NovelToon NovelToon
Kembalinya Putri Yang Terkutuk

Kembalinya Putri Yang Terkutuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Ilyar Justina dijatuhi hukuman pengasingan setelah dituduh merencanakan pembunuhan terhadap ayahnya sendiri, Raja Tyraven. Ia dikirim ke Dakrossa—penjara paling kejam di Kekaisaran Eldrath, tempat para penjahat paling berbahaya dibuang. Semua orang yakin gadis lemah lembut yang bahkan tak bisa bertarung itu tak akan bertahan lama di sana.

Namun, tahun-tahun berlalu, dan Ilyar kembali. Bukan sebagai sosok yang sama, melainkan seseorang dengan aura dingin dan kegilaan yang mengendap di balik senyumnya. Di hadapan saudara-saudaranya yang dipenuhi kebencian, ia hanya tersenyum tipis. “Sepertinya kalian sangat senang dengan kepulanganku.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

Ada yang aneh dengan pak tua satu ini.

Ilyar menyipit curiga ketika Solomon tersenyum dan memberinya izin untuk menemui ketiga wanita di lantai lima. Padahal sebelumnya meski merengek tipis-tipis, Solomon tidak kunjung mengizinkannya. Akan tetapi, kepala sipir itu mengatakan bahwa dia tidak perlu mengkhawatirkan lantai sepuluh karena peraturan lama akan diterapkan kembali.

"Lagi pula memang seharusnya kamu berada di lantai lima, jadi tidak apa jika kamu mau menginap dua atau tiga malam bersama mereka, semacam melepas kerinduan karena sudah lama tidak bertemu," kata Solomon akhirnya.

"Kalau begitu aku akan tetap kembali ke lantai sepuluh nantinya?"

Solomon diam sejenak, tidak ada anggukan atau sebagainya, tapi malah mengatakan hal lain seolah menghindari pertanyaan tersebut. "Heidan akan mengantarmu ke lantai lima."

Heidan yang sudah berdiri di ambang pintu telah bersiap. Ilyar pun tidak mencurigai apa-apa dan segera pergi dari sana. Sementara, Solomon segera meninggalkan ruang kerjanya menuju lantai sebelas.

Lantai itu dirancang secara khusus oleh para penyihir agung kekaisaran Eldrath. Hanya ada dua warden yang berjaga di lantai itu dan mereka semua ahli dalam tugasnya.

Seorang wanita dan pria lanjut usia yang berada di lantai tersebut segera menyambut kehadiran Solomon. Mereka berada di tengah lantai sebelas yang dikelilingi belasan lorong menuju lokasi para makhluk magis yang dikurung secara khusus.

Berbeda dengan lantai-lantai sebelumnya, lantai ini di dominasi oleh sihir. Salah satunya cahaya remang biru keabuan yang tampak berkobar pada suluh-suluh yang tersemat pada pojok dinding tiap lorong. Lantai yang penuh ilusi.

Mereka yang baru pertama kali menginjakkan kaki di lantai sebelas akan merasakan tekanan luar biasa. Bukan hanya dari sistem dan keamanan sihir yang tertanam di sana, melainkan juga gelombang ener dari makhluk magis. Padahal makhluk-makhluk itu tersegel di balik pintu tahanan, tapi energi mereka masih menguar bebas.

"Di mana yang baru?"

"Kami menaruhnya di ruang nomor sembilan. Cukup sulit memindahkannya ke ruangan itu," jawab Jaise-wanita berusia 60 tahun, seorang Warden.

"Vyr adalah makhluk cerdas dan licik.

Pemasangan sihir ilusi tingkat tinggi bahkan tak mampu mengecohnya. Para penyihir membutuhkan lebih banyak waktu dan tenaga," imbuh Haimer-pria berusia 64 tahun, seorang Warden.

Solomon tidak bisa berkomentar banyak hal.

