersebut. Di atas meja kerja yang berantakan oleh berbagai perangkat keras dunia hitam dan barisan kode enkripsi yang gagal, pertempuran kecil antara sang mantan pemimpin mafia yang cerdik dan raja sindikat Blackwood yang kejam mencapai titik didihnya.

​Ceisya merosot sedikit ke belakang, punggungnya menempel erat pada tepi meja kerja sementara kedua lengannya secara refleks mencengkeram bahu kokoh Sylus untuk menopang berat badannya yang mendadak terasa lemas. Napas gadis itu tersengal-sengal, naik turun secara tidak teratur di bawah tekanan udara kamar yang menipis. Bibirnya bengkak dan basah, menyisakan jejak dominasi mutlak dari ciuman brutal dan menghukum yang baru saja dilayangkan oleh pria di hadapannya.

​Manik mata hijau terangnya menatap tajam ke dalam manik mata merah menyala Sylus, mencoba menyembunyikan getaran hebat yang mulai merayap di balik dada bidang pria itu.

​"Lu... lu bener-bener seorang psikopat gila, Sylus," desis Ceisya dengan suara bergetar tertahan, mencoba mempertahankan sisa-sisa harga diri terakhirnya di tengah gelombang panas yang mengaburkan pandangannya. "Gue cuma nyoba ngecek sistem keamanan dasar, bukan mau meledakin markas besar lu!"

​Sylus tidak langsung membalas umpatan itu. Pria itu menundukkan wajahnya lebih dekat, membiarkan ujung hidung mereka bersentuhan sejenak dalam keheningan yang menyesakkan. Ibu jari besar Sylus yang kasar akibat gesekan senjata api mengusap lembut bibir bawah Ceisya yang sedikit kemerahan, menghapus jejak air liur dengan sentuhan posesif yang luar biasa intim dan mengerikan.

​"Mencoba menerobos sistem pertahanan utamamu sama artinya dengan menantang seekor singa di dalam sarangnya yang paling gelap, Ratu kecilku," suara serak Sylus mengalun rendah, bergetar tepat di depan bibir Ceisya, sarat akan ketertarikan gelap yang tidak mengenal batas maupun aturan. "Dan setiap kali kau melangkah melewati batas yang kuizinkan, hukumanmu adalah tenggelam lebih dalam ke dalam pelukanku, sampai kau tidak bisa bernapas tanpa izinku."

​Sebelum Ceisya sempat melontarkan protes atau makian pedas lainnya untuk membalas ucapan arogan itu, Sylus sudah mengangkat tubuh ramping gadis itu dari atas meja kerja dalam satu gerakan yang sangat mudah, terarah, dan mutlak. Tanpa melepaskan tautan tubuh mereka sedikit pun, sang raja mafia melangkah lebar meninggalkan ruang kerja menuju kamar tidur utama penthouse megah yang terhubung langsung melalui pintu geser rahasia berlapis baja.

​Langkah kaki berat dan pasti itu berakhir di atas hamparan ranjang king-size berseprai hitam sutra yang lembut. Sylus merebahkan tubuh Ceisya secara perlahan, namun langsung mengurungnya di bawah kukungan berat tubuh atletisnya. Kedua tangan besar pria itu menumpu kuat di sisi kiri dan kanan kepala Ceisya, menciptakan sangkar tak kasat mata yang memastikan gadis itu tidak memiliki celah sekecil apa pun untuk melarikan diri ke arah dunia luar.

​Atmosfer di dalam kamar tidur utama itu mendadak berubah menjadi jauh lebih pekat, panas, dan membakar. Lampu gantung kristal raksasa di langit-langit diredupkan secara otomatis oleh sistem smart-home penthouse, menyisakan temaram cahaya remang-remang berwarna amber yang membingkai siluet tubuh mereka berdua dengan kesempurnaan yang mematikan.

​"Sylus... tunggu sebentar..." bisik Ceisya pelan dengan napas terputus-putus, manik mata hijaunya melebar saat melihat cara pria itu menatapnya—bukan lagi tatapan dingin seorang bos mafia yang kejam, melainkan tatapan seorang pria yang dikuasai sepenuhnya oleh obsesi kelam dan cinta yang buta. "Kita... kita kan baru saja—"

​"Waktu, jarak, dan logika tidak memiliki arti apa-apa di dalam duniaku, Ceisya," potong Sylus dingin namun sarat akan kelembutan yang mematikan. "Dan batasan antara hukuman pendisiplinan serta pemujaan mutlak adalah garis tipis yang sengaja kuabaikan untukmu."

​Tanpa menunggu persetujuan atau perlawanan lanjutan, Sylus menunduk dan kembali menyambar bibir Ceisya. Ciuman kali ini terasa sangat berbeda dari ciuman-ciuman sebelumnya; tidak ada lagi kesan menghukum atau beringas yang menyakitkan. Ciuman itu berubah menjadi sangat lambat, menuntut, menghanyutkan, dan menyesap setiap inci kesadaran Ceisya hingga ke akar-akarnya. Lidah pria itu menjelajah tanpa terburu-buru, seolah ingin memastikan bahwa setiap jengkal rasa dari diri gadis itu adalah miliknya seorang selamanya.

