NovelToon NovelToon
Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Indrie Lestari

Setelah berhasil melarikan diri dari siksaan Om dan Tantenya, Bella Claudia remaja (13 tahun) tidak sengaja bertemu dengan sosok Andrew Permana (25 tahun) saat wanita itu ingin mengakhiri hidupnya di usia muda. namun Andrew menghalangi dan menolong Bella pada saat itu, pertemuan di antara mereka tersebut membuat Bella jatuh cinta kepada Andrew saat pandang pertama. hingga beranjak dewasa, tepatnya saat usia Bella menginjak 23 tahun. perasaan itu tumbuh semakin besar untuk pria yang selama 10 tahun dia panggil dengan sebutan paman Andrew tersebut, di saat wanita itu ingin melupakan perasaannya kepada Andrew tiba-tiba sebuah insiden panas di antara mereka terjadi dan membuat mereka terpaksa menikah. semenjak menikah sikap Andrew berubah dingin dan galak kepada Bella, namun wanita itu tidak menyerah dia akan membuat pria itu berbalik mengejarnya dan mencintainya pula.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indrie Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 : Satu bulan berlalu

Satu bulan berlalu, kini Bella dan Bisma semakin dekat di kantor karena pekerjaan mereka saling berkaitan satu sama lain. selama itu pula Bella bisa menutupi identitas dirinya dengan baik di hadapan Bisma.

"boleh gabung?" Tanya Bisma sudah berdiri di samping meja di mana Bella dan kedua temannya itu duduki.

Bella terlihat terdiam, tiba-tiba saja ia melirik ke arah kedua sahabatnya seperti meminta izin apakah Bisma boleh bergabung bersama mereka atau tidak.

"Tentu saja pak Bisma, silahkan jika mau bergabung." jawab Dian ramah.

"Iya benar pak." Timpal Sisil pula.

Melihat reaksi kedua sahabatnya, Bella terlihat tersenyum kecil karena kedua sahabatnya itu tidak mempermasalahkan jika Bisma ikut bergabung dengan mereka.

"Terima kasih banyak, tapi untuk kedepannya tolong panggil saja Bisma tidak perlu dengan embel-embel pak." Pinta Bisma.

"Baik pak....ehhh maksudnya Bisma." Ucap Sisil dan Dian bersamaan.

Tanpa memerlukan waktu lama Dian dan Sisil sudah mulai akrab dengan Bisma. ternyata di balik wajah rupawan pria itu, pria bernama Bisma itu sangat asyik sebagai teman ngobrol dan tingkah nya agak konyol.

Tanpa di sadari oleh Bella, dua buah pasang mata terus memperhatikan gerak-gerik wanita itu dan semakin curiga jika gadis itu ada hubungan dengan Bisma.

"Kita makan di luar saja." Ajak Andrew tiba-tiba-tiba berubah pikiran.

"Hah?....ya ampun gua sudah pegang piring nih tinggal ambil nasi sama lauknya saja." Ucap Fatir terlihat melongo karena tiba-tiba saja Andrew berubah pikiran, padahal beberapa waktu lalu pria itu sendiri yang meminta untuk makan di kantin kantor.

"Sudah simpen saja, kita bakalan makan steak di luar dan gua yang bayar." jawab Andrew tidak menerima penolakan.

mendengar kata steak dan gratis pula, sontak saja Fatir langsung girang dan dengan cepat segera menyimpan kembali piring yang sempat ia pegang dan langsung menarik keluar Andrew dari area kantin kantor.

Sementara di meja Bella dan teman-temanya, mereka sedang asyik makan sembari mengobrol ringan. namun tiba-tiba Bella memegangi perutnya sendiri karena merasa mual setelah memakan sayur capcay kesukaannya.

"Kenapa Bell, perut mu sakit?" Tanya Bisma tidak sengaja melihat Bella terus memegangi perutnya sendiri.