Masih ada makhluk magis terkuat selain Vyr di lantai ini, tapi kenapa rubah ini sulit ditangani? Itu karena Vyr adalah makhluk yang pandai dia juga punya beragam kemampuan, salah satunya membuat ilusi. Maka dari itu, para penyihir kesulitan.

"Apa Anda datang untuk melihatnya? Saya akan mengantar Anda," kata Haimer.

Solomon menggeleng. "Bukan itu."

Jaise dan Haimer mengerutkan dahi dan saling pandang, sementara Solomon merundukkan tubuh besarnya di antara dua orang tua lanjut usia tersebut. Entah apa yang dia bicarakan karena saat itu pula raut wajah Jaise dan Haimer berubah agak skeptis.

"Apakah kalian bisa membantunya?" tanya Solomon setelah kembali menegapkan tubuh.

"Jika itu keinginan Anda, kami tentu akan membantunya. Hanya saja, apa dia sanggup? Menjadi warden sama saja mendekatkan diri kepada kematian. Makhluk-makhluk itu sangat agresif, mereka membenci manusia," jelas Jaise.

"Kita hanya perlu mencobanya dan jika dia gagal, pada akhirnya hanya kematian juga yang menunggunya di luar," jawab Solomon.

Jaise menatap Haimer, seolah berunding melalui tatapan sampai akhirnya keduanya mengangguk sambil menatap Solomon. "Kalau begitu bawa saja dia kemari."

***

Ya ampun!

Ilyar hanya mampu tersenyum di bawah usapan brutal tiga wanita yang sudah dianggap sebagai kakak dan bibinya. Ruang tahanan mereka menjadi paling berisik sejak kemarin. Banyak pengalaman yang Ilyar ceritakan pada ketiganya.

Betapa bangga mereka pada pencapaian Ilyar dan sekarang setelah melepas kerinduan, Adrene memeriksa kembali tubuh Ilyar secara menyeluruh kemudian terkejut mendapati ener pada inti core bocah itu melimpah ruah. Pada titik ini, energi tersebut bisa diubah menjadi sesuatu yang sangat luar biasa dan membuat pemiliknya tidak terkalahkan. Selain itu, fisik Ilyar pun menjadi lebih kuat, otot-ototnya terasa padat.

Bagaimana bisa dia sekuat ini hanya dalam waktu tiga tahun? Sungguh tidak masuk akal.

Adrene membatin, sementara Ilyar tersenyum tipis melihat reaksi alkemis tersebut setelah menjauhkan tangan dari tubuhnya.

"Aku tidak berisitrahat, bahkan tidur pun aku mencoba melakukan sesuatu," kata Ilyar tiba-tiba.

Adrene terkesiap lalu tertawa pelan. "Apa terlalu terbaca dari raut wajahku?"

Ilyar mengangguk dan terkekeh "Ya."

"Oh, ya." Ilyar membenarkan posisi duduk bersilanya menjadi lebih tegap kemudian menatap ketiganya serius.

"Ada apa?" tanya mereka bersamaan.

"Bolehkah aku tahu kenapa sebenarnya kalian bisa berakhir di sini?"

Ketiganya saling pandang. Haruskah mereka ceritakan? Jujur saja, setiap kali mengingatnya, dada mereka bergemuruh karena emosi.

"Aku tidak akan memaksa. Aku hanya penasaran karena menurutku kalian bukanlah orang yang akan melakukan kejahatan untuk kesenangan karena memiliki kemampuan melakukannya."

Adrene mengembuskan napas dan cerita dimulai dari mulutnya. Sebagai seorang Alkemis yang bekerja di istana kerajaan Endria, banyak penemuan yang telah dia buat, salah satunya adalah ramuan-ramuan mutakhir. Produk yang paling sering digunakan adalah ramuan penenang monster. Adrene membuatnya dalam tingkatan-tingkatan berbeda dan tidak ada seorang pun mampu menirunya.

