NovelToon NovelToon
KUGAPAI BAHAGIA DENGAN CARAKU

KUGAPAI BAHAGIA DENGAN CARAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Anyue

Dua saudara berstatus kakak beradik tinggal bersama sejak usia remaja tanpa kedua orang tua. Karena kedua orang tuanya sudah bercerai dan memilih tinggal bersama keluarga baru masing-masing.

Hal itu membuat mereka harus berjuang untuk bertahan hidup, dan takdir mereka berubah ketika dewasa.

Namun, suatu ketika kedua orang tuanya memperebutkan anak kedua , di situlah kakak membela adiknya tidak membiarkan mereka mengambil adiknya.

Lalu, bagaimana mereka melalui masa-masa sulit?


Ikuti terus kisahnya dan dukung karya author,
Terimakasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26.

Marcella duduk sambil menunduk di hadapan Petugas Kepolisian dan kedua orang tuanya. Ia merasa takut dan tidak bisa berbuat apa-apa. Saat mata papanya menatapnya dengan sangat tajam seolah menelannya membuatnya semakin dalam rasa takutnya.

"Katakan dengan jujur, apa benar kamu telah menyuruh orang untuk mencelakai Salindra?" tanya Ardi dengan penuh penekanan.

Marcella mengangkat kepalanya dengan berat lalu, melihat papanya dengan mata berkaca-kaca sambil menggeleng pelan. Ia menolak berkata jujur karena tidak mau di penjara. Ardi tidak percaya dengan sikap anaknya, bahkan drinya merasa kecewa dengan perbuatan anaknya itu.

"Pa, aku tidak melakukannya, orang itu pasti sudah berbohong, mana mungkin aku mencelakai Salindra dia kan saudaraku sendiri. Papa percaya kan, sama aku!' kata Marcella membela diri.

"Maaf, Nona Marcella lebih baik anda ikut kami ke kantor polisi untuk memberi keterangan lebih detail mengenai kasus ini, mari ikut kami," kata Petugas kepolisian beranjak mendekati Marcella hendak memborgol tangannya.

Marcella menolak di borgol karena merasa malu dan gengsi. Tapi ia tidak bisa berbuat, apapun kecuali menuruti perintah Petugas tersebut.

Ardi melihat anaknya di bawa Petugas menahan amarah dan menetralkan degup jantungnya. Ia merasa gagal menjadi orang tua dalam mendidik anaknya. Marcella menatap ke arah papanya, memohon untuk membebaskannya. Jujur Marcella tidak mau di penjara meskipun bersalah, karena di penjara akan jauh menderita dan pastinya tertekan.

“Papa, aku mohon sama Papa, cari pengacara terkenal untuk menolongku. Aku tidak mau di penjara, aku mohon," teriak Marcella sambil menangis.

"Papa akan berusaha semampu, Papa," kata Ardi bersama berlalunya mobil polisi membawa Marcella.

Kamila tak berhenti menangis sedari tadi, ia merasa sangat terpukul dengan perbuatan Marcella yang sejak kecil ia duduk tapi sekarang justru menjadi anak pembangkang. Ardi berusaha menenangkan istrinya dan mengajaknya masuk ke kamar untuk istirahat.

"Mas, aku ingin bertemu dengan Salindra. Aku ingin tahu yang sebenarnya dan memintanya untuk membebaskan Marcella," pinta Kamila kepada Ardi.

"Benar juga apa katamu. Tapi, apakah dia mau?" sahut Ardi menatap Kamila, ragu.

“Aku akan bicara baik-baik sama dia, semoga saja dia mau mendengarku,“ sahut Kamila.

 Mobil sampai di depan rumah Salindra. Kamila turun dengan tergesa-gesa, namun saat melihat pintu tertutup rapat ia merasa tidak enak. Ia tiba di depan pintu dan mengetuknya beberapa kali tapi tidak ada sahutan dari dalam, membuatnya semakin khawatir.