​Ceisya mengerang tertahan di dalam ciuman tersebut. Pertahanan mental yang selama ini ia bangun rapat-rapat sebagai seorang transmigrator dan mantan pemimpin dunia hitam runtuh berkeping-keping tanpa sisa. Jari-jarinya yang tadinya menolak perlahan-lahan beralih mencengkeram surai hitam Sylus, menarik pria itu semakin mendekat, menyerahkan diri sepenuhnya ke dalam pusaran candu yang diciptakan sang suami.

​Tangan besar Sylus mulai bergerak aktif menelusuri lekuk tubuh. Dengan gerakan mahir yang terlatih, jemari panjang pria itu membuka kancing demi kancing pakaian Ceisya, menyingkirkan setiap penghalang kain yang memisahkan kulit mereka berdua. Setiap sentuhan tangan panas itu di atas kulit putih porselen Ceisya meninggalkan sensasi terbakar yang luar biasa hebat.

​"Rasakan aku," bisik Sylus parau di sela-sela ciuman panas yang turun menghujami rahang dan leher jenjang Ceisya. "Biarkan ragamu mencatat namaku setiap detik, agar kau tidak pernah memiliki sisa ruang di kepala kecilmu untuk berpikir tentang pelarian bodoh itu."

​Sentuhan-sentuhan itu berubah menjadi tarian keintiman yang liar namun terstruktur dengan sempurna. Sylus memperlakukan Ceisya bukan sekadar sebagai tawanan perang, melainkan sebagai satu-satunya dewi di singgasana kegelapannya. Di bawah temaram cahaya kamar, isakan kecil, desahan tertahan, dan suara napas yang memburu berpadu menjadi satu simfoni malam yang panjang dan melelahkan.

​Setiap penyatuan yang mereka lakukan malam itu dipenuhi oleh rasa kepemilikan mutlak. Sylus menanamkan jejak-jejak kepemilikannya berkali-kali tanpa kenal lelah, memastikan bahwa aroma tubuh Ceisya sepenuhnya bercampur dengan aroma maskulinnya, menciptakan ikatan tak kasat mata yang mengunci jiwa raga sang gadis di dalam sangkar emas Manhattan.

​Bagi Ceisya, dunia luar dengan segala rencana kabur, uang 5 miliar, dan kontrak satu tahunnya perlahan-lahan memudar dari kesadarannya, digantikan oleh kehangatan dominan dan pelukan erat dari pria yang telah mengubah seluruh takdir hidupnya. Di dalam pelukan The Crimson King, ia tahu bahwa ia telah kalah—bukan kalah karena dipaksa tunduk oleh senjata, melainkan kalah karena terbakar oleh api cinta dan obsesi paling mematikan di dunia hitam.

​Namun, di tengah kepekatan malam yang menyatukan jiwa raga mereka dalam pelukan erat, dering alarm darurat militer yang tersembunyi tiba-tiba berkedip terang di sudut meja rias.

​Sistem smart-home penthouse mendadak memproyeksikan sebuah hologram merah dari rumah sakit pusat kota, memicu suara otomatis bernada dingin yang memecah keheningan kamar:

​Peringatan penting. Pasien atas nama Bianca baru saja menunjukkan aktivitas otak yang tidak biasa. Vitalis melonjak drastis... Pasien di laporkan telah siuman sepenuh dari koma.

​Manik mata merah menyala Sylus yang tadinya terpejam menikmati keintiman seketika terbuka lebar, sementara Ceisya membelalakkan matanya kencang-kencang dalam dekapannya.

1
Nycthophile
👣👣
CaH KangKung,
mantap
namice: 😍😍, terimakasih banyak ya kak 😘😘😘🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
CaH KangKung,
👣👣....🌹🌹
namice: 😍😍, terimakasih banyak ya kak sudah hadir kembali baca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Retno Palupi
lanjut
namice: 😍, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Andrea
sok jual mahal Ceisya padahal hati berbunga2🤭
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Fahreziy
👣👣👣
namice: terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Andrea
😂😂😂
namice: 😘😘😘😍, terimakasih banyak ya kak sudah datang baca novel ku lagi, love you sehektar untukmu kak 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Bela Viona
toxic thor..😁
namice: 😁😁, iya salah ya kak😁😁, terimakasih banyak ya kak Infonya dan sudah baca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Cty Badria
ngak cocok tuk visual cowokny hrs berbadan tinggi besar berotot
Andrea: kayak mafia meksiko gtu ya😁😁
total 1 replies
Retno Palupi
lanjut
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku aku akan update setiap pagi kak dan setiap hari aku usahakan doubel up😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Wahyuningsih
yaaah thor ketangkapnya kok cpt amat gk serulah thor, thor buat gk gamoang sylus mndptkn cesya enak aja suapa suruh memprmalukan cesya gk banget thor
namice: 😁😁, emang sengaja kak yang ini karena kedepannya ujian mereka banyak kak, jadi permintaan seseorang pembaca ingin pasangan bucin, prianya bucin kak.. jadi mau gak mau ceisya dan Sylus menikah dulu dan Sylus mendapatkan ceisya😁
total 1 replies
°RhaiKen™
hiii...ikutan merinding disko kak 🤭🤭
namice: 🤣😁😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
°RhaiKen™
horeeee👏👏👏👏👏karya baru lgi...💞💞💞
namice: 😍😍😘😘😘, love you sehektr untukmu kak 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 8 replies
Iryani levana khrisna Khrisna
penasaran Thor buruan di selesaikan agar aku bisa membacanya
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!