Kemudian, suatu hari kepala keluarga bangsawan terdekat raja Endria datang, membicarakan sesuatu dan mulai hari itu, Adrene harus membuat lebih banyak pasokan ramuan penenang monster. Namun, dia tidak menduga bahwa ramuan tersebut justru digunakan pada manusia. Keluarga bangsawan itu memiliki alkemis gila lainnya yang melalukan ekspresimen terhadap manusia dan monster.

Adrene melaporkannya, tapi raja Endria tidak

mengkritisi tindakan keluarga bangsawan tersebut.

Alhasil, dengan kemampuannya, Adrene menciptakan peledak yang berhasil meratakan kediaman keluarga tersebut.

Selanjutnya Rubia, mengatakan bahwa banyak anak yang berpotensi jadi penyihir gelap didiskriminasi, diperdagangkan kemudian diperbudak. Maka dari itu, dia mendirikan sebuah organisasi khusus penyihir gelap, tapi itu malah dianggap sebuah pemberontakan.

Terakhir, Valeris. Sebagai seorang warden, dia dituduh membakar sebuah desa kecil menggunakan naga muda yang berhasil dijinakkan. Padahal kenyataannya, warga desa membunuh saudara naga muda dan mengulitinya karena dari ujung kepala hingga ekor naga memiliki nilai jual fantastis apabila dibawa ke perkotaan.

Dari sekian cerita itu, Ilyar malah agak terpaku pada cerita Adrene. Kerajaan Endria merupakan yang terkuat setelah kerajaan Tyraven. Dia tidak menduga ada cerita mengerikan di balik itu, tapi mengapa Endria melakukannya? Bukankah negeri mereka sudah makmur dan tidak ada lagi peperangan di tanah ini? Kenapa mencoba membentuk pasukan manusia setengah monster?

"Lalu bagaimana denganmu?" tanya Adrene.

"Apanya?" tanya Ilyar.

"Apa ada tanda-tanda kamu akan terbebas?"

Ilyar diam sejenak sementara tiga wanita masih berpikir jika ada orang-orang di luar sana berusaha membebaskan Ilyar, mengingat gadis itu adalah anak pertama penguasa Tyraven.

"Ada sedikit harapan. Aku hanya perlu menunggu," jawab Ilyar.

Ilyar mengatakan itu bukan tanpa sebab. Saat Graven datang membawa Vyr, pria itu mengatakan akan membantu sebisa mungkin sampai Ilyar terbebas karena ternyata orang-orang kepercayaan Agor pun sedang berusaha mencari tahu pelaku dari pembunuhan berencana tersebut.

1
Mila Sari
Thor upnya yg banyak donk,,
Iry: malam ya beb
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
Diam...mengamati...berakhir EKSEKUSI😐😐😐
𝐀⃝🥀Weny
ceritanya tambah seru aja thor..
Iry: hehehe iya beb
total 1 replies
Firniawati
ayo kak up lagi yg banyak 😍
Iry: sabar yahhhh, mungkin malam
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
intrik..ambisius & haus akan valisldasi disebuah kerajaan..memang sangat membagongkan..baik didunia nyata maupun cerita❤️❤️❤️❤️
Gesang
seruuuuu👍👍👍
Firniawati
sangat bagus ceritanya seru tidak monoton dan membosanka,,terus semangat ya kk othor 🥰
Iry: waaaahhh makasih banyak❤
total 1 replies
Firniawati
kak kapan update lagi?
Iry: aku update hari ini
total 1 replies
EL MARIA
kok sama kaya yg di fizo yaa.... yg di fizo udh tamat dari lama ini autor nya sama kah
CaH KangKung,
👣👣
𝐀⃝🥀Weny
lanjut lagi thor.. ceritamu yang ini tambah seru dan penuh tantangan😊
𝐀⃝🥀Weny: yeeey.. thanks thor❤️❤️❤️
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!