"Salindra,"

"Jayanti,"

Kamila terus menyebut nama kedua anaknya berulang kali sampai berjalan ke arah samping memutar ke pintu belakang sambil mengetuk tapi nihil. Sama sekali kedua anaknya tidak membukakan pintu. Ia berpikir kedua anaknya marah padanya dan tidak mau membukakan pintu untuknya.

Ardi melihat ke dalam rumah melalui jendela, ia tertegun melihat beberapa barang di dalam rumah tidak ada. Ardi mencoba berbicara pelan kepada Kamila, agar tidak terkejut ketika melihat apa yang ada di dalam rumah tersebut.

"Sayang, sepertinya mereka sedang tidak ada di rumah, atau mungkin sedang bekerja," kata Ardi.

Kamila merasa ada sesuatu yang tidak beres akhirnya melihat dalam rumah melalui jendela. Jantungnya berdegup sangat cepat melihat beberapa barang tidak ada, ia menduga kedua anaknya pergi dari rumah mereka. Tapi, kemana mereka tinggal, itulah yang dipikirkan Kamila.

"Aku harus mencari kemana mereka tinggal," gumamnya sambil melihat keadaan rumah mereka.

“Mau mencari kemana?" tanya Ardi merasa kasihan melihat istrinya yang sedang sedih memikirkan kedua anaknya.

Ardi bisa saja mencarikan alamat kedua anak Kamila tapi tidak ia lakukan mengingat permasalahan mereka yang belum juga selesai. Ardi kurang suka dengan kedua anak Kamila.

"Kalau kamu tidak mau mengantarku mencari keberadaan mereka, biar aku sendiri yang mencari mereka," sahut Kamila berjalan dengan langkah cepat menuju jalan utama.

Ardi mengikutinya dan meraih tangan Kamila dengan gerak tak kalah cepat membuat Kamila tersentak dan berusaha melepaskan genggaman tangan Ardi.

"Mas, biarkan aku mencari anak-anakku," pekik Kamila.

"Aku tidak akan mengijinkan kamu pergi menemui mereka, apa kamu tidak ingat perkataan mereka waktu itu،, mereka sudah tidak peduli sama kamu bahkan mereka juga tidak pernah menemui mu," jelas Ardi dengan nada tegas.

Kamila menatap Ardi dan membenarkan perkataannya. Ia teringat pertemuan terakhir dengan kedua anaknya dan ingat semua perkataan Salindra maupun Jayanti, akhirnya Kamila mengurungkan keinginannya mencari kedua anaknya. Jujur dari hati terdalamnya ia sangat sakit hati dengan sikap kedua anaknya. Kamila tahu kalau dirinya salah bukan berarti tidak sayang kepada anak-anaknya.

Ardi mengajak Kamila masuk ke dalam mobil, akhirnya memutuskan pulang ke rumah. Pandangan Kamila tertuju pada rumah lamanya bersama keluarganya. Pikirannya mengenang beberapa puluh tahun lalu, bibirnya tersenyum tipis tapi hatinya berdesir. Andai saja semua belum terlambat pasti akan baik-baik saja batinnya sambil mengusap airmata.

...----------------...

 Mulai hari ini Salindra dan Jayanti tinggal di rumah baru dengan suasana baru agar merasa damai dan tenang tanpa ada gangguan dari tetangga ataupun kedua orang tuanya yang selalu berdebat memperebutkan mereka berdua.

Pagi itu Salindra dan Jayanti sudah bersiap pergi bekerja bersama menggunakan kendaraan masing-masing. Wajah mereka terlihat sangat bahagia, senyum terbit di bibir keduanya.

Mereka berpisah di pertigaan jalan utama siap menuju tempat kerja. Salindra sampai di tempat kerja memarkirkan motornya dan berjalan masuk dengan langkah pasti, wajahnya terlihat lebih segar dan ceria membuat semua orang menatapnya heran.

"Pagi, Mbak Salindra. Kelihatannya hari ini semangat sekali,“ sapa Pak Sekuriti.

“Pagi juga, Pak! Bapak juga semangat hari ini, semoga semua lancar ya, Pak," balas Salindra dengan ramah.