"Ehhh...gak sakit kok cuma agak mual saja. kayanya asam lambung ku kambuh lagi." Ucap Bella agak salah tingkah di hadapan Bisma. Di tambah kedua sahabatnya itu terlihat tersenyum-senyum mengoda ke arahnya.

"Mau di belikan obat?" tawar Bisma agak khawatir.

"Ehh...gak perlu kok. aku selalu nyetok obat di dalam laci kantor." Tolak Bella.

Kini Dian dan Sisil semakin tersenyum lebar setelah melihat sikap Bisma yang begitu perhatian dan sangat baik kepada Bella. mereka berdua telah menduga sepertinya Bisma memiliki perasaan kepada sahabat mereka tersebut. Bella pun terlihat tidak risih, hingga mereka berpikir mungkin saja Bella pun mulai menyukai Bisma.

"Cie... cie... cie.... kayanya ada yang peduli dan perhatian banget nih sama temen kita. Sudah deh kalian jadian saja sih sudah sama-sama cocok banget dan bakalan jadi couple gold di kantor ini hehehehe" kekeh Dian dan Sisil mencoba menggoda Bella dan Bisma.

Mendengar celotehan Dian dan Sisil, sontak saja Bella dan Bisma langsung menatap ke arah mereka dengan raut wajah malu.

"Apaan sih kalian malu-maluin saja, kalo pacar Bisma tahu ucapan kalian bisa tersingung dan marah loh nantinya." Kesal Bella sambil menatap kedua sahabatnya itu.

Mendengar ucapan Bella, seketika Dian dan Sisil diam karena merasa tidak enak karena telah jodoh-jodohin orang yang sudah punya pasangan.

"Aku jomblo kok gak punya pacar." Jawab Bisma tiba-tiba, membuat Dian dan Sisil kembali bersemangat untuk menjodohkan pria tersebut dengan Bella.

"Tuh dengar gak Bella?, Bisma ternyata jomblo. sesama jomblo mending kalian jadian saja hehehehe." Ucap Dian bertambah senang mengoda mereka berdua.

"Iya bener tuh kata Dian hehehe." Ucap Sisil yang sama usilnya dengan Dian.

Bella dan Bisma terlihat hanya diam tanpa berniat menimpali ucapan Sisil dan Dian, namun diam-diam Bisma tersenyum merasa senang saat di jodoh-jodohkan dengan Bella. sementara Bella terlihat biasa saja karena sejak dulu sampai saat ini gadis itu hanya menganggap Bisma teman terbaik yang pernah dia miliki.

Setelah makan siang, Bella langsung kembali ke ruang kerjanya. saat ini ia sudah duduk sembari menatap layar laptop di hadapannya. namun tiba-tiba ia kembali memegangi perutnya karena merasa mual dan agak sakit.

"Ahhh.....padahal aku jarang sekali minum kopi akhir-akhir ini. tapi kepada perutku jadi mual dan agak sakit." Heran Bella.

Kini sebelah tangan wanita itu mulai menarik laci di bawah meja kerjanya untuk mengambil sebotol obat. perlahan ia mulai mengeluarkan satu butir pil obat dan langsung meminumnya. setelah itu ia kembali melanjutkan pekerjaanya yang masih menumpuk banyak.

*********

jam pulang kantor telah tiba, dengan tergesa-gesa Bella segera keluar dari ruang kerjanya. sebelum pulang ke Mansion ia berniat mampir terlebih dahulu ke sebuah toko kue langganan nenek Lily, karena nenek Lily sempat meminta Bella untuk mengambil pesanan cake yang telah di pesan oleh wanita tua tersebut.

Sekitar 15 menit mengemudi akhirnya Bella telah sampai di sebuah toko kue yang sangat terkenal di pusat kota dan sudah menjadi langganan keluarga Adam Permana sejak lama.

"Hallo Lusi, saya mau ambil pesanan cake punya nenek lily." Ucap Bella kepada salah satu pegawai toko yang sudah sangat akrab dengan dirinya.

