Danu merasa hidupnya benar-benar di kutuk oleh Lila gadis kecil yang dulu dia rawat, empat kali sudah dia gagal memiliki pasangan hidup hingga dia di juluki Perjaka Tua di kampus di mana dia mengajar.
"Siang Pak Dosen" Suara itu benar-benar Danu hafal, siapa lagi kalau bukan Lila si Pengutuk kecil.
"Ada apa?"
"Pak saya ada masalah, mohon bantuan"
"Bantuan apa? apa ada materi yang sulit di fahami?" Danu mencoba bersikap professional.
"Ada pak"
"Materi apa?"
"Materi tentang bagaimana cara menjadi istri Pak Danu Pramana"
'Uhuk uhuk'
Danu sampai tersedak mendengar Lila kembali berulah.
"Lila ....."
Lila langsung berlari keluar setelah menaruh buku tugasnya di meja kerja Danu.
Akankah Lila berhasil mendapatkan cinta sang Dosen? yuk kepoin cerita serunya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibah Ibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26
Sudah jam sepuluh malam dan Lila masih berdiri di depan pintu gerbang Danu.
Udara makin terasa dingin, Danu kembali menengok ke jendela, Lila nampak kedinginan di sana.
"Keluar saja, kasihan anak orang. Nanti sakit kamu juga yang kena marah" Ucap Yuda.
"Aku juga kasihan, tapi nanti dia ngelunjak"
"Pikir belakang urusan itu, yang penting sekarang kamu temui dia agar pulang ke rumah dan tidur. Besok dia masih harus kuliah kan?"
"Tumben lu pinter"
"Hay gue dosen ya! Pasti pinter"
Danu baru saja ingin keluar, namun pintu kamarnya mendadak di buka. Bu Marni keluar dari sana dengan wajah pucat.
"Ibu kenapa?" Tanya Danu.
"Kepala ibu pusing nak"
Danu memapah Ibunya ke sofa ruang tamu, Bu Marni terlalu banyak pikiran, dia kira setelah putranya menikah, dia akan segera punya cucu, tapi ternyata banyak sekali syarat yang di ajukan Angga yang menurut Bu Marni merugikan Danu, mereka bahkan tidak boleh tinggal bersama. Lalu kapan Danu akan jadi seorang ayah? Putranya sudah jadi bujang lapuk, kalau dia di minta menunggu Lila, apa dia masih bisa produktif? Bu Marni juga sudah sangat ingin meminang cucu.
"Ibu duduk, Danu ambilkan obat"
"Tidak usah nak, kamu telfon Lila saja, ibu mau bicara"
"I...Iya Bu"
Danu jadi ingat kalau Lila masih di depan gerbang, apa dia mau masuk setelah Danu menolak untuk di ajak ke luar.
"Kenapa diam saja? Panggilkan Lila nak"
Danu bergegas ke luar.
Lila yang masih berdiri di depan gerbang tersenyum melihat Danu akhirnya mau menemuinya.
"Aku tahu mas Danu tidak akan Setega itu sama Lila" Gumam Lila.
"Siapa yang tidak tega? Kamu di sini sampai pagi juga mas tidak perduli, mas juga tidak minta kamu seperti ini"
Lila cemberut lagi, dia kira Mas Danu sudah mulai luluh, ternyata oh ternyata.
"Masuk ke dalam! Ibu nyari kamu"
"Malam-malam begini? Memang ibu sakit?"
"Iya, Ibu tidak mau minum obat, cuma mau ketemu sama kamu"
"Kalau begitu Lila nggak mah masuk!"
kan kan benar kan apa yang di takutkan Danu, Lila pasti menolak.
"Kasihan ibu Lil"
"Mas aja nggak kasihan sama Lila"
"CK kita bahas itu nanti, sekarang kamu masuk dulu ya?"
"Nggak mau! Lila mau masuk tapi ada syaratnya"
CK Lila perhitungan sekali, hanya masuk dan menemui ibunya saja musti ada syarat.
Tapi Danu tidak bisa menolak, Ibunya lebih penting.
"Baiklah sebutkan"
"Lila mau mas Danu chek in hotel untuk malam pertama kita"
'Uhuk uhuk'
syarat apa itu? Bukankah Mas Angga sudah bicara dengan sangat jelas kalau mereka di larang berhubungan suami istri sebelum Lila lulus?
"Mas Angga bisa marah Lila!"
"Kalau begitu Lila nggak mau masuk!"
Astaga! cobaan apa lagi ini.
Danu berpikir sejenak, dia tidak bisa menuruti syarat gila Lila, tapi dia juga butuh anak ini untuk merawat ibunya.
"Baiklah baiklah, besok aku check in hotel buat kamu"
"Yeyyy.....Kalau begitu ayu masuk"
Lila langsung menggandeng tangan Danu dengan posesif. Dia bahkan menunjukkan rengkuhan tangannya ke cctv agar papanya melihatnya.
Danu hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kekanakan Lila, dia benar-benar tidak menyangka menikah dengan gadis kecil ini.
Lila segera masuk ke dalam rumah Danu, pasti ada hal penting yang ingin di bicarakan ibu mertuanya.
*****