"Aamiin," sahut Pak Sekuriti.

“Kalau begitu saya permisi," pamit Salindra sambil menunduk hormat.

“Silahkan!'

Salindra baru mau masuk ke ruangan Divisi di hadang oleh Citra berdiri di pintu melihatnya dengan tatapan tidak suka. Ia melihat Salindra dari atas sampai bawah meneliti tubuh Salindra.

“Tumben jam segini sudah sampai, biasanya agak terlambat," sapa Citra dengan wajah jutek

“Terimakasih sudah menyambut kedatanganku hari ini , Kak Citra. Hari yang baru dan semangat baru tentunya," sahut Salindra berjalan menerobos masuk sengaja menyenggol bahu Citra.

Citra melihat sikap Salindra tidak terima, ia mengaduh meskipun sedikit menatap kepergian Salindra menuju ke tempat duduk. Ia menghampiri sambil menggebrak meja.

“Jangan sok jadi orang, di sini tidak ada yang betingkah semena-mena ya, Salindra. Kita itu sama jadi bersikaplah yang baik sama yang lebih senior," sarkas Citra sambil melotot.

Salindra beranjak dari tempat duduknya berdiri sejajar dengan Citra. "Yang jadi sok itu siapa, yang semena-mena juga siapa. Aku di sini bekerja dan aku tidak mencari masalah sama siapapun_“

Salindra menarik napas dalam lalu menghembuskannya dengan kasar lalu melanjutkan kalimatnya sambil menatap tajam ke arah Citra yang sudah di bakar api kebencian terhadapnya.

“Dari awal aku masuk masuk sampai sekarang justru Kak Citra yang mengusik dan cari masalah sama aku, apa salahku sama Kak Citra?' tanya Salindra dengan berani.

Mungkin kemarin ia bisa sabar karena tidak tahu siapa Citra dan apa posisinya di kantor ini. Tapi, sekarang ia sudah tidak peduli dengan Citra. Karena sudah tahu sifatnya yang suka iri dan mengatur karyawan lain. Bahkan, membuat masalah.

“Kamu sudah berani melawan aku, lihat saja nanti kamu bakal menyesal,“ balas Citra sambil berlalu meninggalkan Salindra.

1
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
👍
Rain Aricia
Ga usah dipaksa. Ga semua orang itu mau nikah, lo aja yg dh nikah ga tentram tuh rumah tangga
Rain Aricia
Ayahnya perlu dicuci otaknya
Rain Aricia
Mau gebrek rumah orang? Ga sopan Cit
Rain Aricia
Citra ga usah cari gara2 deh, ntar hidupnya susah lho
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
maksud konsepnya gimana 🤷
Anyue: Muna dia-nya
total 1 replies
Protocetus
Thor saya minta maaf kalau ada salah Thor 🥹
Anyue: Sama-sama, aku juga minta maaf.

jadi, terharu hiks....
total 1 replies
Alia Chans
suk😣🌹
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
good boy 🫰
Anyue: setuju
total 1 replies
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
good 🫰
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ih oon, harusnya klw laki² serius mah ya dia yg biayain dasar otak lu Jayanti di taroh dimana. nggak mungkin nyangkut di kepala author mah wk.
Anyue: Jadi pengen tertawa
total 1 replies
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
bagus
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ya biayain sama kamu atuh. nggak mungkin kan di sebut mokondo mah nggak terima malu atuh punya mobil tapi pelit.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Gw masih baca Hazel, 🤣
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
alah siah 🤣
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
kepo
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
eh nggak semua masalah pribadi org tuh bisa di ceritain yah.
Anyue: Benar sekali
total 1 replies
Rain Aricia
Ishh ada aja org yg iri
Anyue: Dimanapun selalu saja ada orang seperti ini
total 1 replies
Rain Aricia
Berarti kemampuan Salindra ga main2
Rain Aricia
Kalau ini sih yg paling deg2annya diwawancara
Anyue: sport jantung
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!