"Baik nona Bella, mohon tunggu sebentar." Ucap Lusi.

"Ok."

Sembari menunggu pesanan nenek Lily yang sedang di siapkan, wanita itu terlihat berjalan ke arah kursi tunggu sembari memainkan ponselnya.

Tanpa di sadari oleh Bella, ternyata sedari tadi ada seorang wanita dengan pakaian super ketat terus menatap ke arah wanita itu sejak pertama kali Bella memasuki toko kue tersebut. wanita yang terus memperhatikan Bella tidak lain adalah Ema.

kini Ema tengah menatap tajam dan penuh kebencian ke arah Bella. Ema tidak akan pernah melupakan penghinaan yang telah di lakukan oleh Bella malam itu, karena wanita itu telah berani menendang dirinya sampai terjatuh dari pangkuan Andrew.

Jika mengingat kejadian malam itu rasanya Ema sungguh sangat emosi, jika rencananya tidak di gagal kan oleh wanita sialan itu mungkin saat ini ia sudah hamil anak Andrew dan mungkin sedang merencanakan sebuah pernikahan yang indah.

"Tenyata wanita itu hanya seorang pegawai kantor jauh berbeda level dengan ku yang seorang model terkenal, mumpung wanita itu ada di sini aku akan memberikan wanita itu sedikit pelajaran karena telah berani menendang ku tempo hari dan mengagalkan semua rencana ku!" Batin Ema terus menatap tajam ke arah Bella.

"Mbak, pesan ice americano satu." Ucap Ema kepada pelayan.

Salain menjual berbagai cake dan kue, toko ini juga menjual berbagai minuman hangat dan dingin.

"Baik nona, tunggu sebentar."

Tidak sampai 5 menit ice americano pesanan Ema telah siap beserta cake yang di pesan oleh wanita itu. kini di kedua tangan Ema telah memegang satu buah paper bag berisikan cake dan sebelah tangannya lagi sedang memegang ice americano.

Kini dengan sudut bibir terangkat ke atas, Ema mulai berjalan ke arah Bella sambil memegang minuman dingin di tangannya.

Sementara di kursi tunggu Bella terus menatap layar ponselnya, namun ia sempat melihat jika ada sepasang kaki sorang wanita sedang berjalan ke arahnya. hebatnya Bella bisa tahu siapa wanita yang saat ini tengah berjalan ke arahnya lewat sepasang sepatu high heels berwarna merah maroon yang sedang di pakai oleh wanita tersebut.

"Sepertinya wanita jalang malam itu ingin melabrak ku. ayo kita buktikan siapa yang paling hebat!" Batin Bella diam-diam mengeluarkan senyum devilnya.

Senyum Ema semakin mengembang saat tubuhnya semakin mendekat ke arah Bella yang tengah duduk di kursi tunggu sembari fokus bermain ponsel.

"Lihat saja aku akan mempermalukan mu di depan umum hari ini." Batin Ema penuh dendam.

Kini Ema sudah berdiri tepat di hadapan Bella pura-pura sedang mencari seseorang, wanita itu sudah siap untuk menuangkan minuman yang ia pegang ke arah wanita tersebut. namun belum sempat aksinya Ema berjalan lancar tiba-tiba Bella berdiri dari posisi duduknya dan langsung memegang gelas minuman yang sedang di pegang oleh Ema yang hampir saja mengenai tubuhnya.

dengan gerakan cepat Bella langsung mendorong gelas minuman dingin tersebut depan tubuh Ema. sontak saja Ema begitu terkejut dan tidak bisa mencegah tindakan Bella tersebut.

BYURRR.....

"Ahhhhh.....dingin!" teriak Ema heboh merasakan sensasi dingin di bagian depan tubuhnya saat ini.

*******

1
한스Hans
mampir Thor 👍 semangat
Indrie Lestari: siap kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!