NovelToon NovelToon
Bos Mafia yang Mencintai Putriku

Bos Mafia yang Mencintai Putriku

Status: tamat
Genre:Mafia / Single Mom / Rumah Tangga-Anak Genius / Tamat
Popularitas:108
Nilai: 5
Nama Author: Vah Peres

Alya hanya ingin bertahan hidup bersama putrinya yang masih bayi dan adik perempuan yang tidak pernah meninggalkannya. Setelah diusir keluarga, ditinggalkan pria yang seharusnya bertanggung jawab, dan dipaksa menghadapi dunia sendirian, suara adalah satu-satunya jalan yang ia punya.
Satu malam, di sebuah acara mewah yang penuh rahasia, suaranya menarik perhatian Arkan Wiratama, seorang pria berkuasa yang dikenal dingin, berbahaya, dan tidak pernah kehilangan kendali. Arkan semula mengira Alya bisa dibeli seperti segala hal lain di dunianya. Namun satu tamparan dan satu kalimat membuatnya sadar: perempuan itu tidak punya harga.
Ketika nyawa kecil Kirana terancam, Arkan memilih masuk ke hidup Alya bukan sebagai penyelamat sesaat, melainkan sebagai pria yang berani menawarkan nama, perlindungan, dan sebuah keluarga. Namun menjadi perempuan di sisi seorang Don berarti masuk ke dunia yang dipenuhi kesetiaan, rahasia, musuh, dan bahaya yang tidak pernah benar-benar tidur.
Di antara luka lama, cinta yang tumbuh perlahan, dan ancaman dari orang-orang yang ingin merebut kembali apa yang sudah mereka buang, Alya harus memutuskan apakah hati yang pernah hancur masih berani percaya. Dan Arkan harus membuktikan bahwa cinta, bagi pria sepertinya, bukan kelemahan, melainkan sumpah yang akan ia jaga dengan seluruh hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vah Peres, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34

Bab 34 - Aku Ingin Merasakanmu +18

Malam sudah larut ketika kudengar pintu kamar terbuka perlahan. Arkan masuk tanpa suara, menutup pintu di belakangnya, lalu berjalan ke ranjang sambil melepas jas dan ikat pinggangnya pelan-pelan. Aku masih terjaga, kepalaku terasa lebih ringan, sementara hatiku penuh kegelisahan yang manis dan kegembiraan yang membuatku tidak bisa tidur.

Ketika ia berbaring di sisiku, sangat hati-hati agar tidak menyentuh lukaku, aku menoleh kepadanya. Dekatnya tubuh Arkan, aromanya, dan kepastian bahwa aku aman dalam pelukannya membuat semua hal lain lenyap. Gairah mengambil alih diriku. Aku mendekatkan wajah ke wajahnya dan berbisik dengan suara yang sarat keinginan.

"Aku ingin sekali merasakanmu... aku ingin kamu dekat denganku, seluruhnya milikku."

Ia tersenyum, lambat, penuh sensualitas dan cinta yang membuat bagian dalam diriku bergetar. Tangannya mengusap wajahku lembut, turun ke leherku, lalu menggenggam pinggangku perlahan dan menarikku lebih dekat.

"Keinginanmu, sayangku, adalah perintah bagiku," jawabnya lirih, suaranya serak sekaligus manis, sebelum ia menyatukan bibir kami dalam ciuman yang membuat dunia berhenti di tempat.

Ketika bibir kami kembali bertemu, tidak ada lagi keraguan. Ciuman itu dalam, panas, dipenuhi rasa lapar lama, seolah setiap detik yang kami habiskan berjauhan telah menyimpan semua keinginan ini untuk saat sekarang. Lidahnya menemukan lidahku. Aku merasakan rasanya, panas yang naik di kulitku, membuat setiap pori tubuhku menginginkan lebih, lebih dekat, lebih dari segalanya.

Tangannya bergerak mantap di punggungku, meremas pinggangku cukup kuat hingga erangan pelan keluar dari bibirku, tetapi tetap dengan kehati-hatian yang terasa begitu menyiksa dan indah. Ia selalu menghindari gerakan kasar yang bisa mengguncang kepalaku.

Ia menarikku ke dadanya. Aku merasakan jantungnya berdetak keras dan tidak beraturan, sama seperti milikku, sementara panas tubuhnya menyusup ke tubuhku, menghapus sisa rasa sakit dan kekhawatiran.

"Kamu tidak tahu betapa aku mencintai ini..." bisiknya, bibirnya menyapu leherku, menggigit ringan kulit sensitif di sana hingga tubuhku melengkung ke arahnya. "Merasakanmu seperti ini, seutuhnya milikku, bergetar dalam pelukanku. Tidak akan ada yang menyentuhmu seperti aku menyentuhmu. Tidak akan ada yang membuat napasmu hilang seperti aku."

"Kalau begitu jangan berhenti..." pintaku, menggenggam rambutnya dengan sayang, tidak menariknya keras, hanya membawanya lebih dekat kepadaku. "Tunjukkan seberapa besar kamu menginginkanku. Aku ingin merasakan semua api yang kamu simpan hanya untukku."

Ia tertawa serak, penuh godaan. Tangannya masuk pelan ke balik gaun tidurku, menyentuhku dengan tekanan yang membuatku memejamkan mata dan menggigit bibir agar tidak berteriak. Setiap sentuhannya tepat, setiap belaian tahu persis bagaimana membuatku kehilangan kendali. Namun sesekali ia berhenti, menjauhkan wajah sedikit, lalu menatapku dengan kilau tajam di mata gelapnya.

"Sakit? Kalau aku lebih dalam, kalau aku mengambilmu lebih kuat, apa mengganggumu? Katakan padaku, sayangku. Jangan sembunyikan apa pun."

"Tidak sakit sama sekali," jawabku, nyaris tanpa suara, menariknya ke ciuman lain yang lebih liar. "Satu-satunya sakit yang kurasakan adalah karena belum memilikimu sepenuhnya di dalam diriku. Kemari, Arkan... setubuhi aku seperti hanya kamu yang tahu caranya."

Dan ia datang. Ia masuk perlahan, memenuhi setiap ruang dalam diriku, membuat erangan panjang dan panas lepas di lehernya. Geraknya memiliki irama yang murni seperti api, kuat, menuntut, tetapi selalu terkendali, selalu memperhatikan wajahku dan setiap gerakanku, berhenti atau mempercepat hanya sesuai permintaanku. Tangannya menggenggam kedua tanganku, menahannya lembut di atas kepala, jauh dari luka, sementara ia membisikkan kata-kata di telingaku: tentang hasrat yang menguasainya, tentang betapa aku membuatnya nyaris gila, tentang bagaimana aku miliknya jiwa dan raga, dan bagaimana ia tidak akan pernah membiarkanku pergi lagi.

"Kamu milikku... hanya milikku..." ulangnya di antara ciuman pendek dan basah di rahang dan daguku, tetap menghindari dahiku. "Dan aku akan mencintaimu seperti ini, dengan seluruh kekuatan ini, setiap hari dalam hidup kita. Aku akan membuatmu merasakan bagaimana rasanya diinginkan, dipuja, dan dikuasai olehku."

Aku menyerahkan diri sepenuhnya, tanpa takut, tanpa malu. Tubuhku bergerak mengikuti iramanya, menjawab setiap sentuhan, setiap remasan, setiap erangan yang keluar darinya saat merasakan tubuhku. Ada gairah, ada api yang terasa mampu membakar semua di sekeliling kami, tetapi ada juga rasa aman yang mutlak. Bahkan pada puncak kegilaan kami, ia tidak pernah berhenti menjagaku, tidak pernah berhenti melihatku sebagai hal paling berharga yang ada.

Dan ketika semuanya mereda, kami tetap di sana, saling berpelukan, jantungnya berdetak menempel pada jantungku. Ia mengecup tanganku pelan sementara aku menyandarkan kepala di bahunya. Itu bukan hanya hasrat. Itu kami berdua, utuh, tanpa penghalang, tanpa rasa takut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!